Anda di halaman 1dari 15

Kebakaran dan Ledakan

di PT Petrowidada

Disusun oleh :
AyuAstriani
AgungPranata
Permata Atika Sari
PramudiaAnanta
Keselamatan kerja merupakan faktor yang
sangat diperhatikan dalam dunia industri modern
terutama bagi mereka yang berstandar
international.Kondisi kerja dapat dikontrol untuk
mengurangi bahkan menghilangkan peluang
terjadinya kecelakaan ditempat kerja.
Profil Perusahaan
 Pabrik Petrowidada merupakan suatu pabrik yang bergerak
dalam perdagangan bahankimia. Pabrik ini didirikan pada
tanggal 6 maret 1992 .
 Perusahaan ini bergerak dalam pembuatan Phthalic
Anhydride (³PA´) dan MaleicAnhydride (MA). Produk Phathalic
Anhydride yang dihasilkan oleh pabrik Petrowidada merupakan
yang terbesar di Asia Tenggara.Di mana Phthalik
Anhydride adalah senyawa organik berupa Kristal yang tidak
berwarna.Senyawa ini merupakan bahan mentah esensial
dalam produksi bahan pelunak plastic(plasticizer)
Kronologis Kejadian
 Kebakaran di pabrik PT Petrowidada di Gresik, Jawa
Timur, pada tanggal 29 Januari2004
 Insiden ini terjadi akibat adanya kebocoron pada pipa
tangki B2994.
 sehari sebelum insiden,telah dilakukan mengurangi isi
tangki dan menyiram air di luar tangki.Tujuannya agar
tangkidingin, sehingga menurunkan tekanan.
 Keesokan harinya, dia kembali menyiapkanselang hidran
di sekitar tangki sesuai prosedur standar
keselamatan.Sementara karyawanbelum diperintahkan
mengevakuasi diri.Tapi tanpa diduga terjadi sebuah
ledakan
Lanjutan......
 dengan kejadian ledakan pabrik PetroWidada tersebut,
saat pengelasan ada kemungkinan terjadi kebocoran pada
pipa lain yang berdekatan sehingga memicut terjadinya
ledakan. Penanganan kebakaran bisa juga salah prosedur,
terutama bila yangdigunakan bahan pemadam yang tidak
tepat.Ada bahan-bahan kimia tertentu bila disemprot air
ketika terbakar justru memperbesar
 bahan kimia berbahaya akibat kebakaran dan ledakan di
pabrik Petrowidada adalah Phathalic Anhidride .Jumlah
korban kebaran dan ledakan yang terjadi di Pabrik
Petrowidada telah menyebabkan tewasnya dua pekerja.
 bahan kimia berbahaya akibat kebakaran dan ledakan di
pabrik Petrowidada adalah Phathalic Anhidride
MSDS Phathalic Anhidride
 Nama Produk: Phthalic anhydride
 Sinonim: 1,3-Isobenzofurandione
 Nama Kimia: Phthalic Anydride
 Formula Kimia: C8H4O3
 Bagian 2: Komposisi dan Informasi tentang Bahan
 Data Toksikologi pada Bahan: anhidrida Phthalic: ORAL
(LD50): Akut: 1530 mg / kg [Rat]. 1500 mg / kg [Mouse].
 DERMAL (LD50): Akut: & gt; 1
Identifikasi Bahaya
Potensi Efek Kesehatan Potensi Efek Kesehatan
Akut: Kronis:
 Sedikit berbahaya jika terjadi kontak kulit
 Sangat berbahaya jika terjadi kontak kulit
(iritan), kontak mata (iritasi), menelan, (sensitizer).
inhalasi. Berbahaya dalam hal kulit  EFEK KARSINOGENIK: A4 (Tidak dapat
 kontak (korosif, permeator), kontak mata diklasifikasikan untuk manusia atau hewan.)
(korosif). Jumlah kerusakan jaringan
tergantung pada panjang kontak. Mata oleh ACGIH.
 kontak dapat menyebabkan kerusakan  Pemaparan mata yang berulang-ulang ke
kornea atau kebutaan. Kontak kulit dapat tingkat debu yang rendah dapat
menghasilkan peradangan dan menyebabkan iritasi mata.
terik. Menghirup debu
 Paparan kulit berulang bisa menghasilkan
 akan menghasilkan iritasi pada gastro-
intestinal atau saluran pernafasan, ditandai kerusakan kulit lokal, atau dermatitis.
dengan rasa terbakar, bersin dan  Menghirup debu berulang dapat
batuk. Sangat parah
menghasilkan berbagai tingkat iritasi
 paparan dapat menghasilkan kerusakan paru-
paru, tersedak, tidak sadar atau pernapasan ataukerusakan paru-paru.
kematian. Peradangan pada mata ditandai  Paparan berulang terhadap bahan yang
oleh kemerahan, sangat beracun dapat menghasilkan
 menyiram, dan gatal. Peradangan kulit kerusakan kesehatan secara umum akibat
ditandai dengan gatal, scaling, memerah,
atau, kadang-kadang, terik. akumulasi satu atau banyak organ manusia
Tindakan Pertolongan Pertama
 Kontak mata:Periksa dan  Kontak kulit:Dalam kasus
keluarkan lensa kontak apa
pun. Dalam kasus kontak, segera kontak, segera siram kulit
siram mata dengan banyak air dengan banyak air setidaknya
setidaknya selama 15 menit Air selama 15 menit sambil
dingin dapat digunakan. AIR melepaskan pakaian yang
HANGAT HARUS
digunakan. Dapatkan perawatan terkontaminasi dan sepatu.
medis segera.  Kontak Kulit Serius: Cuci
 Inhalasi:Jika terhirup, dengan sabun disinfektan dan
pindahkan ke udara segar. Jika tutup kulit yang
tidak bernafas, berikan terkontaminasi dengan krim
pernapasan buatan. Jika sulit
bernafas, berikan anti-bakteri. Segera cari
oksigen. Dapatkan medis medis perhatian.
perhatian segera.
Data Api dan Ledakan

 Kemudahan terbakar Produk:


Dapat terbakar pada suhu tinggi.
 Suhu Pengapian Otomatis:
570 ° C (1058 ° F)
 Poin Flash:
CUP DITUTUP: 151,67 ° C (305 ° F). OPEN CUP: 165 ° C (329 °
F).
 Batas Mudah Terbakar:
RENDAH: 1,7% UPPER: 10,4%
 Produk -produk Pembakaran:
Produk-produk ini adalah karbon oksida (CO, CO2).
 Bahaya Kebakaran di Kehadiran Berbagai Zat:
Agak mudah terbakar hingga mudah terbakar jika ada panas.Tidak
mudah terbakar jika ada guncangan.
Penanganan dan Penyimpanan
Tindakan pencegahan:
1. Tetap terkunci.
2. Jaga wadah tetap kering.
3. Jauhkan dari panas.
4. Jauhkan dari sumber nyala api.
5. Wadah kosong menimbulkan
6. risiko kebakaran, menguap residu di bawah lemari asam.
7. Tempelkan semua peralatan yang mengandung material.
8. Jangan menelan. Jangan bernafas debu.
9. Jangan pernah menambahkan air ke produk ini.
10. Dalam keadaan ventilasi tidak memadai, gunakan peralatan pernapasan yang
sesuai
11. Jika dicerna, segera dapatkan saran medis dan tunjukkan wadah atau label.
12. Hindari kontak dengan kulit dan mata.
13. Jauhkan dari tidak kompatibel seperti oksidator.
14. Penyimpanan: Simpan wadah tertutup rapat. Simpan wadah di tempat yang
sejuk dan berventilasi baik. Jangan simpan di atas 25 ° C (77 ° F).
ANALISA
 Dalam suatu kejadian atau insiden pasti memiliki dampak
yang cukup besar yang berpengaruh terhadapa kesehatan
dan lingkungan sekitar, apalagi insiden dalam hal ini ialah
terjadinya kebakaran di pabrik Petrowidada dimana
perusahaan tersebut bergerak dalam bidang perdagangan
bahan kimia.
 Hal ini pasti akan menimbulkan dampak yang cukup besar
terhadap kesehatan dan lingkungan sekitarnya. Perlu
diketahui juga bahwa perusahaan ini bergerak dalam
pembuatan Phthalic Anhydride (³PA´)
dan MaleicAnhydride(MA).
 Senyawa Phatalic Anhidride sebagai bagian dari rantai
hidrokarbon, bila terbakar sempurna, akan menghasilkan
gas karbon dioksida (CO2), namun bila tidak
terbakar dengan sempurna akan terbentuk gas karbon
monoksida (CO) yang tergolong beracun.
Dampak yang ditimbulkan
1. terganggunya pertumbuhan hingga matinya tumbuhan yang
terkena hujan asam.
2. Jika hujan, Ph tanah akan berubah menjadi asam,
mengakibatkan tanaman mati. Namun,
dampaknyatergantung arah angin, semakin menyebar,
konsentrasi gas semakin berkurang,
Saran
 Seharusnya pabrik Petrowidada menerapkan
standar Material Safety Data Sheet (MSDS).MSDS ini
merupakan langkah yang mengacu pada prosedur operasi
standar pada pengamanan kondisi darurat.
 Karena ada beberapa bahan dari pabrik tersebut yang
terkena dengan air akan menyebabkan terjadinya
ledakan. MSDS atau ‘Informasi Data Keamanan Bahan’
merupakan informasi mengenai cara pengendalian bahan
kimia berbahaya (B3).MSDS ini berisi tentang uraian
umum bahan, sifat fisik dan kimiawi, cara penggunaan,
penyimpanan hingga pengelolaan bahan buangan.
Kesimpulan
Setelah dipaparkannya kronologis kejadian tersebut
didapatkan bahwa penyebab terjadinya kebakaran dan
ledakan di pabrik PT Petrowidada ialah karena
kebocoran pada pipa tangki B2994. Kejadian tersebut
terjadi pada tanggal 29 januari 2004 yang menewaskan 2
orang pekerja dan beberapa pekerja mengalami luka .
Metode untuk mengidentifikasi bahaya dan penilaian
resiko : Mendefinisikan sesuai ruang lingkup, sifat alami,
dan waktu untuk memastikan Identifikasi pelatihan yang
mungkin diperlukan atau pengembangan kontrol
operasional. Memonitor langkah-langkah yang mungkin
diperlukan untuk memastikan efektivitas dan ketepatan
waktu implementasi
Terima kasih