Anda di halaman 1dari 7

OBSTETRI GINEKOLOGI

FAKULTA KEDOKTERAN UNIVERSITAS


DIPONEGORO/ RSUP DR. KARIADI
SEMARANG
2016
Informed consent pemecahan kulit ketuban
meliputi :
 Rencana tindakan yang akan dilakukan

 Tujuan tindakan untuk memperbaiki HIS

 Komplikasinya emboli air ketuban,


endometritis, prolaps tali pusat
 Alternatif tindakan tidak ada
 Persiapan alat setengah kocher, bengkok,
sarung tangan, kapas sublimat, leanec.
 Persiapan pasien : posisi lithothomi
 Persiapan dokter : memakai apron, memakai
goggle
 Dengarkan DJJ dan catat pada partograf
 Cuci kedua tangan
 Pakai sarung tangan steril
 Di antara HIS, lakukan pemeriksaan dalam dengan
hati hati. Raba dengan hati-hati selaput ketuban
untuk memastikan bahwa kepala telah masuk
dengan baik (masuk kedalam panggul) dan bahwa
tali pusat atau bagian bagian yang kecil dari bayi
bisa dipalpasi, jangan pecahkan selaput ketuban.
 Pemecahan kulit ketuban dilakukan sesaat
sebelum his berakhir.
 Dengan menggunakan tangan yang lain ,
tempatkan klem setengah kocher steril dengan
lembut ke dalam vagina dan klem diletakkan
diantara jari tengah dan jari telunjuk hingga
mencapai selaput ketuban
 Pegang ujung klem diantara ujung jari yang di
dalam vagina, gerakkan jari dan dengan lembut
gosokkan klem pada selaput ketuban dan
pecahkan
 Biarkan air ketuban membasahi tangan yang
digunakan untuk pemeriksaan untuk mengetahui
penurunan kepala janin dan memastikan bahwa
tali pusat atau bagian kecil janin tidak teraba.
 Gunakan tangan yang lain untuk meengambil
klem dan menempatkannya ke dalam larutan
klorin 0,5%untuk dekontaminasi.
 Setelah memastikan penurunan kepala, keluarkan
tangan pemeriksa secar lembut dari dalam vagina
 Evalusi warna ketuban, periksa apakah ada
mekoniumatau darah.
 Buang sarung tangan pada kotak sampah medis.
 Cuci kedua tangan
 Segera periksa ulang DJJ
 Catat pada partograf waktu dilaksanakan
pemecahan selaput ketuban,warna air ketuban dan
DJJ
 Beri tahu pada pasien tindakan yang telah
dilakukan
DEMIKIAN
TERIMAKASIH