Anda di halaman 1dari 34

PRESENTASI

KASUS
OSTEOARTHRITIS, HIPERTENSI STAGE II, CEPHALGIA PADA WANITA GERIATRI PENCARI
NAFKAH DENGAN KESULITAN BERJALAN KARENA SAKITNYA DALAM KELUARGA
DISFUNGSIONAL SEDANG PADA RUMAH TIDAK SEHAT DALAM RUMAH TANGGA
YANG TIDAK BERPERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT

Presentan:
Adlina Karimina Nurul H/20164011112
Identitas Pasien
• Nama Lengkap : Ny. SH
• Jenis Kelamin : Perempuan
• Tanggal Lahir : 31 Desember 1932 Usia : 85 th
• Agama : Islam
• Alamat : Notoyudan GT, RT 090 RW 25 2/1084
• Status Perkawinan : Menikah
• Pendidikan Terakhir : SD
• Pekerjaan : Pedagang Nasi Rames
• Kunjungan Puskesmas : 16/03/2018
• Jaminan kesehatan : JKN PBI
• Kunjungan Rumah : 17/03/2018
• No. RM : 03000841
Anamnesis

Keluhan Utama :Nyeri pada kedua lutut

Keluhan Tambahan :Pusing cekot-cekot


RPS
• Pasien datang ke Puskesmas Gedongtengen dengan keluhan
nyeri pada kedua lutut sejak ± 1 tahun yll. Nyeri lutut dirasa
semakin memberat dalam 2 bulan terakhir hingga pasien
memutuskan untuk datang ke Puskesmas Gedongtengen karena
sangat sakit bila digunakan untuk berjalan, bengkak dan kaku
bila digerakkan, namun tidak ada kemerahan pada kedua lutut.
Keluhan sakit yang dirasakan pasien selama ini dirasa memberat
apabila digunakan untuk berjalan, naik tangga dan berjongkok.
Keluhannya membaik bila istirahat atau minum obat antinyeri
baik dari Puskesmas atau dari RS dimana pasien pernah opname
selama 11 hari pada bulan Oktober 2017. Pasien juga mengaku
sudah 6 bulan tidak kontrol rutin untuk penyakitnya ke Puskesmas.
Pasien juga mengeluh kadang-kadang pusing cekot-cekot dari
bagian depan kepala hingga ke bagian leher belakang.
ANAMNESIS

RPS
Hipertensi sejak
RPD 5 th yll. DM (-),
Alergi (-)

Kedua orangtua
pasien tidak
mempunyai sakit
hipertensi
RPK
Riwayat Personal Sosial,
Ekonomi, Lingkungan
(Ax Holistik)
• Riwayat Pendidikan : Pendidikan terakhir pasien adalah SD (kelas 3), namun tidak
sampai selesai dikarenakan masalah biaya.
• Riwayat Pernikahan : Pasien menikah 2 kali. Pernikahan pertama pasien pada tahun
1948. Dari pernikahan pertama pasien dikaruniai 3 anak laki-laki dan 3 anak
perempuan. Dikarenakan suaminya meninggal, pasien menikah lagi pada tahun 1950,
yang dikaruniai 3 anak laki-laki dan 3 anak perempuan
• Riwayat Sosial :
• Keluarga : Dalam keluarga, pasien sebagai breadwinner, decision maker, dan pasien dapat
berkomunikasi dengan baik tanpa adanya gangguan
• Tetangga : Kurang baik, pasien bersosialisasi jika ada keperluan saja
• Riwayat Pekerjaan : Pasien bekerja di rumahnya sebagai pedagang nasi rames,
dengan penghasilan tidak menetap, rata-rata 300.000 per bulan, pasien merasa
cukup.
• Gaya Hidup :
• Pola makan : Pasien makan 3 kali sehari dengan nasi dan lauk, hanya kadang-kadang
dengan sayur. Pasien jarang mengkonsumsi buah-buahan.
• Olahraga : Pasien tidak pernah melakukan olahraga sejak kedua lututnya nyeri.
• Istirahat : Pola tidur pasien teratur, yakni tidur sekitar pukul 22.00 dan sebelum
adzan subuh telah terbangun.
• Kebiasaan : Pasien kadang-kadang meminum teh pada pagi dan sore hari. Pasien
tidak minum kopi dan tidak pernah merokok, tidak pernah minum-minuman beralkohol, pasien
juga tidak pernah menggunakan narkoba.
Review sistem
• Sistem Saraf pusat : nyeri kepala (+)
• Sistem kardiovaskular : nyeri dada (-), berdebar-debar (-)
• Sistem pernapasan : batuk (-), sesak nafas (-)
• Sistem muskuloskeletal : nyeri otot dan tulang (+)
• Sistem urogenital : nyeri berkemih (-), BAK dalam batas normal
• Sistem gastrointestinal : mual (-), muntah (-), BAB dalam batas normal
• Sistem integumen : tidak ada keluhan
Anamnesis Illness
• Pikiran: Pasien takut jika penyakitnya kambuh hingga harus dirawat lagi.
• Perasaan : Pasien merasa sedih karena tidak bisa berjalan seperti sediakala dan harus
menggunakan alat bantu.
• Efek pada fungsi : Pasien mengalami gangguan dalam pekerjaannya, karena sulit
berjalan.
• Harapan : Pasien ingin sembuh, tidak menjadi semakin parah dan ingin punya cukup
uang agar sanggup naik becak ke Puskesmas untuk kontrol rutin serta berharap anak-
anaknya yang di luar kota lebih peduli pada keadaan pasien.
Tanda Vital :

Px
TD 160/100 mmHg Kepala
HR 86x/m normochepale
RR 20x/r
Suhu afebris

F Antopometri :
Mata: PBI, KA (-/-), SI (-/-)
Hidung: sekret (-), epistaksis (-),
Mulut: tonsil T0/T0,

I
TB 140cm
BB 40 kg faring hiperemis (-),
BMI 20,4 Telinga: serumen (-),
gendang telinga intak

S
Paru Leher: pembesaran kgb (-),
Pergerakan dada simetris, JVP (-)
retraksi (-), Jantung

I
Fremitus (+/+), SI-SII reguler,
Sonor (+/+), Murmur (-),
Vesikuler (+/+), Gallop(-)

K
Ronkhi (-/-),
Wheezing (-/-) Abdomen
Perut buncit, peristaltik (+),
Ekstremitas Tympani (+),
akral hangat, nadi kuat, edema (-), Nyeri tekan (-),
capillary refill < 2 detik Hepatosplenomegali (-)
• Ekstremitas
• Superior : Akral hangat (+/+), Edema (-/-), Palmar eritem (-/-)
• Inferior : Akral hangat (+/+), Edema (-/-)
• Status lokalis  Genu dextra et sinistra :
Inpeksi : Oedema (+) dan kemerahan (-)
Palpasi : Teraba keras (+), Nyeri tekan (+) dan teraba hangat (-)
ROM : Secara aktif dan pasif terbatas karena nyeri, krepitasi (-)
• Pulsasi A. Dorsalis pedis teraba kuat, isi cukup (+/+)
Pemeriksaan Penunjang
• Laboratorium : Tidak ada data
- Usulan : Darah rutin, LED dan Profil lipid
• EKG (Screening kelainan kardiovaskular pada geriatri)
• Radiologi : Thorax : Pulmo dan Cor dalam batas normal
- Usulan : Genu dextra et sinistra AP dan Lateral
Diagnosis Klinis
• Osteoarthritis
• Hipertensi stage II tidak terkendali
• Cephalgia ec Tension Type Headache
Data Anggota Keluarga Inti

No. Nama Jenis Tgl Pekerjaan No.HP Status


Kelamin Lahir/ Kesehatan
Umur
1. Ny. Somohartono P 85 Penjual nasi - OA, Hipertensi
rames dan Cephalgia

2. Ny. Sri Mulyani P 55 Penjual nasi - Sehat


rames
3. Mulyosihono L 25 Buruh - Sehat
Instrumen Penilaian Keluarga
Genogram

Ny. SH
B dan D

Ny. SM
C
Tahapan Siklus Kehidupan Keluarga (Family Life Cycle)
• Family in Later Life

• Bentuk Keluarga (Family Structure)


• Single Parent Family (Goldenberg, 1980)
Instrumen Penilaian Keluarga
• Peta Keluarga
Instrumen Penilaian Keluarga
• Family Life Line
Tahun Usia Life Events/ Crisis Severity of Illness
(Tahun)

1959 40 Suami pertama meninggal karena bunuh diri di rel kereta api Stressor Psikolois

1967 74 Suami ke-dua meninggal karena sakit Stressor Psikolois

2017 84 Harus rawat inap di Rumah Sakit karena penyakitnya yang semakin parah Stressor Psikologis
sehingga dokter menyarankan menggunakan alat bantu untuk berjalan
Analisis Kunjungan Rumah
Kondisi Rumah
• Kepemilikan rumah : milik pasien
• Lokasi Rumah : Notoyudan GT, RT 090 RW 25 2/1084 (masuk ke gang sempit, dengan jalan
turunan terjal sebelum gang sempit tersebut)
• Ukuran Rumah : + 5x7 m
• Deskripsi : dinding rumah terbuat dari tembok, lantai keramik, langit-langit terpasang plafon
dan atap terbuat dari genteng.
• Kebersihan : kurang bersih, banyak barang berserakan di dalam rumah
• Pencahayaan : kurang
• Ventilasi : cukup
• Sumber dan penampungan air serta sanitasi : Air Sumur dengan jarak >2m dari jamban
• Toilet umum : Terdapat 1 buah kamar mandi umum dengan 1 jamban duduk dan bak mandi
berupa tembok semen halus. Kesan kamar mandi kurang bersih, tidak bau dan tidak terawat.
Berukuran sekitar 1,5m x 1m. Air berada dalam bak dan ember mandi bersih tidak ada jentik
nyamuk.
Denah Rumah
Lingkungan Sekitar Rumah
• Sumber penampungan air : Air sumur
• Pembuangan sampah : Sampah diambil petugas sampah setiap hari
• Jarak antar rumah : Berdempetan
Diagnosis Holistik
• Osteoarthritis, Hipertensi Stage II, Cephalgia pada Wanita Geriatri Pencari Nafkah
dengan Kesulitan Berjalan karena Sakitnya dalam Keluarga Disfungsional Sedang
pada Rumah Tidak Sehat dalam Rumah Tangga yang Tidak Berperilaku Hidup Bersih
dan Sehat
Rencana Manajemen Komprehensif
• Promotif:
• Edukasi ke pasien dan keluarga tentang :
• Gambaran bahwa osteoarthritis dan hipertensi merupakan penyakit kronik yang dapat
membaik dengan terapi
• Pengetahuan tentang osteoarthritis, hipertensi dan cephalgia, apa saja penyebabnya, faktor
risiko, gejala-gejala, komplikasi, serta hal apa saja yang harus dilakukan untuk menjaga
kesehatannya
• Pentingnya modifikasi gaya hidup, terutama dalam hal pola makan, dimana pasien harus
membatasi makanan yang mengandung garam, minyak, santan, lemak, jeroan dan lain-lain
• Pentingnya minum obat secara teratur sesuai anjuran dokter
• Pentingnya kontrol penyakitnya ke dokter untuk memonitor tekanan darah
• Pentingnya menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari
• Pentingnya dukungan keluarga pada pasien dalam pengelolaan penyakitnya.
Rencana Manajemen Komprehensif
• Upaya Preventif
• Mengatur Pola Makan : Diet DASH
• Mengatur Pola Aktivitas Fisik : Tetap menggunakan anggota gerak semampu
pasien untuk aktifitas sehari-hari agar tetap mempertahankan kualitas hidupnya
• Mengatur Istirahat terutama sleep hygiene yang baik
• Manajemen stress yang baik
• Minum obat secara teratur sesuai anjuran dokter
• Melakukan perilaku hidup bersih dan sehat
Rencana Manajemen Komprehensif
• Upaya Kuratif
• R/ Amlodipin mg 5 No XV
• S 1 dd tab 1
• -------------------------------------------------------------------------
• R/ Meloxicam mg 7,5 no X
• S 2 dd tab 1
• -------------------------------------------------------------------------
• Upaya Rehabilitatif
• Menggunakan alat bantu berjalan agar anggota gerak pasien tetap dapat digunakan berjalan dan
tidak mengalami atrofi.
Identifikasi Masalah
No Masalah yang dihadapi Target Sasaran Pembinaan Kolaborasi

- Edukasi kepada pasien tentang


Pasien penyakitnya & modifikasi gaya
1. Osteoarthritis Gejala tidak muncul Interna
Keluarga hidup.
- Konseling metode CEA

2. Hipertensi Tekanan darah Pasien - Edukasi kepada pasien Interna


terkendali dibawah tentang penyakitnya &
Keluarga Ahli gizi
150/90 (JNC VIII, 2014) modifikasi gaya hidup.
- Konseling metode CEA
3. Cephalgia - TTH Gejala tidak muncul Pasien - Edukasi mengenai penyakit Neurologis
- Pembinaan keluarga ketika
Keluarga
pasien stress/kelelahan

4. PHBS yang kurang Meningkatnya derajat Pasien Edukasi tentang pentingnya Promkes
PHBS perilaku hidup bersih dan sehat
Keluarga
dalam upaya meningkatkan
kesehatan
DOKUMENTASI KEGIATAN
TERIMAKASIH