Anda di halaman 1dari 21

Oleh:

Emanuel Harman 1421404533


Nendra Lintang R.I 1421404540
Aris Adhi Pratama 1421404572
Gigih Perwira Mukti 1421404585
Helmi Ardiansyah 1421404591
2

Salah satu teknik analisis statistik inferensial yang dipergunakan


untuk menguji hipotesis sebagai upaya untuk penarikan
komparasional.

Analisis ini digunakan untuk menguji ada tidaknya perbedaan


antarvariabel yang diteliti, sehingga diperoleh kesimpulan apakah
perbedaan ini cukup (signifikan) atau hanya kebetulan.

Teknik analisis Komparasional ini biasanya digunakan untuk


menguji dua data (Bivariat) dengan dua metode T-Test dan Chi
Kuadrat
3

UJI T-TEST
Tes statistik yang dapat dipakai untuk menguji perbedaan atau
kesamaan dua kondisi/perlakuan atau dua kelompok yang berbeda dengan
prinsip memperbandingkan rata-rata (mean) kedua kelompok/perlakuan itu.

Permasalahan yang hendak diuji memalui penelitian dengan bantuan


analisis uji t adalah yang bersifat membandingkan dua perlakuan maka
perumusan hipotesis yang benar dapat membantu mempermudah pengujian.
Ho dituliskan untuk hipotesis bahwa tidak ada perbedaan
H1 Dituliskan untuk hipotesis bahwa ada perbedaan
H0= bila A = B
H1= bila A ≠ B
4

Contoh…

▫ Melakukan penelitian tentang permasalahan yang


berkenaan dengan perbandingan skor Kecepatan
Efektif Membaca (KEM) antara siswa yang
menggunakan teknik membaca model SQ3R dengan
yang menggunakan teknik membaca model biasa.
5

1. Hipotesisnya dirumuskan sebagai berikut:

• H0 = KEM siswa yang menerapkan teknik SQ3R sama


dengan KEM siswa yang membaca dengan cara biasa.
• H1 = KEM siswa yang menerapkan SQ3R lebih tinggi
dibandingkan dengan KEM siswa yang membaca
dengan cara biasa.
Atau
6

Lanjutan…
▫ Keterangan:
▫ : rata-rata KEM siswa kelompok eksperiment (yang
menerapkan SQ3R)
▫ : rata-rata KEM siswa kelompok kontrol (yang
membaca dengan cara biasa)
7
2. Sampel berukuran 30 orang untuk kelompok eksperimen dan
30 kelompok orang untuk kelompok kontrol.
3. Tes Normalitas Distribusi Data
Kelompok Kelompok Kontrol
Eksperiment
39 45.1 34
58.9 49.9 52.3
40.8 41.6 30
43.2 49.9 40.1
54.2 37.6 36.3
44.2 46 56.7
60 40.2 32.7
73.6 57.5 50
53.1 34 41.8
62.8 43.4 47.1
52.1 52.3 36.3
68 52.8 51.8
41.6 40 39.7
54.4 52 41.9
50.6 40.8 45
54.4 52.3 40.8
37.4 31.9 39.7
54.4 56.7 41.8
42 37.9 34
55.8 56.7 45.3
8
• Diuji dengan menggunakan rumus:

• (Andaikata setelah diuji disimpulkan berdistribusi normal)


4. Tes Homogenitas Dua varians
Diuji dengan menggunakan rumus

• (Andaikata setelah diuji disimpulkan kedua varians homogen)


9
5. Penggunaan Uji t
a. Mencari deviasi standar gabungan (dsg).
Rumusnya:

Keterangan:
n1 = banyaknya data kelompok 1
n2 = banyaknya data kelompok 2
V1 = varians data kelompok 1
V2 = varians data kelompok 2
10
▫ Untuk permasalahan contoh 1 di atas
▫ Diketahui:

Maka :

= 9,61
11

b. Menentukan t hitung

Keterangan:
▫ = rata-rata data kelompok 1
▫ = rata-rata data kelompok 2
▫ dsg = nilai deviasi standar gabungan
▫ Untuk permasalahan contoh 1 diketahui:

▫ Maka :

▫ Jadi, thitung = 4,73


13

c. Menentukan derajat kebebasan (db)


• Rumusnya : db = n1 + n2 – 2
• Untuk contoh 1 di atas diperoleh:
• db = 38 + 38 – 2 = 74

d. Menentukan ttabel
untuk hipotesis satu ekor, t tabel =
untuk hipotesis dua ekor, t tabel =
14

▫ Karena pada contoh 1 di atas hipotesisnya (H1) dirumuskan terarah


(satu ekor-ujung kanan), yaitu kelompok esperimen lebih baik
daripada kelompok kontrol maka ttabel = dengan taraf signifikasi (α)
= 0,01 dan db = 74, akan dicari dalam daftar statistik t.
▫ Nilai dicari dengan melihat tabel, yaitu:
= 2,378
Jadi, t hitung dan t tabel = 4,73 dan2,383
15
CARA BACA TABEL T

1. Hitung derajat kebebasan 2. Tentukan Tingkat signifikasi


(df) Rumusnya :
db = n1 + n2 – 2
db = 38 + 38 – 2= 74
4. Rumus tabel
3. Tentukan apakah hipotesis
satu sisi atau dua sisi. Dari Maka hasilnya
contoh diatas adalah 1 sisi
dengan signifikasi 0,01 atau 1% Lihat ukuran 1% untuk satu sisi
dan dan pada derajat kebebasan
74 sehingga menghasilkan nilai
2,378
16

▫ Pengujian hipotesis
▫ Hipotesis yang diuji adalah :

▫ Kriteria pengujiannya:
Tolak H0, jika thitung > ttabel , dalam hal lain H0 diterima.
Dari hasil perhitungan diperoleh thitung > ttabel = 4,73 > 2,383,
Sehingga H0 ditolah (H1 diterima)
Sehingga disimpulkan bahwa siswa yang menerapkan SQ3R lebih tinggi
dibandingkan dengan KEM siswa yang membaca dengan cara biasa
17

• Chi Square (X2) adalah tehnik statistik yang digunakan untuk


menguji hipotesis bila dalam populasi terdiri atas dua atau lebih
kelas, data berbentuk nominal dan sampelnya besar.
• Rumus Chi Kuadrat adalah sebagai berikut:
k
f o  fh 
2
X2  i 1 fn
• X2 = Chi Kuadrat
• fo = Frekuensi yang diobservasi
• fh = Frekuensi yang diharapkan
18

• Contoh Chi Kuadrat untuk menguji hipotesis deskriptif (1 sampel) dua kategori.
• Telah dilakukan pengumpulan data untuk mengetahui bagaimana kemungkinan mahasiswa di
STAI D Lampung dalam memilih dua calon bupati. Calon yang satu adalah pria dan calon
kedua adalah wanita. Sampel diambil secara acak sebanyak 300 orang. Berdasarkan sampel
tersebut, 200 mahasiswa memilih pria dan 100 mahasiswa memilih wanita.
• Hipotesis yang diajukan adalah
• Ho = Peluang calon pria dan wanita adalah sama untuk dapat dipilih menjadi calon
bupati.
• Ha = Peluang calon pria dan wanita adalah tidak sama untuk dapat dipilih
menjadi calon bupati.

Alternatif Frekuensi Frekuensi


calon bupati yang diperoleh yang diharapkan
Calon pria 200 150
Calon Wanita 100 150
Jumlah 300 300
19

Alternatif Fo Fh Fo – Fh (Fo – Fh)2 (Fo – Fh)2


Pilihan Fh
Calon pria 200 150 50 2500 16,67
Calon Wanita 100 150 -50 2500 16,67

Jumlah 300 300 0 5000 33,33


• Jika hitung <
X2 X2 tabel maka Ho diterima
• Jika X2 hitung ≥ X2 tabel maka Ho ditolak

• Harga Chi Square sebesar 33,33. harga Chi Square tabel dengan tingkat signifikansi
5% dan db = n – 1 = 2 – 1 adalah 3,481.

• Kesimpulan
• Hipotesis nol yang diajukan bahwa peluang pria dan wanita sama untuk dipilih
menjadi bupati di tolak.
• Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa cenderung memeilih pria
menjadi bupati.
20
CARA BACA TABEL Chi Kuadrat

2. Tentukan Tingkat signifikasi


dimana di contoh adalah 5% =
1. Hitung derajat kebebasan (α) 0,05
Rumusnya :
α=n–1 3. Pertemukan ukuran α = 1dan
α = 2 –1 =1 tingkat signifikasi 0,05 sehingga
menghasilkan nilai3,841
21

Sekian
Terimakasih