Anda di halaman 1dari 25

AGUS BRIAN RUMPEDAI

KELOMPOK 30
 CHARLES RUMAKIEK
 LIDIA M MNSEN
 SILVA V MANDENAS
 SANHENDRI T S WAIMURI
 YULIANA BURDAM
PENDAHULUAN

 Persalinan selalu mengakibatkan ruptur serviks,
sehingga serviks seorang multipara berbeda
daripada yang belum pernah melahirkan
pervaginam.
 Ruptur serviks yang luas mengakibatkan
perdarahan dan dapat menjalar ke segmen bawah
uterus. Apabila terjadi perdarahan yang tidak
berhenti meskipun plasenta sudah lahir lengkap dan
uterus berkontraksi baik, perlu dipikirkan perlukaan
jalan lahir khususnya ruptur serviks uteri.
Definisi

 Ruptur serviks merupakan robekan yang terjadi saat
persalinan yang kadang-kadang sampai ke forniks,
robekan biasanya terdapat pada pinggir samping
serviks malahan kadang-kadang sampai ke segmen
bawah rahim (SBR) dan membuka parametrium.
 Apabila terjadi perdarahaan dalam keadaan dimana
plasenta telah lahir lengkap dan kontraksi rahim
baik, dapat dipastikan bahwa perdarahan tersebut
berasal dari perlukaan jalan lahir.
Etiologi

Partus
presipitatus
Melahirkan kepala pada Trauma karena
letak sungsang secara pemakaian alat-alat
paksa, pembukaan operasi (persalinan
belum lengkap. dibantu)

Partus lama
Ruptur Gagalnya
serviks untuk
Serviks berdilatasi
Faktor Predisposisi

 Makrosomia
Semakin berat bayi baru lahir maka makin tinggi
resiko robekan. Terlebih bila terdapat luka
robekan sebelumnya.
 Malpresentasi
Adanya malpresentasi menyebabkan persalinan
yang lama dan robekan serviks lebih luas
Faktor Predisposisi

 Partus presipitatus
Kontraksi uterus yang telalu kuat disertai
serviks yang panjang serta kaku dan vagina,
vulva atau perineum yang tidak teregang dapat
menimbulkan ruptur uteri ataupun laserasi yang
luas pada serviks, vagina maupun perineum
 Distosia bahu
Tanda dan Gejala

 Uterus berkontraksi dengan baik dan plasenta lahir
lengkap.
 Perdarahan segera setelah bayi dilahirkan berupa
darah segar dan mengalir terus menerus.
 Keadaan ibu menjadi lemah, pucat, ataupun
menggigil.
Patofisiologi

Serviks kaku dan his kuat

Serviks uteri ditekan oleh


kepala

Pelepasan sebagian serviks

Robekan serviks
Klasifikasi

Robekan serviks tanpa Robekan serviks membujur
mengenai segmen bawah sampai ke segmen bawah
rahim. rahim

Ditangani dengan ligasi Ditangani dengan


untuk menghentikan koporesis atau
perdarahan hiserektomi
Pencegahan

Senam kegel
untuk
melenturkan otot Awasi peningkatan
vagina termasuk berat bayi
serviks.
Diagnosa

 Palpasi Uterus
Bagaimana kontraksi uterusnya? Keras atau lembek?
Tinggi fundus uteri? Dibawah pusat setelah saat bayi
dan plasenta lahir
 Kelengkapan plasenta dan selaput ketuban
Lengkap atau masih tersisa didalam?
 Inspekulo
Dilakukan dengan speculum.
 Pemeriksaan laboratorium
Hb <8gr% butuh transfusi darah
Tatalaksana

Informed consent

Kaji TTV dan perkiraan vol. Darah yang hilang

Pastikan kontaksi uterus baik dan kuat

Minta pasien berkemih jika bisa

Ambil darah untuk periksa golongan darah, pencocokan silang, kadar Hb


jika belum dilakukan sebelumnya

Drip IV natrium laktat atau normal salin atau RL

Berikan transfusi darah


Tatalaksana

 Bantu ibu mengatur posisi litotomi.
 Bersihkan perineum, vulva, dan vagina dengan
larutan antiseptik.
 Cuci tangan dan gunakan sarung tangan steril.
 Lakukan katerisasi kandung kemih jika penuh dan
ibu tidak mampu mengosongkannya sendiri.
Tatalaksana

 Berikan dukungan dan penguatan emosional.
Anestesi tidak dibutuhkan pada sebagaian besar
robekan serviks. Berikan petidin dan diazepam
melalui intravena secara perlahan atau gunakan
ketamin untuk robekan serviks yang tinggi dan
lebar.
 Minta asisten memberikan tekanan pada fundus
dengan lembut untuk membantu mendorong serviks
jadi terlihat.
 Gunakan retraktor vagina untuk membuka serviks
(jika diperlukan).
Tatalaksana

 Gunakan retraktor vagina untuk membuka serviks
(jika diperlukan).
 Pegang serviks dengan forcep cincin atau forcep
spons dengan hati-hati. Letakkan forcep pada kedua
sisi robekan (Forcep sponge pertama pada salah satu
sisi laserasi, forcep sponge kedua pada sisi lain
laserasi) dan tarik dalam berbagai arah secara
perlahan untuk melihat seluruh serviks.
Tatalaksana

 Apabila ada robekan memanjang, serviks perlu ditarik
keluar dengan beberapa cunam ovum, supaya batas
antara robekan dapat dilihat dengan baik.
 Mulailah menjahit bagian apeks (atas) robekan. Tutup
robekan serviks dengan jahitan jelujur menggunakan
benang catgut kromik atau poliglokolik yang dimulai
pada apeks (tepi atas robekan) yang seringkali menjadi
sumber pendarahan.
Tatalaksana

 Jika bagian panjang bibir serviks robek, jahit dengan jahitan
jelujur menggunakan benang catgut kromik atau
poliglokolik.
 Jika apeks sulit diraih dan diikat, pegang apeks dengan
forcep arteri atau forcep cincin. Pertahankan forcep tetap
terpasang selama 4 jam. Jangan terus berupaya mengikat
tempat pendarahan karena upaya tersebut dapat
memperberat pendarahan.
Tatalaksana

Setelah 4 jam buka forcep sebagian tetapi jangan
dikeluarkan.
Setelah 4 jam berikutnya, keluarkan seluruh
forcep.
Gunakan pembalut steril pada daerah perineum.
Tatalaksana

Tatalaksana robekan serviks tanpa mengenai segmen
bawah rahim.
 Pemberian antibiotik atau antipiretik.
 Anastesi lokal atau umum.
 Tindakan :
Rekontruksi organ.
Ligasi untuk mengehentikan perdarahan.
Pasang kateter.
 Evaluasi hasil tindakan dapat dipulangkan 5 hari.
Tatalaksana

Tatalaksana robekan serviks membujur sampai
segmen bawah rahim.
 Perbaikan keadaan umum:
Infus transfusi darah pasif
Oksigenasi
 Tindakan definitif:
Menjahit koporesis atau hiserektomi.
 Evaluasi hasil tindakan dapat dipulangkan 5 hari.
Penjahitan Ruptur Serviks butuh teknik khusus karena dapat menimbulkan
inkompeten serviks dan abortus habitualis atau persalinan prematuritas.
Komplikasi

• Perdarahan

Awal • Hematoma
• Retensi urin
• Infeksi

• Jaringan parut dan stenosis vagina


• Vesiko vagina, vesiko-serviks atau

Lanjut fistula rekto-vagina


• Cervicitis, parametritis, dan
mungkin karsinoma serviks
Prognosis

 Bergantung pada luas robekan dan


penanganan tepat untuk
menghindari komplikasi.
 Penanganan yang cepat dan tepat
maka prognosis lebih baik.

TERIMA KASIH