Anda di halaman 1dari 12

ANEMIA

APLASTIK
KEPERAWATAN SISTEM IMUN

BRAHMAYDA WIJI LESTARI


/151.0006
PEMERIK
ETIO SAAN
LOGI PENUNJA
DEFI NG
ANEMIA Diagnosa
NISI
APLASTI sering
K muncul
PENATALAK MANIFES
SANAAN TASI
KOMPLI KLINIS
KASI
DEFI
NISI
• Anemia aplastik (hipoproliferatif)
disebabkan oleh penurunan pada prekursor
sel-sel dalam sumsum tulang dan
penggantian sumsum dengan lemak.
Anemia ini dapat kongenital atau didapat.
Dapat juga idiopati (akibat dari infeksi
tertentu) atau disebabkan oleh obat-obatan,
zat kimia, atau kerusakan akibat radiasi
(Baughman & Hackley, 2000).
etiolo
gi
Penyebab hampir sebagian besar kasus
anemia aplastik bersifat idiopatik dimana
penyebabnya masih belum dapat dipastikan.
Namun ada faktor-faktor yang diduga dapat
memicu terjadinya penyakit anemia aplastik
ini.
etiolo
gi
FAKTOR-FAKTOR YANG
MENYEBABKAN
1.FAKTOR ANEMIA
GENETIK APLASTIK :
6.RADIASI
2.ZAT KIMIA 7.KELAINAN
3.ARSEN IMUNOLOGIK
ANORGANIK 8.KELOMPOK
4.OBAT-OBATAN IDIOPATIK
5.INFEKSI
Manifestasi
klinis
Anemia aplastik biasanya khas ditandai
oleh :
1. Kelemahan
2. Pucat
3. Sesak napas pada saat latihan

Apabila granulosit juga terlibat pasien


biasanya mengalami demam, faringitis akut,
atau berbagai bentuk lain sepsis dan
perdarahan.
Pemeriksaan
1.
penunjang
Laboratorium
a. Pemeriksaan darah lengkap
b. Pemeriksaan sumsum tulang
c. Tes fungsi hati dan virus
d. Level vitamin B12 dan folat

2. Pemeriksaan Radiologi
komplik
asi
Komplikasi yang paling sering terjadi dari
anemia aplastik ini adalah perdarahan dan
rentan terhadap infeksi. Hal ini disebabkan
karena kurangnya kadar trombosit dan
kurangnya kadar leukosit.
penatalaksan
aan
1. Menghentikan semua obat-obat atau penggunaan
agen kimia yang diduga menjadi penyebab anemia
aplastik.
2. Anemia : transfusi PRC bila terdapat anemia berat
sesuai yang dibutuhkan.
3. Pendarahan hebat akibat trombositopenia : transfusi
trombosit sesuai yang dibutuhkan.
penatalaksan
aan
4. Tindakan pencegahan terhadap infeksi bila terdapat
neutropenia berat.
5. Infeksi : kultur mikroorganisme, antibiotik spektrum
luas bila organisme spesifik tidak dapat diidentifikasi,
G-CSF pada kasus yang menakutkan; bila berat
badan kurang dan infeksi ada (misalnya oleh bakteri
gram negatif dan jamur) pertimbangkan transfusi
granulosit dari donor yang belum mendapat terapi G-
CSF.
6. Assessment untuk transplantasi stem sel allogenik :
pemeriksaan histocompatibilitas pasien, orang tua
dan saudara kandung pasien.
Diagno
sa
1. Perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan
komponen seluler untuk pengiriman oksigen / nutrien ke sel.
2. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan umum,
ketidakseimbangan antara suplai oksigen dan kebutuhan
jaringan..
3. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan
dengan ketidakadekuatan masukan besi, kegagalan atau
ketidakmampuan mencerna makanan/absorpsi nutrien yang
diperlukan untuk pembentukan sel darah merah normal.
4. Resiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan
perubahan sirkulasi dan neurologis (anemia), defisit nutrisi.
5. Konstipasi atau diare berhubungan dengan penurunan
masukan diet, perubahan proses pencernaan, efek samping
obat.
terimakas
ih

Anda mungkin juga menyukai