Anda di halaman 1dari 130

PROGRAM STUDI DIII

REKAM MEDIS & INFORMASI KESEHATAN


FAKULTAS ILMU – ILMU KESEHATAN

Mata kuliah
Klasifikasi , Kodifikasi Penyakit dan Masalah Terkait
KKPMT - 1
6 SKS
Semester 1

Dr.Noor Yulia
Uraian dan Tujuan Mata Kuliah
• Pembahasan mata kuliah ini
diselenggarakan secara blok yang
mengintegrasikan aspek anatomi ,
fisiologi , patofisiologi ,terminologi medis
serta klasifikasi kodefikasi penyakit dan
tindakan medis meliputi berbagai sistim
ditubuh manusia sebagai dasar untuk
mencapai kompetensi clinical coder .
Tujuan Instruksional
– Mampu memahami hubungan Struktur dan fungsi dasar tubuh
– Memahami Proses terjadinya gangguan funfsi dan berbagai
penyakit pada sistim - sistim ditubuh manusia
– Memahami istilah dan singkatan medis yang terkait dengan sistim
– sistim meliputi kondisi klinis , pemeriksaan penunjang ,
diagnosis dan terapi
– Istilah , singkatan dan simbol yang digunakan oleh staf medis
dalam mendiagnosa pasien yang digunakan dalam
pendokumentasian layanan kesehatan meliputi pembentukan dan
penggunaannya
– Jenis dan fungsi klasifikasi & kodefikasi terutama ICD 10 meliputi
struktur, cara penggunaan , dan tatacara pengkodean secara
umum
– Tatacara penentuan kode diagnosis berdasarkan ICD 10.
– Tatacara penentuan kode Tindakan medis berdasarkan ICD 9 CM
Daftar Pustaka
• Ganong William F 2003 REVIEW of MEDICAL PHISIOLOGY 21st Ed.McGraw – Hill Companies ,San
Francisco
• Guyton Arthur C 2007 Buku ajar Fisiologi Kedokteran EGC Jakarta
• Hazelwood,Anit & Venable,Carol,2006,ICD-9-CM DIAGNOSTIC CODING AND REIMBURSEMENT FOR
PHYSICIN SERVICES AHIMA,Illionis
• ICD-10 general & morbidity coding online training packagr,
http://apps.who.int/classifications/apps/icd/ICD10Training/ICD-10%20training/Start/index.html
• ICD-10 mortality coding online training package,
http://apps.who.int/classifications/apps/icd/ICD10Training/ICD-
10%20Death%20Certificate/html/index.html
• Marie A,Moisio & Elmer W,Moisio 2002,MEDICAL TERMINOLOGY-a Student centered
approach.Delmar Thomson Learning Canada
• Sudarto Pringgoutomo dkk,2002 , BUKU AJAR PATOLOGI 1 ( UMUM) Sagung Seto Jakarta
• Syaifuddin 2006 ANATOMI FISIOLOGI untuk mahasiswa keperawatan EGC Jakarta
• Genevieve love smith ,Phyllis E Davis 1967 MEDICAL TERMINOLOGY a programmed text 2nd John
Wiley & Sons Inc.New York
• MEDICAL TERMINOLOGY an illustrated Guide 4th ed ,Schraffenberger,Lou Ann,2006.BASIC ICD-9-CM
CODING,AHIMA Illionis
• The Centers for Medicare and Medicaid services (CMS) and the National center for Health Statistics
(NCHS)2006 .ICD-9-CM OFFICIAL GUIDELINES FOR CODING AND REPORTING
• Wedding Mary Ellen,2005,MEDICAL TERMINOLOGY SYSTEMS,A Body systems Approach F.A.Davis
Company .Philadelphia
• World Health Organization,2004 ICD-10 2ND ed Vol 1,2,3 Geneva
Substansi Kajian :
• Anatomi
• Fisiologi
• Patofisiologi
• Terminologi Medis
• Klasifikasi dan kodefikasi
PENDAHULUAN

FUNGSI DAN STRUKTUR


DASAR TUBUH
STRUKTUR DAN FUNGSI
ORGAN DASAR TUBUH MANUSIA
• PENGERTIAN : untuk mengetahui perubahan yang
terjadi pada tubuh orang sakit kita harus terlebih
dahulu mengetahui struktur dan fungsi setiap
organ dan susunan tubuh manusia sehat dalam
kehidupan sehari – hari .
• Setiap organ dalam tubuh berperan memper
tahankan kesehatan tubuh , jika salah satu organ
tidak sempurna maka tubuh akan berpengaruh .
PENGERTIAN ANATOMI :
• Anatomi berasal dari bahasa Yunani , terdiri dari kata
Ana : mengurai , tomos ; memotong , Jadi anatomi
adalah menguraikan atau membelah anggota badan”.

• Anatomi suatu bidang sains yang berkaitan dengan


struktur tubuh manusia. Anatomi juga dikenali
sebagai sains morfologi atau bentuk.
• Ilmu Anatomi merupakan suatu ilmu yang mempelajari
bentuk dan susunan tubuh dengan cara menguraikan
tubuh melalui potongan – potongan bagian tubuh dan
hubungan organ tubuh satu dengan yang lainnya (
struktur tubuh )
Definisi Anatomi
 Anatomi kasar terbahagi kepada:
1) Anatomi kawasan (regional)
Semua struktur badan dalam bahagian atau kawasan tubuh
yang dikaji secara berkumpulan. Sebagai contoh, anatomi
bahagian abdomen atau kepala.
2) Anatomi bersistem (systemic)
Semua organ yang mempunyai fungsi yang ada kaitan antara
satu sama lain akan dikaji secara bersama. Pendekatan
anatomi bersistem ini sesuai bagi melihat hubungkait antara
struktur dan fungsinya.
3) Anatomi permukaan (surface)
Kajian ini melibatkan struktur – struktur tubuh yang dapat
dilihat dan dirasa pada permukaan tubuh.
POSISI ANATOMI
• Orang berdiri tegak
menghadap kedepan ,
• lengan disamping lurus
dan telapak tangan
menghadap kedepan ,
• tungkai dan telapak
kaki merapat dengan
ujung kaki menghadap
kedepan
Istilah – istilah yang berkaitan
dengan arah tubuh berdiri tegak :
• Anterior : kearah depan
• Posterior : kearah belakang
• Superior : kearah atas
• Inferior : kearah bawah
• Medialis : kearah tengah ( menuju bidang median )
• Lateralis : menjauhi bidang median
• Sentral : kearah dalam tubuh / pusat tubuh
• Perifer : kearah luar tubuh / tepi tubuh
• Internal : didalam suatu strktur tubuh
• Eksternal : diluar suatu struktur tubuh
• Proksimal : kearah titik perlekatan tubuh
Istilah – istilah yang mengacu pada
pergerakan anggota tubuh :
• Distal : Menjauhi struktur tubuh
• Ulnar : Kearah tulang tibia
• Fibular : kearah tulag fibula
• Palmar : mengacu pada telapak tangan
• Plantar : mengacu pada telapak kaki
• Fleksi : membengkokkan anggota tubuh.
• Ekstensi : meluruskan
• Abduksi : menjauhi badan
• Adduksi : menuju kebadan
• Rotasi : Gerakan memutar
• Sirkum duksio : Gerakan sirkuler
BIDANG – BIDANG PENTING
• Bidang median : Bidang yang membagi tubuh
secara simetri

• Bidang sagital : Bidang paramedian

• Bidang transversal / horizontal : bidang yang


terletak tegak lurus dengan bidang sagital
PENGERTIAN FISIOLOGI :
• Adalah ilmu yang mempelajari fungsi pada zat hidup , menerang
kan faktor – faktor fisik dan kimia yang bertanggung jawab atas
asal ,perkembangan dan gerak kehidupan .

• Fisiologi manusia menerangkan tentang :


– Reaksi kimia yang terjadi didalam sel
– Penghantaran impuls dari satu tubuh kebagian tubuh lain
– Kontraksi otot
– Proses reproduksi
– Perubahan energy

• Merupakan suatu sistim fungsional dalam keadaan normal


PENGERTIAN PATOFISIOLOGI
• Setiap perubahan struktur tubuh yang
abnormal disebut : keadaan Patologis
• Patofisiologi merupakan bidang ilmu yang
mempelajari fungsi yang berubah atau
terganggu ,
• Yaitu perubahan – perubahan fisiologis yang
ditimbulkan oleh penyakit pada makluk hidup.
REKAM MEDIS

• Mencatat data hasil pelayanan klinis kedalam


formulir rekam medis

• Meliputi :
– Anamnesa
– Pemeriksaan fisik
– Pemeriksaan Penunjang ( Laboratorium , Rontgen dsb)
– Diagnosa
– Terapi
– Tindakan ( bila ada )
– Hasil akhir pelayanan
ANAMNESA
Untuk mengetahui :
• Keadaan kesehatan sebelumnya
• Ringkasan riwayat penyakit yang diderita pasien
• Perjalanan penyakit
• Makanan / obat-obatan yang telah dimakan
sebelumnya
• Riwayat keluarga , kebiasaan sosial
• Rencana tindakan
• Rencana pengobatan
PEMERIKSAAN FISIK
• Untuk membuktikan adanya perubahan anatomi
• Mengetahui dilokasi mana penyakit terjadi
• Organ apa yang terkena
• Sistim apa yang terkena
• Seberapa jauh penyakit telah terjadi
PEMERIKSAAN PENUNJANG
• Laboratorium : untuk pemeriksaan darah , urine ( Urinalisa ) ,
faeces ( tinja), sputum ( dahak), cairan otak , cairan pleura dsb
– Missal ; Hb ( haemoglobin ) ,Ht ( haematokrit ),Trombo (
Trombosit ) , LED ,Ureum creatinin dsb

• Radiologi : untuk pemeriksaan rontgen , USG ( UltrasSono


Graphy), EEG ( Elektro Enchephalo Graphy ), EMG ( Elektro Myo
Graphy ), CT Scan ( Computerized Tomo Graphy – scan ), MRI (
Magnetic Resonance Imaging ),dll .

• Cardiologi : untuk pemeriksaan ECG ( Elektro Cardio Graphy )

• Fisioterapi : untuk pemeriksaan dan perawatan rehabilitasi fisik


DIAGNOSA
• Diagnosis Utama ( D/ ) :
• Diagnosis Kedua , ketiga dan seterusnya ( DD/ :
diferensial diagnosis ) , kemungkinan diagnosa
lain
• Diagnosis komplikasi : apabila terjadi
komplikasi atau penyakit lain dikarenakan
sebab penyakit utama
TINDAK LANJUT PEMERIKSAAN
• Terapi : medikamentosa
• Tindakan Medis : operasi
• Perawatan lanjut :
– Rawat Inap
– Pengawasan penyakit umum :
HCU : High Care Unit
ICU : Intensif Care Unit
– pengawasan penyakit jantung :
ICCU : Intensif Coronary Care Unit
– pengawasan pada bayi baru lahir :
NICU : Neonatal Intensif Care Unit
PICU : Perinatal Intensif Care Unit
HASIL AKHIR PELAYANAN
• Sembuh
• Meninggal

• Dikelompokkan dalam pencatatan dan


pelaporan rekam medik berdasarkan :
– ICD 10 untuk penentuan kode diagnosis
– ICD 9 CM untuk penentuan kode Tindakan medis
PENCATATAN DATA
• Riwayat medik
– Keluhan utama
– Keluhan atas penyakit yang sekarang diderita
• Riwayat keluarga
– Keadaan kesehatan mereka
– Penyakit fisik / emosional yang mereka pernah derita
dimasa lalu
– Saudara kandung
– Riwayat perkawinan
– Riwayat keturunan
PENCATATAN DATA
• Riwayat sosial dan lingkungan :
– Pendidikan
– Pekerjaan
– Pola hidup
• Riwayat medik sebelumnya :
– Kelahiran dan perkembangan dini( peristiwa penting masa
kanak- kanak berkaitan dengan tum buh kembang )
– Penyakit – penyakit yang pernah diderita
– Pembedahan , cedera , riwayt masuk RS
– Obat-obatan, pengobatan
– Kebiasaan
– Kesehatan umum
TINJAUAN SISTIM – SISTIM DITUBUH BERDASARKAN
MANIFESTASI KLINIS / GEJALA DAN TANDA :
• Umum :
– Letih , penurunan berat badan , demam, dingin, menggigil,
berkeringat
• Kulit :
– Ruam, gatal, tahi lalat( neavus) rambut,pigmentasi, luka-luka
• Kepala dan leher
– Sakit kepala, trauma , perasaan nyeri, kekakuan , pembengkakan
– Mata : kacamata, diplopia , skotoma , gatal, kekeringan , infeksi,
kemerahan , gangguan penglihatan
– Telinga : Penurunan/ hilangnya pendengaran , infeksi , nyeri, tinitus ,
vertigo
– Hidung : kekeringan , perdarahan , perasaan nyeri, penyumbatan ,
kotoran yang dikeluarkan, penciuman , bersin
– Mulut dan tenggorokan : nyeri, kering, serak, luka, gigi, gusi, infeksi, sulit
menelan
• Buah dada / payudara
– Pengeluaran cairan , bongkol/ tumor yang teraba , perasaan
nyeri, perdarahan , infeksi
• Pernafasan
– Batuk , perasaan nyeri, sputum, asma , dispnea,hemoptisis ,
sianosis, kontak akibat pekerjaan , tuberkulosis , pneumonia,
pleuritis
• Jantung
– Angina , dispnea, ortopnea , paroksismal nokturnal dispnea,
udem, palpitasi, bising, kegagalan, infark, hipertensi , penyakit
– penyakit jantung yang diketahui , demam reumatik ,
keterbatasan gerak badan
• Pembuluh darah
– Klaudikasio , Flebitis, Ulkus, kedaan vena dan arteri
• Saluran cerna :
– Nafsu makan , menelan, anoreksia , mual, muntah, sendawa,
darah , melena, perasaan nyeri abdomen , diare, konstipasi,
perubahan kebiasaan BAB , hemoroid, hernia, pemakaian obat
pencahar / antasida, ikterus, gangguan hati, hepatitis
• Ginjal dan saluran kemih
– Disuria, hematuria, inkontinensia, nokturia , berapa kali
berkemih, batu, nefritis, infeksi
• Ginekolok
– Menarse ( haid pertama kali ) siklus haid , menopause ,
menorragia, bercak – bercak, pengeluaran, gatal, disparenia,
penggunaan kontrasepsi, penyakit kelamin, tumor, jumlah
kehamilan yang telah dialami , kelahiran hidup, abortus
• Genitalia
– Perasaan nyeri, pembengkakan , pengeluaran , penyakit
kelamin, kemampuan seksual, tumor , ulkus
• Muskuloskeletal
– Perasaan nyeri , kepekaan yang berlebihan , kekejangan ,
kelemahan, trauma , terkilir, patah tulang , nyeri pada
persendian, pembengkakan, kekakuan, nyeri punggung
• Hematologik
– Anemia, perdarahan m kelembaban , keganasan , tranfusi
yang telah pernah diterima
• Endokrin dan metabolisme
– Perubahan berat badan , diabetes, toleransi terhadap
suhu, polidipsia , perubahan pada rambut
• Susunan saraf :
– Sinkop, serangan ( seizures), pusing , stroke, tremor ,
koordinasi , gagguan sensoris, perasaan nyeri , gangguan
motoris, daya ingat
• Emosi , kecemasan, tidur , depresi, keinginan bunuh diri ,
PERLENGKAPAN UNTUK
MELAKUKAN PEMERIKSAAN FISIK
• Stetoskop ,
• Sfigmomanometer ,
• Oftalmoskop ,
• Otoskop ,
• spatel tongue ,
• senter ,
• garpu tala ,
• termometer ,
• tonometer
TINDAKAN DASAR MEDIK
• Inspeksi
• Palpasi
• Perkusi
• Auskultasi
INSPEKSI
• Dilihat
• Kulit : warna, pigmentasi, lesi, vaskularisasi superficial,
udem , kelembaban , susunan jaringan , rambut, kuku
• Selaput lendir : warna, pigmentasi, lesi, vaskularisasi
superficial, udem , kelembaban , sekresi
• Arsitektur : ukuran , bentuk, simetris, deformitas,
penojolan , pembengkakan lokal , pertumbuhan,
perkembangan otot
• Pergerakan : otot, tulang, sendi, pernafasan, pembuluh
darah, peristaltik
• Posisi
PALPASI
• Diraba
• Kepekaan terhadap perasaan nyeri :
– superficial, profunda, nyeri lepas ( rebound), nyeri
alih ( referred )
• Tonus otot :
– Tahanan yang meningkat, spasme, kekakuan (
rigiditas)
– Tumor / massa : ukuran , bentuk , jaringan sekitar ,
konsistensi, fluktuasi, , mobilitas, perlekatan ,
perasaan
PERKUSI
• Klasifikasi suara pemeriksaan ketok :
– Nyaring
– Redup
– Datar
– Timpani
AUSKULTASI
• Klasifikasi suara yang didengarkan didada :
– Bunyi pernafasan : inspirasi, ekspirasi, ronkhi (rales)
ronkhi kering , wheezing
– Bunyi suara : percakapan ( resonansi fokal normal,
bronkofoni, egofoni ), berbisik (normal, bisikan )
– Bunyi asing : bunyi putus – putus , halus, sedang,
kasar, friction rubs, pleurokardial, succusion splash
• Klasifikasi suara yang terdengar diatas jantung :
– Bunyi jantung, Opening snap, gallop
TANDA – TANDA VITAL
• Suhu
• Denyut nadi
• Kecepatan pernafasan
• Tekanan darah
• Tinggi badan
• Berat badan
NEUROLOGIK
• Cara berdiri , gaya berjalan, tremor,
koordinasi, kelemahan , fasikulasi
• Gangguan bicara : Disartria, apraksia ,
skanning , afasia motoris , ekspresif , reseptif
• Perasaan nyeri , raba, getar , posisi, suhu
• Otot : massa, kekuatan, flassid, spastisitas,
kekakuan , kaku kuduk
KEADAAN JIWA
• Afek
• Perasaan
• Pengertian
• Jalan fikiran
• Daya Ingat
• Depresi
• Mania
ANATOMI

ORGAN DASAR TUBUH MANUSIA


STRUKTUR ANATOMI TUBUH MANUSIA
• Secara Makroskopis meliputi :
– Kepala
– Leher
– Badan
• Rongga dada
• Rongga Abdomen
• Rongga pelvis
– Anggota gerak
• Anggota gerak atas
• Anggota gerak bawah
UNSUR DASAR TUBUH
• Tubuh tersusun oleh 3 unsur dasar:
- sel
- substansi interselular
- cairan tubuh.
- Darah
- Cairan jaringan / inter sel
- limf
• Selama perkembangan mudigah terdiri atas 3 lapis selular:
- eksoderm
- mesoderm
- endoderm
• Masing-masing berfungsi khusus, perkembangan yang akan
datang dan diferensiasi  jaringan dewasa.
Unsur dasar tubuh
• Tubuh tersusun dari banyak macam jenis sel
yang berbeda dalam:
• ukuran
• bentuk
• fungsi.

• Setiap sel tersusun oleh inti sel & sitoplasma


yang mengambil zat warna berbeda
STRUKTUR ANATOMI TUBUH MANUSIA
• Secara Mikroskopis meliputi :
– Sel : bagian terkecil dari tubuh yang hanya bisa
dilihat dibawah mikroskop
– Jaringan : sekumpulan sel yang serupa besar,
bentuk , kerja nya dan terikat menyatu
– Organ : sekumpulan bermacam jaringan
menjadi satu mempunyai fungsi khusus
– Sistema(sistim): susunan dari organ – organ
yang mempunyai kerja tertentu
Cairan Jaringan
• Cairan jaringan atau intersel berada di antara
dan sekitar sel, sebagai tempat pertukaran zat
(metabolisme) secara bebas antara darah dan
cairan intersel.

• Cairan limfe mengalirkan cairan jaringan


kembali ke sistem vena melalui saluran limfe.
JARINGAN DASAR TUBUH
1. Jaringan penutup
a. Jaringan epitel
b. Jaringan endotel & mesotel

2. Jaringan penyambung/ penunjang


a. Jaringan ikat
b. Jaringan Tulang
i. Jaringan tulang rawan
ii. JaringanTulang
c. Jaringan ikat khusus
i. Darah ( Darah merah, Darah putih, Keping darah)
ii. Cairan jaringan / intersel
iii. Limfe
JARINGAN DASAR TUBUH
3. Jaringan otot
a. Jaringan otot kerangka
b. Jaringan otot jantung
c. Jaringan otot polos

4. Jaringan saraf
a. Lengkung reflex, Neuron, Sinaps, Neuroglia , Ganglia,
Serat saraf, Saraf tepi, Membran ,Pembuluh ,Pleksus
khoroid, Cairan serebrospinal ,Jaringan Otak
EPITEL
• Jaringan epitel tersusun oleh sel-sel bersisi
dan poligonal yang terhimpit padat, disertai
sedikit atau tanpa substansi interselular.
• Epitel dapat berupa:
- membran  terbentuk oleh lembaran sel-
sel dan menutup permukaan luar atau
membatasi permukaan dalam
- kelenjar
• Epitel dikelilingi lamina basal yang memisah
kan epitel dari jaringan di bawahnya.
MEMBRAN
• Membrane tersusun dari lapisan satu atau
lebih dari satu yang terletak di atas membran
basal dan sampai ke permukaan.
• Epitel berlapis tersusun dari dua atau lebih
lapisan sel, hanya lapisan dalam atau lapisan
basal yang terletak di atas membran atas.
• Penggolongan epitel bergantung pada bentuk
dan susunan sel itu. Bentuk sel yang dipakai
adalah sel lapisan permukaan epitel berlapis.
BERBAGAI JENIS EPITEL
EPITEL SELAPIS:
• Epitel Selapis Gepeng
• Epitel Selapis Kuboid
• Epitel Selapis Silindris
• Epitel Bertingkat

EPITEL BERLAPIS:
• Epitel Berlapis Gepeng
• Epitel Berlapis Kuboid
• Epitel Berlapis Silindris
• Epitel Transisional
ENDOTEL & MESOTEL

• Endotel melapisi semua pembuluh darah dan


pembuluh limf.
• Mesotel melapisi rongga serosa tubuh, di antaranya:
- perikardium,
- pleura
- peritoneum
• Endotel dan mesotel merupakan epitel selapis
gepeng dengan asal dan kemampuan berbeda yang
tidak dimiliki epitel selapis gepeng biasa.
ADHESI ANTAR SEL EPITEL

• Tautan Sel:
- Taut kedap (Tight atau Occluding Junction)
- Taut lekat (Junction Adherens)
- Taut rokah (Gap Junction)

BENTUK KHUSUS PERMUKAAN SEL EPITEL


• Mikrovili: tonjolan-tonjolan permukaan apikal sel
bentuk jari-jari kecil langsing.
KLASIFIKASI KELENJAR

• Cara mengeluarkan sekret:


1. Holokrin
2. Apokrin
3. Meokrin.
• Susunan sel:
1. Uniselular
2. Multiselular
• Sekret yang dihasilkan
1. Eksokrin
2. Endokrin
EPITEL KELENJAR

• Epitel yang pada berbagai keadaan dapat mensekresi


materi di samping berfungsi lainnya, di antaranya:
proteksi dan absorbsi.

• Kelenjar Eksokrin: menyalurkan sekret melalui sistem


saluran ke permukaan tubuh (sekresi eksternal)

• Kelenjar Endokrin: mencurahkan sekret langsung


masuk ke darah atau imfe (sekresi internal)
JARINGAN OTOT
• Struktur dikhususkan untuk melakukan gerakan, baik oleh
badan secara keseluruhan maupun oleh pelbagai bagian
tubuh yang satu terhadap yang lain.
• Ada 3 (tiga) macam otot berdasarkan struktur:
– otot lurik (kerangka)
– otot otot polos
– otot jantung
• Berdasarkan fungsi:
– otot volunter
– otot involunter
SISTEMA / SUSUNAN TUBUH MANUSIA
Terdiri atas :
1. Sistim Muskuloskeletal (Kerangka dan otot)
2. Sistim respiratori (Pernafasan)
3. Sistim Kardiovaskuler(jantung dan pembuluhdarah)
4. Sistim digestif (pencernaan)
5. Sistim Endokrin (kelenjar buntu)
6. Sistim Urinaria (Berkemih)
7. Sistim Reproduksi
8. Sistim Nervosa (persarafan)
9. Sistim peng indraan
10. Sistim integument (kulit)
FISIOLOGI

ORGAN DASAR TUBUH MANUSIA


PENGORGANISASIAN SISTIM TUBUH
• Sistim tubuh manusia pada dasarnya mempunyai
karakteristik yang sama pada setiap individu .

• Tubuh manusia sebagai organisme hidup terdiri dari


berbagai sistim fungsional

• Sistim – sistim tersebut terdiri dari beberapa organ


pendukungnya yang masing – masing mempunyai fungsi
tertentu untuk menyokong kehidupan

• Organ – organ tubuh terdiri dari jaringan – jaringan


dimana jaringan dibentuk dari sel – sel yang sama
HOMEOSTASIS
• Istilah homeostasis digunakan oleh ahli fisiologi untuk
menyatakan “ mempertahankan keadaan static atau
konstan dalam lingkungan interna”

• Misal :
– Paru – paru menyediakan O2 sebanyak yang
diperlukan sel
– Ginjal mempertahankan keadaan konsentrasi ion –
ion yang konstan
– Usus menyediakan nutrient yang diperlukan tubuh
HOMEOSTASIS
• Homeostasis yaitu pengaturan kondisi –
kondisi konstan dalam tubuh oleh semua
organ / jaringan tubuh untuk mempertahan
kan kondisi tetap.

• Kondisi tetap bisa berupa tersedianya bahan –


bahan yang dibutuhkan untuk kehidupan sel
atau dikeluarkannya bahan – bahan sisa
metabolisme yang tidak dibutuhkan lagi .
KARAKTERISTIK MAKHLUK HIDUP
• Sistim tubuh manusia pada dasarnya mempunyai karakteristik
yang prinsipnya sama pada setiap individu.
• Tubuh manusia sebagai organisme hidup terdiri dari berbagai
sistim fungsional ( misal sistim pernafasan , sistim pencernaan
dsb )
• Tubuh manusia tercipta tersusun sedemikian rupa sehingga
dapat mengatur jika ada sesuatu yang berubah.
• Pada dasarnya semua organ dan jaringan tubuh berfungsi
membantu mempertahankan kondisi yang tetap , berupa
tersedianya bahan – bahan yang dibutuhkan untuk kehidupan
sel atau dikeluarkan bahan – bahan sisa metabolisme yang tidak
dibutuhkan lagi.
FUNGSI DASAR TUBUH
SISTIM ORGAN/ JARINGAN FUNGSI

TRANSPORTASI Jantung, pembuluh darah, darah Aliran darah keseluruh jaringan tubuh

Hidung, Faring,Laring, Trakea, Bronki,


RESPIRASI Pertukaran CO2 dan O2
Bronkiolus, paru-paru
Mulut,Faring, esofagus, lambung, usus kecil,
Mencerna dan absorpsi nutrient , garam
PENCERNAAN kelenjar ludah, pankreas, hati, kantong
dan air
empedu
Pertahanan terhadap benda asing yang
Sel- sel darah putih , pembuluh dan simpul masuk kedalam tubuh, pengembalian
KEKEBALAN
limfe, limfe, timus dan jaringan limfe lain cairan ekstraseluler kedalam darah ,
pembentukan sel darah putih
Pengaturan komposisi plasma melalui
URINARIA Ginjal, ureter, kandung kemih, uretra
ekskresi zat-zat sisa , garam dan air
Semua kelenjar yang mensekresi hormon ;
pankreas, testis, indung telur, hipotalamus, Regulasi dan koordinasi berbagai macam
ENDOKRIN
ginjal, pituitaria, tiroid, paratiroid, adrenal, aktifitas didalam tubuh
usus kecil, timus
Pria : Testis, penis dan saluran dengan
Memproduksi sperma , ovum, persediaan
kelenjar terkait ,
REPRODUKSI lingkungan bergizi untuk perkembangan
Wanita : Indung telur, pembuluh uterin,
embrio dan janin
uterus, vagina, kelenjar susu
Fisiologi sel
• Struktur sel

• Organel sel

• Susunan sel
STRUKTUR SEL
• Sel secara harafiah adalah unit kehidupan terkecil yang
menunjukkan bermacam – macam fenomena yang
berhubungan dengan hidup
• Sel dibatasi oleh membran sel yang selain memberi bentuk sel
juga melekatkan sel dengan sel yang lainnya , memungkinkan
zat-zat tertentu dapat melewati membran dan mengangkut
aktif beberapa zat secara selektif
• Membran sel juga menerima tanda pengaturan dari sekitar
tubuh untuk dihantarkan ke bagian dalam sel
• Berbagai zat yang menyusun sel bersama – sama dinamakan
protoplasma , dengan 5 zat dasar :
• Air
• Elektrolit
• Protein
• Lipid
• Karbohidrat
STRUKTUR SEL
• Sel mengandung dua bagian utama :
• Inti sel ( nukleus ) dan
• Sitoplasma
• Inti dipisahkan dari sitoplasma oleh membrane inti
• Sitoplasma dipisahkan dari cairan sekitar oleh
membrane sel
• Nukleus bertindak sebagai pusat pengaturan dimana
DNA berpusat didalamnya
• Sitoplasma adalah medium berair yang banyak
mengandung struktur yang disebut organela dengan
masing – masing mempunyai fungsi khusus
INTI SEL
• Inti terdapat di dalam semua sel ,kecuali :
– sel eritrosit dewasa dan
– trombosit (sel keping)

• Bentuk inti disesuaikan dengan bentuk sel,


tetapi pada umumnya berbentuk:
- bulat atau
- lonjong
SITOPLASMA
• Di bawah mikroskop cahaya, sitoplasma nampak
homogen dan mengandung berbagai macam
bangunan kecil berbentuk granular, fibrilar dan
vakuolar, yang mempunyai fungsi berbeda-beda.

• 2 (dua) jenis utama bangunan kecil sitoplasma:


- organela : komponen hidup unsur struktur sel
- inklusi : kumpulan/hasil sel yang tidak hidup
ORGANEL SEL
• Sel mengandung struktur fisika yang sangat terorganisasi yang
dinamakan Organel berada didalam sitoplasma

• Beberapa organel yang penting dari sel adalah ;


– Membrane sel
– Membrane inti
– Reticulum endoplasma proses sintesis (sistim pembuatan,
pemrosesan dan penambalan ) terdiri dari retikulum granula dan
agranula
– Kompleks golgi( aparatus golgi ) proses sekresi , juga sekresi
kompleks glikoprotein tertentu
– Mitokondria tugas produksi energi didalam sel
– Ribosom  sintesa protein
– Lisosom Cadangan enzim pencernaan
– Sentriol
– Silia dan Flagelum
– Mikrotubulus
SUSUNAN SEL
• Setiap sel saling berhubungan satu sama lain
melalui berbagai cara membentuk jaringan dan
organ
• Beberapa jaringan terdiri dari sekelompok sel
yang rapat dan saling melekat erat ( epitel )
• Jaringan penyambung mempersatukan sel – sel
menjadi tubuh karena jaringan ini memiliki
substansi inter seluler
• Pada rangka zat antar sel diisi dengan garam –
garam kalsium menghasilkan tulang penyokong
tubuh yang kuat.
SUSUNAN SEL
• Jaringan penyambung merupakan zat antar sel
yang merupakan zat kolagen suatu protein
dalam bentuk serabut yang amat kuat (
seperti tendo dan ligamentum ) dan zat elastin
suatu protein yang bersifat kenyal
• Diantara serabut elastik terdapat matriks atau
zat dasar seperti agar – agar .
• Kombinasi serabut kuat dan serat elastis serta
matriks memberikan kekuatan , bentuk dan
gaya pegas pada tubuh .
BAGIAN – BAGIAN SEL
1. Membran plasma
– Suatu selaput tipis terdiri dari moleku lipid dan protein yang
tersusun secara mosaik
– Fungsi : mengatur keluar masuk zat dalam mengadakan
respons terhadap perubahan lingkungan
2. Inti sel
– Dibatasi oleh selaput inti yang berpori dan mengandung
plasma inti
– Anak inti dan benang – benang kromatin sebagai pembawa
sifat genetik
3. Mitokondria
– Merupakan tempat berlangsungnya pernafasan sel dan
pembentukan energi
BAGIAN – BAGIAN SEL
4. Ribosom
– Untuk mensintesis protein
5. Lisosom
– Didalamnya terdapat enzim hidrolisis seperti protease,
nuklease, glikosidase, lipase, fosfolipase & fosfatase
6. Aparatus golgi
– Diduga merupakan gudang sementara dan kondensasi zat-
zat yang akan disekresi, membantu sintesis karbohidrat dan
menggabungkannya dengan protein membentuk
glikoprotein.
– Fungsi lain adalah membentuk membran plasma
7. Retikulum endoplasma
– Tempat menempel butir – butir ribosom
BENTUK DAN UKURAN SEL
• Bentuk sel bervariasi , tergantung letak dan fungsinya didalam
makhluk hidup , misal :
– Pipih : pada epitel dan kulit
– Memanjang : pada otot
– Bulat : pada sel darah merah
– Sangat panjang : pada sel saraf

• Ukuran sel sangat kecil , dengan ukuran yang kecil tersebut


menyebabkan :
– Keluar masuk zat lewat membran sel berlangsung cepat
– Reaksi kimia didalam sel berlangsung cepat sehingga
transportasi lebih cepat pula
– Luas membran akan sesuai dengan isi sel dan inti selnya
sehingga terjadi keseimbangan
FUNGSI BIOMOLEKUL DALAM SEL
1. Protein
a. Berfungsi sebagai enzim , berperan dalam mengkatalisis
berbagai proses reaksi biokimia
b. Sebagai alat transport bahan makanan
c. Sebagai bentuk racun
d. Sebagai Antibodi
e. Sebagai hormon
f. Sebagai pembentuk membran sel

2. Asam Nukleat
a. Berfungsi terutama sebagai faktor genetika (DNA)
b. Sebagai senyawa yang berperanan dalam proses biosintesis
protein
FUNGSI BIOMOLEKUL DALAM SEL
3. Polisakarida
a. Berfungsi sebagai sumber energi
b. Sebagai energi cadangan dalam bentuk molekul glikogen
c. Sebagai komponen dalam struktur membran sel dan
dinding sel

4. Lipida
a. Berfungsi sebagai pembentuk struktur membran sel
b. Sebagai hormon
c. Sebagai sumber energi
STRUKTUR SEL DIDALAM TUBUH
• Struktur sel yang Sehat
– Ikatan molekulnya yang kuat dari molekul Hexagonal
membentuk struktur sel yang sehat dan kuat
– Polutan dan racun tidak dapat mengikat pada struktur molekul
air ini
– Tidak dapat membuat akumulasi racun dan masalah sel

• Struktur sel yang Tidak Sehat


– Ikatan molekulnya tidak kuat , bentuknya pentagonal atau
ikatannya tidak berbentuk dan hancur
– Polutan dan racun dapat dengan mudah mengikat pada
struktur molekul air ini sehingga dapat membuat akumulasi
racun dan masalah sel
FAKTOR PENUNJANG KEHIDUPAN SEL
• Faktor yang utama adalah Oksigen dan zat makanan

• Reaksi dari Oksigen dan hasil metabolisme zat makanan menghasilkan energi
yang dibutuhkan untuk metabolisme sel

• Oksigen didalam tubuh didapat dari udara luar tubuh yang dihirup pada saat
bernafas ,
– udara masuk kedalam paru – paru,didalam paru oksigen mengalami difusi
masuk kedalam darah , didalam darah oksigen diangkut oleh eritrosit , oleh
jantung darah yang kaya oksigen dipompa keseluruh tubuh dan digunakan
untuk metabolisme seluruh sel .
• Demikian juga makanan ,
– makanan masuk kedalam mulut diteruskan kesaluran pencernaan , dipecah
dan diolah menjadi karbohidrat , asam lemak, asam amino dan sebagainya
– Pecahan makanan ( kimus ) diserap diusus halus masuk kedalam darah dan
digunakan untuk metabolisme sel . Hati membantu mengubah susunan
kimia sebagian zat menjadi bentuk yang siap digunakan untuk etabolisme
sel.
MEMBRAN SEL
• Membran sel merupakan pembatas sel dengan sel – sel lainnya
,pembatas inti ,mitokondria dan organel lainnya .

• Komponen protein yang terbesar diantara komponen lipid


didalam membran sel memiliki fungsi ,diantaranya :
– Memberikan kekuatan struktural pada membran
– Bekerja sebagai enzim untuk mempermudah reaksi kimia
– Bekerja sebagai protein mengemban/ karier yang diperlukan
untuk transport zat – zat melalui membran sel
– Membentuk pori-pori yang dapat dilalui oleh air dan zat – zat
tertentu untuk memasuki sel
TRANSPORTASI MELALUI MEMBRAN SEL
ADALAH SEBAGAI BERIKUT:
1. Transport Aktif
– Memerlukan energi
– Bersifat melawan gradien elektrokimia atau gradien konsentrasi
2. Transport Pasif
– Tidak memerlukan energi
– Bersifat menuruni gradien elektrokimia atau gradien
konsentrasi
3. Fagositosis – Pinositosis
– Melalui proses endositosis
– Fagositosis : memakan partikel besar , seperti bakteri
– Pinositosis : melakukan inhibisi ( kemampuan meminum/
menghisap ) sejumlah zat kecil
REPRODUKSI SEL
• Dalam daur kehidupan sel menjalani 2 tahap :
– Tahap pertumbuhan : interfase
– Tahap pembelahan : mitosis

• Daur kehidupan dibedakan 2 daur :


– Daur Kromosom
– Daur Sitoplasma

• Pada daur kromosom akan terlibat sintesis DNA ,


sedangkan daur Sitoplasma melibatkan pertumbuhan sel
yaitu memperbanyak kandungan sel lainnya dan
sitokinesis yaitu pemisahan menjadi dua sel mandiri
REPRODUKSI SEL
• Berdasarkan pada jumlah kromosom
DNA dalam sel yang merupakan hasil
pembelahan terdapat 2 macam
pembelahan sel yaitu :
–Pembelahan Mitosis
–Pembelahan Meiosis
PERBEDAAN MITOSIS DAN MEIOSIS
MITOSIS MEIOSIS
1 Satu sel induk – 2 sel anak Satu sel induk – 4 sel anak
2 Diploid – diploid Diploid – haploid
3 Sifat sel anak sama dengan Sifat sel anak tidak sama dengan
sifat sel induk sifat sel induk
4 Terjadi pada sel somatik Terjadi pada sel gamet

5 Satu kali pembelahan Dua kali pembelahan


6 Tujuan pembelahan : Tujuan pembelahan :
a. Mengganti sel – sel yang a. Membentuk sel haploid
rusak
b. Pembiakan pada protozoa b. Agar jumlah kromosom pada
generasi berikutnya tetap
JARINGAN TUBUH
• Ilmu yang mempelajari jaringan tubuh disebut
HISTOLOGI , berasal dari kata Yunani Histos dan Logos
yang berarti “ Jaringan dan ilmu pengetahuan ‘

• Unsur – unsur yang membentuk Jaringan terdiri dari 3


komponen dasar yaitu :
– Sel
– Substansi interseluler
– Cairan

• Sel merupakan komponen hidup


JARINGAN TUBUH
• Substansi interseluler merupakan hasil produksi sel ,
terdapat diantara sel-sel , mempunyai bentuk fisik
sebagai substansi dasar dan serabut – serabut .
• Komponen cairan sangat menonjol dalam plasma
darah , cairan limfe dan cairan jaringan

• Organisme bersel banyak , terdiri dari berbagai


macam sel yang berbeda ,
• Berjuta – juta sel dikelompokkan sesuai dengan
kesamaan dalam bentuk , ukuran, struktur dan
fungsinya.
JARINGAN PENYUSUN TUBUH
• Sejumlah sel yang mempunyai struktur dan
fungsi yang sama disebut disebut Jaringan

• Ada 4 jenis jaringan penyusun tubuh yaitu :


1. Jaringan Epitel
2. Jaringan Ikat
3. Jaringan Otot
4. Jaringan saraf
JARINGAN EPITEL
• Tersusun dalam 2 cara berbeda :
– Tersusun dalam lembaran – lembaran yang terdiri dari satu atau
lebih lapisan .
• Fungsi lembaran adalah untuk menutupi atau melapisi
permukaan rongga / saluran / organ pada permukaan tubuh
• Dibentuk untuk melaksanakan fungsi absorpsi dan proteksi
– Tersusun dalam kelenjar – kelenjar yang disesuaikan untuk sekresi
• Jaringan epitel yang dimodifikasi ini digolongkan sebagai
epitel kelenjar

• Jaringan epitel berfungsi untuk :


– mencegah sebagian besar benda – benda fisik diluar tubuh masuk
kedalam tubuh , menjaga cairan tubuh agar tidak keluar dari tubuh,
– Juga merupakan pintu gerbang lalu lintas semua zat yang masuk
dan keluar tubuh
JARINGAN EPITEL

• Fungsi yang khas dari jaringan epitel adalah :

– Absorpsi : misal lapisan dinding usus kecil

– Sekresi : misal kelenjar buntu

– Transport : misal oleh tubulus ginjal

– Ekskresi : misal oleh kelenjar keringat

– Proteksi / perlindungan : misal oleh kulit

– Penerima rangsangan : misal indra pengecap


JARINGAN IKAT
• Jaringan ikat atau jaringan pengikat atau Conective
tissue atau jaringan penyambung atau jaringan
penyokong

• Fungsi :
– sebagai pengikat atau penghubung ,
– mengisi antara berbagai jaringan dasar lainnya
– Membentuk selubung perlindungan disekeliling
organ – organ yang lemah
– Mempersatukan / mengikat jaringan – jaringan
menjadi organ , dan berbagai organ membentuk
sistim organ
JARINGAN IKAT
Ada 2 jenis jaringan ikat yaitu :

1. Jaringan ikat embrional, terbagi atas :


• Jaringan mesenkim
• Jaringan mukosa

2. Jaringan ikat biasa , terdiri atas :


• Jaringan ikat longgar
• Jaringan padat
• Jaringan ikat retikuler
• Jaringan ikat berpigmen
• Jaringan ikat lemak
Berdasarkan sifat dan fungsinya jaringan ikat
dikelompokkan sebagai :
1. Jaringan ikat biasa
– Serat kolagen : berwarna putih, kuat, kelenturan rendah,
daya renggang tinggi, mampu memberi kekuatan pada
jaringan ikat, tersusun dari protein kolagen, serat ini terdapat
pada tendon, tulang dan kulit
– Serat elastin : berwarna kuning, sifat kelenturan tinggi,
tersusun dari mukopolisakarida dan protein elastn , dikelilingi
oleh glikoprotein yang disebut fibrilin , serat ini terdapat pada
pembuluh darah , ligamen, selaput tulang rawan laring
– Serat retikuler : kelenturan rendah, lebih tipis dari
kolagen,terdiri dari kolagen dilapisi glikoprotein, berperan
mengikat jaringan ikat dengan jaringan ikat lain.serat ini
terdapat pada hati, limpa dan kelenjar limfe
Berdasarkan sifat dan fungsinya
jaringan ikat dikelompokkan sebagai :
2. Jaringan ikat penyokong
– Substansia spongiosa = Tulang berongga
– Substansia kompak = tulang padat

3. Jaringan Hemopuitik
– Unsur – unsur yang berbentuk ; yaitu sel – sel
darah dan fragmen – fragmen sitoplasma .
– Substansia inter seluler yang berupa cairan
disebut plasma
JARINGAN OTOT
• Merupakan jaringan yang mampu menunjukkan kerja mekanis
dengan jalan memendek / berkontraksi
• Bentuk sel otot panjang dan langsing sehingga sering disebut juga
serat otot
• Sitoplasma sel otot disebut Sarkoplasma , membran dinding sel
otot disebut Sarkolema
• Didalam sarkoplasma terdapat berkas berkas halus yang berjalan
sejajar membentuk miofibril yang tidak sama besar
• Setiap miofibril terdiri atas beberapa miofilamen
• Tiap miofilamen terdiri dari molekul molekul protein
• Aktin dan trombomiosin merupakan protein yang membentuk
miofilamen halus
• Miosin merupakan protein yang membentuk miofilamen kasar
SECARA HISTOLOGIS OTOT DIBAGI
MENJADI 3 KELOMPOK :
1. Otot bercorak / otot serat lintang / otot rangka/ otot
lurik
– Panjang sel 3-4 cm
– Kontraksi otot lurik dibawah kesadaran = Otot
volunter ,
– Selnya di persarafi oleh Sistim Saraf Pusat
– Kontraksi otot lurik cepat dan kuat , dapat
menimbulkan kelelahan
– Ditemukan pada otot rangka ( daging ) , sekat rongga
badan ( Diafragma),dibawah kulit wajah,mulut,
kelopak mata , dan lidah
2.Otot polos
• Kontraksinya diluar pengaruh kehendak = disebut otot
in volunter
• Terdiri atas sel – sel berbentuk gelendng , panjang 30-
2000 milimikron
• Reaksinya lambat
• Sel disarafi oleh oleh Sistim Saraf Otonom
• Aktifitas otot polos tidak menimbulkan kelelahan
meskipun dalam jangka waktu lama
• Terdapat pada alat – alat dalam seperti : dinding
saluran pencernaan , dinding rahim, dinding kandung
kemih , dinding pembuluh darah, kulit yang melekat
pada akar rambut
3. Otot Jantung
• Kontraksinya diluar pengaruh kehendak
• Secara struktural menyerupai otot lurik
• Reaksinya lambat terhadap rangsangan
• Hanya ditemukan pada dinding jantung
• Selalu mengerut dan mengendur secara teratur
• Otot jantung terdiri atas serabut – serabut otot yang
bercabang dan saling berhubungan satu sama lain
JARINGAN SARAF
• Jaringan saraf terdiri dari sel saraf ( sel neuron ) dan
jaringan pembantu ( neuroglia ) berupa sel – sel
serabut saraf dan mielin ( lapisan pembungkus dari
bahan fosfolipid )
• Mempunyai bagian yang disebut badan sel , dendrit
dan neurit
• Badan sel adalah bagian saraf yang mengandung inti
• Dendrit merupakan tonjolan badan sel saraf yang
tampak seperti cabang pohon
• Dendrit menerima rangsang dari neuron melalui
sinapsis dan mampu meneruskan rangsang ke dendrit
lainnya .
JARINGAN SARAF
• Tiap sel saraf hanya memiliki satu axon yang
membawa rangsang an dari badan sel menuju
ke perifer dalam bentuk aksi potensial
• Konduktivitas adalah kemampuan jaringan
saraf membawa impuls – impuls saraf
• Ganglion adalah kumpulan badan sel saraf
• Ciri khas sel saraf : didalam sitoplasma
terdapat bangunan basofil yang disebut
substansi Nissl
ORGAN TUBUH MANUSIA
• Merupakan kumpulan beberapa jaringan untuk
melakukan fungsi tertentu didalam tubuh .

• Didalam tubuh manusia terdapat bermacam – macam


sistim organ , antara lain:
– Sistim Pencernaan - Sistim Pernafasan
– Sistim Ekskresi - Sistim Peredaran darah
– Sistim Rangka - Sistim Gerak
– Sistim Endokrin - Sistim Saraf
– Sistim Reproduksi
SISTIM PENCERNAAN
• Makanan dan minuman akan dicerna dalam saluran pencernaan
dan kemudian diserap masuk kedalam darah

• Didalam hati zat makanan yang telah diserap diubah struktur


kimianya menjadi bentuk yang lebih dapat dipergunakan oleh sel

• Zat makanan : karbohidrat , protein, lemak , vitamin

• Sistim pencernaan terdiri atas :


– Organ – organ yang fungsi utamanya mengangkut makanan
dan minuman tergolong dalam saluran pencernaan
– Organ – organ yang fungsi utamanya menghasilkan getah
pencernaan
SISTIM PENCERNAAN
• Saluran pencernaan dimulai dari
– Mulut : memiliki organ – organ lidah, gigi geligi ,
melanjut menjadi
– Faring ,Esofagus , Lambung , Usus halus , Usus besar

• Kedalam saluran pencernaan mulai dari mulut sampai


usus halus akan bermuara berbagai kelenjar pencernaan .
• Pada Usus besar tidak berlangsung pencernaan hanya
terdapat kelenjar lendir yang diperlukan untuk
memadatkan ampas makanan dan mempermudah
pengeluarannya.
SISTIM PERNAFASAN
• Sistim pernafasan dimulai dari : Hidung , Saluran pernafasan atas,dan
Paru – paru
• Sistim pernafasan menjamin tersedianya Oksigen yang sangat
dibutuhkan oleh metabolisme sel
• Oksigen berdifusi masuk kedalam darah dari paru – paru diikat oleh
eritrosit
• Karbon dioksida akan dikeluarkan oleh sistim pernafasan melalui
hembusan nafas
• Sistim pernafasan terdiri atas :
– saluran pernafasan ayang akan mengangkut udara
– Dan Alveolus yang merupakan organ pertukaran udara
• Pernafasan tidak akan berlangsung bila tidak ada udara yang masuk
atau keluar melalui saluran pernafasan
• Untuk bernafas diperlukan otot – otot pernafasan untuk mengembang
kan dan mengempiskan rongga dada
SISTIM EKSKRESI
• Diperlukan untuk membuang bahan – bahan hasil pembakaran
yang membahayakan tubuh
• Dalam sistim ekskresi terdapat organ untuk menapis darah dan
organ untuk mengangkut dan menampung bahan – bahan
yang ditapis , dan selanjutnya dikeluarkan dari tubuh
• Ginjal memindahkan bahan – bahan yang tidak dibutuhkan
dari dalam darah dibuang melalui air kencing
• Bahan – bahan yang akan dibuang berasal dari makanan atau
minuman yaitu :
– Urea , asam urat
– Kelebihan ion – ion dan air
• Ginjal melakukan fungsinya dengan menyaring darah yang
masuk , membuang bahan yang tidak dibutuhkan dan
mengambil kembali bahan yang masih dibutuhkan
SISTIM PEREDARAN DARAH
• Jantung memompa darah keseluruh tubuh untuk mengedarkan
darah kesetiap bagian jaringan diseluruh tubuh

• Darah mengangkut zat makanan dan oksigen serta bahan –


bahan sisa metabolisme dan CO2

• Sistim peredaran darah terdiri atas :


– Organ yang dapat menggerakkan darah untuk beredar yaitu
jantung
– Organ untuk mengangkut darah yaitu pembuluh darah

• Sistim peredaran darah sangat erat berkaitan dengan sistim


pencernaan , sistim sekresi dan sistim pernafasan
SISTIM RANGKA
• Tersusun dari :
– Tengkorak
– Tulang badan
– Tulang – tulang anggota
• Berfungsi untuk:
– penegak dan pembentuk tubuh ,
– tempat melekatnya otot,
– pelindung alat- alat tubuh seperti Otak, paru-paru,
jantung
• Sel- sel darah merah dibuat pada sumsum tulang
SISTIM GERAK
• Diperlukan untuk menggerakkan bagian tubuh .
• Baik gerakan tubuh tanpa kepindahan tubuh
maupun untuk gerakan yang mengakibatkan
kepindahan tubuh dari tempatnya

• Didalam sistim gerak dibedakan :


– Alat gerak Aktif : terdiri atas susunan jaringan otot
– Alat gerak Pasif : Yaitu rangka tubuh
SISTIM ENDOKRIN
• Disebut juga sistim kelenjar atau sistim hormon
• Tersusun dari berbagai kelenjar,antara lain :
– Kelenjar Hipofisis
– Kelenjar Tiroid / gondok
– Kelenjar Pararenalis/ anak ginjal
• Fungsinya :
– memproduksi hormon untuk memacu pertumbuhan , regulasi
dan homeostasis
– Mengatur kesuburan , mengatur pembuangan
– Memproduksi air susu
– Dan pengaturan fungsi tubuh lainnya yang sangat penting
• Hormon dikeluarkan dari dalam tubuh dan dipergunakan oleh
tubuh sendiri
SISTIM SARAF
• Tersusun dari :
– Serabut saraf
– Simpul saraf
– Sumsum tulang belakang
– Otak

• Fungsi sistim saraf :


– Menerima dan merespons rangsangan dari
lingkungannya ( luar / dalam tubuh ).berupa
aktifitas tubuh ( perilaku / integritas)
SISTIM SARAF
• Sistim saraf terdiri dari 3 bagian pokok :
– Saraf Sensoris : fungsi untuk mengetahui keadaan tubuh
dan lingkungannya
– Saraf Pusat : terdiri dari Otak dan Medula spinalis , Otak
menyimpan informasi , menghasilkan pikiran , ambisi,
emosi dan menentukan reaksi atas apa yang dicetuskan
sensasi . Sinyal dari saraf pusat diteruskan ke saraf motoris
– Saraf Motoris : menerima sinyal dari saraf pusat dan
mencetuskannya dalam bentuk gerakan anggota tubuh

• Terdapat juga Sistim saraf Otonom yang kerjanya tidak


dipengaruhi keinginan .
SISTIM REPRODUKSI
• Fungsi sistim Reproduksi adalah memperbanyak keturunan untuk
pelestarian jenis

• Pada PRIA organ reproduksi terdiri dari :


– Penis - Testis
– Vas deferens - Kantung semen
• Sel spermatozoa dihasilkan oleh Testis dengan organ
reproduksinya penis

• Pada WANITA sistim reproduksi terdiri dari :


– Vagina - Ovarium
– Rahim - Saluran Tuba Fallopi
• Sel telur ( Ovum) dihasilkan oleh ovarium dan organ
reproduksinya vagina
KOMPOSISI TUBUH MANUSIA
• Komponen terbesar tubuh manusia adalah air ,
• selebihnya berupa senyawa sebagai berikut :

– Senyawa Organik, terdiri dari :


• Protein : 15% BB
• Lipid : 15% BB
• Karbohidrat : 5% BB

– Senyawa An Organik, yaitu :


• Mineral : 5% BB
– Kation : Na, K,Ca, Mg, Fe, Zn , dan Cu
– Anion : Cl, HCO,H2PO4, PO4,SO4
FISIOLOGI

CAIRAN TUBUH
• Agar fungsi sel dapat berlangsung normal semua sel dan
jaringan tubuh terendam dalam cairan dengan komposisi
yang relatif konstan .

• Keseimbangan yang dinamis dan homeostatis dari air ,


elektrolit dan keseimbangan asam basa dalam tubuh
dipelihara melalui mekanisme faal yang kompleks yang
melibatkan banyak sistim tubuh yang lain

• Gangguan cairan, elektrolit dan asam basa sering


merupakan dasar penyebab suatu penyakit yang pada
akhirnya menyebabkan gangguan sistemik .
DISTRIBUSI CAIRAN TUBUH
• Cairan ekstrasel ditransport keseluruh bagian tubuh dalam
2 tingkatan
– Tingkat pertama : memerlukan pergerakan darah mengitari
sistim sirkulasi
– Tingkat kedua : pergerakan cairan antara kapiler dan sel

• Sewaktu darah berjalan melalui sirkulasi terjadi pertukaran


yang terus menerus antara bagian plasma darah dengan
cairan interstitial dalam ruangan sekitar kapiler , banyak
cairan yang dapat berdifusi bolak balik antara darah dan
ruangan jaringan dikarenakan kapiler berpori – pori
.Proses difusi ini disebabkan oleh gerak kinetic molekul –
molekul didalam plasma dan cairan intrasel .
SUMBER CAIRAN TUBUH

• Cairan dan elektrolit masuk kedalam tubuh


melalui makanan , minuman dan cairan intra
vena, dan didistribusikan keseluruh bagian tubuh
• Cairan tubuh adalah larutan yang terdiri dari air
dan zat terlarut
• Elektrolit adalah zat kimia yang menghasilkan
partikel – partikel bermuatan listrik yang disebut
ion
PENGELUARAN CAIRAN TUBUH
• Pengeluaran cairan setiap hari pada orang
sehat melalui :
– Ginjal : dalam bentuk kemih
– Usus halus : dalam bentuk feses
– Paru – paru : dalam udara ekspirasi
– Kulit : dalam bentuk keringat
DIFUSI DAN OSMOSIS

• Perpindahan air dan zat terlarut diantara


bagian tubuh melibatkan mekanisme
transportasi aktif dan pasif
• Mekanisme transportasi aktif memerlukan
energi
• Difusi dan osmosis merupakan transport pasif,
tidak perlu energi untuk pelaksanaannya .
KOMPOSISI CAIRAN TUBUH
• Pada orang dewasa :
– 40% BB / 2/3 dari Total Body Water (TBW) berada
didalam sel disebut sebagai Cairan intra selular ( ICF)
dan

– sisanya 20% dari BB/ 1/3 dari Total body water (TBW)
berada diluar sel disebut cairan ekstraselular ( ECF) ,
terdiri dari :
• Cairan interstitial limfe ( ISF) terletak diantara sel ( 15% )
• Cairan intra vaskular (IVF) atau plasma ( 5%)
• Dan Cairan transelular yang merupakan cairan
serebrispinal, cairan intra okular , sekresi saluran cerna
ORGAN – ORGAN TUBUH YANG BERFUNGSI EKSKRESI :

ORGAN EKSKRESI ZAT / BAHAN YANG DIKELUARKAN

Paru-paru / pulmonum Uap air ( H2O), CO2 ( Karbon dioksida)

Hati/ hepar Cairan empedu

Ginjal / renalis Air , urea , garam , racun , vitamin

Kulit / integumen Air , garam


PATOFISIOLOGI

ORGAN DASAR TUBUH MANUSIA


ISTILAH PERKEMBANGAN PENYAKIT
• Penyakit : suatu perubahan dalam individu yang menyebabkan
parameter kesehatan mereka berubah diluar batas – batas normal

• Etiologi : sebab / identifikasi faktor – faktor yang menimbulkan


penyakit

• Patogenesis penyakit : perkembangan atau evolusi penyakit yang


membawa kelainan – kelainan yang dapat ditemukan

• Manifestasi penyakit : sejumlah perubahan dalam proses biologis


yang dapat dideteksi (gangguan fungsi belum terlihat tetapi proses
penyakit sudah mulai dan dapat dideteksi melalui analisa
laboratorium )

• Gejala subyektif / perasaan subyektif : penderita mulai merasakan


sesuatu yang tak beres pada tubuhnya , misal Nausea , rasa tidak
enak , rasa sakit
• Gejala obyektif / manifestasi objektif : tanda – tanda penyakit
yang dapat diidentifikasi , misal demam, kulit memerah, teraba
massa

• Lesi : suatu perubahan struktur yang dapat ditunjukkan dalam


perkembangan penyakit

• Sequele : akibat dari suatu penyakit menimbulkan sisa misl :


jaringan parut

• Komplikasi : suatu proses baru atau proses terpisah yang timbul


sekunder karena beberapa perubahan yang dihasilkan oleh
keadaan aslinya

• Resolusi “ kembali kekeadaan normal ,dapat karena pertahanan


tubuh ( spontan) juga akibat pengobatan yang berhasil
Cedera sel
• Banyak cara dimana sel mengalami cedera atau mati , salah satu
faktor yang penting adalah defisiensi oksigen atau bahan
makanan
• Sebab kedua yang penting yang dapat melukai sel adalah faktor
fisik menyangkut robeknya sel , cedera akibat mekanik dan suhu
• Sebab ketiga adalah adanya agen – agen menular yang
menimbulkan cedera pada sel
• Dan juga adanya agen kimia yang dapat melukai sel
• Zat – zat toksin ini dapat masuk kedalam sel melalui lingkungan
dan juga dari akumulasi zat endogen misal kesalahan
metabolisme yang ditentukan secara genetik yang dapat melukai
sel .
RESPON DARI SEL
• Reversibel : jika rangsang yang menimbulkan cedera dapat
dihentikan dan sel kembali sehat

• Ireversibel : bila perubahan tersebut tidak dapat diatasi dan


menimbulkan kematian sel

• Perubahan – perubahan yang terjadi pada sel disebut degenerasi


atau perubahan degeneratif

• Bentuk perubahan degeneratif yang paling sering dijumpai adalah


penimbunan air didalam sel yang bersangkutan .terjadi
pembengkakan sel .

• Perubahan degeneratif juga dapat terjadi penimbunan lemak /


lipid terutama di organ hati
RESPON DARI SEL
• Jika bahaya pembengkakan sel dapat dihilangkan maka setelah
beberapa lama sel akan mulai mengeluarkan natrium bersama –
sama dengan air dan sel kembali menjadi normal

• Selain peningkatan penimbunan air atau lemak , respon dari sel


juga dapat timbul pengurangan massa berupa suatu penyusutan

• Pengurangan ukuran sel atau jaringan atau organ disebut Atrofi ,


jaringan atau organ yang atrofi berukuran lebih kecil dari normal

• Dalam proses untuk menjadi atrofi sel akan mengabsorpsi


sebagian dari unsur – unsurnya disebut otofagositosis atau
otofagi yaitu suatu proses memakan diri sendiri
RESPON DARI SEL
• Proses seseorang menjadi tua adalah sesuatu yang sangat
kompleks yang menyangkut banyak faktor :
– Faktor Genetik
– Faktor endokrin
– Faktor imunologis
– Faktor lingkungan
• Penuaan dapat diakibatkan oleh pembatasan genetik yang nyata
pada kemampuan replikatif dari sel dengan penimbunan progres
sif dari luka – luka kecil dalam sel yang tidak lagi melakukan
proliferasi.
• Sisa bahan yang tidak dapat dicerna akan tertimbun menimbul
kan struktur didalam sel ,umumnya berwarna coklat tua ,disebut
lipofusin / pigmen ketuaan/ pigmen keausan suatu brown atrofi.
KEMATIAN SEL
• Jika pengaruh bahaya pada suatu sel cukup hebat atau berlangsung
cukup lama sehingga sel mencapai titik dimana sel tidak lagi dapat
mengkompensasi dan tidak dapat melangsungkan metabolisme maka
sel akan mati secara ireversibel .

• Bila sebuah sel atau sekelompok sel / jaringan dalam hospes yang
hidup diketahui mati maka disebut nekrotik ,
• Nekrosis merupakan kematian sel lokal
• Sel- sel yang mati akan berubah secara kimiawi enzim – enzim yang
terkandung disel mati akan dilepaskan , jaringan hidup disekitarnya
akan berespon terhadap perubahan tersebut menimbulkan suatu
reaksi peradangan akut
• Reaksi peradangan akut berupa pengiriman banyak leukosit kedaerah
tersebut untuk membantu proses pencernaan sel – sel yang mati
JARINGAN NEKROTIK
• Morfologi jaringan nekrotik
– Nekrosis koagulativa gangren
– Nekrosis Liquefaktiva
– Nekrosis Kaseosa perkejuan

• Akibat Nekrosis :adalah hilangnya fungsi daerah yang mati.


• Pada beberapa keadaan dapat menjadi fokus infeksi , suatu
medium pembiakan yang baik sekali bagi pertumbuhan
organisme tertentu yang kemudian dapat menyebar ketempat
lain ditubuh dan dapat menimbulkan perubahan sistemik
tertentu.
• Misal demam , leukositosis, perubahan enzim dsb
• Dalam banyak hal dapat juga terjadi jaringan parut
KEMATIAN SOMATIK
• Kematian pada seluruh jaringan individu disebut kematian
somatik

• Definisi lama : seseorang dinyatakan meninggal jika fungsi


vital berhenti tanpa ada kemungkinan untuk berfungsi
kembali .

• Definisi umum tentang kematian somatik saat ini adalah


menyangkut kegiatan Sistim saraf pusat khususnya otak , jika
otak mati maka kegiatan listrik terhenti , jika hilangnya
kegiatan listrik selama jangka waktu yang sudah ditentukan
secara ketat maka dokter berwenang menganggap penderita
meninggal walaupun paru – paru dan jantung masih dapat
dijalankan secara buatan untuk waktu beberapa lama
KEMATIAN SOMATIK
• Setelah kematian terjadi perubahan –
perubahan tertentu yang disebut perubahan
post mortem .
• Timbul kekakuan pada otot yang disebut rigor
mortis ,
• mayat menjadi dingin ( algor mortis ) ,
• perubahan warna mayat ( livor mortis ) akibat
sirkulasi darah berhenti
LANJUT KULIAH MENDATANG
PERTANYAAN
• Jawab pada selembar kertas
• Nama
• Nip
• TT
• Ketik omputer : Font size 12 – Times New
Roman
1. Gambaran proses penyakit dasar termasuk
reaksi tubuh terhadap kelainan pertumbuhan
selular
2. Definisi Mitosis dan Meiosis ?
3. Gambar organ jantung pembuluh darah