Anda di halaman 1dari 25

ASUHAN KEPERAWATAN GADAR

SNAKE BITE ( GIGITAN ULAR )


KHUSNUL HUDA
Tlp: 081331969954
Email khusnulhuda042@gmail.com
PATOFISIOLOGI
Bisa ular mengandung toksin dan enzim yang berasal dari air
liur , sifat bisa tersebut :
1. Neorotoksin yang berakibat pada saraf perifer atau
sentral berakibat fatal karena paralise otot-otot
lurik . Contoh ular dari keluarga Elapidae
2. Haemotoksin berakibat haemolitik dengan zat antara
fosfolipase dan enzym lainnya atau menyebakan
koagulasi dengan mengaktifkan protrombin .perdarahan
itu sendiri akibat lisisnya sel darah merah karena toksin,
contok ular dari keluarga Viperidea .
3. Myotoksin menyebabkan rhabdomyolisis yang sering
berhubungan dengan haemotoksin. Myoglobulinuria
yang menyebabkan kerusakan ginjal dan hiperkalemia
akibat kerusakan sel-sel otot.contoh ular dari keluarga
Hydropidae
4. Kardiotoksin merusak serat – serat otot jantung yang
menimbulkan kerusakan jantung
5. Cytotoksin dengan melepaskan histamin dan zat
vasoaktif lainnya yang berakibat terganggunya
kardiovaskuler.
6. Cytolytik zat ini yang aktif menyebabkan peradangan
dan nekrose di jaringan pada tempat patukan.
7. Enzyim – enzym termasuk hyalurodinase sebagai zat
aktif pada penyebaran bisa .
MACAM –MACAM ULAR
 Ular berbisa ( memiliki racun ,venom ) namun banyak pula
yang tidak. Akan tetapi tidak perlu kuatir bila ketemu ular .
Dari antara yang berbisa ,kebanyakan tidak cukup berbahaya
bagi manusia ,lagi pula umumnya ular pergi menghindar bila
ketemu orang . Ular - ular yang berbisa kuat di indonesia
biasanya termasuk ke dalam salah satu suku ular sebagai
berikut : Elapidea ( ular sendok,ular belang,ular cabe dll.
Hydrophiidae ( ular-ular laut),dan Viperidae ( ular tanah,ular
bangkai laut,ular bandotan )

 Ular - ular primitif ,seperti ( Rhamphotyphlopsbraminus ) ,ular


karung ( Cylindropis ruffus ) , dan ular sanca tidak berbisa ,ular
–ular yang berbisa kebanyakan termasuk suku Colobrdae
akan tetapi bisa nya lemah .
MENGENAL JENIS ULAR BERBISA

Di Indonesia banyak sekali jenis ular termasuk yang berbisa ,


ular pada umumnya aktif pada siang hari. Anggota badan yang
banya digigit adalah tungkai, jari kaki . Ular yang banyak
menyebabkan kematian antara lain ular tanah (Angkistrodon )
ular hijau ( Trimeresurus )
MACAM GIGI BISA

 1. AGLYPHA , tidak mempunyai gigi bisa .contoh: ular


sanca/phiton,ular sawah ( umumnya dari keluarga
Colubridae
 2. PHISTOGLYPHA ,mempunyai gigi bisa di
belakang,contoh: ular cincin emas ( Boiga dendrphila ),
ular pucuk atau ular daun ( Dryphis )
 3. PROTEROGLYPHA, mempunyai gigi didepan yang
efektif untuk menyalurkan bisa .contoh Elapidae,
Hidrophidae.
 4. SOLENOGLYPHA , mempunyai gigi bisa di depan dan
dapat dilipat .Umumnya gigi bisa tersebut besar.
Contoh: Crotalidea,Viperridae
KELUARGA ULAR BERBISA

 1. Keluarga Elapidae
Jenis ular yang tergolong didalam keluarga ini ialah ular
katam tebu,ular katam belang , ular katam kepala
merah, ular matahari biru ,ular pantai belang ,ular
pantai bintik,ulare tedung hitam dan ular tedung selar .
ular jenis ini mempunyai taring yang tetap dibagian
hadapan rahang atas . Berbisa dan sangan berbahaya
pada manusia
TANDA DAN GEJALA KERACUNAN
BISA ULAR KELUARGA ELAPIDAE

 Jenis tedung
 1. Kesakitan pada tempat gigitan ( 30 mnt )
 2. bagian bekas gigitan membengkah ( 1 jam setelah gigitan )
 3. lemas , mengeluarkan alir liur yang berlebihan
 4. Lumpuh pada otot-otot muka ,bibir ,lidah dan saluran
pernafasan
 5. Tekanan darah turun, mata kuyu ( ptosis ), kabur
 6. konvulsi , berkeringat dingin
 7. Nyeri bagian perut
 Jenis katam tebu
 Tidak ada rasa sakit bekas gigitan
 Tidak bengkah tidak ada perubahan warna kulit pada tempat
gigitan
 Tanda lain serupa dengan kesan gigitan ular tedung
 Jenis ular matahari
 Kesakitan pada bekas gigitan
 Bengkah pada bekas gigitan
 Terjadi kudis pada bekas gigitan
 Gangguan pernafasan
 2. Ular Keluarga Viperidae
jenis ular keluarga viperidae mudah dikenali
berdasarkan kepalanya yang seakan – akan bentuk
segitiga. Diantara mata dan lubang hidungnya terdapat
lubang (pit) yang berfungsi sebagai sensor yang amat
sensitif kepada hewan berdarah panas .
kelenjar racun ular Viperidae terletah dikedua belah
pipinya dan biasanya bertindak terhadap sistem saluran
darah dan jaringan yang menyebabkan terjadinya
perdarahan luar dan dalam
TANDA DAN GEJALA
GIGITAN ULAR VIPERIDAE

 Sakit yang amat sangat pada tempat gigitan ( dalam waktu


lima menit )
 Bengkah,perubahan warna pada bekas gigitan dalam waktu
setengah jam
 Perdarahan yang tidak berhenti pada tempat gigitan
 Perdarahan pada gusi,usus,dan saluran kencing
 Darah tidak membeku
 Lutut dan lengan atas bengkah disertai perdarahan bila
terjadi keracunan berat dalam waktu 2 jam
 3. Ular keluarga Hydropidae
Terdapat 21 jenis ulat laut di malaysia dan kesemuanya
tergolong di dalam keluarga ini . Ular laut mempunyai ekor
yang pipih seperti dayung dan biasanya berkepala kecil.
Semua ular laut adalah berbisa dan kebanyakan spesis
mempunyai bisa yang bertindak terhadap sistim otot mangsa .
Aliran bisa dari gigitan ular laut hanya dapat dirasakan setelah
setengah jam.
TANDA DAN GEJALA GIGITAN
ULAR HYDROPIDAE

 Kesakitan pada otot – otot


 Kesukaran untuk menggerakkan kaki dan tangan
 Dalam jangka waktu 1 hingga 2 jam , mangsa akan merasakan
kesakitan yang amat sangat apabila menggerakkan anggota
badan
 Dalam jangka waktu 3 hingga 6 jam urine akan berubah
menjadi merah gelap
LANGKA BERJAGA – JAGA
 Bila ada seseorang digigit ular usahakan untuk mengetahui
apakah ular yang menggigit termasuk ular yang berbisa atau
bukan
 Ini di ketahui dari bekas gigitannya yang menimbulkan bekas
luka yang berbeda
 Gigitan ular yang berbisa ,biasanya hanya meninggalkan bekas
gigitan yang lebih sedikit dan yang paling menonjol adalah
bekas gigitan taring yang runcing dan lebih besar dari gigi
lainnya
 Sedangkan bekas gigitan ular yang tidak berbisa akan
meninggalkan bekas gigitan berupa dua baris bekas gigi yang
kecil – kecil tapi tidak ada bekas gigi taring
 Jika tergigit ular berbisa sekali ,usahkan jangan bergerak
terlalu banyak. Semakin banyak bergerak akan semakin
mempercepat bisa ular menyebar ke seluruh tubuh.
 Ikat bagian badan tepat diatas luka gigitan dengan sehelai
kain. Jangan mengikat terlalu kencang .segera bawa ke dokter
/ puskesmas terdekat/RS .
 Bila jauh dari fasilitas kesehatan lakukan sayatan pada luka
gigitan baru dengan pisau yang bebas kuman,kemudian
hisaplah dan ludahkan secepatnya .
MANIFESTASI KLINIK SECARA UMUM
an GIGITAN ULAR

 Lokal sakit bukan gambaran umum


 Tanda – tanda bekas taring ,laserasi
 Bengkah dan kemerahan ,kadang bulae /vasikular
 Sakit kepala , muntah
 Rasa sakit pada otot –otot ,dinding perut
 Demam , keringat dingin
 Untuk bisa neorotoksis
 Kelumpuhan pada otot pernafasan
 Kardiovaskuler terganggu
 Kesadaran menurun sampai koma
 Untuk bisa haemolytik
 Luka bekas patukan terus berdarah
 Haematoma pada setiap suntikan IM
 Haematuri
 Haemoptisis /haematemisis
 Kegagalan ginjal
PENGELOLAAN
 Prinsip - prinsip
 Menghalangi penyerapan dan penyebaran bisa
 Menetralkan bisa
 Mengobati komplikasi
 Pertolongan yang diberikan
 Torniquet dengan pita lebar untuk mencegah aliran getah
bening . Pita dilepaskan bila anti bisa ular telah diberikan
 Imobilisasi penderita terutama yang terkena patuk
 Transportasi secepatnya ketempat diberikannya anti bisa ular
( SABU ) dan tempat dimana resusitasi bisa di kerjakan
 Usahakan biasa menemukan ular yg menggigit ,usahakan ular
nya mati dan dibawah bersama penderita
 Tidak dianjurkan memasang torniquet untuk arterial dan insisi
luka
 Pertolongan selanjutnya
 Tentukan diagnosa patukan ular berbisa
 Bila ragu observasi 24 jam. Kalau gejala keracunan bisa nyata
perlu pemberian anti bisa ( SABU )
 Pasang infus , berikan SABU IV
 Bila alergi SABU kuda :
• Adrenalin 0,5 mg SC
• Sabu iv pelan – pelan
 Bila tanda – tanda laryngospasme,bronchospasme ,urtikaria
hipotensi berikan adrenalin 0,5 mg IM ,hydrocortison 100 mg
iv
SABU bisa di ulang pemberiannya bila gejala- gejala tak
menghilang atau berkurang . Jangan terlambat ,bila terlambat
manfaat SABU berkurang
SABU ( SERUM ANTI BISA ULAR )
POLIVALEN 1 ML berisi
 10 – 50 LD50 bisa Ankystrodon
 25 – 50 LD 50 bisa Bungarus
 25 – 50 LD 50 bisa Naya Sputarix ; fenol 0,25% v/v
 Teknik pemberian 2 vial @ 5ml IV dalam 500 Nacl 0,9%
kecepaten tetesan 40 – 80 tetes / mnt
 Dosis maksimal 100 ml ( 20 vial )
 Infiltrasi lokal pada luka tidak dianjurkanra
 Maksimum , berikan dalam 4 – 6 jam setelah gigitan
PEDOMAN TERAPI SABU MENGACU PADA SCHWARDZ DAN
WAY ( DEPKES RI 2001 )
 Derajat 0 – 1 : ditandai dengan rasa sakit lokal,edema, tidak
ada tanda-tanda toksisitas dan hasil Lab normal tidak
diperlukan SABU , di Observasi dalam waktu 12 jam jika
derajat meningkat maka diberikan SABU
 Derajat II ditandai dengan rasa sakit lokal yang hebat
,edema > 12 inci disekitar luka ,toksisitas sistemik
termasuk nausea, vomitus , penyimpapangan hasil
laboratorium penurunan hematokrit / trombosit di berikan
3-4 vial SABU
 Derajat III ( 5 – 15 vial SABU )
 Derajat IV penambahan 6 -8 vial SABU
 Untuk derajat 3 dan 4 termasuk derajat berat ditandai
dengan Ptekie,ekimosis,sputum bercampur
darah,hipotensi,hipoperfusi, disfungsi renal,perubahan pada
protrombin time .

 Anti biotik digunakan pada kasus berat contoh ceftriaxon


dengan dosis 1-2 gr iv per 12 – 24 jam .
 Dosis anak 75 mg/kg /d per 12 jam
TERAPI SUPPRTIF
 Awasi kardiovaskuler ,pernafasan dan status neorologi
dengan ketat .Apabila terjadi penurunan ,anti bisa diberikan
lagi atau sesuai dengan simptom
 Laboratorium
 Darah
 Hb , Ht, trombosit
 Faktor pembekuan
 elektrolit
 Urine
 Volume dari haemoglobine ,myoglobine

 O2 di berikan bila perlu intubasi


 Cairan untuk koreksi dehidrasi /hipovolemi
 Diuretika untuk mempertahankan diuresis : kalau perlu
dialisa
 Antibiotik dan ATS
MATUR SUWUN
SEMANGAT DAN TETAP BELAJAR