Anda di halaman 1dari 49

MK Produksi Ternak Unggas Air

PS MBU

PRINSIP BUDIDAYA
TERNAK UNGGAS AIR
UNGGAS AIR ???
 Itik adalah salah satu jenis unggas air (waterfowls) yang
termasuk dalam kelas Aves, ordo Anseriformes, family
Anatidae, sub famili Anatinae, Tribus anatini dan genus
Anas.
 Ordo Anseriformes mempunyai famili antara lain
Anatidae, subfamili Anatinae dan Anserinae. Anatinae
menurunkan genus Anas dan Cairina yang masing-masing
menurunkan spesies itik yaitu Anas plathyrynchos
(Yuwanta, 2004).
 Beberapa jenis itik merupakan jenis itik petelur. Itik
petelur adalah itik yang memiliki karakteristik ekonomi
sebagai penghasil telur yang baik. Adapaun jenis-jenis dari
itik adalah Indian Runner, Khaki Campbell, Buff Orpington,
Cayuga, Cherry Valley, Anas Javanica atau yang sering
disebut itik Jawa (Suprijatna et al., 2008).
PEMELIHARAAN ITIK – PRINSIP UMUM
 Itik merupakan unggas air yang mengarah
pada produksi telur, dengan ciri-ciri umum;
tubuh ramping, berdiri hampir tegak seperti
botol dan lincah sebagai ciri khas itik petelur
atau yang lebih dikenal dengan Indian runner
duck (Itik asal Indonesia).
 Bebek mengarah pada produksi daging,
seperti bebek manila atau bebek Muscovy
 (Muscovy duck) dengan ciri-ciri umum; tubuh
gemuk, berjalan horisontal dan bergerak
lamban sebagai ciri khas bebek  pedaging.
PEMELIHARAAN ITIK – PRINSIP UMUM
 Dari jajaran itik ada yang tergolong petelur
unggul dan ada yang termasuk petelur sedang
bertubuh agak gemuk tetapi telurnya lebih besar.
 Unggas air yang dapat dimanfaatkan hasilnya oleh
manusia tidak hanya itik dan bebek, tetapi juga
bebek angsa, yang lebih mengarah kepada
pedaging.
 Angsa  unggas hias, padahal potensinya sebagai
unggas penyedia daging sangatlah besar.
 Dari jenis unggas air, hanya itik yang memperoleh
perhatian hingga dijadikan andalan sebagai
sumber pendapatan.
SISTEM GEMBALA
 Peternakan itik di Indonesia memang berawal dari sistem berpindah
dan sistem kandang terapung.
 Dalam hal ini sistem pemeliharaan swalayan masih besar peranannya.
Pada sistem ini, semua aktifitas itik diserahkan pada itik itu sendiri.
Pemelihara hanya mengawal dan mengarahkan itik ke tempat yang
banyak makanan, tetapi apa yang dimakan itik tidak menjadi
perhatiannya. Mulai dari sisa panenan padi hingga bangkai ikut
dimakan.
 Hal-hal semacam inilah yang menyebabkan produksi itik sangat
rendah dan menghasilkan telur yang berbau amis. Bukan itiknya yang
salah, tetapi cara memelihara seperti itulah yang menghasilkan telur
yang kurang disukai pembeli.
 Kelemahan sistem swalayan itu diperbaiki oleh peternak dengan
kedasaran yang tidak disengaja, karena beternak dengan ratusan itik
dan kemudian digiring serta berpindah-pindah dari satu tempat ke
tempat lain kini sudah tidak dimungkinkan lagi. Banyak persoalan
yang timbul, di samping biaya produksi justru semakin meningkat.
ANGON BEBEK
NAIK BEBEK
SISTEM TERKURUNG
 Sistem beternak terkurung mulai menjadi perhatian peternak
itik, apalagi dengan mulai berkembangnya peternakan ayam ras.
Sistem beternak pun berganti, tetapi itiknya tetap saja itik lokal
yang dikenal sejak zaman kerajaan Hindu dahulu. Walaupun
demikian sistem beternaknya telah menerapkan ilmu peternakan
yang benar. Peternakan itik seperti ini mulai berkembang di
pantai Utara Pulau Jawa, dibeberapa tempat di Jawa Barat,
Jawa Timur dan daerah lainnya. Menerapkan prinsip-prinsip
beternak yang benar berdasarkan ilmu peternakan akan
menjamin produksi yang sesuai dengan kemampuan itik tersebut.
Tetapi belum tentu hasil yang tinggi itu akan membawa
pemiliknya kepada keuntungan usaha. Hasil produksi harus
diselaraskan dengan kemampuan manajemen bisnis sebagai
pengendali faktor-faktor di luar unsur teknis produksi dan
hasilnya dijual sesuai dengan kaidah-kaidah bisnis yang mapan.
Inilah yang dimaksud dengan beternak itik secara intensif yang
dikelolah secara komersial.
SISTEM TERKURUNG
 Beternak itik secara komersial tidak hanya mengandalkan
produksi telur yang tinggi dengan efesiensi teknis yang sangat
baik, tetapi juga mengandalkan kemampuan manajemen atau
pengelolahan terhadap sumber daya lainnya. Misalnya
pengelolahan tenaga kerja yang ternyata dapat menjadi lebih
sulit daripada pengelolahan itik. Tanpa kemampuan
manajemen tenaga kerja akan membuat peternakan limbung
dalam perjalanan usahanya. Belum lagi manajemen modal dan
lahan. Manajemen yang tangguh dan produksi tinggi tidak
akan ada artinya bila hasil produksi tidak dapat dijual akibat
dugaan permintaan dengan penawaran meleset. Jadi jelas
bahwa beternak itik secara komersial mengandalkan
kemampuan bisnis yang piawai. Bila itu dapat dipenuhi maka
keuntungan akan menjadi kenyataan dan peternakan itik yang
dimiliki benar-benar dapat menjadi mata pencaharian bagi
pemiliknya.
ANGON SEXY
ITIK - BEBEK
ITIK - BEBEK
ITIK HIBRIDA
ITIK HIBRIDA
 Persilangan 2 jenis itik untuk mendapatkan
sifat keturunan dari induknya.
 Unggul : telur  > 230 btr
 Unggul : daging  pertumbuhan cepat,
daging empuk, tdk amis, spt ayam kampung
 Pemeliharaan : tahan serangan penyakit dan
waktu budidaya yang lebih cepat
 Kebutuhan pasar meningkat pesat
 Produksi bebek meningkat 6% (2009 -2010)
 Kendala : bibit, pakan, pasar (semu),
manajemen
FOKUS
 Sarana produksi peternakan unggas air
 Perkandangan
 Pakan
 Kesehatan
 Prinsip manajemen pemeliharaan ternak
unggas
 Pengaruh lingkungan terhadap produktivitas
ternak unggas air
PERALATAN
PERALATAN
PEMANAS
APLIKASI PEMANAS
BROODING SET
KANDANG STARTER
TEST FARM
UMUR
4 MINGGU
PERKANDANGAN
UKURAN KANDANG =
KEPADATAN KANDANG?

 1-7 hr : 50 ek/m2
 …- 14 hr : 20 ek/m2
 …- 21 hr : 12 ek/m2
 …- 28 hr : 9 ek/m2
 29 – 42 hr : 6 ek/m2

1 mgg 2 – 3 mgg 4 -6 mgg


KANDANG
KANDANG
KESEHATAN –
IDENTIFIKASI PENYAKIT TERNAK UNGGAS
 Berdasarkan penyebabnya, penyakit dapat
dibedakan menjadi indirect factor atau
predisposing dan direct factors. Predisposing
penyebab penyakit biasanya berkaitan dengan
stress (cekaman) (Fadilah, 2005).
 Penyebabnya antara lain kedinginan, ventilasi yang
buruk, populasi tinggi (overcrowding), tidak cukup
tempat pakan dan minum, serta overmedikasi
(pengobatan yang berlebihan).
 Penyakit satu menjadi predisposisi penyakit
lainnya. Misalnya, infectious bronchitis dapat
menjadi predisposisi penyakit air sac (kantong
udara) (Suprijatna et al., 2008).
KESEHATAN –
IDENTIFIKASI PENYAKIT TERNAK UNGGAS
 Penyebab langsung penyakit  bersifat infeksius dan noinfeksius.
 Penyakit infeksius ada yang kontagius maupun nonkontagius.
Penyakit kontagius adalah penyakit yang langsung di transmisi
dari individu atau flock kepada individu atau flock lainnya
(Fadilah, 2005). Penyakit infeksius adalah penyakit yang
disebabkan oleh organisme hidup.
 Sebagian besar penyakit infeksi pada unggs adalah kontagius,
seperti penyakit karena virus, bakteri, riketsia, dan fungi.
Sementara beberapa penyakit infeksi tidak kontagius seperti
aspergilosis. Penyakit yang sering menyerang ternak ayam
secara umum berdasarkan penyebabnya dapat dikelompokkan
menjadi cekaman (stress), defisiensi zat makanan, parasit,
penyakit karena protozoa, penyakit karena bakteri, penyakit
karena virus, dan penyakit karena cendawan (Suprijatna et al.,
2008).
KESEHATAN – PENYAKIT ITIK
 Salah satu keberhasilan dalam usaha
peternakan itik adalah memiliki itik-itik yang
sehat dengan produksi tinggi baik telur maupun
daging.
 Untuk itu peternak harus pandai dalam
menjaga kesehatan ternaknya, serta memiliki
keterampilan agar dapat dan mampu
mengetahui dengan tepat seperti apa penyakit
yang sedang menyerang itiknya.
 Serta keterampilan apa yang harus dikuasai
peternak agar mudah dalam menentukan
ternaknya yang sedang sakit.
KEMAMPUAN DAN KETERAMPILAN YANG PERLU
DALAM PEMELIHARAAN ITIK :

 Kemampuan dalam membedakaan penampilan atau ciri-


ciri itik yang sehat dengan itik yang sakit.
 Peternak bisa menentukan bagian tubuh itik yang sedang
mengalami kelainan.
 Dapat membedakan fases (kotoran) itik yang sedang
sakit.
 Mampu mengambil langkah pertolongan pertama yang
harus segera dilakukan.
 Memahami dan mengetahui tempat atau instansi sebagai
tempat konsultasi bila terjadi serangan penyakit pada
itik.
 Mampu menyiapkan informasi sebagai bahan konsultasi
agar memudahkan petugas dalam menggambarkan  jenis
penyakit sebelum dilakukan pemeriksaan lanjut.
TANDA ITIK SAKIT
 Nafsu makannya mendadak turun padahal pakannya tidak
berubah.
 Bila itik mencret atau terdapat perubahan pada bagian
tubuhnya, itu berarti penyakitnya sudah berlanjut, tetapi
belum tentu parah.
 

 Tindakan : dengan memisahkan itik yang sakit dan


menempatkannya di dalam kandang khusus (karantina) jauh
dari itik yang sehat.
 Langkah selanjutnya adalah segera membersihkan tempat
makan/minum, lantai/alas kandang dan tempat umbar itik
dari fases.
 Alangkah lebih baik jika dilakukan penyemprotan dengan
desinfektan.
DAMPAK PENYAKIT ITIK
 Penyakit yang menyerang itik dapat juga
menimbulkan penyakit pada manusia,
contohnya adalah penyakit yang disebabkan
oleh Salmonella.
 Penularannya tidak secara langsung tetapi
melalui telur yang kita konsumsi.
 Penyakit influensa pada itik dapat juga
menular pada manusia.
VAKSINASI ITIK
 “Mencegah lebih baik daripada mengobati”

 Metode : Tetes mata, suntik


ANTIBIOTIKA
 Spektrum antibiotik : Luas dan Sempit
 
 Pemberian antibiotika tidak boleh sembarangan, karena
ada beberapa antibiotika yang dapat mengganggu
produksi telur bila diberikan pada itik yang sedang
bertelur.
 Contoh : chlortetracycline yang diberikan melalui pakan
(dicampur pakan) akan mengikat kalsium sehingga
kalsium tidak dapat diserap untuk pembentukan
kerabang telur. Akibatnya kerabang telurnya menjadi
tipis dan produksi telurnya menurun. Untuk mengatasi
hal tersebut, selama pengobatan (biasanya 5 hari)
ternak dapat diberi tambahan makanan berupa kulit
kerang setiap 2 hari sehari.
PENYAKIT AFLATOKSIKOSIS
 Istilah penyakit aflatoksikosis pada ternak itik,
terutama yang menyerang anak itik.
 Itik yang terserang penyakit ini akan mati
dengan cepat, sedangkan serangan pada itik
petelur dewasa akan menyebabkan itik berhenti
bertelur. Bagaimana cara mengantisipasinya?
 Penyebab dan faktor apa saja yang paling
mendukung serangan penyakit ini?
 Bagaimana serangan penyakit ini?
 Tindakan apakah yang harus dilakukan sebagai
pengobatan dan pencegahannya?
PENYAKIT AFLATOKSIKOSIS
 Aflatoksikosis adalah singkatan dari aspergillus flavus, toksin, dan
osis. Aspergillus flavus adalah penyebab penyakit ini, sedangkan
toksikosis merupakan kelainan atau konsidi abnormal yang
disebabkan oleh racun (toksin).

 Aflatoksikosis adalah penyakit yang disebabkan oleh racun jamur


Aspergillus flavus. Di Indonesia jamur ini banyak terdapat pada
jagung, dedak, dan pada pakan berkadar air tinggi atau kurang
kering.

 Gejala penyakit ini tidak begitu jelas, seringkali itik yang


menderita aflatoksikosis parah terutama yang dewasa masih
terlihat sehat dan lincah berlari-lari.

 
PENYAKIT AFLATOKSIKOSIS
 Penyakit ini belum dapat diobati, tetapi dapat
dicegah.
 Adapun cara pencegahannya adalah seperti berikut
:
a) Hindarilah pemberian pakan basah yang sudah terlalu
lama (lebih dari 15 meni).
b) Gunakan jagung dan dedak yang disimpan kering (kadar
air sekitar 10%).
c) Jangan memberikan pakan dari pabrik yang sudah
menggumpal. Berikan pakan yang segar, tidak berkutu dan
tidak berbau apek.
d) Cucilah tempat pakan dan minuman sesering mungkin,
paling sedikitnya setelah tidak ada isinya atau airnya atau
sudah kotor.