Anda di halaman 1dari 44

OLEH

MELISA SYAFRINA
DEFENISI BAYI

ADAPTASI BAYI TERHADAP LINGKUNGAN LUAR

METABOLISME BAYI

NUTRISI KEBUTUHAN BAYI

FAKTOR MEMPENGARUHI NUTRISI BAYI

DAMPAK BAGI BAYI

1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN DARI ASPEK BIOMEDIK


• Bayi baru lahir (Neonatal) : masa sejak lahir sampai dengan 4
minggu (28 hari) sesudah kelahiran
• Bayi : individu yang berusia 0-12 bulan yang ditandai dengan
pertumbuhan dan perkembangan yang cepat disertai dengan
perubahan dalam kebutuhan zat gizi.

Pembagian kelompok umur yang dipakai dalam pogram


KEMEMNKES :
Bayi : 0 - 1 tahun
Balita : 1- 5 tahun
• Pernapasan pertama bayi normal terjadi
pada waktu 30 mnt pertama sesudah
Sistem lahir.
pernapasan • Cara neonatus bernapas dengan cara
bernafas diagfragma dan abdominal
dengan frekuensi yang belum teratur.

• Tubuh bayi mengandung relatif banyak


Keseimbangan air. Kadar natrium juga relatif besar
air dan fungsi dibanding kalium karena ruang
ginjal ekstraseluler yang luas
• Fungsi ginjal belum bekerja secara
sempurna
Sistem hematopoesis
Volume darah bayi baru lahir bervariasi
dari 80-110 ml/kg selama hari pertama
dan meningkat 2x lipat pada akhir tahun
pertama. Hb BBL 14,5 – 22,5 gr/dl.

Sistem kardiovaskular
Setelah bayi lahir, sistem kardiovaskular mengalami
perubahan yang mencolok. Nafas pertama yang
dilakukan bayi baru lahir membuat paru-paru
berkembang dan menurunkan resistensi vaskular
polmuner, sehingga darah paru mengalir. Denyut
bayi saat berkisar antara 120-160 kali/mnt
kemudian turun menjadi 120-140 kali/mnt. Tekanan
dari bayi baru lahir rata-rata 78/42 mmHg.
Tekanan darah bayi berubah dari hari ke hari.
Luas permukaan tubuh neonatus relatif lebih luas dari
tubuh orang dewasa, sehingga metabolisme basal per
kg BB akan lebih besar.

• Sehingga bayi harus menyesuaikan diri dengan


lingkungan baru sehingga energi dapat diperoleh
dari metabolisme karbohidrat dan lemak.

Pada jam-jam pertama kehidupan, energi didapatkan


dari perubahan karbohidrat.
• Dalam waktu 2 jam setelah lahir akan terjadi
penurunan kadar gula darah, untuk menambah energi
pada jam-jam pertama setelah lahir yang diambil
dari metabolisme lemak

• Hari kedua energi berasal dari pembakaran lemak.

• Setelah mendapatkan susu, sekitar hari keenam energi


diperoleh dari lemak dan karbohidrat yang masing-
masing sebesar 60% dan 40%.
Metabolisme Glukosa

• Untuk memfungsikan otak memerlukan glukosa dalam


jumlah tertuntu. Pada bayi baru lahir, glukosa darah
akan turun dalam waktu cepat (1 sampai 2 jam).
• Bayi yang sehat akan menyimpan glukosa dalam
bentuk glikogen terutama dihati, selama bulan-bulan
terakhir dalam rahim
• Makanan pertama dan utama bayi adalah air susu ibu
• ASI sangat cocok untuk memenuhi kebutuhan bayi dalam segala
hal: KH dalam ASI berupa laktosa, lemaknya mengandung
mengandung polyunsaturated fatty acid ( asam lemak tak jenuh
ganda).
• Protein utamanya lactalbumin yang mudah dicerna. Kandungan
vitamin dan mineralnya banyak.
• Rasio kalsium fosfat 2:1 yang merupakan kondisi yang ideal
bagi penyerapan kalsium.
• ASI juga mengandung zat anti infeksi seperti IgA
• Bayi baru lahir sebaiknya mendapat bounding oleh ibunya
dengan cara IMD. Pada bayi baru lahir nutrisi yang paling baik
adalah kolostrum yang terdapat dalam ASI 5-7 hari post
partum
• Kolostrum adalah ASI yang keluar pertama kali berwarna
jernih kekuningan dan kaya akan antibodi seperti :
a. Faktor bifidus
b. IgA, IgM, IgG
c. Laktoferin
d. Faktor lipid, asam lemak, dan monogliserida, dll
ENERGI

Umur Bayi Kebutuhan Energi


0-2 bulan 120 kkal
3-6 bulan 115 – 120 kkal
> 6 bulan 105 – 110 kkal
• Energi terutama dipasok oleh karbohidrat dan lemak.
• Asupan energi dapat diperkirakan dengan menghitung
besaran energi yang keluar.
Sumber energi Kalori yang dihasilkan
1 gr Karbohidrat 4 kalori
1 gr Lemak 9 kalori
1 gr Protein 4 kalori
Cara sederhana menghitung keluaran energi bayi
Berat Jumlah Energi
0 – 10 kg 100 kkal / kg BB
11 – 20 kg 1000 kkal + (50 kkal/kg BB diatas
10 kg)
> 20 kg 1500 kkal + (50 kkal/kg BB diatas
20 kg)
Komponen keluaran energi Kkal/kg BB
Keluaran energi saat istirahat 50 – 50
Energi kegiatan fisik 10 – 25
Energi pertumbuhan 20 – 25
Lain-lain (SDA) 20 – 20
Jumlah 100 - 120
• 700-1000 gram -> triwulan 1
• 500-600 gram -> triwulan 2
• 350-450 gram -> trimulan 3
• 250-450 gram -> triwulan 4
• Kebutuhan bayi akan cairan bberkaitan dengan asupan
kalori, suhu lingkungan, kegiatan fisik, kecepatan
pertumbuhan, dan berat jenis air seni.
• Air merupakan 70% berat badan pada saat lahir,
kemudian menurun smpai 60% menjelang usia 12 bulan.
• Jumlah air yang dibutuhkan oleh bayi lebih besar adalah
50% dari kebutuhan orang dewasa.
Rata-rata Kebutuhan cairan bayi

Usia Berat Cairan (cc/kg)


3 hari 3.0 kg 80 – 100
10 hari 3.2 kg 125 – 145
3 bulan 5.4 kg 140 – 160
6 bulan 7.3 kg 130 – 155
9 bulan 8.6 kg 125 – 150
12 bulan 9.5 kg 120 – 135
24 bulan 12.0 kg 155
• Lemak merupakan sumber energy yang efisien
• ASI mengandung 40-50% energi sebagai lemak (3-4
gr/100 cc).
• Bayi menyerap sekitar 85-90% lemak. Enzim lipase
didalam mulut bayi mencerna zat lemak sebesar 50-70%.
• Lemak minimal harus menyediakan 30% untuk energi,
penyerapan vit larut lemak, lemak esensial, kalsium,
mineral, dan juga menyeimbangkan diet agar zat gizi lain
tidak terpakai sebagai sumber energi.
• Karbohidrat merupakan sumber energi yang efektif
• Perkiraan kebutuhan karbohidrat sebesar 60-70% untuk
dijadikan energi.
• Jenis karbohidrat sebaiknya diberikan adalah laktosa
yang bermanfaat untuk pencernaan bayi. Diperkirakan
40-50% pasokan kalori karbohidrat dalam bentuk laktosa
dari ASI.
• Adanya laktosa dapat membentuk flora yang bersifat
asam dalam usus besar untuk penyerapan kalsium dan
mengurangi penyerapan fenol.
Besar pasokan protein dihitung
berdasarkan kebutuhan untuk tumbuh
kembang dan jumlah nitrogen yang
hilang.

Mutu protein tergantung pada


komposisi asam amino yang mudah
untuk dicerna dan diserap.

Jika asam amino kurang,


pertumbuhan jaringan dan organ
serta lingkar kepala bayi akan
berpengaruh.
Jika AA berlebih maka organ hati dan ginjal
pada bayi akan mengalami stres berat
karena kerja metabolismenya yang
berlebihan.

Selain memperberat kerja ginjal dan


hati, kelebihan protein juga dapat
menyebabkan intoksikasi protein dengan
gejala : letargi, hiperammonemia,
dehidrasi dan diare
• Pemberian vitamin K setelah bayi baru lahir dianjurkan untuk
mencegah perdarahan.
• Produksi vit K oleh mukosa usus belum berlangsung karena
selama beberapa hari setalah lahir, saluran usus bayi masih
steril.
• Jika bayi telah diberikan susu yang adekuat dan ibu memiliki
status gizi yang baik maka suplementasi tidak perlu diberikan.
• Untuk kebutuhan vit D, bayi dapat dijemur dibawah sinar
matahari setiap pagi dari jam 7-9 pagi.
Bahan makanan Pengaruh defesiensi
Air Haus, kekeringan lidah, dehidrasi, berat jenis
urin tinggi, kehilangan fungsi ginjal
Protein Kelemahan, pembesaran perut, udema,
penipisan protein plasma, kwashiokor
(malnutrisi), marasmus (malnutrisi-kalori)
Karbohidrat Ketosis jika masukan kurang dari 15% kalori
atau kelaparan, berat badan rendah
Lemak Tidak ada rasa kenyang, berat badan
kurang,
Vitamin Defesiensi
Vitamin C Skorbut dan penyembuhan luka jelek
Vitamin D Rakitis, pertumbuhan tidak baik
Vitamin E Hemolisis sel darah merah pada bayi
prematur, kehilangan keutuhan syaraf
Vitamin K Manifestasi perdarahan, dan metabolisme
tulang
Vitamin A Rabun senja
Vitamin B1 Beri-beri, kelelahan, anoreksia, konstipasi
Mineral Defesiensi / kekurangan
Besi Anemia, mikrositik, gagal pertumbuhan
Magnesium Terjadi mal absorbsi, hipokalsemia
Seng Anemia defesiensi besi, cebol
Kalium Pada keadaan patologis dapat terjadi
diare, kelemahan otot, anoreksia
Kalsium Osteoporosis, pembentukan tulang dan
gigi terhambat, gangguan
pertumbuhan
Iodium Gondok sederhana, kretinisme
endemik
 WHO menetapkan bahwa ASI diberikan secara ekslusif selama
6 bulan, dan MP-ASI mulai diberikan 6 bulan keatas
 Perkenalan yang terlalu dini dapat meningkatkan reaksi alergi
karena belum sempurnanya saluran cerna
 Juga akan berhubungan dengan peningkatan resiko infeksi
dada dan obesitas
 Jika perkenalan dilakukan terlambat, maka fase
perkembangan kemampuan menguyah akan terlewatkan,
sehingga terjadilah kegagalan pertumbuhan akibat
ketidakcukupan gizi bayi
Alasan Memperkenalkan MP-ASI
 Penyedian lebih banyak energi dan nutrien agar kebutuhan pertumbuhan
terpenuhi
 Penyedian zat besi, karena cadangan yang disuplai sewaktu lahir telah
mulai menyusut
 Stimulasi perkembangan: gerakan tangan ke mulut, perkembangan wajah
dan rongga mulut, bersifat essensial bagi kemampuan berbicara
 Agar anak mampu mencerna, mengabsorpsi, dan mengekspresikan
makanan lain.
 Perkembangan keterampilan sosial, makan bersama keluarga

 Agar anak memperoleh kemampuan membedakan rasa.


• Bayi memerlukan waktu untuk terbiasa dengan rasa dan tekstur
baru
• Makanan yang mengandung zat besi dan kalsium harus selalu
diberikan
• Diet yang rendah lemak dan serat tidak sesuai oleh bayi
• Garam dan gula tidak boleh diberikan kedalam makanan
• Telur rebus setengah matang, keju, dan makanan lunak yang
proses pematangannya menggunakan jamur juga harus
dihindari
• Densitas energi makanan harus memenuhi kebutuhan energi dan
nutrien. Makanan produksi pabrik dapat lebih bergizi dari
pada makanan buatan sendiri.
Serat
• Bayi menerima serat ± 170-300 mg/kg/24 jam. Makanan
yang sedikit serat dapat terjadinya konstipasi, apendiksitis dan
gangguan usus lainnya. Jika makanan kelebihan serat maka
menurunnya penyerapan kolesterol, seng dan nutrisi pokok
lainnya.

Kemampuan mencerna
• Pemasakan merupakan suatu faktor pada kemampuan
mencerna.
Keadaan telah kenyang
• Penelanan makanan harus memberikan rasa enak.
Susu,krim,telur, makanan penuh lemak memiliki nilai
kekenyangan yang tinggi. Roti, kentang, ikan dan sayur
memiliki kekenyangan yang relatif rendah.

Ketersediaanya
• Kemiskinan, kebodaohan, dan kurang pendidikan praktis dalam
pemberian dan persiapan makanan merupakan penyebab
utama malnutrisi pada anak.

Vitamin Sintesis Bakteri


• Macam makanan / sifat flora usus dapat mempengaruhi
produksi atau ketersediaan vitamin
Faktor-faktor antimikroba
• Pemberian agen antimikroba dapat mempengaruhi status
nutrisi. Pemakaian antibiotik spektrum luas dapat mengurangi
keseimbangan nitrogen.

Faktor endokrin
• Pemberian hormon kortikosteroid perlu penambahan masukan
protein, kalsium dan mengurangi masukan natrium.

Faktor emosi
• Disebut window of opportunities atau sering juga
Periode disebut periode emas (golden period)
1000 didasarkan pada kenyataan bahwa pada masa
hari janin sampai anak usia dua tahun terjadi proses
pertama tumbuh kembang yang sangat cepat dan tidak
terjadi pada kelompok usia lain

• Periode awal kehidupan juga sering disebut periode


sensitif. Perkembangan sel-sel otak manusia pada
masa tersebut sangat menentukan, sehingga bila
terjadi gangguan pada periode tersebut akan
berdampak permanen, tidak bisa diperbaiki.
WINDOW OF
APPORTUNITY
Ibu Hamil
1. Suplementasi besi folat
2. Pemberian makanan tambahan pada ibu hamil KEK
3. Penanggulangan kecacingan pada ibu hamil
4. Pemberian kelambu berinsektisida dan pengobatan bagi ibu
hamil yang positif malaria

Kelompok 0 –6 Bulan
1. Promosi menyusui (konseling individu dan kelompok)
Kelompok Bayi usia 7 –23 Bulan

1. Promosi menyusui
2. KIE perubahan perilaku untuk perbaikan MP –ASI
3. Suplementasi Zink
4. Zink untuk manajemen diare
5. Pemberian Obat Cacing
6. Fortifikasi besi
7. Pemberian kelambu berinsektisida dan malaria
Gambar : Fish bone diagram for child development causality. Fish bone
diagram presenting the factors affecting child development.
1

Meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan


kehamilan dan persalinan

Melakukan sosialisasi dan pemantauan pelaksanaan UU


nomor 36/2009 tentang Kesehatan dan PP nomor 33/2012
tentang Pemberian ASI Eksklusif;

Meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan gizi dan


kesehatan melalui penyediaan dukungan tenaga,
penyediaan obat gizi dan suplementasi yang cukup
Meningkatkan kegiatan edukasi kesehatan dan
gizi melalui budaya perilaku hidup bersih dan
sehat

Meningkatkan komitmen berbagai pemangku


kepentingan terutama lintas sektor, dunia usaha
serta masyarakat untuk bersama-sama memenuhi
kebutuhan pangan tingkat keluarga
• Tugas organisasi kemasyarakatan adalah memperkuat
mobilisasi, advokasi, komunikasi, riset dan analisasi
kebijakan serta pelaksana pada tingkat masyarakat untuk
menangani kekurangan gizi.
• Melakukan evaluasi dan penelitian yang mengaitkan
antara gizi dengan gender, ketenagakerjaan, pertanian,
pangan, kesehatan, kemiskinan, jaminan sosial, dan
pendidikan.
• Arisman, MB, 2009. Gizi Dalam Daur Kehidupan. Jakarta : EGC
• Richard, E Behrman et al, 2000. Ilmu Kesehatan Anak Nelson.
Jakarta: EGC
• Barasi, Mery. 2007. Ilmu Gizi At a Glance. Jakarta:
• Wagio dan putrono, 2016. Asuhan Keperawatan Antenatal,
Intranatal Dan Bayi Baru Lahir Fisiologis Dan Patologis. Penerbit
ANDI
• Skinner, jean , et al. Longitudinal study of nutrient and food
intakes of infant aged 2 to 24 mounth. 1997. Journal
• www.bappenas.go.id
• www.depkes.go.id