Anda di halaman 1dari 33

MENGKAJI DAN

MENGHITUNG HARGA
OBAT
TUGAS KELOMPOK 1 (SATU)

ASVA MALINDA (1600023)


LELI NOFIANI (1600032)
LIMRAH HIDAYANUR ( 1600033)
SITI AMINAH (1600043)
SEPTIA ROZA (1600042)
ROYANA BR SITANGGANG (1600104)
PENDAHULUAN

Ketika mendengar kata “obat”, sebagian besar


masyarakat langsung teringat dengan harganya yang
mahal. Beberapa di antaranya mungkin pernah
mengalami kejadian yang tidak menyenangkan,
sehingga merasa kapok dan tidak mau lagi
berurusan dengannya.
LANJUTAN

Obat sudah menjadi kebutuhan yang vital bagi setiap


orang terutama orang yang sakit.
Dipasaran kita jumpai ada obat yang sangat mahal
harganya dan ada pula obat yang sangat murah
harganya
PENGERTIAN HARGA

Harga merupakan satuan moneter atau ukuran


lainnya (termasuk barang dan jasa) yang ditukarkan
agar memperoleh hak kepemilikan atau penggunaan
suatu barang atau jasa, Tjiptono (2001 : 151). Dan
harga merupakan unsur satu–satunya dari unsur
bauran pemasaran yang memberikan pemasukan
atau pendapatan bagi perusahaan di banding unsur
bauran pemasaran yang lainnya (produk, promosi
dan distribusi).
Faktor faktor Penentu Harga Obat antara lain:

Biaya Bahan Baku (bahan baku/zat aktif,bahan/zat


tambahan dan bahan pengemas)
Biaya Operasional
Biaya Marketing dan Promosi
Biaya Distribusi
Biaya Lain lain (Umum, penyusutan, Pajak dll)
Faktor Lainnya yang mempengaruhi harga obat
adalah:

Harga Produk sejenis yang sudah ada di pasaran


Tingkat kompetisi Pasar
Besarnya modal yang dikeluarkan (misalnya obat
harus invest alat/mesin baru)
Besarnya laba atau margin yang diinginkan
LANJUTAN

Selain dari Faktor diatas , beban Usaha juga sangat


menentukan dalam menetapkan harga suatu obat.
Beban Usaha Dapat di kelompokkan menjadi 2
yaitu :
1. Beban Usaha Langsung , yaitu biaya yang terjadi
dari aktivitas usaha pokok (utama) perusahaan.
Misalnya : beban gaji, beban sewa dll
LANJUTAN

2. Beban lain lain, yaitu biaya yang terjadi dari


aktivitas diluar usaha utama perusahaan.
Misalnya : Beban bunga bank, Rugi penjualan
aktiva tetap dan lain lain
BAGAN PENENTUAN HARGA OBAT
Cara Menghitung Harga Jual Apotek (HJA)

Untuk menghitung HJA biasanya didasarkan pada


HNA, Mark Up dan PPN
• HNA adalah Harga Netto Apotek, merupakan harga
modal awal apotek dalam membeli obat dari
distributor (PBF atau PBF Cabang)
• Mark Up adalah % keuntungan , tiap apotek berbeda
dalam menentukan % keuntungan ini , ada yang 25
% dan ada juga 30 % dan bahkan apotek yang jauh di
pelosok menetapkan keuntungan sampai dengan
80%
LANJUTAN

PPn 10% adalah Pajak Pertambahan Nilai yang


dikenakan untuk setiap pertambahan nilai dari
proses transaksi dari produsen sampai kekonsumen
HJA adalah Harga Jual Apotek yang ditawarkan
kepada konsumen setelah diperhitungkan HNA,
PPN 10%, dan Mark Up
1. Harga Pokok Produksi (HPP) atau Cost of Goods
Manufacture (COGM)

HPP = Raw Material + Packaging Material + Direct


Labor + Over Head + Fix Burden
Dalam industri farmasi, biaya bahan baku (zat aktif
dan bahan pengisi) dan bahan pengemas sekitar 70-
80 %
Biaya tenaga kerja langsung sekitar 5-10 % , dan
Biaya tambahan (biaya penyusutan, biaya energi,
biaya bahan bakar, biaya telepon, biaya perawatan,
biaya pelatihan, biaya onderdil) sekitar 15-20% dari
HPP.
2. Harga Jual Pabrik (HJP) atau Cost of Goods Sales ( COGS )

HJP = HPP + Biaya Pemasaran + Biaya Administrasi +


Biaya Manajemen + Pajak + Keuntungan + Lisensi
Biaya pemasaran adalah biaya yang digunakan untuk
pengeluaran pemasaran bagi sales marketting ( medrep ).
Biaya administrasi adalah biaya yang digunakan untuk
administrasi industri farmasi. Biaya ini dibebankan pada
produk ( obat ) tersebut karena produk merupakan satu-
satunya pendapatan utama dalam industri farmasi.
Pajak adalah pajak penghasilan industri farmasi.
Keuntungan adalah laba yang diperoleh industri farmasi
sebagai sumber keuntungan industri farmasi.
3. Harga Netto Apotek ( HNA )

HNA = HJP + Biaya Distribusi


HNA + PPN = Harga jual pabrik obat dan/atau PBF
kepada apotek dan rumah sakit (harga patokan
tertinggi)

PPN ( Pajak Pertambahan Nilai ) ditetapkan sebesar


10 % untuk semua jenis obat. ( Kepmenkes 92/2012
tentang HET Obat Generik Tahun 2012 )
4. Harga Eceran Tertinggi ( HET )

HET = HNA + Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10% + Margin


apotek 25%
HET adalah harga eceran tertinggi yang ditetapkan
berdasarkan Kepmenkes 69/2006 tentang Pencantuman
HET pada Label Obat yang berguna untuk melindungi
konsumen dari harga yang mahal.
HET adalah harga jual tertinggi di apotek, rumah sakit,
klinik, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya yang berlaku
untuk seluruh Indonesia (Kepmenkes 92/2012 tentang HET
Obat Generik Tahun 2012).
HNA ≤ 74% HET ( Kepmenkes 92/2012 tentang HET Obat
Generik Tahun 2012 ).
5. Harga Jual Apotek ( HJA )

Besarnya HJA kepada pasien tidak boleh lebih tinggi dari HET.
Secara garis besar, cara untuk menentukan HJA menggunakan
rumus sebagai berikut:

HJA = ( HNA + PPN ) x I + E + T

I = Indeks/ Keuntungan (berkisar 1,1-1,25)


E = Embalase (harga wadah pembungkus obat dan peralatan
lain, misalnya plastik, salinan resep)
T = Tuslah ( merupakan besaran balas jasa pelayanan farmasi )
17

AKUNTANSI
BEBAN
PENGERTIAN
BEBAN / EXPENSES
18

Penurunan manfaat ekonomi


selama satu periode akuntansi
dalam bentuk arus keluar kas
atau berkurangnya aset atau
terjadinya kewajiban yang
mengkibatkan penurunan ekuitas
KLASIFIKASI BEBAN/EXPENSES
19

1. Beban Layanan
 Seluruh Beban yang terkait langsung dalam
pelayanan kepada masyarakat antara lain meliputi:
a) beban pegawai,
b) beban pemakaian persediaan farmasi/gizi,
c) beban jasa layanan,
d) beban pemeliharaan,
e) beban subsidi pasien,
f) beban penyusutan
g) beban lain-lain yang berkaitan langsung dengan
pelayanan lainnya
KLASIFIKASI BEBAN/EXPENSES
20

2. Beban Umum dan Administrasi


 beban-beban yang diperlukan untuk administrasi dan
beban yang bersifat umum dan tidak terkait secara
langsung dengan kegiatan pelayanan rumah sakit,
meliputi:
a) beban pegawai
b) beban administrasi perkantoran
c) beban penyusutan/beban amortisasi,
d) beban promosi,
e) beban premi asuransi,
f) beban penyisihan kerugian piutang dan beban umum dan
administrasi lainnya.
KLASIFIKASI BEBAN/EXPENSES
21

3. Beban Lainnya  beban yang tidak dapat


dikelompokkan ke dalam beban layanan serta
beban umum dan administrasi. Beban ini antara
lain meliputi beban bunga dan administrasi bank.
4. Kerugian Penurunan Nilai  rugi atas
penurunan nilai aset tetap sebagaimana diatur
pada kebijakan “pengakuan dan pengukuran” aset
tetap.
5. Kerugian Lainnya  rugi yang terjadi diluar
kegiatan normal
Pembebanan Biaya Tidak Langsung

Pembebanan biaya tidak langsung (overhead cost)


pada facility activity merupakan pembebanan biaya
pada aktivitas penunjang (facility activity) ke setiap
unit produksi berdasarkan rate per cost driver
yaitu rate (tarif) setiap biaya penggerak.
LANJUTAN

Perhitungan biaya tidak langsung terdiri dari adalah


biaya depresiasi gedung, biaya depresiasi alat non
medis, biaya gaji sumber daya manusia (SDM) non
medis, biaya bahan habis pakai non medis, biaya
umum (telepon, listrik dan air, internet), biaya
perjalanan dinas pegawai dan biaya lain-lain
(pemeliharaan sarana listrik, makanan dan minuman).
Harga Obat Resep dan OTC

Harga Obat Resep


Untuk obat obat resep Apotek menambahkan biaya
non racikan /biaya racikan dan nominalnya berbeda
di tiap Apotek.
Jadi Untuk Obat Resep :
HJA X Jumlah Obat+Biaya Racikan/Non
racikan + harga kapsul
Obat OTC

Obat OTC adalah obat yang bisa dibeli tanpa resep


dokter (Obat Bebas Terbatas /Obat bebas).
Untuk Obat golongan OTC ini biasanya berlaku
hukum pasar , laku tidaknya tergantung bagaimana
strategi marketing
Untuk Obat OTC tidak ada penambahan biaya
racikan atau non racikan
Pelayanan Obat

Tata cara Pelayanan Pembelian Obat di Apotek


terbagi 2 :
1. penjualan Obat tunai, meliputi :
a. Penjualan Obat Resep Tunai
Penjualan Obat dengan resep tunai dilakukan
terhadap pasien yang langsung datang ke apotek
untuk menebus obat yang di butuhkan dan dibayar
secara tunai.
LANJUTAN

b. Penjualan bebas
Yaitu penjualan obat dan perbeklana farmasi
lainnya yang dapat dibeli tanpa resep dari dokter
seperti obat OTC.
Pelayanan penjualan obat dan alat kesehatan dijual
bebas di conter swalayan farmasi termasuk
kosmetika.
Pada pelayanan obat OTC ini pembayarannya secara
tunai.
LANJUTAN

2. Penjualan obat dengan Resep Kredit


Resep Kredit adalah resep yang ditulis dokter yang
bertugas pada suatu instansi atau perusahaan untuk
pasien dari instansi yang telah mengadakan kerja
sama dengan apotek yang sering disebut Ikatan
Kerja Sama (IKS), pembayaran dilakukan dalam
jangka waktu tertentu berdasarkan perjanjian yang
telah disepakati bersama.
Perbedaan utama antara pelayanan resep tunai
dan kredit :

Pada pelayanan resep tunai , setelah resep diperiksa


keabsahannya langsung dilakukan penetapan harga
setelah pasien setuju dan melakukan pembayaran ,
baru resep disiapkan sedangkan pada resep kredit,
setelah resep diperiksa keabsahannya tidak
dilakukan penetapan harga , pembayaran dilakukan
oleh instansi yang bekerja sama dengan apotek
dalam jangka waktu yang sudah ditetapkan dalam
perjanjian kerja sama
LANJUTAN

Untuk Pelayanan resep kredit didata dan direkap


setiap bulannya untuk diklaimkan.
Pada pelayanan resep kredit harga obat disepakati
oleh kedua belah pihak, yaitu dari apotek dan
instansi yang memberikan jaminan kesehatan
Produk obat dan jumlah yang diberikan ditentukan
oleh instansi tersebut
Metode Perhitungan Harga Obat

1. Penetapan Harga Biaya Plus (Cost-Plus


Pricing Method)

menentukan harga jual per unit produk anda dengan


menghitung jumlah seluruh biaya per unit ditambah
jumlah tertentu untuk menutup laba yang anda
kehendaki pada unit tersebut, atau disebut marjin.
Harga jual produk dapat anda hitung dengan rumus :

Biaya Total + Margin = Harga Jual


LANJUTAN

2. Penetapan Harga Mark-Up (Mark-Up Pricing


Method)

Pada intinya, penetapan harga mark-up ini hampir sama


dengan penetapan harga biaya plus.
Caranya lebih sederhana. Anda membeli barang-barang
dagangan kemudian harga jualnya anda tentukan setelah
menambah harga beli dengan sejumlah mark-up, seperti
rumus di bawah ini:

Harga Beli + Mark Up = Harga Jual


SEKIAN &
TERIMAKASIH


SALAM SUKSES