Anda di halaman 1dari 11

Perdarahan Gusi Pasca Ekstraksi

Gigi ec Antiagregasi dan


Antikoagulan

KELOMPOK A5
MARIA AGUSTINA DEE 102013075
JACKSON RENALDO SAMUEL RUNTULALO 102013441
ELMA EKAN FITRIA HUSAIN 102014055
YULIA ARFIANTI LEVINA 102015028
GIOVANI NANDO ERICO DIANTAMA 102015078
KADEK AYU PARAMITADEWI USADI 102015120
WILLING GIOVANI 102015169
ALAN CRISPAPAPANRIO PATANDIANAN 102015179
Skenario 9
Laki-laki 46 tahun dengan perdarahan sehabis cabut gigi
sejak 6 jam smrs. Pasien rutin mengkonsumsi obat dari dokter
jantung (Tromboaspilet 1x80mg dan simarc2 1x1 tablet)
Rumusan Masalah :

Laki-laki 46 tahun dengan


keluhan perdarahan
Mekanisme Anamnesis,
sehabis cabut gigi, dan
Hemostasis PF, PP pasien rutin mengkonsumsi
obat dari dokter jantung.

RM
Hipotesis:

Laki-laki 46 tahun dengan


keluhan perdarahan
Diagnosis,
Tatalaksana sehabis cabut gigi, dan
pasien rutin mengkonsumsi
Working obat dari dokter jantung
diagnosis,
Differensial diduga menderita
Diagnosis gangguan pembekuan
darah.
Anamnesis :
Pemeriksaan Penunjang :
- Pasien mengalami
perdarahan sehabis 1. Pemeriksaan Darah Lengkap
cabut gigi 2. Pemeriksaan Penyaring
sistem koagulasi:
- Pasien mengkonsumsi - PT
obat dari dokter - aPTT
jantung (Tromboaspilet - TT
1x80mg dan Simarc2 3. Pemeriksaan faktor koagulasi
1x1 tablet) khusus
4. Waktu Perdarahan (BT)

Pemeriksaan Fisik : -
Mekanisme Hemostasis
 vasokonstriksi pembuluh
darah
 Pembentukan sumbat
trombosit
 Pembekuan darah
 Defisiensi umum
:
sirosis hati,
kekurangan
vitamin K, terapi
Walfarin (Simarc 2)
(umumnya pasien
penyakit jantung
coroner), terapi
heparin, dll.

 Defisiensi khusus
:
Hemofilia A,
Hemofilia B.
Perdarahan gusi pasca Hemofilia Perdarahan Gusi e.c
ekstraksi ec Trombositopenia ec ITP
Antikoagulan dan
Antiagregasi

• Simarc2 (Antikoagulan) • Ada 2 bentuk : • Penyakit autoimun


Hemofilia A : def faktor yang ditandai
Menekan sintesis dihati pembekuan VIII dengan
beberapa factor koagulasi Hemofilia B : def faktor
trombositopenia yang
yang terjadi pada penyakit pembekuan IX
tromboemboli. Secara in • PF : menetap, akibat
vivio, obat bekerja hematoma, dapat berupa autoantibodi yang
menekan secara berurutan kebiruan, pada berbagai mengikat antigen
factor-faktor II, VII, IX, X bagian tubuh dan trombosit
yang terlibat pada proses hemarthrosis atau menyebabkan
pembekuan darah. perdarahan yang sukar destruksi premature
berhenti dan Ada riwayat trombosit dalam RES
• Tromboaspilet keluarga.
terutama limpa.
(Antiagregrasi)
• Lab :
Menghambat/ inhibisi - aPTT >>, masa • Lab :
pembentukan prostasiklin rekalsifikasi >>, CT >> Trombositopenia, Hb &
dan tromboksan A2 yang - PT & TT normal leukosit normal, pungsi
berperan pada jalur - TGT sumsum tulang
pengaktifan agregasi ditemukan banyak
trombosit.
Diagnosis

 Anamnesis

 Pemeriksaan fisik : Petechiae, Ekimosis,


Hemartrosis, Perdarahan pada gusi, Epistaksis,
Purpura, Hematoma, Splenomegali.

 Pemeriksaan Penunjang
Tatalaksana
Perdarahan gusi pasca Hemofilia Perdarahan Gusi e.c
ekstraksi ec Trombositopenia ec ITP
Antikoagulan dan
Antiagregasi

- Hentikan - Tatalaksana - Terapi suportif


tromboaspilet dan hemartrosis : - Prednison 1-1,5
simarc untuk prednison 0,5-1 mg/kgBB/hari
sementara mg/kgBB/hari selama 2 minggu
- Lakukan transfuse TC selama 5-7 hari - Splenektomi
10 unit, FFP 5 unit - Analgetika
- Injeksi vit K 3x1 amp. - Faktor pembekuan :
- Penurunan kadar Hb konsentrat F VIII dan
kurang dari 10 g/dl IX
lakukan Transfusi - Apabila tidak ada
PRC konsentratmaka
berikan
kriyopresipitat AHF
Pencegahan
 Hindari trauma

 Hindari mengkonsumsi obat-obatan yang mempengaruhi

kerja trombosit yang berfungsi membentuk sumbatan pada

pembuluh darah, seperti asam salisilat, obat anti radang jenis

nonsteroid, ataupun pengencer darah seperti heparin.

 Penderita hemofilia dianjurkan untuk berolah raga rutin,

memakai peralatan pelindung yang sesuai untuk olahraga,

menghindari olahraga berat atau kontak fisik.

 Berat badan harus dijaga terutama bila ada kelainan sendi

karena berat badan yang berlebih memperberat arthritis.


Kesimpulan
Hemostasis adalah mekanisme tubuh untuk menghentikan
perdarahan secara spontan. Jadi ada kasus pasien
mengalami gangguan hemostasis akbibat penggunaan
Antikoagulan dan antiagregasi yang mencegah terjadinya
pembekuan darah dengan jalan menghambat
pembentukan atau menghambat fungsi beberapa faktor
pembekuan darah.