Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN KASUS

Skizofrenia Hebefrenik
Asis Fitriana
132011101005
Pembimbing
dr. Alif Mardijana, Sp. KJ

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JEMBER


KSM/LAB. PSIKIATRI
RSD dr. SOEBANDI JEMBER
2017 1
Identitas Pasien
• Nama : Sdr. B
• Umur : 31 th
• Jenis kelamin : Laki-laki
• Pendidikan : SMP
• Pekerjaan :-
• Agama : Islam
• Perkawinan : Belum Menikah
• Suku Bangsa : Madura
• Alamat : Jl. Kalimantan 10 66B
• No. Rekam Medis : 180292
• Status Pelayanan : BPJS NPBI 2
Anamnesis
Autoanamnesis dan heteroanamnesis dilakukan pada
tanggal 29 Oktober 2017 saat homevisit dirumah pasien
Autoanamnesis

Keluhan Utama
Merasa mudah haus
Riwayat Penyakit Sekarang:
Saat kami datang pasien yang membukakan pintu. Pasien kemudian duduk,
saat ditanya apakah kami boleh duduk pasien mempersilahkan. Saat ditanya
nama pasien dapat menjawab namanya dengan benar. Setelah kami
memperkenalkan diri, kemudian kami bertanya apa adakah keluhan saat ini.
Pasien menjawab bahwa pasien merasa mudah haus, sehari minum lebih dari
8x sehari dengan sekali minum 1 gelas hingga dalam sehari pasien buang air
kecil 12x. Saat ditanya jika makan sehari berapa kali pasien menjawab 5x
sekali makan 1 piring penuh, saat ditanya kenapa karna pasien merasa lapar.
Saat ditanya bagaimana tidur pasien, pasien menjawab jika pasien sehari
tidur dengan nyenyak, 2 kali sehari mulai jam 09.00-13.00 dan 20.00-05.00.
Autoanamnesis
Kemudian ketika ditanya apa pendidikan terakhir pasien, pasien menjawab
SMA kelas 2 di SMAN 2 Jember. Kemudian pemeriksa bertanya berarti tidak
punya ijazah SMA pasien menjawab tidak. Pemeriksa kemudian bertanya
kenapa hanya sampai SMA kelas 2. Pasien menjawab karna merasa tidak bisa
berfikir. Pasien masih ingat pelajaran yang disukai adalah matematika dan
bahasa inggris, tapi bahasa inggris selalu ada PR sehingga membuat pasien
banyak pikiran. Pasien mempunyai teman dekat untuk belajar yaitu teman
sebangkunya bernama adista, saat ditanya seperti apa adista itu pasien
menjawab Adista merupakan teman yang baik dan sering mengajari pasien
jika kesulitan belajar. Saat ditanya dulu pas SMA pasien ikut organisasi apa
pasien menjawab REMAS (Remaja Masjid) sejak kelas 1. Saat kelas 2 pasien
dicalonkan menjadi ketua remaja masjid, pasien menjawab bahwa merasa
kurang mampu tapi menjawab iya, saat pemeriksa bertanya kenapa
menjawab iya, pasien juga lupa kenapa menyanggupi sambil tertawa.
Menjabat selama 2 bulan pasien meminta pengalihan jabatan ketua remas
karena pasien merasa takut tidak mampu.
Autoanamnesis
Menurut pasien teman organisasi pasien kurang kompak, pasien
merasa bekerja hanya dengan beberapa orang itu itu saja, karna banyak
anggota yang tidak menyukai pasien. Saat ditanya proker apa yang
pasien menjalankan organisasi pasien, pasien menjawab hanya takmir
masjid selebihnya pasien tidak ingat. Saat ditanya apa tugas takmir,
pasien menjawab bersih-bersih masjid. Pasien kemudian bilang “gausah
cari teman bikin kesruh” . kemudian saat ditanya kenapa bisa begitu
pasien menjawab bahwa temen ada yang iri dengan jabatan pasien
hingga memukul, pasien membalas pukulan tersebut. Teman tersebut
dulu tidak dicalonkan, sehingga iri dengan pasien dan mempengaruhi
teman yang lain, sehingga pasien merasa dipandang sinis oleh
kebanyakan teman sekolahnya. Pasien juga pernah dipukul pasien juga
menjawab alasan meminta pengalihan jabatan karna pasien tidak
sanggup dengan tekanan saat menjadi ketua remas. Kemudian jabatan
dialihkan ke kakak kelas yang dulu menjabat.
Autoanamnesis
Saat ditanya apakah pasien pernah jatuh cinta pasien hanya tertawa dan malu
malu, kemudian pemeriksa berkata gausah malu gakpapa, kemudian pasien
menjawab dengan malu iya. Pasien mempunyai pacar sejak kelas 1, beda
kelas. Saat ditanya apakah masih hingga sekarang, pasien menjawab tidak
ingat tetapi pasien masih mengingat nama dan rumahnya. Saat diatanya
apakah pasien tidak ingin menemui teman lama adista dan pacar pasien
tersebut, pasien menjawab ingin tapi sama bapak tidak boleh keluar rumah.
Pasien juga berkata tidak mengingat apa apa saat sakit. Saat ditanya apa yang
diingkan saat ini pasien menjawab ingin refreshing dan jalan-jalan.
Kemudian pasien bercerita jika bosan didalam rumah terus menerus,
kemudian pasien bercerita bahwa setelah sakit hanya pernah jalan-jalan
memancing bersama ayah tapi tidak mendapatkan ikan karna tidak bisa
memancing. Saat ditanya apakah pasien melihat dan mendengar yang tidak
wajar pasien menjawab tidak.
Autoanamnesis
Tetapi setelah ayah pasien mengatakan pasien terkadang tersenyum sendiri
kemudian pasien jujur. Hari ini (29-10-2017) jam 09.00 setelah mandi dan
makan pasien bertemu seorang tamu wanita yang marah. Pemeriksa
kemudian bertanya kenapa marah pasien menjawab karna selama dia
mendatangi pasien, selalu tidak dihiraukan oleh pasien. Karna pasien
menyadari itu tidak nyata. Selama ini dia selalu datang dengan membawa
senjata tajam bersama 1 orang laki-laki, kemudian membunuh laki-laki
tersebut dengan sadis, dan berkata “awas kon” dengan menunjuk pasien
tetapi pasien tidak pernah takut malah menertawakan. Bayangan tersebut
datang sangat jarang, kemungkinan seminggu sekali. Pasien mengaku tidak
mengenal wanita dan lelaki tersebut dan selalu muncul dengan wajah sama
tetapi skenario berbeda. Dan pasien tidak tau apa pemicu munculnya
bayangan tersebut. Saat ditanya apakah pasien tidak ingin menikah, pasien
menjawab ingin menikah tetapi harus bekerja dulu tetapi sama bapak belum
boleh. Saat ini pasien solat, makan, minum dan tidur tanpa disuruh. Saat
ditanya kenapa dulu pasien bisa sakit dan lupa semua, pasien menjawab tidak
tahu. Pasien minum obat dengan kesadaran sendiri tanpa disuruh pasien
menyadari jika telat minum obat perasaaanya jadi tidak enak dan jadi banyak
uneg-uneg.
Heteroanamnesis
Saat ini keluarga tidak mengeluhkan apa-apa.
2004 : menurut keluarga pasien merupakan anak yang penurut,
pendiam, tertutup dan pandai. Sejak SD selalu menduduki 5 besar
rangking kelas. Pasien juga mempunya banyak teman yang sering
main kerumah dan dekat dengan sepupu yang seumuran
dengannya. Kejadian bermula saat pasien pergi bersama kakaknya
naik mobil lalu menabrak pohon yang diatasnya terdapat kandang
burung. Kemudian pemilik kandang burung tersebut marah dan
berkata “oh bibi” (bibi merupakan nama panggilan pasien).
Beberapa hari setelah kejadian tersebut pasien yang saat itu sudah
menjabat menjadi ketua remas menginap di sekolah selama 2 hari
karna ada acara idul adha. Sepulang dari acara tersebut pasien tidak
mau masuk sekolah, dengan alasan kalau belajar kepala mau pecah.
2 bulan tidak masuk sekolah hingga gurunya kerumah dan
menyuruh masuk sekolah dan menawarkan gakpapa tidak ikut
ujian asalkan absen. Teman teman datang bergantian ke rumah
tetapi pasien tidak menghiraukan.
Heteroanamnesis
Pasien hanya diam dikamar, tidak mau makan jika tidak
disuapi, mandi dan minum juga tidak atas kemauan sendiri.
Semakin hari keadaan pasien semakin memburuk hingga
tidak mampu mengenali siapapun termasuk orangtuanya,
bicara tertawa sendiri, menendang ibunya, kemudian
merusak barang dirumahnya. Pasien juga takut dengan
pohon didepan rumah karna disitu pasien melihat pocong.
Pasien sepanjang hari tersenyum sendiri dan tidak bicara,
dan ketika malam hari berjalan berkeliling desa dengan mata
melotot. Keluarga berasumsi hal yang terjadi pada anaknya
adalah karna santet yang dikirim oleh pemilik burung
tersebut. Kemudian orangtua pasien membawa pasien
berobat ke bondowoso dan disana hanya 23 hari karna pasien
kabur. Tak berhenti disitu saja, selama kurang lebih 7 tahun
pasien dibawa ke banyak kyai. Hingga di kyai kalisat, bapak
pasien menyaksikan setan pada tubuh anaknya keluar dan
dipukul.
Heteroanamnesis
2009-sekarang : Orangtua akhirnya memutuskan untuk membawa
ke RSD. Dr. Soebandi karna pertimbangan dari kakak ipar pasien
dan setan sudah keluar. Pasien kemudian dibawa ke poli RSJ, satu
bulan setelah pengobatan pasien sudah dapat mengenali keluarga.
Setelah 5 bulan pengobatan, pasien mau makan, minum, dan solat
sendiri. Tetapi tangan pasien sering tergerak sendiri. Kemudian
setelah ditambah obat sudah tidak timbul lagi. Pasien lebih sering
tidur, makan dan minum banyak sehingga lama kelamaan pasien
gemuk. Pasien tidak pernah marah-marah. Pasien cenderung diam
dirumah mendengarkan radio dan membantu ibu melakukan
pekerjaan rumah jika disuruh. Pasien tidak berbicara jika tidak
diajak berbicara. Pasien juga meminum obat dengan kesadaran
sendiri. Keluarga merasa anaknya sudah hampir kembali normal
tetapi belum berani membiarkan pasien bekerja atau beraktivitas
diluar rumah.Tetapi terkadang masih tersenyum sendiri meskipun
sangat jarang. Pasien rutin mengambil obat untuk kontrol dan
suntik sebulan sekali.
 RIWAYAT PENYAKIT DAHULU
Disangkal

 RIWAYAT PENGOBATAN
Mantri diberi 2 obat pagi dan malam tidak membaik
Ruqyah

 RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA


Keluarga pasien tidak ada yang mengalami keluhan serupa
RIWAYAT SOSIAL
• Status : Pasien belum menikah
• Pendidikan : SMP
• Pekerjaan :-
• Premorbid : Kepribadian tertutup
• Faktor Organik: -
• Faktor Keturunan :-
• Faktor Pencetus : Tekanan menjadi ketua remas
• Faktor Psikososial: Hubungan pasien dan keluarga baik
Hubungan di organisasi buruk
Pemeriksaan
Status interna singkat
• Keadaan Umum
– Kesadaran : komposmentis
– Tensi : 120/70 MmHg
– Nadi : 84x/menit
– RR : 16x/menit
– Suhu : 36,6 °C

14
• Pemeriksaan Fisik
– Kepala – leher : a/i/c/d -/-/-/-
– Jantung : ictus cordis tidak tampak dan
teraba pada ICS 5 anterior axila line, redup, S1S2
tunggal,
• e/g/m = -/-/-
– Paru – paru : Simetris, retraksi -/-, fremitus n/n,
vesikuler +/+, rhonki -/-, wheezing -/-
– Abdomen : cekung, BU (+) normal, timpani, soepel
– Ekstremitas : Akral hangat di keempat ekstremitas
dan tidak ada edema di keempat ekstremitas

15
STATUS PSIKIATRI
Deskripsi Umum :
• Penampilan umum:
Pasien berpakaian rapi dan sesuai gender. Pasien
memakai kaos dan celana jeans pendek. Rambut
pasien rapi, pendek, dan tidak acak-acakan.
• Kontak : Mata (+) verbal (+) lancar,
relevan
• Kesadaran : Berubah, GCS: 4-5-6
 Afek/Emosi • Gangguan Persepsi
 Dangkal/inadekuat – Halusinasi : (+) auditory dan
visual
 Proses Berpikir – Ilusi : (-)
 Bentuk pikiran : non-realistik
– Depersonalisasi : (-)
 Arus Pikiran : flight of ideas
 Isi Pikiran : inadekuat ? – Derealisasi : (-)
• Intelegensi : Dalam batas normal
• Kemauan : Dalam batas normal
• Psikomotor : Dalam batas normal
• Tilikan : Tilikan 4 (menyadari keadaan sakitnya
disebabkan karena sesuatu yang tidak diketahui dalam diri
pasien)
PANNS Score
Positive : 10
Negatif : 10
Komorbid Score : 0
Psikopatologi : 22
Total 42
Diagnosis Multiaxial
Axis I : F20.1o Skizofrenia Hebefrenik Berkelanjutan
Axis II : Z03.2 Tidak ada
Axis III : Tidak ada
Axis IV : Masalah dengan lingkungan sosial
Axis V : GAF Scale 40-31
Diagnosis Banding
• F20.0 Skizofrenia Paranoid
• F25 Gangguan Skizoafektif

19
Terapi
Somatoterapi
• Farmakoterapi
• Inj Sikzonoate im 1 bulan sekali
• p/o Clozapin 25mg 2 x 1 tab
• Haloperidol 5 mg 3x1 tab
• THD 2 mg 2x1 tab
Psikoterapi
• Psikoterapi suportif individual/ kelompok, serta bimbingan yang
praktis dengan maksud mengembalikan pasien ke masyarakat
• Edukasi untuk bekerja atau mengikuti paket C untuk ijazah SMA
• Edukasi keluarga untuk memberi kepercayaan dan ruang agar
anaknya dalam bersosialisasi
Prognosis
ad malam karena:
• Kepribadian Premorbid : kepribadian tertutup  buruk
• Patogenesis : lambat  buruk
• Jenis penyakit : skizofrenia hebefrenik  buruk
• Umur permulaan : muda  buruk
• Kecepatan terapi : lambat  buruk
• Faktor keturunan : (-)  baik
• Faktor pencetus : tidak diketahui  buruk
• Perhatian keluarga : kurang  buruk
• Ekonomi : menengah kebawah  buruk
• Kepatuhan dlm pengobatan: patuh  baik
Terimakasih