Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN JAGA

GASTROENTERITIS AKUT

FATHYA AULIANNISA
1710221066
FK UPN VETERAN JAKARTA
Identitas Pasien

 Nama : Ny. S
 Usia : 51 tahun
 Jenis Kelamin : Perempuan
 Alamat : Jrukung 3/6 Kandangan, Bawen
 Pendidikan : SD
 Pekerjaan : Ibu rumah tangga
 Status : Janda
 Agama : Islam
 Masuk RS : Tgl 20 Maret 2018
Anamnesis

 KU : BAB cair lebih dari 10x, 6 jam SMRS

Riwayat Penyakit Sekarang


• Sejak 6 jam SMRS pasien mengeluh BAB cair >10x. BAB cair
tidak berampas, berwarna cokelat. BAB juga tidak mengandung
lendir, dan darah. Pasien mengeluhkan nyeri pada perut bagian
bawah seperti melilit. Mual(+) muntah (+) 4x berisi cairan. Sakit
kepala (+), dan terasa lemas. BAK sedikit, dan berwarna kuning.
Pasien tidak mempunyai alergi baik makanan, minuman, atau
obat. Riwayat kebiasaan makan pasien hanya makan makanan
rumah.
Anamnesis

• Riwayat penyakit seperti ini


Riwayat Penyakit sebelumnya (+). Penyakit DM,
Dahulu jantung, Hipertensi disangkal
• Riwayat alergi disangkal

• Penyakit hipertensi, DM, asma,


Riwayat Penyakit
penyakit jantung dan paru
Keluarga
dikeluarga disangkal

Riwayat Sosial
• Pasien sehari-hari dirumah saja
Ekonomi
Pemeriksaan Fisik

Status Generalis
 KU : Tampak sakit sedang
 Kesadaran : Compos Mentis
 Status Gizi : Baik

Vital Sign
TD : 114/77 mmHg
Nadi : 100x/menit
RR : 21x/menit
Suhu : 36,5 ºC
SpO2 : 97%
Organ Keterangan
Kulit Turgor kulit kembali lambat
Kepala Bentuk mesosefal
Mata konjungtiva anemis (-), sklera ikterik (-)
Telinga Normotia, otorea (-)
Hidung bentuk normal, tidak ada deviasi septum, rinore (-)

Tenggorokan faring tidak hiperemis, tonsil T2-T2


Mulut pucat (-), sianosis (-), stomatitis (-)
Leher dbn, KGB tidak membesar
Thoraks
• I : bentuk normothoraks, gerak simetris
• P : vocal fremitus sama ka=ki
• P : sonor seluruh lap paru
• A : SN vesikuler +/+, Ronkhi -/-, Wheezing -/-, Stridor -/-

Jantung
• I & P: iktus cordis tidak terlihat dan teraba
• P : dbn
• A : BJ I/II reguler, Murmur (-), Gallop (-)
Status Lokalis Abdomen

I: datar, supel
A: BU (+) meningkat (hiperperistaltik)
P: defans muscular (-), nyeri tekan (+) , nyeri lepas (-)
P: timpani, pekak hepar (-)
Pemeriksaan Penunjang

GDS

• 125 mg/dL

EKG

• Normal Sinus Rhytm


Diagnosis

Gastroenteritis akut dehidrasi ringan-sedang


Definisi

 Gastroenteritis :
Adanya inflamasi pada membran mukosa saluran
pencernaan dan ditandai dengan diare dan muntah

 Akut  <15 hari Defekasi dengan tinja


berbentuk cair atau
setengah cair (setengah
padat), kandungan air tinja
lebih banyak dari biasanya
Epidemiologi

 Salah satu penyakit pencernaan yang sangat sering ditemui


 Di negara berkembang lebih berisiko, baik dari segi
morbiditas hingga mortalitasnya
 Lebih sering mengenai anak-anak, namun juga banyak
ditemukan pada pasien dewasa
 Di Indonesia tahun 2010 diare dan gastroenteritis oleh
penyebab infeksi tertentu masih menduduki peringkat
pertama penyakit terbanyak pada pasien rawat inap di
Indonesia yaitu sebanyak 96.278 kasus dengan angka
kematian (Case Fatality Rate/CFR) sebesar 1,92%
Manifestasi klinis

 Mual (93%)
 Diare (89%)
 Muntah (81%)
 Nyeri abdomen (76%)
Rotavirus,
Virus Enterik
adenovirus, dll
Faktor Salmonella,
Bakteri
Infeksi E. coli, dll
Giardia lamblia,
Protozoa Entamoeba
histolytica
Etiologi
Malabsorbsi
karbohidrat,
Malabsorbsi lemak, protein,
Faktor atau vitamin dan
Makanan mineral
Keracunan
makanan
Dehidrasi
Penatalaksanaan

Tangani/cegah dehidrasi dengan cairan rehidrasi


oral (bila dehidrasi ringan-sedang) atau terapi
cairan intravena (bila dehidrasi berat)
Atasi gejala-gejala lain (demam, mual-muntah)

Infus Asering 20 tpm


Inj Ondansentron 3x1 amp
Diaform 2 tab post BAB
Penatalaksanaan

Lakukan
pemeriksaan
spesimen tinja

Terapi kausatif
Rehidrasi

Derajat dehidrasi Kebutuhan cairan

Dehidrasi minimal hilang cairan <3% 103% x 30 – 40 cc/kgBB/hari


BB

Dehidrasi ringan sedang, hilang caran 109% x 30-40 cc/kgBB/hari


3-9% BB

Dehidrasi berat 112% x 30-40 cc/kgBB/hari


Terapi simtomatik
Antibiotik selektif
Komplikasi diare akut

 Dehidrasi dan syok hipovolemik.


 Gangguan elektrolit,kalium,natrium,klorida yang dapat
menyebabkan ileus paralitik dan gangguan konduksi
jantung.
 Gagal ginjal akut.
 Asidosis metabolik.
Prognosis

 Dengan penggantian Cairan yang adekuat, perawatan


yang mendukung, dan terapi antimikrobial jika
diindikasikan, prognosis diare infeksius hasilnya sangat
baik