Anda di halaman 1dari 35

Pendidikan Seks Sejak

Dini
Untuk Anak
dr. Dyah Arum Kusumaningtyas, LC
Pendidikan Seks
Untuk Anak
SEKS
Adalah segala sesuatu yg menyangkut alat kelamin
dan hubungan kelamin.

SEKSUALITAS
Segala sesuatu yg menyangkut cara berpikir,
merasa, berpakaian, mengutarakan pendapat dan
bersikap
Kapan
Pendidikan Seks
Di Berikan Untuk
Anak kita?
Pendidikan Seks
Dimulai

• DARI KANDUNGAN saat penentuan jenis kelamin


• SAAT ANAK SADAR MULAI SEKS
• SAAT ANAK MULAI BERTANYA TENTANG
BAGAIMANA BAYI LAHIR
Tahapan Perkembangan
Anak
Fase Psikososial
• Fase Oral (0-1 tahun): Pusat kepuasan ada di mulut
sehingga sering mengemut dan segala sesuatu
dimasukkan ke mulut oleh anak. Tahap ini membentuk
karakter tertentu di kemudian hari. Misalnya, suka
mengigit menjadi penunjuk tingkah laku mendominasi
dan destruktif.
- Fase Anal (1-2 tahun): Zona erogen ada di bagian
dubur. Kebutuhannya berhubungan terhadap kontrol
yang menyangkut anal. Inilah saat yang tepat untuk
toilet training, untuk BAK dan BAB. Bagaimana anak
mengontrol diri dibentuk.
• - Fase Phallic (2-6 tahun): Tertarik pada alat kelamin
dan hal-hal yang berhubungan dengan itu. Saat
yang tepat untuk mengenalkan anatomi jenis
kelamin dan gender.

- Fase Laten (6-12): Desakan seksual mengendur.


Sekarang tertarik pada keterampilan kognitif,
pengetahuan dan budaya. Anak juga mulai
mengembangkan keterampilan sosial.

- Fase Genital (12 tahun-dewasa) : Dorongan seks


pada fase phallic kembali muncul dan berkembang.
Mulai ada kematangan fisik pada daerah erogen.
Pendidikan Anak Sesuai
Tahapan Usia nya
1. 0-18 bulan
Bayi harus mendapat siraman kasih sayang yang
melimpah dari orang tua. Kasih sayang ini akan
menjadi dasar perkembangan emosinya
Anak juga diajar untuk tentang kebersihan tubuhnya.
Gunakan pakaian dan perlengkapan sesuai
gendernya sewajarnya
• Rasa ingin tahu dan kemandirian anak sudah mulai
tumbuh dan berkembang
- Anak harus dijelaskan tentang alat kelaminnya
- Anak sudah menemukan kenikmatan dengan
memainkan alat kelaminnya
- Mulailah dengan menamakan bagian kelamin mereka
dengan benar, sesuai dengan nama yang sebenarnya,
seperti “penis” dan “vagina.” Menggunakan kata lain
dan julukan untuk alat kelamin anak akan
membingungkan mereka.
Usia 3 – 6 tahun
- Anak senang bereksperimen atau menyentuh
bagian-bagian tubuhnya.
- Rasa ingin tahunya luar biasa dan bahkan ia mulai
mencoba-coba main pengantin-pengantin-an.
- Anak melihat dan membandingkan dan mulai
punya interpretasi apa yang ditampilkan orang tua
- Ajarkan anak untuk BISA membersihkan organ
intim nya sendiri saat buang air kecil maupun buang
air besar.
• Saat usia ini, anak mandi sendiri, tidak disamakan.
Bisa juga menjadi tugas masing masing orang tua.
Anak laki laki didampingi mandi oleh Ayah. Anak
Perempuan oleh Ibu
• Bila anak tidak sengaja melihat bagian tubuh orang
tua saat dikamar mandi dan tempat lain. Jelaskan
dengan tenang.
• Ajari anak untuk berteman dengan siapa saja di
sekolah dan lingkungan terutama yang sebaya.
Jangan ikut ikutan melabeli anak BERPACARAN bila
anak bermain dengan lawan jenis.
• Anak mulai bertanya darimana bayi berasal. Tapi
mereka belum mengerti mengenai detail dari alat
reproduksi tersebut, sehingga jawablah dengan
sederhana sesuai dengan usia mereka saja, seperti,
“Ibu memiliki rahim di dalam perut Ibu, dan di
dalam rahim mami itulah, kamu hidup dan
membesar hingga akhirnya siap untuk dilahirkan ke
dunia.”
• Usia 5 sampai 6 tahun
Pengetahuan secara global bagaimana bayi dibuat
dengan cara mengatakan, “Ibu dan Ayah yang
membuat kalian.” Atau dengan penjelasan yang
lebih detail, “Bagian sel Ayah yang terkecil, sperma,
bertemu dengan bagian sel Ibu yang terkecil, sel
telur. Mulai dari pertemuan itulah terbentuk kamu
di dalam rahim Ibu.”
• Usia 6 sampai 7 tahun
Pada usia ini mulai diberikan pengertian mengenai
pengertian dasar dalam hubungan seks. Orangtua
dapat mengatakan, “Alam atau Tuhan menciptakan
tubuh lelaki dan perempuan yang saling melengkapi
seperti permainan puzzle. Ketika penis dan vagina
bertemu, sperma seperti kecebong, akan berenang
melalui penis menuju ke sel telur.” Jelaskan juga pada
anak apa yang orangtua pikirkan mengenai seks dan
hubungan. Sebagai contoh; “Seks adalah salah satu cara
orang dewasa untuk mengungkapkan perasaan cinta
mereka satu sama lainnya.”
• Tidak Lupa Mengajari anak untuk memahami
batasan antara pria dan wanita, batasan dengan
sesama teman.
• Tapi perlu di ingat: ketika anak bertanya, tanyakan
terlebih dahulu kenapa dia bertanya hal tersebut.
• Usia 8 sampai 9 tahun
Jelaskan kepada anak mengenai pentingnya seks
dan kemungkinan besar anak-anak sudah
mengetahuinya melalui media dan teman-
temannya. Pada usia ini anak bisa menerima
penjelasan dasar dalam segala topik termasuk
pemerkosaan. Orangtua dapat menjelaskan
mengenai pemerkosaan seperti; “Pemerkosaan
adalah saat seseorang memaksa orang lainnya
untuk melakukan hubungan seks dan itu adalah
salah.”
Ajari anak bahwa berhubungan seks yang benar
hanya dilakukan saat DEWASA dan SESUDAH
MENIKAH.
Anak anak sudah bisa diberi tahu tentang resiko bila
berhubungan seks baik yang diluar maupun hingga
coitus (berhubungan badan) diluar ikatan
pernikahan.
• Usia 9 sampai 12 tahun
Perubahan terjadi karena anak mulai memasuki
masa puber. Dan pada masa ini mereka telah siap
untuk membicarakan seks dan topik yang terkait
seks lainnya yang telah anak lihat pada saat mereka
menonton atau mendengar berita di radio, televisi,
atau media sosial lainnya.
• Gunakan materi yang bersifat universal, bersifat
edukatif sesuai untuk anak.
Cara Mengajari Anak
tentang Kekerasan
Seksual
Silahkan mencari
pasangan di sebelah
kanan /kiri
• Berbagi peran , ada yang menjadi orang tua, ada
yang menjadi anak

• Anak berikan pertanyaan sbb:


1. Darimana adik bayi lahir ma?
2. Apa itu ML/having sex pah?
3. Apa itu sodomi ?
4. Apa itu masturbasi ?
Rangkuman Tips
Pendidikan Seks Untuk
• Ajari anakAnak Usia organ
untuk membersihkan Dini
intim
sendiri,gunakan bahasa yang benar untuk
menyebut organ intim
• Tanamkan rasa malu pada anak
• Bersikap proaktif, mendengarkan cerita anak,
tidak menghakimi.
• Hindari tontonan yang tidak sesuai dengan usia
anak. Pilah terlebih dahulu tontonan untuk anak,
dampingi.
• Ajarkan anak bagian tubuh yang tidak boleh
disentuh oleh orang lain, ajarkan anak untuk
berbagi rahasia apapun itu.
Matur
nuwuuun