Anda di halaman 1dari 14

Konsep dan Prinsip Dasar Manajemen

Sumber Daya Manajemen


Proses manajemen memerlukan sumber daya atau alat kelengkapan
yang diperlukan untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.
Kotler (2002) menguraikan unsur-unsur yang menjadi sarana untuk
menjalani proses manajemen, yaitu
a. Man (Sumber Daya Manusia)
b. Money (uang)
c. Materials (bahan)
d. Methods (metode)
e. Machines (mesin)
f. Market (pasar)
Konsepsi Pemasaran
Philip Kotler (2000), yang mengatakan bahwa pemasaran adalah
sebuah proses sosial yang melibatkan individu-individu dan atau
kelompok untuk memperoleh apa yang mereka butuhkan melalui
transaksi produk menurut nilai yang mereka sepakati. Ada tiga langkah
penting yang harus dilakukan oleh seorang profesional pemasaran
dalam memasarkan produk: (1) segmentasi pasar, (2) pemilihan pasar
sasaran, (3) penempatan produk.
1. Segmentasi Pasar

Segmentasi pasar adalah Secara umum setiap perubahan


kegiatan membagi-bagi pasar yang akan mengsegmentasikan pasarnya atas
bersifat heterogen dari suatu produk ke dasar:
dalam satuan-satuan pasar (segmen a. Keadaan geografis
pasar) yang bersifat homogen.
Ada empat kriteria yang harus b. Keadaan demografis
dipenuhi segmentasi pasar agar proses c. Keadaan psikografis
segmenttasi pasar dapat dijalankan
dengan efektif dan bermanfaat bagi
perusahaan, yaitu:
a. Terukur
b. Terjangkau
c. Cukup luas
d. Dapat dilaksanakan
2. Penetapan Pasar Sasaran (Target market)
Merupakan kegiatan yang berisi dan menilai serta memilih satu atau
lebih segmen pasar yang akan dimasuki oleh suatu perusahaan. Perusahaan
harus membagi-bagi pasar menjadi segmen-segmen pasar utama, setiap
segmen pasar kemudian dievaluasi, dipilih dan diterapkan segmen tersebut
sebagai sasaran. Dalam kenyataannya perusahaan dapat mengikuti salah satu
diantara lima strategi peliputan pasar, yaitu:
a. Konsentrasi pasar tunggal
b. Spesialisasi produk
c. Spesialisasi pasar
d. Spesialisasi selektif
e. Peliputan keseluruhan (whole coverage)
3. Penempatan Produk (Product Positioning)
Penempatan produk adalah upaya perancangan produk dan
bauran pemasaran agar tercipta kesan tertera di antara para konsumen.
Dengan demikian, apa yang sesungguhnya penting di sini adalah
persepsi atau tanggapan konsumen mengenai posisi yang dipegang oleh
setiap produk di pasar
Pemasaran Terpadu

Pemasaran terpadu atau marketing mix merupakan kombinasi


variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran.
Variabel ini dapat dikendalikan oleh perusahaan untuk mempengaruhi
tanggapan konsumen dalam pasar sasarannya.
Menurut Stanton (1986), pengertian marketing mix secara umum adalah
istilah yang dipakai untuk menjelaskan kombinasi empat besar
pembentuk inti sistem pemasaran sebuah organisasi. Keempat unsur
tersebut adalah penawaran produk/jasa, struktur harga, kegiatan
promosi, dan sistem distribusi.
1. Product (barang/jasa)

Kebijakan mengenai produk atau jasa meliputi jumlah barang /


jasa yang akan ditawarkan perusahaan, pelayanan khusus yang
ditawarkan perusahaan guna mendukung penjualan barang atau jasa dan
bentuk barang ataupun jasa yang ditawarkan.

Tidak terwujud
Tidak dapat dipisahkan
Product (barang/jasa)
Berubah-ubah
Daya tahan
2. Price (harga)
Kebijakan harga erat kaitannya dengan keputusan tentang jasa
yang dipasarkan. Hal ini disebabkan harga merupakan penawaran suatu
prosuk atau jasa. Dalam menetapkan harga, biasanya didasarkan pada
suatu kombinasi barang/jasa ditambah dengan beberapa jasa lain serta
keuntungan yang memuaskan. Berdasarkan harya yang ditetapkan ini
konsumen akan mengambil keputusan apakah dia akan membeli barang
tersebut atau tidak.
3. Place (saluran distribusi)
Tahap berikutnya menentukan metode penyampaian produk/jasa ke
pasar melalui rute-rute yang efektif hingga tiba pada tempat yang tepat,
dengan harapan produk/jasa tersebut ditengah-tengah kebutuhan dan
keinginan konsumen yang haus akan produk/jasa tersebut.
Hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih saluran distribusi
a. Sifat pasar dan lokasi pembeli.
b. Lembaga-lembaga pemasaran terutama pedagang-pedagang perantara.
c. Pengendalian persediaan, yaitu menetapkan tingkat persediaan yang
ekonomis.
d. Jaringan pengangkutan.
4. Promotion (promosi produk)
Aspek ini berhubungan dengan berbagai usaha untuk memberikan
informasi pada pasar tentang produk/jasa yang dijual, tempat dan
saatnya.
Periklanan (advertising)
Penjualan pribadi (personal Selling)
Promosi Produk
Promosi penjualan (sales Promotion)
Publisitas (publicity)
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Strategi
Pemasaran
Proses pemasaran bukan merupakan proses yang mudah karena
proses ini melibatkan berbagai faktor yang saling terkait. Oleh karena
itu, pemasaran harus dilakukan menurut pertimbangan yang matang
dengan memperhatikan berbagai hal. Menurut Winardi (1981), faktor-
faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menjalankan proses
pemasaran antara lain (1) rencana strategi perusahaan, (2) lingkungan
mikro perusahaan, (3) lingkungan makro perusahaan.
1. Rencana Strategi Perusahaan
Lingkungan pemasaran suatu perusahaan terdiri dari para pelaku dan
kekuatan-kekuatan yang berasal dari luar fungsi menejemen pemasaran
perusahaan untuk mengembangkan dan mempertahankan transaksi yang
sukses dengan para pelanggan sasarannya.
Strategi pemasaran adalah logika pemasaran dan berdasarkan itu, unit bisnis
diharapkan untuk mencapai sasaran-sasaran pemasarannya.
Rencana strategi pemasaran perusahaan adalah suatu rencana pemasaran
jangka panjang yang bersifat menyeluruh dan strategis, yang merumuskan
berbagai strategi dan program pokok dibanding pemasaran perusahaan pada
suatu jangka waktu tertentu dalam jangka panjang dimasa depan.