Anda di halaman 1dari 21

TUMOR PHYLLOIDES

Afdalia Narjianti

Pembimbing :
Dr. dr. I Made Christian B, M.Repro, Sp.B(K)Onk.

KEPANITERAAN KLINIK
BAGIAN-SMF ILMU BEDAH
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HALU OLEO
2018
PENDAHULUAN

Tumor adalah jaringan baru (neoplasma)


yang timbul dalam tubuh akibat pengaruh
berbagai faktor penyebab tumor yang
Tumor menyebabkan jaringan setempat pada
tingkat gen kehilangan kendali normal atas
pertumbuhannya

Jinak Ganas

Tumor Neoplasma mammae yang berasal dari


Phylloides jaringan fibroepitelial
ANATOMI
Definisi

Johannes Cystosarcoma
Muller (1838) Philloides

Benign
Tumor
WHO (1982) Borderline
Phylloides
Malignant
EPIDEMIOLOGI

Tumor Phylloides  Paling jarang, insidensinya 0,3 – 0,5% dari


semua jenis tumor payudara.

Penelitian pada 8567 pasien tumor payudara  31 kasus tumor


phylloides (0,37%).

Secara keseluruhan 2,1 kasus per satu juta wanita, dan sangat
jarang pada laki-laki.

Sebagian besar kasus tumor phylloides terjadi pada dekade ke-4.


Jarang terjadi pada remaja, tetapi dapat terjadi pada semua
umur.

Benign  60% - 75%, Borderline  12 – 26%, Malignant  25%


ETIOLOGI DAN PATOGENESIS

Etiologi pasti Tumor phylloides secara nyata


tumor berhubungan dengan
phylloides fibroadenoma dalam beberapa
sampai saat ini kasus, karena tumor phylloides
belum memiliki asal yang sama
dengan fibroadenoma yang
diketahui nantinya dapat berkembang
(idiopatik) menjadi tumor phylloides.
ETIOLOGI DAN PATOGENESIS

Trauma, menyusui, kehamilan, dan peningkatan aktivitas estrogen


lainnya  Faktor yang dapat merangsang pertumbuhan tumor.

Mutasi gen p53  meningkatkan pertembuhan sel-sel stromal


KLASIFIKASI
WHO membagi tumor phylloides berdasarkan beberapa aspek histologiknya :
Benign, Borderline, Malignant

Aspek histologik Benign Borderline Malignant

Stromal cellularity Mild Moderate Marked

Stromal atypia Mild Moderate Marked

Mitosis (per 10 <5 5-9 ≥ 10


lapang pandang
besar)
Stromal Tidak ada Tidak ada / fokal Ada
overgrowth
Tumor margin Berbatas Berbatas jelas Menginfiltrasi
jelas atau sudah jaringan
terjadi infiltrasi sekitarnya
secara fokal
DIAGNOSIS

• Terjadi secara unilateral (tunggal)


• Tidak nyeri, dengan benjolan yang dapat
teraba.
Anamnesis • Tumor tiba-tiba muncul dan terus
membesar, atau berupa benjolan yang
awalnya menetap lalu bertambah besar
dalam beberapa bulan terakhir.
DIAGNOSIS
Pemeriksaan Fisik
Benjolan yang lunak dan bulat, mirip fibroadenoma mammae,
namun berukuran lebih besar (> 2 cm – 3 cm), tetapi ukuran tumor
dapat mencapai lebih dari 10 cm bahkan bisa sampai 40 cm.

Permukaan kulit mammae terlihat mengkilat atau teregang dan


disertai pelebaran vena-vena dipermukaan kulit.

Pada kasus yang tidak tertangani dengan baik, dapat terjadi luka
borok kulit akibat iskemi jaringan.

Retraksi putting, tetapi tidak umum terjadi.

Dapat disertai dengan pembesaran limfonodi regional


Gambaran Klinis
Gambaran Klinis
DIAGNOSIS

Mammografi

USG
Radiologi
Mammae

Pemeriksaan MRI
Penunjang
Gambaran
Makroskopik
Histopatologi
Gambaran
Mikroskopik
Mammografi
USG Mammae
MRI Mammae
Gambaran Makroskopik
Gambaran Mikroskopik

Leaf like
appearance

Benign Borderline Malignant


PENATALAKSANAAN

• Eksisi luas dengan batas eksisi minimal


Terapi Utama 1 – 2 cm bebas tumor

Mastektomi • Tumor rekurensi


simple • Ukuran tumor > 10 cm

• Tipe Malignant
MRM • Terdapat pembesaran KGB

• Radioterapi
Konservatif • Kemoterapi
• Terapi Hormonal
PROGNOSIS

Faktor yang berperan


]dalam terjadinya rekurensi :

Peningkatan aktivitas
Batas bebas reseksi
mitosis dan aktivitas
tumor yang kurang
jaringan stroma yang
dari 1 – 2 cm
berlebihan
TERIMA KASIH