Anda di halaman 1dari 14

Bab I

Gerakan Pembaharuan Islam


Zaman Modern
A. Masa Pembaharuan Islam Modern

• Masa pembaharuan (modern) dunia Islam terjadi sejak tahun 1800


hingga sekarang.
• Gerakan pembaharuan ini dilatarbelakangi jatuhnya Mesir ke
tangan bangsa Barat, yaitu Prancis pada abad ke-18 M.

Faktor-faktor yang menyebabkan Islam berkembang kembali


pada masa modern.
 Untuk mempelajari berbagai ilmu pengetahuan.
 Menyadari bahwa menyebarluaskan ajaran Islam adalah jihad fii
sabilillah.
 Keterbukaan umat Islam dalam menerima unsur-unsur budaya dan
peradaban di luar agama Islam.
 Pertumbuhan ekonomi yang meliputi bidang industri, jasa, pertanian,
dan perdagangan harus dikembangkan.
B. Tokoh-Tokoh Pembaharuan Islam
1. Muhammad bin Abdul Wahab (Gerakan Wahabi)
Kondisi umat Islam yang melatarbelakangi timbulnya gerakan wahabi
 Melemahnya dunia Islam di bidang politik atas melemahnya kekuasaan
Kerajaan Turki Usmani akibat penjajahan bangsa Barat.
 Pelemahan di bidang agama ini terlihat dengan terjadinya
penyelewengan terhadap praktik ibadah yang mendesak akidah
islamiyah.
 Bercampurbaurnya antara agama, bid’ah, dan khurafat mewarnai praktik
ibadah.
 Di Semenanjung Arabia telah terjadi distorsi pemahaman terhadap Al-
Qur’an.
 Penyimpangan tauhid yang diajarkan Nabi Muhammad Saw. digantikan
dengan sifat fatalis dan kecenderungan mistis dan syirik.
 Penyimpangan akidah di Madinah dan Mekah.
a. Nilai-Nilai Pemikiran Gerakan Wahabi b. Usaha yang Dilakukan Gerakan Wahabi

• Tauhid • Hanya menerima Al-Qur’an secara


• Pemurnian syariat Islam harfiyah (apa adanya).
• Kebebasan berpikir tentang • Menghilangkan kuburan-kuburan
batas-batas yang ditentukan Al- yang biasa dikunjungi oleh orang
Qur’an yang meminta syafaat kepada
• Prinsip pembatasan arwah di kuburan.
kemungkaran dengan kekerasan • Menyerang Karbala dan
• Menyucikan makna dalam menghancurkan kubah makam
memahami Al-Qur’an Husein bin Ali pada tahun 1802 M.
• Menolak gagasan tentang orang • Menyerang Madinah dan
suci menghancurkan kubah dan hiasan-
hiasan yang berada di atas
makam.
2. Jamaluddin Al-Afgani

a. Pemikiran Jamaluddin Al-Afgani


 Kemunduran Islam dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu (a) umat Islam
telah dipengaruhi oleh sifat statis, berpegang pada taklid, dan bersikap
fatalis; (b) umat Islam telah meninggalkan akhlak dan telah meninggalkan
ilmu pengetahuan; dan (c) di bidang politik, kesatuan umat Islam menjadi
terpecah belah.
 Untuk mengembalikan kejayaan pada masa lalu dan sekaligus menghadapi
dunia modern, umat Islam harus kembali pada ajaran Islam yang murni dan
Islam harus dipahami dengan akal dan kebebasan.
 Corak pemerintahan yang diktaktor dan absolut harus diganti dengan
pemerintahan demokratis. Kepala negara harus bermusyawarah dengan
pemuka masyarakat yang berpengalaman.
 Tidak ada pemisahan antara agama dan politik. Pan-Islamisme atau
solidaritas antara umat Islam harus dihidupkan.
b. Peranan Politik Jamaluddin Al-Afgani

1) Gerakan Nasionalisme
Gerakan nasionalis dikampanyekan terutama di
Mesir dan India untuk menentang kolonialisme
dan penjajahan bangsa Barat.

2) Gerakan Pan-Islamisme
Gerakan ini adalah gerakan persatuan negara-
negara Islam. Berkat peranannya dalam kehidupan
politik dan keagamaan di banyak wilayah Islam
(Turki, Mesir, India, Iran, dan Asia Tengah), Pan-
Islamisme benar-benar menemukan tokoh dan juru
bicara yang kuat dan tepat.
3. Muhammad Abduh

a. Peran Muhammad Abduh dalam Bidang Politik

 Abduh menekuni bidang politik jurnalistik dengan menulis artikel-


artikel untuk surat kabar, terutama Al-Ahram (Piramid) yang mulai
terbit pada tahun 1816 M.
 Beliau menjadi pemimpin redaksi Al-Waqai’ Al-Misriyah
(peristiwa-peristiwa di Mesir), suatu surat kabar pemerintah yang
banyak memuat artikel-artikel mengenai masalah dan kejadian
sosial, politik, hukum, agama, pendidikan, dan kenegaraan.
 Muhammad Abduh pun juga ikut terlibat dalam gerakan pan-
islamisme. Yang banyak mengecam kebijaksanaan pemerintah
Mesir yang terlalu memberi hati kepada penguasa Barat,
terutama Inggris dan Prancis.
b. Nilai-Nilai Pembaharuan Muhammad Abduh

Adapun nilai-nilai pembaruan dari


Muhammad Abduh, dapat
dikelompokkan sebagai berikut.

1) Ijtihad
2) Tauhid
3) Reformasi pendidikan Islam
4) Reformasi doktrin Islam
5) Nilai kemerdekaan Muhammad
Abduh
6) Nilai Khilafah
4. Muhammad Rasyid Rida

a. Ide Gerakan Pembaharuan Muhammad Rasyid Rida


• Menumbuhkan sikap aktif dan dinamis di kalangan umat.
• Umat Islam harus meninggalkan sikap fatalisme (ajaran atau paham
bahwa manusia dikuasai oleh nasib).
• Akal dapat dipergunakan untuk menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an dan
hadis selagi tidak meninggalkan prinsip kaidah tafsir.
• Umat Islam harus menguasai sains dan teknologi.
• Kemunduran umat Islam disebabkan karena banyaknya unsur bid’ah
dan khurafat yang masuk ke dalam ajaran Islam.
• Kebahagiaan di dunia dan akhirat diperoleh melalui hukum alam
yang diciptakan Allah Swt.
• Perlunya menghidupkan sistem khalifah yang memimpin dunia Islam
baik di bidang agama maupun politik.
b. Nilai-Nilai dari Pemikiran Pembaharuan Muhammad Rasyid Rida
1) Tauhid
2) Ijtihad (berpikir dan bekerja)
3) Tarbiyah (pendidikan)
4) Siyasah (politik)

5. Mustafa Kemal Ataturk


 Mustafa Kemal Ataturk dilahirkan di Solonika, Yunani,
pada tahun 1881 M.
 Ataturk sangat pandai sehingga oleh guru
matematikanya diberi julukan “Kemal” yang mempunyai
arti sempurna.
 Di dalam militer, ia memiliki kemampuan cukup baik
serta memiliki pandangan politik yang menonjol
sehingga ia disukai oleh banyak orang.
a. Peranan Ataturk di Bidang Politik

Beberapa kebijakan Mustafa Kemal selama menjadi pemimpin Turki.

1) Hukum syariat Turki diganti dengan berbagai buku Undang-Undang Eropa


2) Mengatur undang-undang negara yang menyatakan Islam sebagai agama negara,
dan huruf Arab diganti dengan huruf Latin untuk menulis dalam bahasa Turki.
3) Nama sejumlah kota diturkinisasi, antara lain Konstantinopel menjadi Istanbul dan
Angora menjadi Ankara.
4) Diwajibkan pemakaian nama keluarga seperti yang berlaku di Eropa.
5) Menetapkan harus ada satu masjid setiap radius lima ratus meter, dan Khotbah
Jumat tidak hanya membicarakan masalah agama, tetapi juga menyangkut
pemecahan problema secara praktis untuk memacu produksi pertanian dan
industri.
6) Mengganti hukum yang mengatur kehidupan pribadi manusia dengan hukum yang
diambil dari Swiss.
7) Melarang poligami, memperbolehkan perempuan Turki bekerja, dan memberi hak
persamaan laki-laki dan perempuan pada semua bidang.
b. Konsep Sekularisme Ataturk
Sekularisme adalah tentang segala sesuatu yang berhubungan
dengan dunia kini atau pandangan filsafat yang berpendirian bahwa
moralitas tidak perlu didasarkan pada ajaran agama.

Kelompok yang menolak Kelompok yang menerima


Kelompok ini memandang bahwa Kelompok yang menerima proses
sekularisme adalah ancaman besar sekularisme di Turki adalah kelompok
bagi kelangsungan Islam. moderat yang berpendapat bahwa
Kelompok ulama sufi adalah yang kemajuan bangsa (umat) adalah hal
paling dirugikan akibat pelarangan yang sangat penting untuk dicapai.
dan penutupan seluruh kegiatan Kelompok ini juga membuktikan bahwa
tasawufnya. Kelompok ini juga tidak faktanya kebijakan sekularisme Ataturk
menerima alasan apa pun, telah membawa umat Islam Turki
termasuk sekularisme yang diklaim keluar dari keterbelakangannya.
merupakan sebuah cara untuk Menurut kelompok ini, Ataturk seorang
memajukan Turki. yang memerhatikan kemajuan Islam.
6. Muhammad Iqbal
a. Pemikiran Muhammad Iqbal tentang Dinamisme Islam

 Hukum Islam sebenarnya tidak bersifat statis,


tetapi dapat berkembang sesuai dengan
perkembangan zaman.
 Islam dibangun di atas semangat gerak dan
perubahan. Semangat ini memiliki keyakinan
bahwa manusia cenderung berbuat baik. Baginya,
penekanan ini adalah anggapan dan pembenaran
tertinggi bagi usaha manusia dalam penemuan
sains dan program-program sosial.
 Menyerukan perlawanan terhadap kekangan
tradisi dan kemodernan yang melanda dunia.
 Filsafat Islam diarahkan terhadap pernyataan-
pernyataan yang tidak bertentangan dengan Al-
Qur’an. Muhammad Iqbal
b. Sikap Keteladanan Muhammad Iqbal

 Dia adalah seorang pemikir yang sangat gigih dan tak kenal menyerah. Pada
masa belajar, ia sering memperoleh beberapa penghargaan yang sangat terkenal
yaitu predikat cumlaude pada gelar doktor dan disertasinya yang berjudul The
Development of Metaphysics in Persia.
 Dalam bidang filsafat dan sastra, Muhammad Iqbal meninggalkan beberapa karya
penting yang berkecimpung di bidang tersebut. Di antaranya, yaitu disertasi
doktoralnya yang telah dibukukan. Selain itu, kumpulan ceramahnya juga
dianggap sebagai mahakarya. Karya yang lainnya yaitu kumpulan puisi sufistik
dan filosofis.
 Selain sebagai seorang pemikir dan penyair, ia juga salah seorang yang sangat
berjasa bagi Republik Islam Pakistan. Muhammad Iqbal sangat gigih dalam
memperjuangkan lahirnya negara khusus bagi kaum muslim, khususnya muslim
di India.
 Beliau adalah seorang tokoh yang menyerukan agar umat Islam melakukan
perlawanan terhadap eksploitasi asing di negeri Islam.