Anda di halaman 1dari 5

Menurut Purbo dan Wahyudi (2001, p5), keuntungan yang dapat diperoleh suatu perusahaan dengan

adanya e-commerce sebagai sistem transaksi adalah :

1. Dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar),


2. Menurunkan biaya operasional (operating cost),
3. Memperluas jangkauan (global reach),
4. Meningkatkan customer loyalty,
5. Meningkatkan supplier management
Menurut E. Turban, David K, J. Lee, T. Liang, D. Turban (2012, p67), kelebihan e-
commerce dibagi menjadi 3 yaitu :

KELEBIHAN E-COMMERCE KELEBIHAN E-COMMERCE KELEBIHAN E-COMMERCE


BAGI PERUSAHAAN: BAGI PELANGGAN: BAGI MASYARAKAT:

Ketersediaan pasar nasional Akses ke sejumlah besar Dengan mudah dan nyaman
dan internasional produk dan jasa, 24 jam memberikan layanan
sehari. informasi, serta berbagai
Penurunan biaya produk ke orang- orang di
pemprosesan, distiribusi dan kota, di desa, dan berbagai
penarikan informasi Negara berkembang.
Menurut Fingar (2000), ada beberapa keuntungan bagi pebisnis dalam penggunaan e-Commerce
yaitu :
1. Jangkauan pasar luas, tanpa batas-batas wilayah.
2. e-Commerce menghemat biaya-biaya
3. Ketersediaan, dapat berbisnis selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu.
4. Skalabilitas
Berikuti ini merupakan dampak negatif dari e-commerce :
1. Kehilangan segi finansial secara langsung karena kecurangan.
2. Pencurian informasi rahasia yang berharga.
3. Kehilangan kesempatan bisnis karena gangguan pelayanan.
4. Penggunaan akses ke sumber oleh pihak yang tidak berhak.
5. Kehilangan kepercayaan dari para konsumen.
6. Kerugian yang tidak terduga.
Secara umum para ahli sepakat bahwa kartel mengakibatkan kerugian baik bagi perekonomian suatu
Negara maupun bagi konsumen.

KERUGIAN BAGI PEREKONOMIAN KERUGIAN BAGI INDUSTRI YANG


SUATU NEGARA
KERUGIAN BAGI KONSUMEN
BERSANGKUTAN

Dapat mengakibatkan terjadinya Konsumen membayar harga suatu barang Kurangnya insentif bagi pelaku usaha dalam
inefisiensi alokasi. atau jasa lebih mahal daripada harga pada industri yang bersangkutan untuk
pasar yang kompetitif. melakukan efisiensi
Dapat mengakibatkan terjadinya
Barang atau jasa yang diproduksi dapat Perkembangan inovasi dan teknologi dalam
inefisiensi produksi.
terbatas baik dari sisi jumlah dan atau industri yang bersangkutan dapat
mutu daripada kalau terjadi persaingan terhambat karena kartel mengurangi
Dapat menghambat inovasi dan
yang sehat diantara para pelaku usaha. insentif bagi pelaku usaha yang tergabung
penemuan teknologi baru. didalamnya untuk menciptakan inovasi dan
Terbatasnya pilihan pelaku usaha. teknologi baru
Menghambat masuknya investor baru.

Dapat menyebabkan kondisi


perekonomian negara yang bersangkutan
tidak kondusif dan kurang kompetitif