Anda di halaman 1dari 20

LI LBM 5

MODUL TUMBUH KEMBANG


HANNYDITA LUTFI B.A
SGD 18
KENAPA KULIT DI SEKITAR MATA TERLIHAT
SAGGY/SLACKER?
 Penurunan jumlah fibroblast yg mnyebabkan penurunan jumlah serat elastin lebih
sklerotik dan menebal sehingga jarinagn kolagen menjadi kendor dan serabut
elastin kehilangan daya keyalnya, kulit menjadi tidak dapat tegang dan kurang lentur
 Tulang dan otot menjadi atrofi, jaringan lemak subkutan berkurang, lapisan kulit tipis
serta kehilangan daya kenyalnya sehingga terbentuk kerutan2 dan garis2 kulit
 Kontraksi otot2 mimik yg tidak dikuti oleh kontraksi kulit yg sesaui sehingga
mengakibatkan alur2 keriput didaerah wajah.

Gangguan pigmentasi pada kulit


 Hal ini disebabkan perubahan2 pola distribusi pigmen melanin dan proliferasi
melanosit, serta fungsi melanosit menurun sehingga penumpukan melanin tidak
teratur dalam sel2 basal epidermis.
 Disamping itu, epidermal turn over menurun sehingga lapisan sel2 kulit mpy
banyak waktu untuk menyerap melanin yg akan mengakibatkan terjadinya bercak2
pigmentasi pada kulit.
Sumber:Buku Ajar Boedhi Darmojo Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia Lanjut),Edisi 4,FKUI.
 Penurunan jumlah fibroblast yg mnyebabkan penurunan jumlah serat
elastin lebih sklerotik dan menebal sehingga jarinagn kolagen menjadi
kendor dan serabut elastin kehilangan daya keyalnya, kulit menjadi tidak
dapat tegang dan kurang lentur
 Tulang dan otot menjadi atrofi, jaringan lemak subkutan berkurang, lapisan
kulit tipis serta kehilangan daya kenyalnya sehingga terbentuk kerutan2 dan
garis2 kulit
 Kontraksi otot2 mimik yg tidak dikuti oleh kontraksi kulit yg sesaui sehingga
mengakibatkan alur2 keriput didaerah wajah.

 Gangguan pigmentasi pada kulit


 Hal ini disebabkan perubahan2 pola distribusi pigmen melanin dan
proliferasi melanosit, serta fungsi melanosit menurun sehingga
penumpukan melanin tidak teratur dalam sel2 basal epidermis.
 Disamping itu, epidermal turn over menurun sehingga lapisan sel2 kulit
mpy banyak waktu untuk menyerap melanin yg akan mengakibatkan
terjadinya bercak2 pigmentasi pada kulit.
 Sumber:Buku Ajar Boedhi Darmojo Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia
Lanjut),Edisi 4,FKUI.
MENGAPA PASIEN MENGALAMI KEHILANGAN BERAT
BADAN SEHINGGA BADANNYA TERLIHAT KURUS?
MENGAPA DIA MERASAKAN PUSING DAN MERASA
TIDAK SEIMBANG?
 penurunan range of motion(ROM) sendi.
 penurunan kekuatan otot, terutama menyebabkan kelemahan ekstremitas
bawah.
 perpanjangan waktu reaksi.
 kerusakan persepsi dalam.
 peningkatan postural sway (goyangan badan).

Semua perubahan tersebut mengakibatkan kelemahan gerak, langkah yang


pendek, penurunan irama, dan pelebaran bantuan basal. Kaki tidak dapat
menapak dengan kuat dan lebih cenderung gampang goyah. Perlambatan
reaksi mengakibatkan seorang lansia susah/terlambat mengantisipasi bila
terjadi gangguan seperti terpeleset, tersandung, kejadian tiba2 sehingga
memudahkan jatuh.
Secara singkat faktor resiko jatuh pada lansia dibagi dalam dua golongan
besar, yaitu :
 Faktor - faktor intrinsik (faktor dari dalam)
 Faktor - faktor ekstrinsik (Faktor dari luar)
KENAPA PASIEN MENGALAMI PENURUNAN DAYA
LIHAT,KEHILANGAN PENDENGARAN DAN MUDAH JATUH
TERUTAMA DARI POSISI DUDUK KE BERDIRI?
 Dengan bertambahnya usia , bentuk otot siliaris akan berubah .
semakin tua serat otot dan dengan demikian meningkatkan jaringan
otot mengikat menjadi lebih tebal , terutama interior . setelah itu
terjadi degenerasi otot yang mengalami atrofi menyebabkan
penyusutan dan diperkirakan untuk mempertahankan bentuk,
dengan usia lebih maju daripada siliaris atrofi otot juga terjadi
menjalani hialinisasi .

 Dengan bertambahnya usia penurunan amplitudo akomodasi


presbiopi . penurunan amplitudo akomodasi dikaitkan dengan
perubahan dalam serat lensa menjadi kurang padat dan kapsul
elastis , sehingga lensa kurang mampu menyesuaikan bentuknya .
Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan astigmat : kontrak
kornea karena perubahan hidrasi kornea , proses penuaan kornea
( Buku teks Geriatric R.Boedhi Darmoyo , obat H.Hadi Martono )
 gangguan pendengaran adalah suatu kondisi yang menyertai usia lanjut .
dilanjutkan dengan bertambahnya usia terjadi dalam bentuk Corti degenerasi
diorgan hilangnya sel epitel utama saraf yang dimulai pada usia pertengahan . juga
terjadi pada aferen dan eferen serabut saraf dari sel-sel sensorik kokhlea . ada juga
perubahan dalam sel-sel ganglion spiral di kokhlea basal . disamping itu juga
penurunan terdapt di basal membran elastisitas kokhlea dan membran timpani .
 Selain penurunan organ pendengaran , pasokan darah dari neuro reseptor sensorik
mungkin rusak , sehingga kedua jalur pendengaran dan temporales lobus otak
sering terganggu karena usia lanjutnya .
 gangguan pendengaran
 1 . jenis gangguan pendengaran konduktif : disebabkan oleh obturans serumem
 2 . jenis gangguan pendengaran sensori neural : disebabkan kerusakan pada
neuron yang disebabkan oleh kebisingan, presbiakusis , ototoksik obat , faktor
keturunan , reaksi pasca - inflamasi , ateroslerosis
 3 . presbiakusis : kehilangan pendengaran untuk frekuensi tinggi nada murni ,
adalah simetris , perjalanan progresif lambat
 4 . tinnitus : dengung yaitu, bisa tinggi atau nada rendah , terus menerus atau
intermiten
 5 . persepsi pendengaran normal : peningkatan kepekaan terhadap pidato suara
keras.
 6 . Gangguan suara lokalisasi : gangguan membedakan arah suara , terutama di
lingkungan yang bising .
 ( Buku teks Geriatric R.Boedhi Darmoyo , obat H.Hadi Martono )
 Your ears have two jobs. One is hearing and the other is maintaining balance. Hearing occurs
after vibrations cross the eardrum to the inner ear. They are changed into nerve impulses and
carried to the brain by the auditory nerve.
 Balance (equilibrium) is controlled in a portion of the inner ear. Fluid and small hairs in the
semicircular canal (labyrinth) stimulate the nerve that helps the brain maintain balance.
 As you age, your ear structures deteriorate. The eardrum often thickens and the bones of the
middle ear and other structures are affected. It often becomes increasingly difficult to maintain
balance.
 Hearing may decline slightly, especially that of high-frequency sounds, particularly in people
who have been exposed to a lot of noise when younger. This age-related hearing loss is
called presbycusis. Some hearing loss is almost inevitable. It is estimated that 30% of all
people over 65 have significant hearing impairment.
 The sharpness (acuity) of hearing may decline slightly beginning about age 50, possibly caused
by changes in the auditory nerve. In addition, the brain may have a slightly decreased ability to
process or translate sounds into meaningful information. Impacted ear wax is another cause of
trouble hearing and is more common with increasing age. Impacted ear wax may be removed in
your doctor's office.
 Sensorineural hearing loss involves damage to the inner ear, auditory nerve, or the brain. This
type of hearing loss may or may not respond to treatment, but function can be helped by
hearing aids.
 Conductive hearing loss occurs when sound has problems getting through the outer and middle
ear to the inner ear. Surgery or a hearing aid may be helpful for this type of hearing loss,
depending on the specific cause.
 Persistent, abnormal ear noise (tinnitus) is another fairly common hearing problem, especially
for older adults. It is usually a result of mild hearing loss.
FISIOLOGY PENUAAN?
1) Fase subklinik (usia 25-35 tahun)
Kebanyakan hormon mulai menurun : testosteron, growth hormone (GH), dan estrogen.
Pembentukan radikal bebas, yang dapat merusak sel dan DNA mulai mempengaruhi
tubuh, seperti diet yang buruk, stress, polusi, paparan berlebihan radiasi ultraviolet dari
matahari. Kerusakan ini biasanya tidak tampak dari luar. Individu akan tampak dan merasa
“normal” tanpa tanda dan gejala dari aging atau penyakit. Bahkan, pada umumnya rentang
usia ini dianggap usia muda dan normal.
2) Fase transisi (usia 35-45 tahun)
Selama tahap ini kadar hormon menurun sampai 25 persen. Kehilangan massa otot yang
mengakibatkan kehilangan kekuatan dan energi serta komposisi lemak tubuh yang
meninggi. Keadaan ini menyebabkan resistensi insulin, meningkatnya resiko penyakit
jantung, pembuluh darah, dan obesitas. Pada tahap ini mulai mncul gejala klinis, seperti
penurunan ketajaman penglihatan- pendengaran, rambut putih mulai tumbuh, elastisitan
dan pigmentasi kulit menurun, dorongan seksual dan bangkitan seksual menurun.
Tergantung dari gaya hidup, radikal bebas merusak sel dengan cepat sehingga individu mulai
merasa dan tampak tua. Radikal bebas mulai mempengaruhi ekspresi gen, yang menjadi
penyebab dari banyak penyakit aging, termasuk kanker, arthritis, kehilangan daya ingat,
penyakit arteri koronaria dan diabetes.
3) Fase Klinik (usia 45 tahun keatas)
Orang mengalami penurunan hormon yang berlanjut, termasuk DHEA
(dehydroepiandrosterone), melatonin, GH, testosteron, estrogen, dan
hormon tiroid. Terdapat juga kehilangan kemampuan penyerapan nutrisi,
vitamin, dan mineral sehingga terjadi penurunan densitas tulang,
kehilangan massa otot sekitar 1 kilogram setiap 3 tahun, peningkatan
lemak tubuh dan berat badan. Di antara usia 40 tahun dan 70 tahun,
seorang pria kemungkinan dapat kehilangan 20 pon ototnya, yang
mengakibatkan ketidakmampuan untuk membakar 800-1.000 kalori
perhari. Penyakit kronis menjadi sangat jelas terlihat, akibat sistem organ
yang mengalami kegagalan. Ketidakmampuan menjadi faktor utama
untuk menikmati “tahun emas” dan seringkali adanya ketidakmampuan
untuk melakukan aktivitas sederhana dalam kehidupan sehari-harinya.
Prevalensi penyakit kronis akan meningkat secara dramatik sebagai akibat
peningkatan usia (Fowler, 2007).

SUMBER : Jurnal Universitas Udayana


BAGAIMANA HUBUNGAN HORMONAL PD
PENUAAN ?
KENAPA DI RASAKAN SELAMA 5 TH TERAKHIR
DAN APA BEDA PD WANITA DAN LAKI?
FACTOR RESIKO ?
1) Faktor lingkungan
a. Pencemaran linkungan yang berwujud bahan-bahan polutan dan kimia sebagai
hasil pembakaran pabrik, otomotif, dan rumah tangga) akan mempercepat penuaan.
b. Pencemaran lingkungan berwujud suara bising. Dari berbagai penelitian
ternyata suara bising akan mampu meningkatkan kadar hormon prolaktin dan mampu menyebabkan
apoptosis di berbagai jaringan tubuh.
c. Kondisi lingkungan hidup kumuh serta kurangnya penyediaan air bersih akan meningkatkan
pemakaian energi tubuh untuk meningkatkan kekebalan.
d. Pemakaian obat-obat/jamu yang tidak terkontrol pemakaiannnya sehingga
menyebabkan turunnya hormon tubuh secara langsung atau tidak langsung
melalui mekanisme umpan balik (hormonal feedback mechanism).
e. Sinar matahari secara langsung yang dapat mempercepat penuaan kulit dengan hilangnya
elastisitas dan rusaknya kolagen kulit.
2) Faktor diet/makanan.
Jumlah nutrisi yang cukup, jenis, dan kualitas makanan yang tidak menggunakan pengawet,
pewarna, perasa dari bahan kimia terlarang. Zat beracun dalam makanan dapat menimbulkan
kerusakan berbagai organ tubuh, antara lain organ hati.
3) Faktor genetik
Genetik seseorang sangat ditentukan oleh genetik orang tuanya. Tetapi
faktor
genetik ternyata dapat berubah karena infeksi virus, radiasi, dan zat racun
dalam
makanan/minuman/kulit yang diserap oleh tubuh.
4) Faktor psikik
Faktor stres ini ternyata mampu memacu proses apoptosis di berbagai
organ/jaringan tubuh.
5) Faktor organik
Secara umum, faktor organik adalah : rendahnya kebugaran/fitness, pola
makan kurang sehat, penurunan GH dan IGF-I, penurunan testosteron,
penurunan melatonin secara konstan setelah usia 30 tahun dan
menyebabkan gangguan circandian clock (ritme harian) selanjutnya kulit
dan rambut akan berkurang pigmentasinya dan terjadi pula gangguan tidur,
peningkatan prolaktin yang sejalan dengan perubahan emosi dan stress,
perubahan Follicle Stimulating
Hormone (FSH) dan Luteinizing Hormone (LH).
BAGAIMANA TANDA DARI PENUAAN?
Perubahan-perubahan Fisik
1. Sel.
• Lebih sedikit jumlahnya.
• Lebih besar ukurannya.
• Berkurangnya jumlah cairan tubuh dan berkurangnya cairan intraseluler.
• Menurunnya proporsi protein di otak, otot, ginjal, darah, dan hati.
• Jumlah sel otak menurun.
• Terganggunya mekanisme perbaikan sel.
• Otak menjadi atrofis beratnya berkurang 5-10%.
2. Sistem Persarafan.
• Berat otak menurun 10-20%. (Setiap orang berkurang sel saraf otaknya dalam setiap harinya).
• Cepatnya menurun hubungan persarafan.
• Lambat dalam respon dan waktu untuk bereaksi, khususnya dengan stres.
• Mengecilnya saraf panca indra.Berkurangnya penglihatan, hilangnya pendengaran, mengecilnya saraf penciumdan
perasa, lebih sensitif terhadap perubahan suhu dengan rendahnya ketahanan terhadap dingin.
• Kurang sensitif terhadap sentuhan.
3. Sistem Pendengaran.
• Presbiakusis ( gangguan dalam pendengaran ). Hilangnya kemampuan pendengaran pada telinga dalam, terutama
terhadap bunyi suara atau nada-nada yang tinggi, suara yang tidak jelas, sulit mengerti kata-kata, 50% terjadi pada
usia diatas umur 65 tahun.
• Otosklerosis akibat atrofi membran tympani .
• Terjadinya pengumpulan serumen dapat mengeras karena meningkatnya keratin.
• Pendengaran bertambah menurun pada lanjut usia yang mengalami ketegangan jiwa/stres.
4. Sistem Penglihatan.
• Timbul sklerosis dan hilangnya respon terhadap sinar.
• Kornea lebih berbentuk sferis (bola).
• Kekeruhan pada lensa menyebabkan katarak.
• Meningkatnya ambang, pengamatan sinar, daya adaptasi terhadap kegelapan lebih lambat dan
susah melihat dalam cahaya gelap.
• Hilangnya daya akomodasi.
• Menurunnya lapangan pandang, berkurang luas pandangannya.
• Menurunnya daya membedakan warna biru atau hijau.
5. Sistem Kardiovaskuler.
• Elastisitas dinding aorta menurun.
• Katup jantung menebal dan menjadi kaku.
• Kemampuan jantung memompa darah menurun, hal ini menyebabkan menurunnya kontraksi dan
volumenya.
• Kehilangan elastisitas pembuluh darah, kurangnya efektivitas pembuluh darah perifer untuk
oksigenisasi,. Perubahan posisi dari tidur ke duduk atau dari duduk ke berdiri bisa menyebabkan
tekanan darah menurun, mengakibatkan pusing mendadak.
• Tekanan darah meninggi akibat meningkatnya resistensi pembuluh darah
• perifer.

6. Sistem Pengaturan Temperatur Tubuh.


• Temperatur tubuh menurun ( hipotermia ) secara fisiologis akibat metabolisme yang menurun.
• Keterbatasan refleks menggigil dan tidak dapat memproduksi panas akibatnya aktivitas otot
menurun.
7. Sistem Respirasi
• Otot-otot pernafasan kehilangan kekuatan dan menjadi kaku.
• Menurunnya aktivitas dari silia.
• Paru-paru kehilangan elastisitas, menarik nafas lebih berat, kapasitas pernafasan
maksimum menurun, dan kedalaman bernafas menurun.
• Alveoli ukuranya melebar dari biasa dan jumlahnya berkurang.
• Kemampuan untuk batuk berkurang.
• Kemampuan kekuatan otot pernafasan akan menurun seiring dengan pertambahan
usia.
8. Sistem Gastrointestinal.
• Kehilangan gigi akibat Periodontal disease, kesehatan gigi yang buruk dan gizi yang
buruk.
• Indera pengecap menurun, hilangnya sensitivitas saraf pengecap di lidah terhadap
rasa manis, asin, asam, dan pahit.
• Eosephagus melebar.
• Rasa lapar menurun, asam lambung menurun.
• Peristaltik lemah dan biasanya timbul konstipasi.
• Daya absorbsi melemah.
BAGAIMANA CARA MEMPERLAMBAT PENUAAN?
Selalu aktif. Dalam hal ini usahakan untuk tidak sering duduk terlalu lama baik itu di depan komputer atau
menonton acara televisi yang anda sukai. Anda dapat memulainya dengan mengurangi waktu untuk
berlama-lama di depan komputer atau televisi dengan melakukan aktivitas lainnya yang membuat anda
tetap bergerak dan aktif.
Sinar matahari pagi sangat baik untuk kesehatan tubuh anda. Ini dikarenakan, dengan terpapar sinar matahari
pagi, maka tubuh akan terpacu untuk memproduksi vitamin D. Vitamin D pada tubuh memiliki fungsi untuk
menangkal penyakit jantung, aneka jenis kanker dan juga mencegah pengeroposan tulang dini.
Menambah atau memperbanyak untuk mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran sangat baik untuk
menutrisi tubuh anda. Berbagai buah-buahan seperti jeruk, semangka, pepaya, apel dan lain-lain serta
aneka sayuran seperti bayam, sawi dan lain-lain merupakan buah-buahan dan sayur-sayuran yang
dimaksud.
Rutin berolahraga merupakan salah satu faktor yang dapat membuat badan anda lebih sehat dan fit sepanjang
hari. Anda dapat memulainya, dengan menyisihkan waktu pagi untuk berolahraga pagi seperti berjalan,
berlari maupun bersepeda santai.
Stop merokok. Ini merupakan salah gaya hidup sehat yang sulit di lakukan bagi mereka yang menjadikan
kebiasaan merokok sebagai kebutuhan. Tapi tahukah anda, kandungan rokok sangat tidak bersahabat
untuk kesehatan tubuh anda.
Mulai hari anda dengan tertawa atau tersenyum. Karena aktivitas tersenyum maupun tertawa berdampak sangat
baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta kesehatan tubuh itu sendiri. Anda dapat memulainya
dengan sering bercanda dengan teman atau menonton berbagai acara komedi di televisi.
Usahakan untuk membatasi, mengurangi atau bahkan menghilangkan untuk mengkonsumsi aneka makanan
siap saji. Dengan mulai memasak makanan sendiri, anda akan lebih mengetahui, apakah makanan yang
anda masak baik untuk kesehatan tubuh anda atau malah berdampak buruk bagi kesehatan tubuh anda.
BAGAIMANA PSIKOLOGIS PADA LANSIA?