Anda di halaman 1dari 13

Anemia Defisiensi Besi pada

Kehamilan
Kelompok 2

Nama kelompok :
Dona Lorenza
Aprilia R. Nugraeny
Arolynd L. Rantetampang
Asri P. Astuti
Christianto P. Bumbungan
Hezron Bumbungan
Definisi
Anemia…
Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar
hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari nilai normal
yaitu dibawah 11g/dl pada trimester I dan III dan kurang dari
10,5g/dl pada trimester II.

Anemia defisiensi besi..


Anemia yang timbul akibat berkurangnya penyediaan besi
untuk eritropoesis, karena cadangan besi kosong yang pada
akhirnya mengakibatkan pembentukan hemoglobin
berkurang
ETIOLOGI
Etiologi Anemia Defisiensi Besi pada kehamilan:

 Hipervolemia, menyebabkan terjadinya pengenceran darah


 Pertambahan darah tidak sebanding dengan pertambahan
plasma
 Kurangnya zat besi dalam makanan
 Kebutuhan zat besi meningkat
 Gangguan pencernaan dan absorbsi
FAKTOR RISIKO
 Umur ibu <20 Tahun
 Perdarahan akut
 Pendidikan rendah
 Pekerjaan berat
 Makan <3x dan kurang mengandung zat besi
Gejala Anemia Defisiensi Besi pada
Kehamilan
 Cepat lelah  Konsentrasi hilang
 Sering pusing  Perubahan jaringan epitel
 Palpitasi
kuku
 Mata berkunang-kunang
 Lemah, letih, lesu
 Malaise
 Disfagia
 Lidah luka
 Pembesaran kelenjar limpa
 Nafsu makan turun
 Nafas pendek
(anoreksia)  Ggn sistem neuromuskular
Penegakan Diagnosis
 Kadar Hb <11g/dl (pada trimester I dan III) atau <10,5g/dl
(pada trimester II).
 Pemeriksaan apusan darah tepi untuk melihat morfologi sel
darah merah.
 Kadar feritin serum lebih rendah daripada normal,dan tidak
terdapat besi yang terwarnai di sumsum tulang
 Kadar besi serum rendah, daya ikat besi serum
tinggi,protoporfirin eritrosit tinggi
Patofisiologi Anemia Defisiensi Besi
pada Ibu Hamil
 Perubahan hematologi sehubungan dengan kehamilan adalah oleh
karena perunahan sirkulasi yang makin meningkat terhadap
plasenta dan pertumbuhan payudara
 Volume plasma meningkat 45-65% dimulai pada trimester ke II
kehamilan, dan maksimum terjadi pada bulan ke 9 dan
meningkatnya sekitar 1000 ml, menurun sedikit menjelang aterem
serta kembali normal 3 bulan setelah partus.
Dampak Anemia Defisiensi Besi pada
Ibu Hamil
 Kekurangan darah dan perdarahan akut merupakan penyebab
utama kematian ibu hamil saat melahirkan.
 Penyebab utama kematian maternal antara lain perdarahan
pascapartum (disamping eklamsia dan penyakit infeksi ) dan
plasenta previa.
 Keguguran, kematian bayi dalam kandungan, berat bayi lahir
rendah, kelahiran prematur.
Penatalaksanaan
Skrining rutin
1. Pada kunjungan awal, tanyakan tentang riwayat anemia atau
masalah pembengkuan darah sebelumnya
2. Hitung darah lengkap pada kunjungan awal
3. Mengkonsumsi vitamin prenatal (disertai zat besi)
4. Pemeriksaan ulang Ht pada 28 minggu kehamilan
Terapi
 Pemberian senyawa-senyawa besi sederhana fero
sulfat,fumarat atau glukonat yang memberikan sekitar 200
mg besi elemental per hari.
 Terapi parenteral
 Transfusi sel darah merah atau darah lengkap jarang
diindikasikan
Pencegahan
 Pemberian sulfas ferrosus atau glukonas ferrosus, 1 tablet
sehari
 Disarankan mengkonsumsi makan bergizi tinggi protein
terutama yang berasal dari protein hewani (daging, ikan,
telur) dan sayur-sayuran yang mengandung banyak mineral
serta vitamin.
TERIMAKASIH