Anda di halaman 1dari 23

MANAJEMEN FARMASI

DAN AKUTANSI

KELOMPOK 4 :

•Amalia Ramadhani •Dinda Sri Hastuti


•Annisah Putri Erika •Fany Harlianti
•Bobby Apri •Rafika Baizani
•Desvira Arianda •Sri Zahlina
LAPORAN NERACA, ARUS
KAS DAN REKONSILIASI
BANK

SUB POKOK BAHASAN

1. MASALAH YANG BERKAITAN DENGAN


LAPORAN KEUANGAN
2. LAPORAN PERUBAHAN NERACA
3. LAPORAN SUMBER DAN PENGGUNAN
4. MEMPERBAIKI ARUS KAS
5. REKONSILIASI BANK
1. MASALAH YANG BERKAITAN DENGAN LAPORAN
KEUANGAN

Neraca merupakan laporan yang menunjukkan


jumlah aktiva, utang, dan modal dari suatu
perusahaan pada tanggal tertentu, yang dapat
dituliskan setelah mengetahui adanya perubahan
modal dari laporan perubahan modal.

Laporan Neraca (Balance Sheet)

Suatu daftar aktiva, kewajiban dan ekuitas


pemilik pada tanggal tertentu, biasanya pada akhir bulan
atau akhir tahun.
Neraca terdiri dari 2 bagian utama :
1. Aktiva :
yang mencantumkan semua rekapitulasi data tentang hak-hak
perusahaan.
a. Aktiva Lancar (Likwid)
b. Aktiva Tetap :
- Aktiva tetap yang berwujud
- Aktiva tetap tidak berwujud
2. Pasiva :
yang mencantumkan semua rekapitulasi data tentang
kewajiban-kewajiban perusahaan.
a. Hutang
b. Modal

Dalam Neraca selalu berlaku persamaan akutansi yaitu


Aktiva = Pasiva
CONTOH LAPORAN
NERACA
APOTEK STIFAR SEHAT
Laporan Neraca Per 31 Desember 2017

Aktiva (Rp) % dari aktiva


Kas/Bank 10.500.000 4,46
Piutang 34.423.500 14,63
Persediaan Obat 131.990.000 59,09
Peralatan (Inventaris) apotek 45.770.000 19,45
Inventaris Kendaraan 12.650.000 5,37
235.333.500 100

Kewajiban
Hutang (Obat) 87.915.000 37,36
Hutang (Bank) 36.295.000 15,42
Biaya yang harus dibayar 13.047.500 5,54
137.257.500 58,32

Ekuitas (Modal Pemilik)


Pemilik 50.000.000 21,25
Cadangan ekuitas 48.076.000 20,43
98.076.000

Total = Kewajiban +
235.333.500
Ekuitas 100
LAPORAN LABA/RUGI

Rugi/Laba (Income Statement) :


laporan keuangan yang menggambarkan profitabilitas (tingkat
laba) perusahaan selama suatu periode tertentu (biasanya satu
tahun anggaran atau satu periode akutansi).

Perhitungan Rugi/Laba terdiri dari 3 (tiga) bagian utama :


a. Hasil penjualan (sales), yaitu hasil penjualan produk-produk
perusahaan.
b. Biaya (cost/expenses), yaitu biaya-biaya yang ditanggung
perusahaan.
c. Rugi/Laba (lost/profit), yaitu selisih antara hasil penjualan
dan biaya.
2. LAPORAN PERUBAHAN NERACA

Laporan ini diperlukan untuk mengetahui


maju atau mundurnya kondisi perusahaan.
Jika modal perusahaan bertambah, berarti
terdapat kemajuan, begitu juga sebaliknya.
Jika modal awal lebih besar daripada modal
akhir maka hal ini menunjukkan perusahaan
mengalami kemunduran.

Jadi, laporan perubahan modal ini menceritakan


perubahan yang terjadi pada modal (ekuitas) pemilik
perusahaan. Perubahan ini disebabkan oleh hasil
operasi perusahaan dalam suatu periode tertentu.
Lihat contoh laporan perubahan modal di sini.
Pembuatan laporan ini memerlukan data mengenai
besar nominal modal awal, jumlah laba bersih, prive,
dan penambahan modal.
3. LAPORAN SUMBER DAN
PENGGUNAN

Laporan sumber dan penggunaan dana ini


merupakan suatu laporan yang berguna bagi
pihak manajemen perusahaan, para kreditur,
para pemegang saham, dan pihak-pihak lainnya
Langkah-langkah dalam
menganalisa sumber-sumber
dan penggunaan dana :

1. Penyusunan laporan perubahan neraca (statement of balance sheets


changes)

Laporan ini menggambarkan perubahan dari masing-masing elemen


neraca antarakedua titik waktu dan setiap perubahan elemen tersebut
mencerminkan adanyasumber atau penggunaan dana.

2. Laporan sumber-sumber dan penggunaan dana

Laporan ini berasal dari gabungan antara laporan perubahan neraca


dan laporan labaditahan.Pengertian dana yang digunakan dalam
analisa sumber-sumber dan penggunaan dana disebut kas (arti
sempit) dan modal kerja (arti luas).
Langkah-langkah menyusun laporan sumber-
sumber dan penggunaan dana (kas) :

a. Menyusun laporan perubahan neraca, yang menggambarkan


perubahanmasing-masing elemen neraca antara dua titik waktu yang
akan dianalisa(bulanan atau tahunan).
b. Mengelompokkan perubahan-perubahan dalam golongan perubahan
yang memperbesar / memperkecil kas.
c. Mengelompokkan elemen-elemen dalam laporan rugi dan laba
(laporan laba ditahan) ke dalam golongan yang memperbesar/
memperkecil kas.
d. Mengadakan konsolidasi dari semua informasi ke dalam laporan
sumber-sumber dan penggunaan dana.
CONTOH LAPORAN SUMBER DAN PENGGUNAAN
4. MEMPERBAIKI ARUS KAS

Arus kas merupakan salah satu masalah yang sering dihadapi oleh
pengusaha. Masalah utama yang sering dihadapi adalah arus kas defisit, di
mana pengeluaran melebihi pendapatan, sehingga arus kas menjadi tidak
seimbang. Masalah ini terjadi karena kurangnya pemahaman pengusaha
mengenai cara mengelola arus kas yang benar. Pengelolaan arus kas yang
salah dapat menyebabkan kerugian bahkan kegagalan dalam sebuah bisnis.

Arus kas sangat memengaruhi jalan atau tidaknya kegiatan


operasional bisnis sekaligus memengaruhi perkembangan bisnis
perusahaan. Oleh karena itu, ketika bisnis telah mengalami masalah
arus kas, sebagai pengusaha Anda harus memperbaiki arus kas
perusahaan Anda. Inilah beberapa hal yang harus Anda lakukan
untuk memperbaiki arus kas perusahaan.
Perhitungan Arus Kas : Perspektif
Pendanaan

Aliran kas diantara investor dan perusahaan terjadi dalam salah


satu cara berikut ini:
1. Membayar bunga kepada kreditor
2. Membayar dividen kepada pemegang saham
3. Memperbesar atau memperkecil hutang yang ada
4. Menerbitkan atau membeli kembali saham dari
investor yang ada sekarang
Mengukur Arus Kas :
perspektif Akuntansi

Laporan arus kas adalah suatu laporan yang menunjukkan


arus kas yang terjadi sebagai akibat dari tiga aktivitas
perusahaan pada suatu periode akuntansi yaitu:

1. Aktivitas operasi
2. Aktivitas investasi
3. Aktivitas pendanaan perusahaan
Menekan Pengeluaran
Ketika pengeluaran lebih besar dibanding pendapatan, berarti Anda
sedang mengalami krisis arus kas. Masalah ini terjadi ketika Anda
hanya mementingkan keinginan tanpa tahu apa yang sebenarnya
dibutuhkan. Jika dibiarkan terlalu lama, masalah ini tentu dapat
membuat bisnis gagal dan bangkrut. Salah satu cara mengatasi
masalah ini adalah menekan pengeluaran bisnis dengan mengetahui
apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh bisnis Anda. Disinilah laporan
arus kas sangat dibutuhkan. Dengan melihat laporan arus kas, Anda
dapat memilah dan mengurangi pengeluaran yang tidak dibutuhkan.

Mengevaluasi Bisnis
Tak hanya pengeluaran lebih besar dari pendapatan, ternyata pengeluaran
dan pendapatan yang memiliki nilai seimbang juga dapat membuat krisis
arus kas. Jika hal ini terjadi, Anda harus segera mengevaluasi kembali
bisnis Anda dengan membuat inovasi baru. Disinilah pentingnya sebuah
laporan keuangan, dengan melihat laporan keuangan Anda dapat membuat
sebuah keputusan dengan mudah untuk menghadapi persaingan pasar.
Melakukan evaluasi mengenai harga, target market, serta pesaing dapat
memudahkan Anda untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan bisnis
Anda sehingga dapat memudahkan Anda dalam membuat inovasi untuk
perkembangan bisnis.
Hindari Penumpukan Stok
Ini adalah salah satu masalah yang dapat menyebabkan kebocoran arus
kas. Dengan stok yang menumpuk, barang akan cepat rusak dan
perusahaan akan mengalami kerugian yang berpengaruh terhadap arus
kas. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk memiliki laporan
persediaan yang memudahkan Anda dalam mengelola stok barang
dengan benar dan tepat. Selain itu, hindari pembelian stok berlebih dan
keluarkan stok lama dengan memberikan diskon kepada pelanggan
sesuai harga pokok untuk meningkatkan arus kas.

Tagih Piutang Secara Berkala


Sebagian perusahaan banyak yang menyepelekan penagihan piutang
kepada pelanggannya. Jika dibiarkan terus menurus, hal ini akan
memengaruhi arus kas yang masuk ke perusahaan. Untuk
memperbaiki arus kas, harus melakukan penagihan secara berkala
sebelum tanggal jatuh tempo yang telah ditentukan. Misalnya Anda
telah memberikan syarat piutang dengan waktu jatuh tempo 30 hari,
maka Anda dapat melakukan penagihan di hari ke 10, ke 20, dan 3
hari sebelum tanggal jatuh tempo. Dengan melakukan penagihan
secara berkala, pelanggan akan melakukan pembayaran tepat waktu.
Mengukur arus kas dari perspektif keuangan,
atau disebut arus kas bebas :

1. Ketika laporan laba rugi menjadi ukuran keuntungan perusahaan,


keuntungan tidak sama dengan arus kas; keuntungan dihitung
menggunakan basis akrual (acrual basis) dan bukan cash basis.

2. Dalam pengukuran arus kas, kita menggunakan penyajian laporan


akuntansi yang lazim disebut laporan arus kas. Tetapi, kita lebih
tertarik menggunakan arus kas dari perspektif investor
perusahaan, dari pada berdasarkan tinjauan akuntansi. Kita dapat
mengukur arus kas bebas. Yang merupakan sisa arus kas untuk
didistribusikan pada pemilik perusahaan dan investor.

3. Arus kas yang dihasilkan melalui suatu operasi perusahaan dan


investasi dalam aset sama dengan arus kas yang dibayarkan
kepada investor-investor perusahaan (pemegang saham dan
kreditur)
5. REKONSILIASI BANK

Rekonsiliasi bank adalah daftar


transaksi dan jumlahnya yang
menyebabkan saldo kas yang
dilaporkan pada laporan bank
berbeda dengan saldo kas pada
pembukuan perusahaan.
Langkah-langkah
Rekonsiliasi Bank

1. Bandingkan setiap setoran yang tercantum


pada laporan bank dengan setoran yang belum
tercatat yang termasuk dalam rekonsiliasi
periode sebelumnya dan dengan bukti setoran
atau catatan setoran lainnya.

*Tambahkan setoran yang belum dicatat


oleh bank ke saldo kas menurut laporan
bank.
2. Bandingkan cek yang telah dibayar
dengan cek yang masih beredar pada
rekonsiliasi sebelumnya dan dengan cek
yang dicatat dalam pembukuan.

*Kurangkan cek beredar yang belum dibayar


oleh bank dari saldo kas menurut laporan
bank.
3. Bandingkan memo randum kredit bank dengan
ayat-ayat yang terdapat pada jurnal.

*Tambahkan memo randum kredit yang


belum dicatat ke saldo kas menurut
pembukuan deposan.
4. Bandingkan memo randum debit
dengan ayat-ayat jurnal yang
mencatat pengeluaran kas.

*Kurangkan memorandum debit yang


belum dicatat dari saldo kas menurut
pembukuan deposan.

5. Teliti kesalahan-kesalahan yang


terdapat pada langkah-langkah di
atas.
TERIMAKASIH
WASSALAM