Anda di halaman 1dari 22

NUTRIENT

MAKRO MIKRO
NUTRIENT NUTRIENT

KARBOHIDRAT VITAMIN
PROTEIN MINERAL
LEMAK
PENCEGAHAN DAN PENANGANAN
KEKURANGAN VITAMIN

RINI FITRIANTINI, S.Gz, RD


PENGERTIAN VITAMIN
VITAMIN  BAHASA LATIN “ VITAL” : HIDUP
DAN “AMINA” : GUGUS ORGANIK YG MEMILIKI ATOM
NITROGEN (N).

(COMB, 2003)  PENGERTIAN VITAMIN :


● Senyawa organik
● Dibutuhkan dalam jumlah kecil
● Umumnya tidak dapat dibentuk dalam tubuh
● Tiap vitamin mempunyai tugas spesifik dalam tubuh
● Zat gizi penting yang dibutuhkan untuk menjalankan
fungsi fisiologis secara normal ( fungsi pemeliharaan,
pertumbuhan, perkembangan dan produksi senyawa
tertentu).
KEKURANGAN VITAMIN :
 KONSEKUENSI SERIUS TERHADAP KESEHATAN DI
SETIAP DAUR KEHIDUPAN (SCCN dan IFPRI, 2000).

BBLR, mortalitas, gangguan


perkembangan mental,
BAYI  meningkatnya resiko terkena px
kronis.

Stunting, penurunan kapasitas


Anak dan Remaja  mental, peningkatan frek, infeksi,
tidak adekuatnya kejar tumbuh,
menurunnya produktivitas dan
mortalitas.
LANJUT ……….

Orang Dewasa  Meningkatnya komplikasi pd


wanita hamil, rendahnya
produktivitas kerja, kekurangan
gizi

Lanjut Usia  Malnutrisi, tingginya resiko


penyakit dan gangguan
mental
JENIS dan KLASIFIKASI VITAMIN

JENIS VITAMIN  13 jenis atau kelompok zat gizi yang


diakui sebagai vitamin.
(Comb, 2012 dan Bender AD, 2003)

KLASIFIKASI VITAMIN  berdasarkan kelarutannya :


A. VITAMIN LARUT AIR (water soluble vitamin)
 Kelompok vitamin B, dan Vitamin C
B. VITAMIN LARUT LEMAK ( fat soluble vitamin)
 Vitamin A, D, E, K
VITAMIN LARUT AIR :

• Penyimpanan terjadi dari hasil ikatannya dengan


enzim dan transpor protein.

• Tidak dapat dipertahankan dalam jangka waktu


lama oleh tubuh (kecuali vitamin B12).

• Proses penyerapan dan pencernaan bersamaan


dengan penyerapan air masuk kedalam tubuh.

• Tidak menyebabkan gejala toksisitas  bila


melebihi batas ambang ginjal, dibuang melalui
urine.
B. VITAMIN LARUT LEMAK :

• Penyimpanan dalam tubuh  dihati dan jaringan


lemak.

• Dapat bertahan lebih lama (longevity) dalam


bentuk cadangan  bila asupan vitamin – dan
t’tersedian, dapat digunakan.

• Proses penyerapan melalui usus kecil bersama


lemak makanan dan diekskresikan perlahan
bersama feses.

• Dapat menyebabkan gejala toksisitas  bila


berlebih, umumnya terjadi akibat penggunaan
suplemen vitamin dosis tinggi.
BIOAVAILABILITAS VITAMIN
 Jumlah vitamin yang dapat diserap dan

dimanfaatkan oleh tubuh pada tingkat seluler.


 Semakin tinggi jumlah vitamin yang diserap dan

dimanfaatkan dari suatu makanan 


bioavailabilitas vitamin semakin baik.
(Comb, 2012).

Faktor2 yang mempengaruhi bioavailabilitas vitamin:


1. Perbedaan biopotensi/ sifat yang dimiliki vitamin.
2. Proses penyimpanan, pengolahan dan pemasakan
makanan  kehilangan vitamin.
3. Efek makanan, yaitu komposisi dan jenis makanan 
pada penyerapan vitamin.
4. Status kesehatan  mengganggu proses pencernaan,
penyerapan vitamin.
FUNGSI METABOLIK VITAMIN

1. ANTIOKSIDAN BIOLOGIS ( Vit. E, dan Vit. C )

2. KOENZIM ( Vit. Larut air dan Vit. K )

3. SEBAGAI HORMON ( Vit. A, dan Vit. D )

4. SEBAGAI KOFAKTOR ( Vit. K, Vit. C, Niasin, Riboflavin


dan Asam pantotenat)

5. SEBAGAI ELEMEN TRANSKRIPSI GEN


 tahap pertama proses ekspresi gen.
DEFISIENSI VITAMIN DAN PENCEGAHAN
DEFISIENSI VITAMIN  ketidakseimbangan jumlah asupan
dengan kebutuhan vitamin.

DEFISIENSI GANGGUAN DEFISIENSI


PRIMER METABOLIK SEKUNDER

-KEBIASAAN MAKAN BURUK -GANGGUAN PENYERAPAN


-FAKTOR KEMISKINAN -GANGGUAN PENGGUNAAN

-MINIM INFORMASI DAN PENGETAHUAN VITAMIN SECARA METABOLIK


GIZI -KONDISI FISIOLOGIS , INFEKSI,

-KONSUMSI KURANG HAMIL, MENYUSUI, PERTUMBUHAN


-KERUSAKAN VITAMIN AKIBAT PANEN, (PENINGKATAN KEBUTUHAN)
PENYIMPANAN, PENGOLAHAN -KELEBIHAN ESKRESI VITAMIN

- BUDAYA (MAKANAN (DIURESIS, KERINGAT LEBIH, ASI)


TABU/PANTANGAN
KEBUTUHAN VITAMIN ( KEMENKES RI, 2014)
FUNGSI VITAMIN

A. VITAMIN LARUT AIR


 BERPERAN DALAM METABOLISME, PEMBELAHAN SEL,
ANTIOKSIDAN DAN KOFAKTOR ENZIM.

B. VITAMIN LARUT LEMAK


 DALAM TUBUH MEMPUNYAI PERAN DALAM SISTEM
STRUKTURAL, INTEGRITAS SEL, DAN SEBAGAI
ANTIOKSIDAN.
LANJUT….

VITAMIN A
* MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN,
● BERPERAN DALAM PEMBENTUKAN SEL DARAH MERAH
● BAGIAN PIGMEN VISUAL DI RETINA
● BERPENGARUH TERHADAP FUNGSI KEKEBALAN TUBUH.
● SEBAGAI ANTIOKSIDAN ( ß-KAROTEN )

VITAMIN D
• FUNGSI KHUSUS  MEMBANTU PENGERASAN TULANG.
• FUNGSI UTAMA ADALAH MEMBANTU PEMBENTUKAN DAN
PEMELIHARAAN TULANG
• MENGATUR ABSORPSI KALSIUM DARI SALURAN CERNA DAN
ESKRESI KALSIUM.
• REGULASI EKSPRESI GEN DAN DIFFERENSIASI GEN
VITAMIN E
* FUNGSI UTAMA YAITU SEBAGAI ANTIOKSIDAN DALAM MEMBRAN SEL
* BERKOTRIBUSI PADA INTEGRITAS, STABILISASI DAN FUNGSI MEMBRAN
SEL.
* BERPERAN DALAM PENGIRIMAN SINYAL KE SEL

VITAMIN K
MERUPAKAN KOFAKTOR ENZIM KARBOKSILASE YANG DIMANFAATKAN
UNTUK PEMBEKUAN DARAH DAN MINERALISASI TULANG.
DAMPAK KELEBIHAN VITAMIN
VITAMIN A
 HIPERAVITAMINOSIS
 AKUT : Gangguan pada saluran cerna, sakit kepala, penglihatan
kabur, dan koordinasi otot.
 KRONIS : Penurunan nafsu makan, gangguan pada kulit, sakit
kepala, penurunan mineral tulang, gangguan hati, penglihatan
kabur, perdarahan dan koma.
 TERATOGENIK : Aborsi spontan, bayi lahir cacat (hasil studi di
laboratorium pada hewan, Byrd-Bredbenner, dkk, 2007).

VITAMIN D
 Bukan dari asupan makanan dan paparan sinar matahari berlebih,
justru kelebihan dari suplemen vitamin D.
 HIPERKALSEMIA : Penumpukan kalsium di ginjal, hati, paru.
 Anoreksia, mual muntah.
 DEMINERALISASI TULANG
 Kelelahan.
LANJUT …..
VITAMIN E
 Relatif tidak toksik, tetapi mempengaruhi peranan
Vitamin K dalam proses pembekuan darah.
 INSUFISIENSI pembekuan
 Perdarahan hebat

VITAMIN K
 Salah satu vitamin larut lemak yang mudah
diekskresikan dari tubuh.
 Dalam bentuk sintetik, mengakibatkan anemia hemolitik
 Peningkatan bilirubin dalam darah (fungsi hati)
 Kematian bayi baru lahir.
JENIS-JENIS BAHAN MAKANAN SUMBER VITAMIN

VITAMIN BAHAN MAKANAN SUMBER

VITAMIN A HATI, DAGING, SUSU DAN OLAHANNYA,


MINYAK IKAN, SAYURAN DAN BUAH
BERWARNA

VITAMIN D IKAN BERLEMAK DAN MINYAK IKAN,


SUSU DAN OLAHANNYA, TELUR.

VITAMIN E MINYAK NABATI, SEREALIA DAN PRODUK


OLAHANNYA

VITAMIN K MINYAK NABATI DAN PRODUK


OLAHANNYA, SAYURAN BERDAUN
HIJAUN KACANG POLONG, HATI DAN TEH
DAFTAR PUSTAKA
ALMATSIER, SUNITA. 2003. PRINSIP DASAR ILMU GIZI. JAKARTA: GRAMEDIA
PUSTAKA UTAMA

BARASI, MARY E. 2009. AT A GLANCE ILMU GIZI.JAKARTA : PENERBIT ERLANGGA

IHSAN, FUAD. 2010. FILSAFAT ILMU. JAKARTA : RINEKA CIPTA

IRAWAN, IKROBDIDIK. 2010. KURANG ZAT GIZI MIKRO GANGGU PERTUMBUHAN


ANAK. JAKARTA : HARIAN JOGLO SEMAR.

SUPARIASA, IDN, DKK. 2002. PENILAIAN STATUS GIZI. JAKARTA: EGC

SARYONO. 2009. METODOLOGI PENELITIAN KESEHATAN (EDISI KE-


2).YOGYAKARTA : MITRA CENDEKIA PRESS

WHO. 2010. MIKRONUTRIENT. (WWW.WHO.INT),DIAKSES PADA 08 AGUSTUS


2010
SEMOGA BERMANFAAT..

TERIMA KASIH
PENUGASAN !!
“BUAT MAKALAH TENTANG VITAMIN LARUT AIR”

FUNGSI VITAMIN
AKIBAT KEKURANGAN VITAMIN
CONTOH BAHAN MAKANAN
SUMBER
SOAL KUIS III

SEBUTKAN FUNGSI METABOLIK VITAMIN