Anda di halaman 1dari 9

PENGARUH DENATURASI DAN

INHIBITOR TERHADAP KINERJA ENZIM UREASE KELOMPOK 3 dan KELOMPOK 8 1. Maghfira Varra Raudya 201510410311004 2.
INHIBITOR TERHADAP KINERJA
ENZIM UREASE
KELOMPOK 3 dan KELOMPOK 8
1.
Maghfira Varra Raudya
201510410311004
2.
Mina Gusnita Olfi
201510410311005
3.
Ariffiana Kusuma Dewi
201510410311020
4.
Narulita Dwi Puspitasari
201510410311033
5.
Ayu Kusumawardani
201510410311038
6.
Septiani Tri Ayuningsih
201510410311047
7.
Firda Unsa Nurmanda
201610410311008
8.
Naufalah 'Azmi Romadloni
201610410311004
9.
Mutmainah 201610410311038
10. Nadia Luthfiana Miftah
201610410311048
Dasar Teori  Enzim adalah golongan protein yang paling abnyak terdapat dalam sel kehidupan berfungsi sebagai

Dasar Teori

  • Enzim adalah golongan protein yang paling abnyak terdapat dalam sel kehidupan berfungsi sebagai katalisator reaksi-reaksi biokimia. Dalam reaksi enzimatis, subsansi yang terhidrolisis oleh enzim disebut substans (Supartono, 2004).

  • Urease adalah sebuah protein yang ditemukan dalam bakteri, kapang, dan bebrapa tanaman tingkat tinggi. pH optimum dari urease adalah 7,4, suhu optimum adalah 60 C dengan spesifikasi enzimatis urea dan hidroksi urea. Pada suhu kurang dari duhu optimum aktifitas enzim kan mengalami penurunan.

 Denaturasi merupakan proses terpecahnya ikatan hidrogrn, ikatan garam, atau bila susunan ruang atau rantai polipeptida
  • Denaturasi merupakan proses terpecahnya ikatan hidrogrn, ikatan garam, atau bila susunan ruang atau rantai polipeptida molekul protein berubah. Faktor- faktor menyebabkan terjadinya denaturasi pada protein antara lain suhu, pH, tekanan, dan lain-lain.

  • Inhibitor adalah suatu senyawa yang dapat menghamabat atau menurunkan laju reaksi yang dikatalisis enzim. Pada inhibitor kompetitif, inhibitor dan substrat berkompetisi untuk berikatan dengan enzim. Inhibitor non kompetitif berikatan dengan enzim pada sisi yang bukan merupakan tempat berikatan substrat dan enzim.

Hasil

Hasil

Hasil
Hasil
Pembahasan  Pada praktikum ini, kami membuat 4 larutandengan kondisi yang berbeda tiap masing-masing tabung. Pada

Pembahasan

  • Pada praktikum ini, kami membuat 4 larutandengan kondisi yang berbeda tiap masing-masing tabung. Pada tabung A merupakan larutan dengan kondisi normal. Pada tabung B diberikan perlakuan dengan diberi enzim urease yang telah dipanaskan. Pada tabung C diberikan perlakuan dengan diberi inhibitor non kompetitif. Dan pada tabung D diberikan perlakuan yang sama dengan perlakuan tabung C namun pada proses pengerjaannya(pemberian inhibitor)nya yang berbeda.

 Pada tabung A terjadi perubahan warna dari warna putih menjadi pink (merah muda). Hal ini
  • Pada tabung A terjadi perubahan warna dari warna putih menjadi pink (merah muda). Hal ini dikarenakan pada perlakuan ini dalam kondisi normal. Sehingga, phenolphtaleinyang digunakan sebagai indicator warna pada praktikun ini blablabla pada kondisi normal blablabla akan didapatkan larutan berwarna merah.

  • Pada tabung B, yang diberikan urease yang telah dipanaskan sehingga enzim terdenaturasi. Sehingga hasil pada tabung B tidak terjadi perubahan warna, hal tersebut dikarenakan enzim yang telah terdenaturasi menyebabkan modifikasi struktur enzim

sehingga tidak dapat bekerja sebagai katalis sehingga kinerja enzim urease menjadi terhambat

 Pada tabung C, yang diberikan indicator HgCl 2 pada proses terakhir dapat diketahui bahwa terjadi
Pada tabung C, yang diberikan indicator HgCl 2 pada
proses terakhir dapat diketahui bahwa terjadi
perubahan warna meski perubahan yang Nampak
tidak terlalu jelas (seperti pada tabung A). Hal ini
dikarenakan pada proses ini enzim urease sudah
membentuk reaksi namun dengan ditambahkannya
HgCl 2 menyebabkan reaksi yang telah terjadi dihambat
dengan inhibitor kompetitif. Fungsi dari HgCl 2 adalah
sebagain inhibitor non kompetitif yang akan mengikat
gugus sulfidril (-SH) dan bersifat ireeversible.
Sedangkan pada tabung D yang sama-sama diberi
indicator HgCl 2 tidak terjadi perubahan warna
dikarenakan penambahan inhibitor HgCl 2 nya pada
proses ketiga. Sehingga HgCl 2 menghambat kerja
enzim dengan mengikat gugus sulfihidril (-SH) dan
bersifat irreversible, dimana karena sifat dari inhibitor
non kompetitif bersifat tetap dan tidak dapat

dipengaruhi oleh konsentrasi substrat

KESIMPULAN  Enzim urease bekerja dengan mengubah ureum menjadi ammonium karbonat.  Pemanasan menyebabkan enzim urease

KESIMPULAN

  • Enzim urease bekerja dengan mengubah ureum menjadi ammonium karbonat.

  • Pemanasan menyebabkan enzim urease tidak dapat bekerja sebagai katalis karena adanya proses denaturasi protein.

  • Adanya inhibitor non kompetitif kerja enzim akan terhambat dan bersifat irreversible. Dimana dengan peningkatan kadar substrat tidak dapat menghilangkan inhibitor.