Anda di halaman 1dari 12

Kelompok 9

• Korosi adalah reaksi redoks antara suatu logam dengan


berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa-
senyawa yang tak dikehendaki. Dalam bahasa sehari-hari,
korosi disebut perkaratan. Contoh korosi yang paling lazim
adalah perkaratan besi.Pada peristiwa korosi, logam
mengalami oksidasi, sedangkan oksigen (udara) mengalami
reduksi. Karat logam umumnya adalah berupa oksida dan
karbonat. Rumus kimia karat besi adalah Fe2O3. xH2O, suatu
zat padat yang berwarna coklat-merah.
Korosi merupakan proses elektrokimia. Pada korosi besi, bagian
tertentu dari besi itu berlaku sebagai anode, di mana besi
mengalami oksidasi
• Korosi Homogen
Korosi homogen terjadi karena reaksi electro chemical yang secara homogen terjadi karat ke
seluruh bagian material yang terbuka (telanjang).
• Galvanic Corrosion
Apabila terjadi kontak atau secara listrik kedua logam yang berbeda potensial tersebut akan
menimbulkan aliran elektron/listrik diantar kedua logam.
• Crevice Corrosion
Sering terjadi pada sambungan kurang kedap
• Filiform Corrosion
Serangan dari korosi ini tidak merusak komponen utama metal tetapi hanya mempengaruhi atau
merusak penampilan permukaan metal dimana permukaan dan penampilan kaleng makanan
atau minuman.
• Intergranular Corrosion
Korosi intergranular terjadi pada daerah tertentu dengan penyebab grain boundary. Hal ini
disebabkan oleh adanya kekosongan unsur/elemen pada kristal ataupun impurities dari proses
casting
• Pitting Corrosion
Adalah bentuk pengkaratan yang terpusat pada satu titik dengan kedalaman tertentu.
• Selective Leaching
Adalah penghilangan suatu elemen alloy pada melalui proses korosi. Contoh proses
penghilangan/pelepasan Zn dari grass alloy.
• Korosi Erosi
Korosi erosi adalah percepatan atau penambahan keburukan sifat material karena gerakan
relatif antara fluida korosif dan permukaan metal
Berikut adalah tahapan-tahapan pengkorosian yang terjadi
pada atap yang terbuat dari seng.
• Proses Awal yaitu mula terjadinya korosi pada atap rumah.
Proses awal ini korosi yang terjadi masih sedekit sekali dan
belum terlihat dengan terlalu jelas. Proses awal korosi pada
atap yang terbuat dari seng seperti ditunjukan oleh gambar ini
• Setelah korosi mulai tampak pada atap rumah jika tidak
segera dilakukan perlindungan maka korosi lambat laun akan
menyebar dan penyebaran pada proses korosi kedua pada
atap rumah ditunjukkan pada gambar berikut
• Pada tahap ketiga penyebaran korosi semakin meluas dan
mengkorosi hampir pada seluruh bagian lembaran seng. Berikut
gambar proses pengkorosian ke-3 pada atap rumah yang
terbuat dari seng
• Tahap korosi pada atap rumah selanjutnya yaitu korosi melebar
dan merata pada seluruh bagian atap yang terbuat dari seng.
Korosi merata pada seng ditunjukkan oleh gambar berikut
• Faktor yang terlibat dalam korosi pada atap seng, seperti :
1. Arah angin
2. Intensitas asap korosif,
3. Jumlah garam diudara
4. Periode relatif dari kelembaban atau kondensasi dan
kekeringan.
• Faktor-faktor penting yang mengontrol tingkat di korosi seng yang
digunakan untuk atap perumahan/ industri yaitu:
1. Durasi dan frekuensi kelembaban
2. Tingkat di mana permukaan mengering
3. Tingkat polusi industri atmosfer.
• Kerugian diantaranya:
1. Banyak komponen harus diganti dikarenakan terkorosi,
2. Pelanggan menjadi tidak puas karena produk mudah terkorosi
3. Masalah finansial yang rumit.
4. Kerugian dari segi keuangan yang membengkak karena korosi
• Pencegahan
Pencegahan yang dilakukan dalam menanggulangi terjadinya korosi pada
atap seng ada 2 yaitu sebelum terjadi dan sesudah terjadi.
Sebelum terjadi korosi pencegahan yang dilakukan yaitu dengan cara:
 Pemberian lapisan cat dilakukan pada permukaan seng, sehingga
faktor penyebab korosi tidak dapat mengenai seng secara langsung.
Keunggulan lapisan cat pada sistem proteksi korosi mudah cara
penerapannya, dapat dilapis ulang dan lapisannya memiliki nilai estetika.
Faktor sangat penting yang mempengaruhi umur lapisan cat terletak pada
kelayakan persiapan permukaan logam sebelum dilapisi cat.
 Pada permukaan seng diberi oli atau vaselin. Pemberian oli atau vaselin
ini dapat menghambatan kontak langsung antara logam dengan oksigen
atau air.
Setelah Terjadi korosi perlindungan yang dapat dilakukan yaitu dengan
cara:
 Mengecat kembali seng apabila seng masih terkorosi awal sampai
tahap 3.
 Apabila Korosi pada seng sudah merata dan menyebabkan keropos
seng maka tindakan yang dilakukan yaitu dengan mengganti dengan seng
yang baru dikarenakan jika seng sudah terkorosi merata dan keropos yang
sudah parah maka akan menyebabkan seng berlubang sehingga jika terjadi
hujan maka air hujan akan bocor.
• Pengendalian
Penanganan pada atap seng yang bocor adalah dengan
menambal. Bahan yg diperlukan untuk penambalan :
a. Elastex (contoh menggunakan buatan Nippon Paint) Seperti
b. HCL
c. Mett 455 (Serat Fiber)
d. Cromet (yang digunakan bodalax metal primer zinc 900)
e. Cat Silver
Cara perlindungan dengan pelapisan pada seng yang
berlubang:
a. Korosi dibersihkan dengan sikat kawat
b. Kemudan dikawaskan HCL
c. Setelah benar-benar bersih dicat dengan Bodelax.
d. Setelah kering lapiskan Met dan Elastex.
e. Kemudian dicat dengan cat warna silver
f. (untuk warna cat dapat disesuaikan dengan warna seng)
Korosi adalah reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat
di lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tak dikehendaki.
Dalam bahasa sehari-hari, korosi disebut perkaratan. Pada seng atap rumah
terjadi korosi merata, adalah korosi yang terjadi secara serentak diseluruh
permukaan logam, oleh karena itu pada logam yang mengalami korosi merata
akan terjadi pengurangan dimensi yang relatif besar per satuan waktu.
Kerugian langsung akibat korosi merata berupa kehilangan material konstruksi,
keselamatan kerja dan pencemaran lingkungan akibat produk korosi dalam
bentuk senyawa yang mencemarkan lingkungan. Sedangkan kerugian tidak
langsung, antara lain berupa penurunan kapasitas dan peningkatan biaya
perawatan (preventive maintenance).
Salah satu cara pencegahan serangan korosi/karat terhadap atap
seng adalah dengan cara menggunakan lapisan bahan organik atau cat.
Pemberian lapisan cat dilakukan pada permukaan seng, dan pengendalian
yang dilakukan apabila sudah terkorosi dan berlubang tapi belum parah yaitu
dengan penambalan pada seng yang terkorosi tersebut. Sedangkan apabila
korosi sudah parah dan mengikis seng yang sangat banyak alangkah baiknya
seng tersebt diganti dengan yang baru.