Anda di halaman 1dari 18

Mata Kuliah Kepemimpinan

PT Energi Terang Sejahtera


Chintia Kesuma Dewi (071.014.039)
Indra (071.014.079)
Nival Horman (071.014.122)
Prada Damara Putra (071.014.125)
Vicky Ardiantama (071.12.217)

“Leadership is the capacity to translate vision into reality”


(Warren Bennis)
PT Energi Terang Sejahtera

• Visi: Menjadi perusahan Migas terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2030
• Misi :
- menjalin hubungan dan kerjasama dengan perusahan Migas besar lainnya.
- mengembangkan energi terbarukan seperti Unconventional Hydrocarbon
- menerpakan pembangunan yang terintregrasi
- meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang Migas
- menerapkan dan menyusun bahan bakar yang ramah lingkungan

“Where there is no vision, there is no hope”


PT Energi Terang Sejahtera

• Strategi Perusahan
Analisa SWOT : - Weakness
- Strength: 1. Para direksi tidak ada koordinasi
1. Profit tahun lalu USD 50 Juta 2. Karyawan minta naik gaji
2. Pekerja di perusahaan ini 3. Persaingan tidak sehat antar bagian
professional 4. Banyak rumors
3. Peringkat perusahaan no 15 di 5. Etos kerja tidak ada
Indonesia 6. KKN tumbuh subur
4. Dimiliki oleh 2 perusahaan besar
bidang perminyakan
PT Energi Terang Sejahtera

- Threat - Opportunity
1. Peraturan daerah banyak 1. Menang lelang 2 daerah : X dan daerah
2. Pemda ingin bagi hasil Y.
3. Proses lelang sering diintervensi 2. Kondisi pasar bagus profit dapat
dari pihak luar meningkat 2 x lipat
3. Prospek pengembangan lapangan migas
ini hingga 20 tahun
Matriks SWOT

Strength (S) Weakness (W)

1. Profit tahun lalu USD 50 Juta, 1. Para direksi tidak ada koordinasi
2. Pekerja di perusahaan ini professional, 2. Karyawan minta naik gaji
3. Peringkat perusahaan no 15 di 3. Persaingan tidak sehat antar bagian
Indonesia. 4. Banyak rumors
4. Dimiliki oleh 2 perusahaan besar bidang 5. Etos kerja tidak ada KKN tumbuh subur
perminyakan
Opportunity (O) Strategi (SO) Strategi (WO)

1. Menang lelang 2 daerah : X dan 1. Meningkatkan system teknologi dan 1. Menempatkan karyawan yang sesuai dengan
daerah Y. informasi untuk memenangkan kompetisi kemampuannya.
2. Kondisi pasar bagus profit dapat bersaing. 2. Memperbaiki manajemen sumber daya
meningkat 2 x lipat 2. Mengoptimalkan pengembangan lapangan perusahan.
3. Prospek pengembangan di dua daerah x dan y. 3. Mengoptimalkan kegiatan eksplorasi
lapangan migas ini hingga 20
tahun
Matriks SWOT

Strength (S) Weakness (W)

1. Profit tahun lalu USD 50 Juta, 1. Para direksi tidak ada koordinasi
2. Pekerja di perusahaan ini professional, 2. Karyawan minta naik gaji
3. Peringkat perusahaan no 15 di 3. Persaingan tidak sehat antar bagian
Indonesia. 4. Banyak rumors
4. Dimiliki oleh 2 perusahaan besar bidang 5. Etos kerja tidak ada
perminyakan 6. KKN tumbuh subur

Threats (T) Strategi (ST) Strategi (WT)

1. Peraturan daerah banyak 1. Membantu membangun daerah sekitar 1. Team Building


2. Pemda ingin bagi hasil 2. Menjaga dan meningkatkan teknologi 2. Membangun supermasi hukum yang kuat.
3. Proses lelang sering diintervensi 3. Menjalin kerja sama dengan pemerintah 3. Melakukan Laporan Pertanggung Jawaban
dari pihak luar tiap bulan.
4. Menerapkan GCG
MODEL KEPEMIMPINAN ISLAM
• Shiddiq
• Thabligh
• Amanah
• Fathanah
Bagaimana Memotivasi Karyawan

1. Menjelaskan peran/posisi karyawan dalam perusahan


2. Membantu membangun karir
3. Melakukan kegiatan Team Building
4. Memberikan karyawan kesempatan untuk mengerjakan proyek
sampingan.
5. Memberikan sebuah pengakuan (apresiasi)
6. Berikan insentif untuk pegawai

“The art of communication is the language of leadership”


TIPE KEPEMIMPINAN TIAP LEVEL
Respect

• Direksi
Reproduction
• Direktur
• Meneger Result
• Supervisor
• Employees Relationship

“Management is doing things right, leadership is


Right
doing the right things”
GCG ( Good Coporate Governance)

• GCG adalah seperangkat peraturan yang menetepkan hubungan antar pemegang


saham, pengurus, pihak kreditur, pemerintah, karyawan serta pemegang kepentingan
intern dan ekstern lainnya sehubungan dengan hak dan kewajiban.
• GCG merupakan suatu keharusan dalam rangka membangun kondisi perusahan
yang tangguh dan berkelanjutan.
GCG ( Good Coporate Governance)

Terdapat 5 pilar GCG oleh Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) (Dikenal dengan
istilah TARIF):
1. Transparency
2. Accountability
3. Responsibility
4. Indepedency
5. Fairness
Konsep ini dapat dijadikan sebagai standar pengukuran kesesuaian dan peyimpangan dalam
pencapaian tujuan perusahaan.
TRANSPARENCY
• Transparency (keterbukaan informasi), yaitu keterbukaan dalam
melaksanakan proses pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam
mengemukakan informasi materiil dan relevan mengenai perusahaan.
• Penerapan:
• Penyampaian informasi dengan baik, saat rapat formal maupun melalui papan
pengumuman.
• Komunikasi dua arah antara karyawan dengan atasan sehingga dapat menjadi media
untuk mengetahui progress masing-masing.
ACCOUNTABILITY
• Accountability (akuntabilitas), yaitu kejelasan fungsi, struktur, sistem, dan
pertanggungjawaban organ perusahaan sehingga pengelolaan perusahaan
terlaksana secara efektif.
• Penerapan:
• Pembagian tugas dan tanggung jawab berdasarkan divisi.
• Membuat job description dan job specification dari divisi.
• Melakukan audit internal dan audit eksternal untuk melihat produktivitas karyawan
• Memberikan Reward atau Punishment kepada karyawan
RESPONSIBILITY
• Responsibility (pertanggungjawaban), yaitu kesesuaian (kepatuhan) di dalam
pengelolaan perusahaan terhadap prinsip korporasi yang sehat serta
peraturan perundangan yang berlaku.
• Penerapan:
• Melakukan Corporate Social Responsibility (CSR) di lingkungan sekitar
• Outing bersama karyawan untuk memperkuat bonding dan melepas penat
• Mengirimkan User Acceptance Test setelah suatu project selesai
INDEPENDENCY
• Independency (kemandirian), yaitu suatu keadaan dimana perusahaan
dikelola secara profesional tanpa benturan kepentingan dan
pengaruh/tekanan dari pihak manajemen yang tidak sesuai dengan peraturan
dan perundangan-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang
sehat.
• Penerapan:
• Menyewa konsultan untuk membantu kinerja perusahaan dan meminimalisir pengaruh
eksternal
• Memilih anggota manajemen yang objektif dan loyal pada perusahaan
FAIRNESS
• Fairness (kesetaraan dan kewajaran), yaitu perlakuan yang adil dan setara di
dalam memenuhi hak-hak stakeholder yang timbul berdasarkan perjanjian
serta peraturan perundangan yang berlaku.
• Penerapan:
• Memberikan kebebasan dan kesempatan memberi saran dan masukan untuk perusahaan
• Tidak ada perbedaan perlakuan untuk stakeholder mayoritas dengan minoritas
• Mengembangkan potensi karyawan secara merata dengan workshop dan seminar
GCG

• Mempersiapkan mind set sumber daya manusia


• Mempersiap rencana implementasi
• Mempersiapkan SOP yang baru
• Mempersiapkan SOP yang baru secara parallel
• Membangung komitmen
• Mengubah teori dan konsep menjadi realita
Terima Kasih