Anda di halaman 1dari 11

PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH BANGSA INDONESIA

KELOMPOK 1

ANIKEN ERLITA NIM : 5593165204


P. MAHMUDAH SULAEMAN NIM :
ANGGIE SAFITRI NIM :
GHEYA NIM :
SYARIFAH CAMELIA NIM :
PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH BANGSA INDONESIA

A.Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia

Pancasila yang disahkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945


merupakan dasar filsafat negara Republik Indonesia, menurut M.
Yamin bahwa berdirinya negara kebangsaan Indonesia tidak dapat
dipisahkan dengan kerajaan-kerajaan yang ada, seperti kerajaan kutai,
Sriwijaya, Majapahit, sampai datangnya bangsa-bangsa lain ke
indonesia untuk menjajah dan menguasai beratus-ratus tahun
lamanya.
Kerajaan kutai memberikan andil terhadap nilai-nilai pancsila seperti
nilai-nilai sosial politik dalam bentuk kerajaan dan nilai ketuhanan
dalam bentuk kenduri, sedekah kepada Brahmana. Kerajaan sriwijaya
merupakan kerajaan maritim yang mengandalkan kekuatan laut, juga
mengembangkan bidang pendidikan terbukti sriwijaya memiliki
semacam Universitas agama Budha yang sangat terkenal di asia. Masa
kejayaan kerajaan Majapahit pada waktu rajanya Hayam wuruk dan
patihnya Gajah Mada, hidup berkambang dua agama yaitu Budha dan
Hindu.
Majapahit melahirkan veverapa empu seperti empu prapanca yang
menulis buku Negara Kertagam (1365) yang di dalamnya terdapat
istilah “PANCASILA”, sedangkan empu Tantular mengarang buku
Sutasoma yang di dalamnya tercantum seloka persatuan nasional
“Bhineka Tunggal Ika” yang artinya walaupun berbeda-beda namun satu
jua. Pada tahun 1331 Mahapatih Gajah Mada menucapkan Sumpah
Palapa yang berisi cita-cita mempersatukanseluruj nusantara raya.
Dengan berjalannya waktu, Majapahit runtuh pada permulaan abad XVI
dengan masuk dan berkembangnyaagama islam. Setelah itu mulai
berdatangan bangsa eropa seperti portugis, spanyol untuk mencari
rempah-rempah. Pada akhir abad XVI Belanda datang ke Indonesia
dengan membawa bendera VOC (Verenigde Oast Indische Compagnie)
atau perkumpulan dagang.
1. Kebangkitan Nasional

Dengan kebangkitan dunia timur pada abad XX di panggung


politik internasional tumbuh kesadaran akan kekuatan sendiri,
seperti Philipina (1839) yang dipelopori Joze Rizal, kemenangan
jepang atas rusia di Tsunia (1905), adapaun indonesia diawali
dengan berdirinya Budi Utomo yang dipelopori oleh dr. Wahidin
Sudirohusodo pada 20 Mei 1908. Kemudian berdiri Serikat
Dagang Islam (SDI) tahun 1909, Partai Nasioanal Indonesia (PNI)
tahun 1927 yang didirikan oleh Sukarno, Cipto Mangunkusumo,
Surtono dan tokoh-tokoh lainnya. Sejak itu perjuangan nasional
Indonesia mempunyai tujuan yang jelas yaitu Indonesia
merdeka. Perjuangan nasional diteruskan dengan adanya
gerakan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 oktober 1928 yang
menyatakan saatu bahasa, satu bangsa dan satu tanah air
indonesia.
2. Pejajahan Jepang

Janji penjajah belanda tentang indonesia merdeka hanyalah


suatu kebohongan belaka, sehingga tidak pernah menjadi
kenyataan sampai pada akhir penjajahan belanda tanggal 10
Maret 1940. Kemudian penjajah jepang masuk ke Indonesia
dengan propoganda, “jepang pemimpin asia, jepang saudara
tua bangsa indonesia”. Pada tanggal 29 April 1945
bersamaan dengan ulang tahun Kaisar jepang, penjajah
jepang akan memberikan kemerdekaan kepada bangsa
indonesia, janji ini diberikan karena jepang terdesak oleh
tentara sekutu. Bangsa Indonesia diperbolehkan
memperjuangkan kemerdekaannya, dan untuk mendapatkan
simpati dan dukungan bangsa indonesia, maka jepang
menganjurkan untuk membentuk suatu badan yang bertugas
untuk
menyelidiki usaha-usaha persiapan kemerdekaan indonesai yaitu Badan
Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau
Dekoritsu Zyumbi Tioosakai. Pada hari itu juga diumumkan sebagai
ketua (kaicoo) Dr. KRT Rajiman Widyodiningrat, yang kemudian
mengusulakan bahwa agenda pada sidang BPUPKI adalah membehas
tentang dasar negara indonesia.
3. Kronologi perumusan pancasila, Naskah Proklamasi dan Pembacaan
Teks Proklamasi
• 29 Mei 1945 (sidang I BPUPKI) perumusan materi Pancasila oleh Mr.M.
Yamin.
• 31 Mei 1945 (sidang I BPUPKI) perumusan materi Pancasila Oleh Mr.
Supomo
• 1 Juni 1945 (sidang I BPUPKI) Ir. Soekarno pertama kali mengusulkan
nama/istilah pancasila sebagai dasar negara indonesia. Nama pancasila
berasal dari tmn soekarno seorang ahli bahasa.
• 22 Juni 1945
o piagam jakarta disusun oleh panitia kecil yang terdiri dari 9 orang
yaitu: M. Hatta, A. Soebardjo, A.A. Maramis, Soekarno, Abdul Kahar
Muzakir, Wachid Hasjim, Abikusno Tjokrosujoso, A. Salim, M. Yamin.
 Hasil piagam jakarta yaitu :
1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi
pemeluk-pemeluknya.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradap.
3.persatuan indonesia
4. kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan perwakilan.
5. keadilan bagi seluruh rakyat indonesia.
• 10 - 16 Juni 1945 (sidang II BPUPKI)
o di bentuknya panitia untuk merancang UUD yang diketuai oleh Soekarno
dan b’anggotakan 19 orang yaitu : Soekarno, A.A. Maramis, Otto
Iskandardinata, Purbojo, A. Salim, A. Soebardjo, Soepomo, Maria Ulfah
Santoso, Wachid Hasyim, Parada Harahap, J. Latuharary, Susanto Tirtoprodjo,
Sartono, Wongsonegoro, Wuryaningrat, RP. Singgih, Tan Eng Hoat, Hoesein
Djajadiningrat, Sukiman.
o Panitia perancang UUD kemudian membentuk panitia Kecil perancang UUD
yang beranggotakan 7 orang yaitu :Soepomo, Wongsonegoro, Soebardjo, A.A.
Maramis, RP. Singgih, A. Salim, Sukiman.
• 16 Agustus 1945
o jam 04:30 WIB perumusan terakhir Pancasila disahkan olahPPKI sebagggai
bagian dari pembukaan UUD 1945.
o Jam 23:30 WIB rombongan Mr. A. Soebardjo, Sudiro, dan Yusf Kunto tiba di
Rengasdengklok untuk menjemput Ir. Soekarno dan Drs. M. Hatta kemabli ke
jakarta, kemudian samapai jakrta lalu di bawa menuju rumah Laksamana
Maeda di Jl. Imam Bonjol no.1, kemudian disitulah tempat perumusan teks
Proklamasi, teks versi akhir yang telah diketik oleh Sayuti Melik dan di
tandatangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. M. Hatta.
• 17 Agustus 1945 Pembacaan Teks Proklamaasi di Jl. Pegangsaan Timur no.
 B. MASA SETELAH PROKLAMASI KEMERDEKAAN
Pembentukan pemerintahan Indonesia:
a. Sidang PPKI I (18 Agustus 1945)
1.Mengesahkan UUD 1945
2.Memilih Soekarno dan Hatta sebagai presiden dan wakil
3.Membentuk sebuah Komite Nasional Indonesia Pusat untuk
membantu presiden dan wakil sebelum terbentuknya MPR dan DPR.
b. Sidang PPKI II (19 Agustus 1945)
1.Memebentuk Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP)
2.Merancang pembentukan 12 Departemen dan menunjuk para
mentrinya
3.Menetapkan pembagian wilayah RI atas 8 provinsi yaitu : sumatra,
jawa barat, jawa tengah, jawa timur, kalimantan, sulawesi, maluku,
sera sunda kecil dan sekaligus menunjuk para gubernur-
gubernurnya.
c. Sidang PPKI III (23 Agustus 1945), dibentuknya 3 badan baru
yaitu;
Komite Nasional Indonesia (KNI)
Partai Nasional Indonesia (PNI)
Badan Keamanan Rakyat (BKR)
Pemerintah Indonesia mengeluarkan maklumat untuk melawan
propoganda dari Belanda diantaranya yaitu;
1. Maklumat wakil presiden No. X tanggal 16 Oktober 1945 yang
berisikan sebelum MPR dan DPR terbentuk KNIP diberi kekuasaan
legislatif dan ikut menetapkan GBHN. Serta pekerjaan KNIP di jalankan
oleh badan pekerja yang bertanggung jawab kepada Komite Nasional
Pusat.
2. Maklumat pemerintah tanggal 3 november 1945 yang berisikan
tentang pembentukan partai-partai politik atau sistem demokrasi multi
partai.
3. Maklumat pemerintah tanggal 14 oktober 1945 yaitu merubah
bentuk kabinet presidentil menjadi kabinet parlementer.
Pembentukan Negara Republik Indonesia Serikat (RIS)
Konfrensi Meja Bundar di Den Haag tanggal 27 Desember 1949 suatu
persetujuan yang ditandatangani antara Ratu Belanda Yuliana dan
pemerintah Indonesia yang menghasilkan keputusan :
1. RIS dibagi menjadi 16 negara bagian
2. Konstitusi RIS berasaskan demokrasi Liberal dan para mentri
bertanggung jawab kepada parlemen.
3. RIS menghapuskan jiwa dan isi pembukaan UUD 1945
Persetujuan KMB bukan penyerahan kedaulatan melainkan “pemulihan
kedaulatan”.
Dekrit Presiden 5 Juli 1959
Hasil pemilu 1955 tidak dapat memenuhi keinginan masyarakat bahkan
mengakibatkan ketidakstabilan pada berbagai bidang, maka dari itu
presiden mengeluarkan dekrit yaitu;
1. Membubarkan konstituante
2. Menetapkan berlakunya UUD 1945 dan tidak memberlakukannnya UUDS
1950
3. Dibentuknya MPRS dan DPAS dalam waktu sesingkat-singkatnya
Pengertian Dekrit
Dekrit adalah suatu putusan dari organ tertinggi (kepala negara atau
organ lain) merupakan kehendak yang sifatnya sepihak. Landasan
hukum dekrit adalah “hukum darurat” yang dibedakan atas dua macam
yaitu:
a) Hukum tatanegara darurat subjektif
Suatu keadaan hukum yang memberikan wewenang kepada organ
tertinggi untuk mengambil tindakan-tindakan hukum, melanggar
undang-undang hak asasi rakyat, bahkan kalau perlu UUD.
b) Hukum tatanegara darurat objektif
Suatu keadaan hukum yang memberikan wewenang kepada organ
tertinggi negara untuk mengambil tindakan-tindakan hukum, namun
tetap berlandaskan konstitusi yang berklaku.

Masa orde baru


Pada masa ini banyak aksi-aksi yang dilakukan oleh masyarakat
indonesia dan rakyat tersebut mengeluarkan suatu tuntunan yang
terkenal yaitu “Tritura” atau (Tiga Tuntunan Hati Nurani Rakyat) isinya
sebagai berikut:
1) Pembubaran PKI dan ormas-ormasnya
2) Pembersihan Kabinet dari unsur-unsur G 30S PKI
3) Penurunan harga