Anda di halaman 1dari 19

JELASKAN TENTANG KECEPATAN

RENCANA DAN KENDARAAN RENCANA?


APA GUNANYA DALAM PERHITUNGAN
PERENCANAAN GEOMETRI JALAN?

LATIHAN 1 NOMOR 6
DEFINISI KECEPATAN RENCANA

Menurut Peraturan Pemerintah No. 34 Tahun 2006

Yang dimaksud dengan “kecepatan rencana” (design


speed) adalah kecepatan kendaraan yang dapat
dicapai bila berjalan tanpa gangguan dan aman.
KECEPATAN RENCANA

Menurut Peraturan Menteri PU No. 19 Tahun 2011

Kecepatan rencana ditetapkan dengan mempertimbangkan:


1. Sistem jaringan jalan, terdiri atas: sistem jaringan jalan
primer dan sistem jaringan jalan sekunder
2. Lalu lintas Harian Rata-Rata Tahunan (LHRT)
3. Spesifikasi penyediaan prasarana; dan
4. Tipe medan (topografi) jalan, terdiri atas:
• medan datar;
• medan bukit; dan
• medan gunung.
Kecepatan rencana (VR) kendaraan menentukan:

PARAMETER UNTUK DESAIN PENENTUAN KECEPATAN


GEOMETRIK JALAN PENGOPERASIAN JALAN.

KLASIFIKASI JALAN RENCANA


ATAU MASA MENDATANG
KECEPATAN RENCANA

PP No. 34/ 2006 tentang Jalan, pasal 12 s/d 20 menentukan kecepatan minimum
sebagai acuan menentukan kecepatan rencana minimum sesuai jaringan dan fungsi
jalan:

60 km/jam Arteri Arteri 30 km/jam

40 km/jam Kolektor Kolektor 20 km/jam


Sistem Sistem
Jaringan Jalan Jaringan Jalan
Primer Sekunder
20 km/jam Lokal Lokal 10 km/jam

15 km/jam Lingkungan Lingkungan 10 km/jam

PP No. 79/ 2013 tentang Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pasal 23.(4).c
diatur batas kecepatan paling tinggi yang ditetapkan secara nasional untuk jalan
perkotaan adalah 50 km/jam
Kendaraan Rencana

Berdasarkan tata cara perencanaan geometrik jalan antar


kota tahun 1997, kendaraan rencana adalah kendaraan yang
dimensi dan radius putarnya dipakai sebagai acuan dalam
perencanaan geometrik
Kendaraan Rencana dikelompokkan ke dalam 3 kategori:
1. Kendaraan Kecil
2. Kendaraan Sedang
3. Kendaraan Besar
Dimensi Kendaraan Rencana

Kategori Dimensi Kendaraan (cm) Tonjolan (cm) Radius Putar (cm) Radius
Kendaraan Tonjolan
Rencana Tinggi Lebar Panjang Depan Belakang Minimum Maksimum (cm)

Kend. Kecil 130 210 580 90 150 420 730 780

Kend. Sedang 410 260 1210 210 240 740 1280 1410

Kend. Besar 410 260 2100 120 90 290 1400 1370


Jari-jari Manuver Kendaraan
Geometrik Jalan – Alinyemen Horizontal

VR
120 100 80 60 50 40 30 20
(km/jam)
R izin (m) 600 370 210 110 80 50 30 15

Menurut Djoko Purwanto, dkk (2015) dalam jurnal ‘Hubungan


antara Kecepatan dan Kondisi Geometrik Jalan yang
Berpotensi Menyebabkan Kecelakaan Lalu Lintas pada
Tikungan’, disimpulkan bahwa hasil kaji ulang geometrik
tikungan menunjukkan bahwa dari ketiga tikungan tajam yang
ditinjau, radius tikungan tidak ada yang memenuhi standar
teknis (<Rmin), yang menjadikan faktor geometrik sebagai
factor penyebab kecelakaan.
Geometrik Jalan – Alinyemen Vertikal

VR
120 110 100 80 60 50 40 <40
(km/jam)

Kelandaian
3 3 4 5 8 9 10 10
maks(%)

Kelandaian maksimum dimaksudkan untuk memungkinkan


kendaraan bergerak terus tanpa kehilangan kecepatan yang
berarti.
Kelandaian maksimum didasarkan pada kecepatan truk yang
bermuatan penuh yang mampu bergerak dengan penurunan
kecepatan tidak lebih dari separuh kecepatan semula tanpa
harus menggunakan gigi rendah.
SEBUTKAN DAN JELASKAN TENTANG
SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN JALAN
YANG DIGUNAKAN PADA PAKET-PAKET
PEKERJAAN JALAN? CAKUPAN APA SAJA
YANG TERKANDUNG DALAM SPESIFIKASI
TERSEBUT, JELASKAN?

LATIHAN 3 NOMOR 1
Terdiri dari 2, yaitu :
Spesifikasi Umum
Spesifikasi Khusus
Garis besar yang terdapat dalam Spesifikasi Teknis :
Umum (Lingkup Pekerjaan)
Cuaca yang diijinkan untuk bekerja Persyaratan Bahan
dan Jaminan Mutu
Prosedur Pelasanaan
Peralatan
Tata Cara Pengukuran dan Pembayaran
Standar kerja dalam melaksanakan pekerjaannya,
termasuk di dalamnya terdapat ketentuan
pembayaran setiap pekerjaan.

Spesifikasi Umum yang saat ini digunakan adalah


Spesifikasi Umum Tahun 2010 Revisi 3.

Spesifikasi Umum Tahun 2010 Revisi 3 terdiri dari 10


Divisi.
CAKUPAN YANG TERKANDUNG DALAM SPESIFIKASI UMUM

DIVISI 5 :
DIVISI 4: PELEBARAN PERKERASAN
DIVISI 3 : PEKERJAAN
DIVISI 1 : UMUM DIVISI 2 : DRAINASE PERKERASAN DAN BERBUTIR DAN
TANAH
BAHU JALAN PERKERASAN BETON
SEMEN
Menjelaskan dan Menjelaskan dan Menjelaskan dan Pekerjaan yang Menjelaskan dan
mengatur pekerjaan- mengatur pekerjaan- mengatur pekerjaan- dijelaskan dan diatur mengatur pekerjaan
pekerjaan yang tidak pekerjaan bangunan pekerjaan tanah yang pada divisi ini adalah : perkerasan yang
dapat dimasukkan ke drainase yang terdiri dari terdiri dari Galian; menggunakan
dalam Divisi 2 sampai Selokan dan Saluran Air, Timbunan; Penyiapan material berbutir,
10 Pasangan Batu dengan Badan Jalan; - Pelebaran yaitu Lapis Pondasi
Mortar, Gorong-gorong Pembersihan, Perkerasan yang Agregat, Perkerasan
dan Drainase Beton, dan Pengupasan dan harus mencakup Berbutir tanpa
Drainase Porous Pemotongan Pohon; penambahan lebar Penutup Aspal; dan
dan Geotekstil perkerasan lama juga perkerasan
sampai lebar jalur lalu menggunakan semen,
lintas yang diperlukan yaitu Perkerasan
- Pekerjaan Bahu Beton Semen, Lapis
Jalan yang terdiri dari Pondasi Semen
pemasokan, Tanah, dan Lapis
pengangkutan, Pondasi Agregat
penghamparan dan Semen
pemadatan bahan
CAKUPAN YANG TERKANDUNG DALAM SPESIFIKASI UMUM

DIVISI 8 :
DIVISI 10 :
DIVISI 6 : PENGEMBALIAN DIVISI 9 : PEKERJAAN
DIVISI 7 : STRUKTUR PEMELIHARAAN
PERKERASAN ASPAL KONDISI DAN HARIAN
RUTIN
PEKERJAAN MINOR
Menjelaskan dan Menjelaskan dan Menjelaskan dan Menjelaskan dan Menjelaskan dan
mengatur pekerjaan mengatur pekerjaan mengatur pekerjaan mengatur operasi- mengatur pekerjaan
perkerasan aspal yang struktur yang terdiri dari pengembalian kondisi operasi yang disetujui pemeliharaan rutin
terdiri dari Lapis pekerjaan Beton, Beton dan pekerjaan minor oleh Direksi yang dilasanakan oleh
Resap Pengikat dan Pratekan, Baja Tulangan, yang terdiri dari Pekerjaan yang Penyedia Jasa selama
Lapis Perekat; Baja Struktur, Pemasangan Pengembalian semula tidak konstruksi, terdiri dari
Laburan Aspal Satu Jembatan Baja Standar, Kondisi Perkerasan diperkirakan (atau Pemeliharaan Rutin
Lapis (Burtu) dan Pondasi Tiang, Pondasi Lama; Pengembalian disediakan dalam Perkerasan, Bahu
Laburan Aspal Dua Sumuran, Adukan Semen, Kondisi Bahu Jalan Daftar Kuantitas dari Jalan, Drainase,
Lapis (Burda); Pasangan Batu, Pasangan Lama pada Perkerasan Divisi 1-8) tapi Perlengkapan Jalan
Campuran Beraspal Batu Kosong dan Bronjong, Berpenutup Aspal; diperlukan dalam dan Jembatan; dan
Panas; Campuran Sambungan Ekspansi, Pengembalian selama pelaksanaan Pemeliharaan Jalan
Aspal Dingin; Lapisan Perletakan, Sandaran Kondisi Selokan, pekerjaan untuk Samping dan
Penetrasi Macadam; (Railing), Papan Nama Saluran Air, Galian, penyelesaian Jembatan
dan Pemeliharaan Jembatan, Pembongkaran, Timbunan dan Pekerjaan yang
dengan Laburan Aspal dan Drainase Lantai Penghijauan memenuhi
Jembatan ketentuan.
• Inovasi dan teknologi baru pekerjaan jalan yang belum ada di
Spesifikasi Umum diatur dalam Spesifikasi Khusus.

• Teknologi baru yang masih dalam pengujian diatur dalam Spesifikasi


Khusus Interim.
CAKUPAN YANG TERKANDUNG DALAM SPESIFIKASI KHUSUS

SPESIFIKASI KHUSUS UNTUK PREVENTIF PRESERVASI JALAN PERKERASAAN LENTUR DAN KAKU

SPESIFIKASI KHUSUS PREVENTIF PERKERASAN KAKU


 Spesifikasi Khusus Pemeliharan Preventif Penambalan Dangkal Perkerasan Beton Bersambung Tanpa Tulangan
(SKh-1.6. 19 )
 Spesifikasi Khusus Pemeliharan Preventif Peambalan Penuh Perkerasan Beton Bersambung Tanpa Tulangan (SKh-
1.6. 20 )
 Spesifikasi Khusus Pemeliharan Preventif Penggantian Penyaluran Beban pekerasan kaku ( Dowel Retrofit ) (SKh-
1.6. 21 )
 Spesifikasi Khusus Pemeliharan Preventif Penjahitan Melintang Perkerasan Kaku ( Cross Stitching ) (SKh-1.6. 22 )
 Spesifikasi Khusus Pemeliharan Preventif Penutupan Ulang Sabungan ( Joint And Crack Sealing ) (SKh-1.6. 23 )
 Spesifikasi Khusus Pemeliharan Preventif Penstabilan dan Pengambilan Elevasi Injeksi (SKh-1.6. 24 )

SPESIFIKASI KHUSUS PREVENTIF PERKERASAN LENTUR


 Spesifikasi Khusus Pemeliharan Preventif Jalan Beraspal Dengan Pengabutan Aspal ( Fog Seal ) (SKh-1.6. 11 )
 Spesifikasi Khusus Pemeliharan Preventif Lapis Pentup Bubur Aspal Emulsi (SKh-1.6. 12 )
 Spesifikasi Khusus Pemeliharan Preventif Lapis permukan Mikro Aspal Emulsi ( Microsurfacing ) (SKh-1.6. 13 )
 Spesifikasi Khusus Pemeliharan Preventif Lapis Tipis Beton Aspal LTBA (SKh-1.6. 14)
 Spesifikasi khusus pemeliharaan Preventif Permukaan Jalan Beraspal Dengan Pelapisan Chip Seal ( SKh-1.6.18)