Anda di halaman 1dari 22

KEMENAG KAB GRESIK

Senin 22 Mei 2017


RKAM DISUSUN SESUAI JUKNIS BOS TAHUN
2017 YAITU BERDASARKAN TAHUN
ANGGARAN ( FORMAT BOS K1 )
1. COVER
2. SURAT PENGANTAR DARI LEMBAGA DI TUJUKAN KEPADA KEPALA
KEMENAG KAB. GRESIK
3. SURAT PERJANJIAN KERJASAMA (lampiran BOS formulir 06)

4. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja (Lampiran BOS formulir 07 )

5. LAPORAN PERTANGGUNG JAWABAN BANTUAN OPERASIONAL


MADRASAH ( Lamp Formulir 08 )
6. KWITANSI / BUKTI PENERIMAAN ( Lampiran BOS formulir 09 )

7. SK TIM MANAGEMEN BOS TINGKAT MADRASAH ( Di buat mulai Januari


sesuai tahun Anggaran )
8. RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN MADRASAH ( RKAM . Format
BOS K1 )
9. BUKU KAS UMUM ( BKU. Format BOS K2 ) Disertai Bukti Fisik setiap
Realisasi Kegiatan
10. BUKU PEMBANTU PAJAK ( Format BOS K3 ) Di simpan di Madrasah
11. KWITANSI/ BUKTI BUKTI PEMBAYARAN ( Format BOS K7 )
12. BUKU KAS PEMBANTU ( Di simpan di Madrasah )
13. BUKU PEMBANTU BANK ( Disimpan di Madrasah )
1. K2 = BUKU KAS UMUM
2. K3 = BUKU PEMBANTU PAJAK( di Madrasah )
3. BUKU PEMBANTU BANK ( di Madrasah )
4. BUKU KAS PEMBANTU ( di Madrasah )
1. Pembukuan bisa ditulis tangan atau
komputer
2. Semua transaksi penerimaan dan
pengeluaran dicatat yg relevan sesuai dg
urutan tgl kejadiannya
3. Setiap ahir bulan semua pembukuan ditutup
oleh bendahara dan diketahui kepala
4. Uang tunai yang ada di kas tidak lebih dari
Rp. 10.000.000,-(sepuluh juta )
5. Apabila ada kesalahan atas penulisan
angka/huruf,maka yg salah agar dicoret dg
dua garis rapih kmd di paraf
6. Apabila dalam satu bulan berjalan tidak ada
transaksi maka tetap ada pembukuan dg
uraian NIHIL dan di ttd bendahara serta di
ketahui kepala
7. Jika terjadi pergantian bendahara maka selu
ruh pembukuan serta bukti2nya harus dise
rahkan pada penggantinya,dg berita acara yg
di ketahui oleh kpl Madrasah
1.Dalam hal dana BOS setiap transaksi pengelu
aran harus didukung dg bukti kwitansi yg
sah
2. Transaksi senilai Rp 250 000 tanpa materai
Transaksi senilai lebih dari Rp 250 000
sampai RP 1000 000 dikenai materai RP
3000, transaksi lebih dari Rp 1000 000
dgmaterai RP 6000
3.Uraian pemb dlm kwitansi harus jelas dan
terinci sesuai dg peruntukannya
4. Uraian tentang jenis barang yg dibayar dapat
dipisah dalam bentuk faktur sebagai
lampiran kwitansi
5. Setiap bukti pembayaran harus disetujui oleh
Kamad dan Lunasdibayar oleh Bendh.
6. Segala jenis Dokumen pelaporan dan Bukti
pengeluaran asli harus di simpan oleh
Madrasah sebagai bahan bukti.
1. Setiap kegiatan wajib dibuatkan laporan hasil
pelaksanaan kegiatan.
2. Laporan penggunaan dana BOS yg meliputi
laporan realisasi penggunaan,pernyataan
tanggung jawab,dana telah diterima semua
harusdilaksanakan sesuai Juknis BOS.
3. Buku kas umum, Buku Pembantu Kas, Buku
Pembantu Bank, Buku Pembantu Pajak & bukti
pengeluaran yang asli disimpan oleh Madrasah.
4. Seluruh arsip data keuangan disimpan dgn rapi
sesuai urutan nomor & tanggal kejadian.
1. Rekap Realisasi penggunaan dana BOS
beserta foto copy dokumen pendukung
harus dilaporkan oleh Madrasah jika
diperlukan oleh PPK.
2. Laporan rekapitulasi realisasi penggunaan
dana BOS selama satu tahun anggaran
disampaikan kpd PPK paling lambat bulan
Januari tahun berikutnya.
1. KEWAJIBAN PERPAJAKAN PENGGUNAAN
DANA BOS UTK PEMBELIAN BAHAN PD
KEGIATAN PENERIMAAN SISWA BARU, DLL;
BAHAN-BAHAN HABIS PAKAI; PENGEMBANGAN
PROFESI GURU; BAHAN PERAWATAN/PERBAIKAN
SEKOLAH:
A. Madrasah Negeri
i. Tidak perlu memungut PPh Pasal 22
sebesar 1,5%
ii. Menyetor PPN 10%utk pembelian lebih dr
Rp 1.000.000,- oleh Pengusaha Kena Pajak
Rekanan Pemerintah.
B. Madrasah Swasta
i. Tidak wajib memungut PPh Pasal 22
ii. Membayar PPN yg dipungut oleh pihak
penjual
2. KEWAJIBAN PERPAJAKAN PENGGUNAAN DANA
BOS UTK PWMBELIAN/PENGGANDAAN BUKU TEKS
PELAJARA DAN/ATAU MENGGANTI BUKU YG SUDAH
RUSAK:
A. Madrasah Negeri
i. Pembelian buku pelajaran umum, kitab suci &
buku pelajaran agama tdk perlu memungut PPh P
22 sbsr 1,5%
ii. PPN yg terutang atas Pembelian buku pelajaran
umum, kitab suci & buku pelajaran agama
dibebaskan
iii. Membayar PPN 10% atas pembelian selain buku
di atas lebih dari Rp 1.000.000,-
2. Madrasah Swasta
i. Tidak wajib memungut PPh Pasal 22
ii. Membayar PPN yg dipungut oleh pihak penjual
atas pembelian buku sellain buku-buku di atas.
3. KEWAJIBAN PERPAJAKAN PEMBERIAN HONOR
PD KEG. PSB, KESISWAAN, PENGEMBANGAN
PROFESI GURU, & PENYUSUNAN LAPORAN
BOS:
A. Bagi guru/pegawai bkn PNS sbg peserta
kegiatan dipotong PPh P. 21 dg
menerapkan tarif P. 17 UU PPH sbsar 5%
B. Bagi guru/Pegawai PNS:
i. Golongan I % II tarif 0%
ii. Gol. III tarif 5%
iii. Gol. IV tarif 15%
4. KEWAJIBAN PERPAJAKAN PEMBAYARAN
HONORARIUM GURU & TENAGA
KEPENDIDIKAN BUKAN PNS MADRASAH YG
TIDAK DIBIAYAI PEMERINTAH PUSAT DAN
DAERAH YANG DIBAYARKAN BULANAN:
A. Penghasilan ruitn per bulan Guru Bukan PNS
(GBPNS), tenaga kependidikan bukan PNS,
utk jumlah satu bulan s/d Rp 3.000.000,-
tdk terhutang PPh Pasal 21.
B. Untuk jumlah lebih dr itu, PPh P. 21
dihitung dg menyetahunkan penghasilan
sebulanl. Dg perhitungan seperti tercantum
pada Juknis BOS 2017 halaman 26.
5. KEWAJIBAN PERPAJAKAN PEMBAYARAN
HONOR KPD TENAGA KERJA LEPAS ORANG
PROBADI YG MELAKSANAKAN KEGIATAN
PERAWATAN/PEMELIHARAAN SEKOLAH
HARUS MEMOTONG PPH PASAL 21”
A. Tidak dilakukan pemotongan PPh P. 21 utk
penghasilan sehari/rata-rata sehari kurang
dr Rp 200.000,-
B. Dilakukan pemotongan P 21 utk
penghasilan sehari/rata-rata sehari lebih dr
Rp 200.000,-
Bertujuan utk mengurangi/menghindari
masalah yang berhubungan dengan
penyalahgunaan wewenang, kebocoran dan
pemborosan keuangan negara, pungutan liar
dan bentuk penyelewengan lainnya.
Meliputi:
1. Pengawasan Melekat
2. Pengawasan Fungsional Internal
3. Pengawasan Eksternal
4. Pemeriksaan
5. Pengawasan Masyarakat
Sanksi atas penyalahgunaan wewenang yg dapat
merugikan negara dan/atau Madrasah dan/atau
Siswa, diijatuhkan oleh aparat/pejabat yg
berwenang, dalam bentuk:
1. Sanksi kepegawaian sesuai PUU yang berlaku
(pemberhentian, penurunan pangkat, mutasi
kerja);
2. Tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi
3. Proses hukum
4. Pemblokiran dana & penghentian sementara
seluruh bantuan pendidikan yang bersumber
dari APBN pd tahun berikutnya kpd
Kabupaten/Kota dan Provinsi jika terbukti.