Anda di halaman 1dari 8

•Sifat-sifat Gas

•Teori Kinetika Gas


Gas
• Gas terdiri dari molelul-molekul yang bergerak
menurut jalan yang lurus ke segala arah dengan
kecepatan yang sangat tinggi : mudah bercampur
dengan gas lain tapi tidak bereaksi
• Selalu bertumbukan satu sama lain dan dengan
dinding wadah dimana gas ditempatkan. Karenanya,
gas menghasilkan tekanan
• Volume gas sangat kecil dibandingkan dengan volume
yang ditempatinya, hingga banyak ruang kosong
antara molekul-molekulnya : menyebabkan gas
bersifat kompresibel (mudah ditekan)
Jenis gas
• Gas ideal
– Mengikuti secara sempurna hukum-hukum gas :
• Boyle: T konstan, V ∞ 1/P
• Charles atau gay lussac: P konstan, V ∞ T, dll
• Persamaan gas ideal : PV = nRT
– Sebenarnya tidak ada dan dianggap sebagai gas hipotetis: molekul-
molekunya tidak tarik menarik dan volume molekulnya dapat
diabaikan terhadap volume gas itu sendiri atau ruang yang
ditempati
– Sifat ideal hanya didekati oleh gas beratom satu pada P rendah dan
T relatif tinggi
• Gas nyata (non ideal)
– Hanya mengikuti hukum-hukum gas pada tekanan rendah
– Semua gas sebenarnya gas nyata
Pencairan gas
• Jika gas didinginkan, gas akan kehilangan sebagian
energi kinetiknya dalam bentuk panas, dan
kecepatan molekulpun turun
• Jika ditambahkan P pada gas, molekul masuk dalam
lingkungan gaya van der Waals dan menjadi bentuk
cairan
• Jika T dinaikkan secukupnya, akan dicapai suatu
harga diatas harga dimana gas tidak bisa
dicairkan, tanpa memperhatikan P yang dibutuhkan
Pencairan gas
• T dimana di atas T tersebut tidak terdapat lagi
wujud cair, disebut T kritis
• P yang dibutuhkan untuk mencairkan gas pada T
kritis disebut : P kritis, yang juga merupakan
tekanan uap tertinggi yang dapat dipunyai cairan
• Semakin lanjut gas didinginkan dibawah T
kritisnya, semakin rendah P yang dibutuhkan untuk
mencairkan gas tersebut. Berdasarkan prinsip ini,
semua gas telah dapat dicairkan
PDiagram fase air pada P sedang
(mmHg) A
• Batas tertinggi adalah T kritis =
B 374’C dan P kritisnya 218 atm
• OA : kurva tekanan uap
cair
• OC : kurva sublimasi
• OB : kurva titik leleh
• Jika T konstan pada t1, air berada
padat dalam wujud gas di atas T
kristis, tidak peduli berapa
kenaikan P
O • Pada t2 dibawah T kritis, uap air
(0,0098’; 4,58 mm ) menjadi cair dengan naiknya P,
uap karena penekanan
menyebabkan molekul masuk
dalam jarak gaya vd Waals
C
t2 t1
T (‘C)
Metode pencairan gas
• Menyimpan gas dengan menggunakan campuran
pendingin
• Gas berekspansi (memuai) dengan cepat dalam wadah
vakum sehingga tidak ada panas memasuki sistem
(adiabatis).
– Kerja yang diberikan untuk ekspansi harus datang dari
gas itu sendiri yaitu dari energi panasnya, sehingga
akibatnya T gas turun.
– Proses diulang secukupnya sampai penurunan T total
cukup untuk menyebabkan pencairan gas
Metode pencairan gas
 Gas nonideal, ditekan berekspansi ke dalam daerah P
rendah.
 Turunnya T adalah akibat dari pelepasan energi dalam
menanggulangi daya kohesi dari atraksi antar molekul
(efek Joule Thomson).
 Disini, diperlukan dulu pendinginan gas sebelum
dibiarkan berekspansi