Anda di halaman 1dari 14

BUDIDAYA TANAMAN KEDELAI

(Glycine max (L.) Merril)


Oleh :
DANIAR JATI UTAMI
(E1A115020)
Kedelai merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang memegang peranan penting di Indonesia, karena
kedelai memiliki kandungan gizi yang tinggi, Biji kedelai memiliki kandungan gizi yang terdiri dari 40% - 45% Protein,
18% lemak, 24%- 36 % karbohidrat, 8% kadar air, asam amino dan kandungan gizi lainnya yang bermanfaat bagi
manusia. Disamping itu, kedelai juga dapat digunakan sebagai bahan baku industri, pakan ternak dan juga untuk
pembuatan minyak (Suprapto, 2002).
Sejarah Kedelai
Kedelai merupakan tanaman pangan berupa semak yang tumbuh tegak. Kedelai jenis liar Glycine
ururiencis, merupakan kedelai yang menurunkan berbagai kedelai yang kita kenal sekarang
(Glycine max (L) Merril). Berasal dari daerah Manshukuo (Cina Utara). Di Indonesia, yang
dibudidayakan mulai abad ke-16 sebagai tanaman makanan dan pupuk hijau. Penyebaran tanaman
kedelai ke Indonesia berasal dari daerah Manshukuo menyebar ke daerah Mansyuria: Jepang
(Asia Timur) dan ke negara-negara lain di Amerika dan Afrika.
Asal Usul Tanaman Kedelai
Kedelai merupakan tanaman asli Daratan Cina dan telah dibudidayakan oleh manusia sejak 2500 SM.
Sejalan dengan makin berkembangnya perdagangan antarnegara yang terjadi pada awal abad ke-19,
menyebabkan tanaman kedelai juga ikut tersebar ke berbagai negara tujuan perdagangan tersebut,
yaitu Jepang, Korea, Indonesia, India, Australia, dan Amerika. Kedelai mulai dikenal di Indonesia sejak
abad ke-16. Awal mula penyebaran dan pembudidayaan kedelai yaitu di Pulau Jawa, kemudian
berkembang ke Bali, Nusa Tenggara, dan pulau- pulau lainnya. Pada awalnya, kedelai dikenal dengan
beberapa nama botani, yaitu Glycine soja dan Soja max.
Syarat Tumbuh Tanaman Kedelai
Iklim Media Tanam Ketinggian Tempat
Tanaman kedelai sebagian besar tumbuh Pada dasarnya kedelai menghendaki Varietas kedelai berbiji kecil, sangat
di daerah yang beriklim tropis dan kondisi tanah yang tidak terlalu basah, cocok ditanam di lahan dengan
subtropis. tetapi air tetap tersedia. ketinggian 0,5-300 m dpl. Sedangkan
Tanaman kedelai dapat tumbuh baik di Tanah-tanah yang cocok yaitu: alluvial, varietasi kedelai berbiji besar cocok
daerah yang memiliki curah hujan sekitar regosol, grumosol, latosol dan andosol. ditanam di lahan dengan ketinggian 300-
100-400 mm/bulan. Sedangkan untuk Pada tanah-tanah podsolik merah kuning 500 m dpl. Kedelai biasanya akan tumbuh
mendapatkan hasil optimal, tanaman dan tanah yang mengandung banyak baik pada ketinggian tidak lebih dari 500
kedelai membutuhkan curah hujan antara pasir kwarsa, pertumbuhan kedelai m dpl.
100-200 mm/bulan. kurang baik, kecuali bila diberi tambahan
Suhu yang dikehendaki tanaman kedelai pupuk organik atau kompos dalam jumlah
antara 21-34 derajat C, akan tetapi suhu cukup.
optimum bagi pertumbuhan tanaman Tanah yang baru pertama kali ditanami
kedelai 23-27 derajat C. Pada proses kedelai, sebelumnya perlu diberi bakteri
perkecambahan benih kedelai Rhizobium, Kedelai juga membutuhkan
memerlukan suhu yang cocok sekitar 30 tanah yang kaya akan humus atau bahan
derajat C. organik.
Cara Budidaya Tanaman Kedelai

Penyiapan Benih Persyaratan Benih


Pada tanah yang belum pernah ditanami kedelai, sebelum Benih yang ditanam juga harus merupakan varietas
benih ditanam harus dicampur dengan legin, (suatu unggul yang berproduksi tinggi, berumur
inokulum buatan dari bakteri atau kapang yang genjah/pendek dan tahan terhadap serangan hama
ditempatkan di media biakan, tanah, kompos untuk memulai penyakit. Beberapa varietas unggul kedelai adalah:
aktifitas biologinya (Rhizobium japonicum). Cara Ainggit (137), Clark 63, Davros, Economic Garden,
pemberian legin: (1) sebanyak 5-10 gram legin dibasahi Galunggung, Guntur, Lakon,Limpo Batang, Merbabu,
dengan air sekitar 10 cc; (2) legin dicampur dengan 1 kg No.27, No.29, No.452, Orba, Peter, Raung, Rinjani,
benih dan kocok hingga merata (agar seluruh kulit biji Shakti, Taichung, Tambora, Tidar, TK 5, Wilis.
terbungkus dengan inokulum; (3) setelah diinokulasi, benih
dibiarkan sekitar 15 menit baru dapat ditanam. Dapat juga
Teknik Penyemaian Benih
benih diangin-anginkan terlebih dahulu sebelum ditanam,
Penanaman dengan benih yang mempunyai daya
tetapi tidak lebih dari 6 jam.
tumbuh agak rendah dapat diatasi dengan cara
menanamkan 3-4 biji tiap lubang, atau dengan
memperpendek jarak tanam.
Penyiapan Lahan dan Penanaman

Penyiapan Lahan
Pada lahan kering, tanah dibajak 2 kali sedalam 30 cm, sedangkan pada lahan sawah dengan tanaman monokultur,
tanah dibersihkan dari jerami, kemudian tanah diolah dua kali. Kemudian dibuat saluran drainase setiap 4 m, sedalam
20-25 cm, lebar 20 cm. Pembuatan saluran drainase dimaksudkan untuk mencegah terjadinya penggenangan air,
karena tanaman kedelai tidak tahan terhadap genangan. Jika keadaan lahan masam, perlu diberi kapur bersamaan
dengan pengolahan lahan yang kedua atau paling lambat seminggu sebelum tanam. Pengapuran menggunakan dolomit
dilakukan dengan cara menyebar rata dengan dosis 1,5 ton/ha. Jika ditambah pupuk kandang 2,5 ton/ha, maka dosis
kapur dapat dikurangi menjadi 750 kg/ha.

Penanaman
Pilihlah waktu yang tepat, sehingga tidak mengalami
kebanjiran atau sebaliknya kekeringan. Penanaman dilakukan
dengan tugal, dengan jarak tanam 40 cm x 15 cm atau 40 cm x
20 cm, dua biji per lubang. Semakin subur lahan, sebaiknya
jarak tanam semakin lebar.
Pemeliharaan
Pemupukan Pengairan dan Penyiraman
Untuk lahan kering masam, dosis pupuk Apabila ada irigasi dan tidak ada hujan
yang diberikan 75 kg Urea + 100 kg SP36 + selama lebih dari 7 hari, tanah harus diairi.
100 kg KCl/ha + 500 kg CaO/ha (setara Caranya tanaman digenangi air selama 30-
1500 kg dolomit). Pupuk urea, SP36 dan KCl 60 menit. Pengairan seperti ini diulangi
diberikan paling lambat saat tanaman setiap 7-10 hari. Pengairan tidak dilakukan
berumur 14 hari. Pupuk diberikan dengan lagi apabila polong telah terisi penuh. Pada
cara ditugal atau dilarik 5-7 cm dari tanah yang keras (drainase buruk)
tanaman, kemudian ditutup tanah. kelebihan air akan meyebabkan akar
Sedangkan kapur (dolomit) ditebar sebelum membusuk. Di tanah berdrainase buruk
tanam saat pengolahan lahan kedua. Untuk harus dibuat saluran drainase di setiap 3-4
lahan sawah, dosis pupuk 50 kg Urea + 50 meter lahan memanjang sejajar dengan
kg SP36 + 100 kg KCl/ha. barisan tanam. Hal ini terutama dilakukan
pada saat musim hujan.

Penyiangan
Penyiangan dilakukan pada umur 15 dan 30 hari. Bila
rumput masih banyak, maka penyiangan dilakukan lagi pada
umur 55 hari.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama
Hama yang sering menyerang adalah lalat kacang (Ophiomyia phaseoli), ulat pemakan daun seperti ulat grayak
(Spodoptera litura), ulat jengkal (Chrysodeixis chalcites), dan ulat Heliothis, serta penggulung daun (Lamprosema
indicata), pengisap polong (Riptortus linearis, Nezara viridula dan Piezodorus rubrofasciatus), penggerek polong
(Etiella zinckenella), penggerek batang (Melanagromyza sojae), kutu kebul (Bemisia sp), dan kutu daun
(Aphisglycines).

Pengendalian hama-hama tersebut dilakukan secara terpadu (PHT) dengan komponen pengendalian sebagai berikut:
1. Pergiliran tanaman dengan tanaman bukan kedelai atau bukan kacang-kacangan. Pergiliran kedelai dengan padi,
jagung, atau ubijalar, merupakan salah satu cara dalam pengendalian hama kedelai.
2. Tanam seawal mungkin dan serempak dengan beda waktu tanam kurang dari 10 hari dalam satu
hamparan/wilayah.
3. Penggunaan varietas berumur genjah agar tanaman tidak terlalu lama menjadi sasaran hama.
4. Penanaman secara tumpangsari atau strip cropping dengan tanaman bukan kedelai atau bukan
kacangkacangan.
5. Menghindari penanaman tanaman inang diluar musim tanam, seperti kacang panjang, kacang guda dan kacang
hijau.
6. Penanaman varietas tahan hama, seperti varietas Kerinci dan Tidar.
7. Penggunaan mulsa jerami untuk mengurangi serangan hama lalat kacang.
8. Pengumpulan dan pemusnahan kelompok telur, ulat dan serangga hama dewasa secara mekanis/fisik.
Penyakit

Ada beberapa penyakit utama yang dominan pada tanaman kedelai, yaitu karat daun (Phakopsora
pachyrhizi), hawar batang (Sclerotium rolsii) dan Virus. Penyakit karat daun dapat dikendalikan dengan
fungisida mancozeb. Untuk penyakit hawar, perawatan benih dengan fungisida mankozeb (Dithane M 45).
Untuk penyakit yang disebabkan oleh virus dapat dilakukan dengan upaya pencegahan dengan rotasi
tanaman, pembakaran tanaman inang, pemberantasan serangga vektor, penggunaan benih sehat dan
prmbuangan tanaman sakit.
Panen
Kriteria Panen
Panen kedelai dilakukan apabila sebagian besar daun sudah menguning, lalu gugur, buah mulai berubah warna dari hijau
menjadi kuning kecoklatan dan retak-retak, atau polong sudah kelihatan tua, batang berwarna kuning agak coklat dan
gundul. kedelai yang akan digunakan sebagai bahan konsumsi dipetik pada usia 75-100 hari, sedangkan untuk dijadikan
benih dipetik pada umur 100-110 hari, agar kemasakan biji betul-betul sempurna dan merata.

Cara Panen
a) Pemungutan dengan cara mencabut
Sebelum tanaman dicabut, keadaan tanah perlu diperhatikan terlebih dulu. Pada tanah ringan dan berpasir, proses
pencabutan akan lebih mudah. Cara pencabutan yang benar ialah dengan memegang batang poko, tangan dalam posisi
tepat di bawah ranting dan cabang yang berbuah. Pencabutan harus dilakukan dengan hati-hati sebab kedelai yang
sudah tua mudah sekali rontok bila tersentuh tangan.
b) Pemungutan dengan cara memotong
Alat yang biasanya digunakan untuk memotong adalah sabit yang cukup tajam,sehingga tidak terlalu banyak
menimbulkan goncangan. Di samping itu dengan alat pemotong yang tajam, pekerjaan bisa dilakukan dengan cepat dan
jumlah buah yang rontok akibat goncangan bisa ditekan. Pemungutan dengan cara memotong bisa meningkatkan
kesuburan tanah, karena akar dengan bintil-bintilnya yang menyimpan banyak senyawa nitrat tidak ikut tercabut, tapi
tertinggal di dalam tanah. Pada tanah yang keras, pemungutan dengan cara mencabut sukar dilakukan, maka dengan
memotong akan lebih cepat.
Pasca Panen

Penjemuran
Kedelai dikumpulkan kemudian dijemur di atas tikar, anyaman Pembalikan
bambu, atau di lantai semen selama 3 hari. Biji kedelai yang Agar kedelai kering sempurna, pada saat penjemuran
akan digunakan sebagai benih, dijemur secara terpisah. Biji hendaknya dilakukan pembalikan berulang kali. Pembalikan
tersebut sebenarnya telah dipilih dari tanaman-tanaman yang juga menguntungkan karena dengan pembalikan banyak
sehat dan dipanen tersendiri, kemudian dijemur sampai betul- polong pecah dan banyak biji lepas dari polongnya. Sedangkan
betul kering dengan kadar air 10-15 %. Penjemuran benih biji-biji masih terbungkus polong dengan mudah bisa
sebaiknya dilakukan pada pagi hari, dari pukul 10.00 hingga dikeluarkan dari polong, asalkan polong sudah cukup kering.
12.00 siang.

Pemisahan Biji
Terdapat beberapa cara untuk memisahkan biji dari kulit
polongan. Diantaranya dengan cara memukul-mukul tumpukan
brangkasan kedelai secara langsung dengan kayu atau
brangkasan kedelai sebelum dipukul-pukul dimasukkan ke
dalam karung, atau dirontokkan dengan alat pemotong padi.
Setelah biji terpisah, brangkasan disingkirkan. Biji yang
terpisah kemudian ditampi agar terpisah dari kotoran-kotoran
lainnya. Biji yang luka dan keriput dipisahkan. Biji yang bersih
ini selanjutnya dijemur kembali sampai kadar airnya 9-11 %.
Penyimpanan

Penyimpanan biji kedelai untuk konsumsi dilakukan dengan cara sebagai berikut :
1. Biji disimpan dalam kantong plastik berukuran 30-40 kg, ketebalan 0,2 mm dan kedap udara.
2. Setelah biji dimasukan ke dalam kantong plastik, bagian atas kantong diikat kuat dengan tali rafia.
3. Kantong-kantong yang telah berisi biji-biji kedelai tersebut, kemudian dimasukan ke dalam karung plastik (seperti
karung pupuk), dan bagian atas karung diikat dengan tali rafia. Kemudian disusun rapi ditempat
penyimpanan/gudang.

Kalau biji akan digunakan untuk benih, cara penyimpanannya adalah :


1. Benih sebaiknya disimpan pada kadar air 8-9% dalam wadah kedap udara, antara lain seperti : kantong plastik
dengan ketebalan 0,8 mm, ukuran kantong 10 kg, dan kantong diikat kuat. Kaleng/kotak kayu kedap udara. Kantong
kertas semen, dan Kantong aluminium foil.
2. Selanjutnya benih dalam wadah kedap udara tersebut disimpan di tempat/ruangan kering atau berpendingin.
TERIMAKASIH

Anda mungkin juga menyukai