Anda di halaman 1dari 10

Pengolahan Limbah Cair di PT.

Maya Food Industries

Oleh :
Fopy Ayu Meitiara ( 08031181520002)
Julya Helende Zulfah (08031381520070)
Lili suryani (08031381520074)
Nurjanah (08031381520054)
Rizki Indah Lestari(08031181520004)

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


JURUSAN KIMIA
UNIVERSTAS SRIWIJAYA
2018
Spesifikasi produk
Bak Equalisasi
Bak Settling

Bak Wet land


Tabel Hasil Baku Mutu Air Limbah
Pengolahan Limbah Padat
Sumber limbah padat di PT. Maya Food Industries merupakan sisa hasil produksi
yaitu kepala, ekor dan organ dalam ikan. Jumlah limbah padat dalam satu hari
produksi sekitar 8 ton. Pengolahan limbah padat tersebut menghasilkan dua macam
produk yaitu tepung ikan dan minyak ikan. Pengolahan limbah padat menjadi tepung
ikan menggunakan suatu mesin yang dibuat dan dibeli di Taiwan.
Proses pengolahan limbah padat dilakukan dengan terlebih dahulu menampung limbah padat pada bak
yang telah disediakan dan akan mulai diolah pada saat siang hari. Kemudian, limbah padat dipindahkan
menggunakan conveyor ke mesin perebusan. Perebusan dilakukan selama 10-15 menit menggunakan uap
yang bersuhu 90oC. Lalu proses dilanjutkan ke pengepresan selama 20 menit dimana limbah padat di-press
untuk mengeluarkan air dan lemak yang kemudian ditampung dalam bak untuk diolah menjadi minyak
ikan. Setelah melalui pengepresan, limbah padat dikeringkan dalam pengering selama 30 menit pada suhu
90 – 120oC. Limbah yang telah kering disebut sebagai tepung ikan kasar yang kemudian dimasukan ke
dalam karung dengan masing-masing berisi 50 kg tepung. Tepung ikan kasar yang diperoleh dalam satu
hari yaitu 1,5 ton tepung atau 30 karung tepung sehingga diketahui pula bahwa rendemen tepung ikan
kasar yaitu 18,7%. Tepung ikan kasar tersebut dijual kepada perusahaan yang berada di Surabaya sebagai
bahan pakan ternak dan pengambilannya setiap 2 bulan sekali. Pada PT. Maya Food Industries terdapat
penghalus tepung ikan yang penggunaannya disesuaikan dengan permintaan perusahaan. Penghalus tepung
Ikan tersebut memiliki penyaringan yang berukuran 2 mm dan 1,5 mm
Pengolahan Limbah Padat Menjadi Minyak Ikan
Pengolahan limbah padat menjadi minyak ikan yaitu diawali dengan menampung hasil
pengepresan limbah padat ke dalam bak penampung khusus pengolahan minyak ikan.
Kemudian minyak ikan yang masih bercampur dengan air tersebut didiamkan selama 1
malam agar minyak ikan terpisah dari air yang didasarkan pada berat jenisnya. Lalu air
akan dikeluarkan melalui keran yang berada pada bagian bawah bak penampungan dan
mengalir ke IPAL sedangkan minyak yang tersisa pada bak penampungan dipindahkan
ke kuali dengan menggunakan pompa. Kemudian minyak dalam kuali dipanaskan
dengan menggunakan uap bersuhu 90oC untuk menghilangkan sisa air yang ada.
Jumlah minyak yang dihasilkan dalam sehari produksi yaitu 8 liter. Minyak ikan
tersebut dijual kepada perusahaan yang berada di Surabaya sebagai bahan pakan ternak.