Anda di halaman 1dari 41

OBAT YANG BERPENGARUH

PADA DARAH

1. GLUKOSA DARAH
2. LIPID/KOLESTEROL DARAH
3. ANTIANEMIA DEFISIENSI
4. ANTIKOAGULAN,
ANTITROMBOSIT,
TROMBOLITIK, DAN
HEMOSTATIK
ANTIDIABETIK
DM : penyakit krn gangguan menahun pada sistem metabolisme karbohidrat/glukosa dalam
tubuh  gula tdk dpt msk ke dlm sel  gula tdk dpt diubah mjd tenaga  hiperglikemia
meningkatnya kadar gula dalam darah

DM dpt tjd krn:


- defisiensi produksi hormon insulin krn kerusakan sel β pankreas, shg gula yg msk ke
dlm sel sedikit  gula yg diubah mjd tenaga jg sedikit  kadar gula dlm darah tinggi
- produksi insulin normal, tp intake gula setiap harinya terlalu tinggi
- produksi insulin normal, tp sensitifitas insulin rendah  kerja insulin tdk maksimal 
gula tdk dpt msk ke dlm sel  gula tdk dpt diubah mjd tenaga

SIMTOM
 Keberadaan zat-zat keton dan asam yang berlebihan ini menyebabkan:
– rasa haus yang terus menerus, banyak minum (polidipsi),
– banyak kencing (poliuri),
– penurunan berat badan meskipun selera makan meningkat (polifagi),
– penurunan daya tahan tubuh atau tubuh lemah
– terdapatnya kandungan gula dalam air kencing dan zat-zat keton serta asam (keto-asidosis) yang
berlebihan
Regulasi kadar glukosa dlm darah

Hormon sel penghasil mekanisme

Insulin sel β memasukkan glukosa ke dlm sel


Glukagon sel α ↑ prod gula hepatik
Somatostatin sel δ inhibitor glukagon

 Saat tubuh kdr gulanya rendah, maka utk menjaga homeostasis 


sekresi glukagon meningkat
 Glukagon: protein yg dihslkan oleh sel pankreas α, menjaga kdr glu
dgn stimulasi output gula hepatik (meningkatkan kdr gula drh)
FACTOR PENCETUS DM ???
Keturunan
15-20% NIDDM mempunyai riwayat keluarga DM,
IDDM sebanyak 60% berasal dari keluarga DM
Virus
akibat penyakit parotis (infeksi virus yang menyerang sel β-pankreas) dapat
menyebabkan DM pada anak-anak
Kegemukan
pada orang gemuk aktifitas insulin di jaringan lemak dan otot menurun
Usia
pada org yg telah berumur aktifitas sel β-pankreas utk menghasilkan insulin
menurun, selain itu sensitivitas sel-sel jaringan berkurang sehingga tidak
menerima insulin (Gangguan Toleransi Glukosa)
Diet, pola makan tinggi karbohidrat
Hormon
glukagon, GH, tiroksin, epinefrin, dan kortison  antagonis terhadap insulin
Obat
diuretika, adrenalin, kortikosteroid, kontrasepsi oral dapat meningkatkan
kadar glukosa darah (Chang, 2002).
ETIOLOGI
Klasifikasi DM:

 Tipe I: Insulin Dependent Diabetes Mellitus


(IDDM)
 Tipe II: Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus
(NIDDM)
 Gangguan toleransi glukosa
 DM krn malnutrisi
 Diabetes saat kehamilan (Price dan Wilson, 1995).
Insulin Dependent Diabetes
Mellitus (IDDM)
 Umumnya diderita org muda berusia 30 tahunan atau bahkan
sejak anak-anak
 juvenil onset diabetes
 disebabkan oleh adanya defisiensi insulin
 Hal itu terjadi karena ada kerusakan sel -pankreas yang
merupakan sel penghasil insulin.
 Kerusakan tersebut akibat peradangan yang timbul karena
faktor lingkungan, bisa berupa virus yang menyerang atau zat
kimia toksik.
 Diabetes tipe ini sangat tergantung pada keberadaan insulin
eksogen yang biasa diberikan melalui injeksi insulin
Non Insulin Dependent Diabetes
Mellitus (NIDDM)

 umumnya diderita org dewasa yang berusia 40 tahun keatas


 adult onset diabetes
 Sel -pankreas penderita masih berfungsi tapi tidak efektif 
kemampuannya dalam mensekresi insulin menurun.

 Tujuan pengobatan  untuk memelihara konsentrasi darah dalam


batas normal dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
 terapi primer: pengurangan berat badan (diet) dan olah raga
 terapi sekunder: pemberian obat-obat antidiabetika oral
 Diabetes mellitus karena malnutrisi
Defisiensi gizi (malnutrisi), defisiensi enzim atau
sekresi hormon yang abnormal dapat menyebabkan
DM (Robert dan Murray, 1995).

 Diabetes mellitus saat kehamilan


Terjadi krn peningkatan sekresi berbagai hormon.
Oleh karena itu kehamilan merupakan keadaan
diabetogenik. Umumnya setelah melahirkan, kadar
glukosa darah tersebut kembali normal (Dalimartha,
1996; Price dan Wilson, 1995).
Makanan

Glikogen
Glukosa
Glukosa fosfat 3CO2

Lintasan pentosa fosfat

Triosa fosfat Ribosa fosfat

Asil gliserol
Piruvat Laktat
Asam CO2
amino

Asetil Ko-A Asam lemak


Kolesterol
Protein

Asam Siklus
Siklus
amino Asam sitrat
asam sitrat

2CO2 + H2O
Uji Kadar Glukosa Darah
 metode untuk mengetahui kadar gula darah.
 Keadaan diabetes dapat diinduksi dengan cara pankreatektomi
dan secara kimia  digunakan zat-zat kimia (diabetogen) seperti
glukosa, aloksan, streptozotosin, diaksosida, adrenalin, dan
EDTA.

 Hewan percobaan: mencit, tikus, kelinci, atau anjing.


 Penentuan kadar gula dapat dilakukan secara kualitatif terhadap
glukosa urin dan secara kuantitatif pada glukosa darah.
 spektrofotometri dengan Vitalab micro
 reagen yang lazim digunakan untuk pembentukan warna
adalah glukosa oksidase (GOD-PAP).
CH2OH
CH2OH
H O OH H HO
H GOD
H + O2 + H2O OHH H O + H2O2
OH

OH H OH

H OH H OH
Asam-O-glukonat
D-glukosa
O

OH H3C NH2
H3C N

N O
H3C N Peroksidase N O + 2 H2O
H2O2 + + H3C N

Fenol
4-aminoantipirin
Kuinonimin
TERAPI DM
 Tujuan jangka pendek: menghilangkan keluhan dan gejala
diabetes mellitus

 Tujuan jangka panjang: mencegah atau memperlambat


timbulnya komplikasi yang dapat menyerang pembuluh darah,
ginjal, mata, saraf, kulit, dan kaki.

 Tindakan:
 terapi primer  diet diabetes mellitus, latihan fisik atau
olahraga dan penyuluhan kesehatan;
 terapi sekunder  obat antidiabetika oral
(glibenklamid, tolbutamid, klorpropamid, metformin)
 cangkok pankreas OCH3

CO NH CH2CH2 SO2 HN CO NH

Cl
Struktur glibenklamid
Der.
Sulfonilurea

Anti
diabetika

Hormon Der.
Insulin Biguanid
ANTIDIABETIKA ORAL
 Derivat Sulfonilurea
 merangsang sel -pankreas untuk melepaskan
persediaan insulinnya.
 Obat-obat dari golongan sulfonilurea dibedakan
menjadi 3 kelompok, yaitu:

– Obat dengan masa kerja singkat (6-12 jam), misalnya


tolbutamid (Rastinon, Artosin ) dan glukodion (Glurenorm)
– Obat dengan masa kerja menengah ( 15 jam), misalnya
glibenklamid (gliburid) (Daonil, Englukon), gliklomida
(Diamikron), dan glipizida (Minidiab)
– Obat dengan masa kerja panjang ( 70 jam), misalnya
klorpropamide (Diabenese, Diabex), Asetoheksamid,
tolazamid
EFEK Der. sulfonilurea
 Efek pankreatik meliputi:
(1) perangsangan sel  untuk mensekresi insulin,
(2) perangsangan sel  untuk mensekresi hormon
somatostatin yang merupakan inhibitor
glukagon,
(3) menekan sel  sehingga sekresi glukagon
menurun.

 Efek ekstra pankreatik:


peningkatan jumlah reseptor insulin dan
sensitivitas reseptor pada jaringan perifer
DER. BIGUANID
Mekanisme:
 Menurunkan produksi gula hepatik
 Meningkatkan sensitifitas insulin  kerja insulin maksimal 
gula msk ke dlm sel  gula diubah mjd tenaga

Obat golongan ini meliputi:


 fenformin, metformin (Gluciphage, Benoformin)
 acarbose (Glukobay 50 dan 100) merupakan obat baru yang efektif
menghambat penyerapan gula di usus (Price dan Wilson, 1995).

 Obat gol. Sulfonilurea dan Biguanid dpt digunakan sendiri-sendiri


atau dikombinasi, tetapi setiap macam obat dari golongan yang
sama tidak boleh digunakan secara bersamaan (Price dan Wilson,
1995).
HORMON INSULIN:
Dr. Frederick Banting dan Prof. Charles Best
(Inggris, 1921)
HORMON INSULIN
 Insulin dilepaskan dari sel -pankreas (dr btk proinsulin) sbg respon
thdp rangsangan glukosa, manosa, dan asam amino lain (leusin dan
arginin) dan benda keton.
 Hormon ini mempengaruhi metabolisme karbohidrat, lemak, dan
protein. Kerja insulin menaikkan penguraian glukosa, menaikkan
pembentukan glikogen dalam hati dan otot, mencegah penguraian
glikogen, menstimulasi pembentukan protein dan lemak dari
glukosa.

 Berdasarkan daya kerjanya, hormon insulin dibedakan menjadi:


 insulin dengan masa kerja pendek (2-4 jam), misalnya Reguler
Insulin dan Actrapid
 insulin dengan masa kerja menengah (6-12 jam), misalnya
Monotard dan NPH
 insulin dengan masa kerja panjang (18-24 jam), misalnya PZI
(Protamin Zink Insulin) dan Monotard Ultralente
Inaktivasi hormon insulin

– Esterifikasi ggs karboksilat


– Oksidasi / reduksi ggs sulfida
– Pengrusakan oleh enzim proteolitik
(kimotripsin, pepsin, papain)
– Modifikasi pada ggs amino bebas atau ggs
hidroksil alifatik
ANTIHIPOGLIKEMI
 GLUKAGON
– Dihasilkan oleh sel α pulau Langerhans
– Sekresi meningkat dlm kondisi hipoglikemi dan menurun dlm
keadaan hiperglikemi

 DIAZOKSID
– p.o.  efek hiperglikemi
– i.v.  efek antihipertensi
– Diazoksid minoksidil, kromakalim  kanal ion K+ otot polos
jantung dan vaskuler terbuka  efluks K+ ke luar sel 
hiperpolarisasi  relaksasi jantung dan vaskuler  antihipertensi
ANTIHIPERLIPIDEMIK
DAN
ANTISKLEROSIS
Antihiperlipidemik

 Ditujukan utk menurunkan resiko penyakit


aterosklerosis
 Obat utk menurunkan kadar lipid plasma (kolesterol,
trigliserida, fosfolipid, dan asam lemak bebas) tdk
larut dlm plasma
susunan molekul lipid  lipoprotein

Larut dlm plasma


 Lipoprotein mengangkut lipid dr tempat sintesis
menuju tempat penggunaannya
Penggolongan lipoprotein:

 VLDL
– Mgd 60% trigliserid endogen dan 10-15% kolesterol
– Dibentuk dr asam lemak bebas di hati
 LDL
– Lipoprotein pengangkut kolesterol terbesar (menuju jaringan perifer)
utk sintesis membran plasma dan hormon steroid
– Mgd trigliserida 10% dan kolesterol 50%
– Mrpkn metabolit dr VLDL
 IDL
– Mgd 30% trigliserid, 20% kolesterol, apoprotein
– Katabolisme VLDL  IDL  LDL
 HDL
– Mgd 13% kolesterol, < 5% trigliserid, 50% protein
– HDL1 (induksi aterosklerosis), HDL2, HDL3
– Mengangkut kolesterol dr jaringan perifer ke hati  penimbunan
kolesterol di perifer ↓
HIPOLIPIDEMIK
 Asam fibrat
– klofibrat
– gemfibrozil
– fenofibrat
– siprofibrat
– bezafibrat
 Resin
– kolestiramin
– kolestipol
 Penghambat HMGCoA reduktase
– simvastatin
– mevastatin
– lovastatin
– pravastatin
 Asam nikotinat  asipimoks
 Probukol
 Lain-lain
– Neomisin sulfat
– Beta-sitosterol
– Dekstrotiroksin
Asam Fibrat
- utk hipertrigliserida
- menurunkan trigliserida dgn meningkatkan aktivitas
lipoprotein lipase shg katabolisme lipoprotein kaya-
trigliserida (VLDL & IDL) meningkat

RESIN
☺garam klorida dr basic anion exchange resin
☺utk hiperkolesterolemia dgn cara menurunkan LDL
☺mekanisme: mengikat asam empedu dlm saluran cerna
☺tjd penurunan kadar asam empedu  menyebabkan
meningkatnya produksi asam empedu yg berasal dr
kolesterol  kolesterol dlm plasma turun
Inhibitor HMGCoA reduktase

 utk hiperkolesterolemia dgn cara menurunkan LDL


 Menghambat scr kompetitif enzim HMGCoA
reduktase (enzim yg mengontrol biosintesis
kolesterol)
 Inhibitor HMGCoA reduktase  menghambat
sintesis kolesterol di hati  menurunkan kolesterol
(LDL) plasma
Asam nikotinat
 Niasin
 Salah satu komponen vit. B komplek
 Utk hipertrigliserida dgn menurunkan produksi VLDL shg
kadar IDL dan VDL juga turun
 Mekanisme: menghambat lipolisis pd jaringan lemak shg
asam lemak bebas (hasil lipolisis) yg diperlukan utk sintesis
VLDL di hati menurun  sintesis VLDL turun

PROBUKOL
 Menurunkan kadar kolesterol serum dgn menurunkan LDL
 Diduga: efek antiaterogeniknya terlepas dr efek
hipolipidemiknya
Lain-lain
 Beta-sitosterol
 Gabungan sterol tnmn yg tdk diabsorpsi GI
 Menghambat absorpsi kolesterol endogen

 Dekstrotiroksin
 Utk hiperkolesterolemia dgn cara menurunkan LDL
 Isomer optik hormon tiroid
 Menurunkan kadar lipid darah krn efek tiromimetik
(tiroksin meningkatkan metabolisme LDL)  kadar LDL
plasma turun
ANTIANEMIA
DEFISIENSI
Hematinik
 Obat utk mengobati anemia
 Zat besi (Fe), vit. B12, dan asam folat  penting utk
eritropoesis normal
 Faktor pertumbuhan sel darah merah  eritropoetin
(dibentuk oleh ginjal)

 Utk kepentingan pengobatan (anemia pd gagal ginjal


kronik & penderita yg menjalani hemodialisis),
eritropoetin diproduksi sbg rekombinan eritropoetin
human  epoetin α
Jenis Anemia
 Fe
– Kalau tdk digunakan dlm eritropoesis, Fe akan disimpan sbg cadangan
dlm btk feritin (terdpt dlm sel-sel retikuloendotelial hati, limpa, dan
sumsum tulang).
– Kebutuhan Fe: 10-12 mg/hari.

 Dpt memperbaiki klorosis  anemia akibat defisiensi Fe


 Fe dibutuhkan utk produksi Hb, defisiensi Fe  eritrosit yg terbentuk
sedikit, dgn kadar Hb yg rendah dan menimbulkan anemia
hipokromik mikrositik

 Vit. B12 dan asam folat  dibutuhkan utk sintsis DNA scr normal.
 Defisiensi vit. B12 & asam folat  gangguan produksi/sintesis (di
sumsum tulang) & maturasi eritrosit dan menimbulkan anemia
megaloblastik
 Defisiensi vit. B12  kelainan neurologik
Obat lain
• RIBOFLAVIN
- ada 2 bentuk: flavin mononukleotida (FMN)
flavin adenin dinukleotida (FAD)
- sbg koenzim dlm metabolisme flavo-protein dlm pernapasan sel
- memperbaiki aplasia eritrosit pd anemia normokromik-normositik

• PIRIDOKSIN
• Koenzim yg merangsang pertumbuhan heme
• Defisiensi piridoksin  anemia hipokromik mikrositik
• Pd sebagian besar penderita akan tjd anemia normoblastik sideroakrestik
(jumlah Fe non-Hb yg banyak dlm prekursor eritrosit)
• KOBALT
• Mampu meningkatkan jumlah hematokrit, Hb,
dan eritrosit pd penderita talasemia
• Merangsang pembentukan eritropoetin 
meningkatkan ambilan Fe oleh sumsum tulang
• Menyebabkan hipoksia intrasel shg dpt
merangsang pembentukan eritrosit
Antianemia megaloblastik
 Pembentukan eritrosit oleh sumsum tulang memerlukan vit.
B12 & asam folat.
 Vit. B12  5-deoksiadenosilkobalamin + metilkobalamin
 5-deoksiadenosilkobalamin  unsur penting dlm reaksi
enzimatik di mitokondria
 Metilkobalamin  donor metil pd pembentukan metionin dr
homosistein

 Defisiensi vit. B12 & asam folat  anemia yg disertai dgn


dilepasnya eritrosit muda ke sirkulasi drh
 Defisiensi vit. B12  kelainan neurologik (kerusakan pd
sarung mielin)
 Pembtkan lemak sarung mielin memerlukan isomerasi
metilmalonat mjd suksinat yg menggunakan 5-
deoksiadenosilkobalamin sbg kofaktor
 Defisiensi vit. B12 pd org dewasa yg tjd krn
gangguan absorpsi  anemia pernisiosa Addison

 Defisiensi folat  gangguan pembentukan


nukleotida purin dan pirimidin  kegagalan sintesis
DNA & hambatan mitosis / proliferasi sel, shg
eritrosit tdk berproliferasi (aplasia)  eritropoiesis
normoblastik berubah mjd megaloblastik