Anda di halaman 1dari 7

UU NO.

21 TAHUN 2000 KAITANNYA


DENGAN SERIKAT BURUH SEBAGAI
AGENTS OF CHANGE
SERIKAT BURUH SEBAGAI AGENTS OF
CHANGE

• Pembangunan Nasional dilaksanakan dalam rangka


pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dalam
mewujudkan masyarakat sejahtera, adil, makmur,
merata baik materiil maupun spiritual berdasarkan
Pancasila dan UUD 1945.
• Dalam menjalankan visi diatas, tenaga kerja
mempunyai peranan dan kedudukan yang sangat
penting sebagai salah satu komponen pelaku untuk
mencapai tujuan pembangunan itu.
• Guna mencapai tujuan pembangunan tersebut
diperlukan adanya rencana terpadu dan terukur sesuai
dengan misinya yaitu dengan dibentuknya perserikatan
pekerja.
FUNGSI SERIKAT BURUH/SERIKAT
PEKERJA SERING DIKAITKAN DENGAN
KEADAAN HUBUNGAN INDUSTRIAL
• Hubungan industrial Pancasila adalah suatu sistem
hubungan yang terbentuk antara para pelaku dalam
proses produksi barang dan jasa yang didasarkan atas
nilai-nilai yang merupakan manifestasi dari keseluruhan
sila-sila dari Pancasila dan UUD 1945, yang tumbuh dan
berkembang di atas kepribadian bangsa dan
kebudayaan nasional Indonesia.
• Undang-undang ketenagakerjaan telah mengatur
prinsip-prinsip dasar yang perlu kita kembangkan dalam
bidang hubungan industrial. Arahnya adalah untuk
mencipatakan sistem dan kelembagaan yang ideal,
sehingga tercipat kondisi kerja yang produktif, harmonis,
dinamis dan berkeadilan.
SERIKAT BURUH MERUPAKAN WUJUD
KEMERDEKAAN BERSERIKAT DAN BERKUMPUL SERTA
MENGELUARKAN PENDAPAT

• Dengan Ratifikasi Konvensi ILO Nomor 87 tentang


Kebebasan Berserikat melalui Keputusan Presiden R.I.
Nomor 83 tahun 1998 Indonesia memulai babak baru
dalam berorganisasi di kalangan pekerja/buruh di
Indonesia. Ratifikasi tersebut menanamkan fondasi yang
teguh bagi demokratisasi gerakan pekerja/buruh,
sejalan dengan tuntutan reformasi di segala bidang
kegiatan bangsa Indonesia.
• Sebagai salah satu langkah reformasi bidang Hubungan
Industrial dan sejalan pula dengan ratifikasi konvensi ILO
tersebut, maka negara Indonesia telah
mengundangkan Undang-undang Nomor 21 tahun 2000
tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh pada tanggal 4
Agustus 2000.
• Pada dasarnya organisasi pekerja baik
dalam bentuk Serikat Pekerja atau Serkat
Buruh adalah untuk melaksanakan salah
satu hak asasi manusia yaitu kemerdekaan
berserikat dan berkumpul serta
mengeluarkan pikiran yang selanjutnya
diharapkan terpenuhinya hak dasar buruh
akan upah yang layak, tanpa diskriminasi
dalam kerjaan atau jabatan, adanya
jaminan sosial, adanya perlindungan dan
pengawasan kerja yang baik, dan
sebagainya.
Dalam UU No. 21 Tahun 2000 dijabarkan apa yang menjadi tujuan serikat pekerja/
serikat buruh. Peran serikat buruh dalam menyuarakan aspirasi dan partisipasi dalam
pembangunan pada dasarnya termasuk hak atas pembangunan. Partisipasi dalam
pembangunan mengandung arti bahwa individu atau kelompok akan menikmati
hasil-hasil pembangunan dengan hak berserikat yang terjamin. Secara konseptual
maka melalui serikat pekerja/serikat buruh diharapkan bahwa:

• Dapat berpartisipasi secara efektif dalam perumusan kebijaksanaan dan


keputusan serta pelaksanaannya baik di tingkat lokal maupun nasional. sehingga
aspirasi mereka benar-benar diperhatikan;

• Merumuskan dan melakukan tugas ekonomi, sosial, politik dan budaya atas dasar
pilihan sendiri berdasarkan kebijaksanaan-kebijaksanaan guna memperbaiki
standard dan kualitas kehidupan mereka serta melestarikan dan
mengembangkan kebudayaannya;

• Berpartisipasi dalam memantau dan meninjau kembali proses pembangunan.


KESIMPULAN

• UU No. 21/2000 tentang serikat pekerja/serikat buruh


memberikan ruang dan perlindungan pada setiap
pekerja untuk mendirikan dan bergabung dengan
serikat pekerjanya. Serikat pekerja berperan dalam
perubahan dan menjadi agen demokrasi dan keadilan
untuk pencapaian kehidupan sosial yang adil. Yang
paling utama mengenai serikat buruh dalam perannya
sebagai agents of change adalah bahwa dibuatnya UU
no.21 tahun 2000 tentang serikat pekerja/serikat buruh
sebagai salah satu langkah reformasi bidang Hubungan
Industrial dan wujud kemerdekaan berserikat dan
berkumpul serta mengeluarkan pendapat.