Anda di halaman 1dari 12

KELOMPOK 3

ALDY
EDI
FITRIAH
PUTRI NUR ALIFA
NURFIANI
AGAMA
• agama (religi) yang dikemukakan disini adalah agama yang
bersifat empirik dalam arti agama secara nyata dilaksanakan oleh
para pemelukya, bukan agama sebagai teks dan doktrin.
Mengapa agama yang dimaksud adalah lebih ditekankan pada
hal-hal yang bersifat empirik. Karena untuk memahami agama
dalam konteks kebudayaan (lokal), termasuk islam yang jadi
fokus pembicaraan dalam hal ini. Berikut beberapa definisi
tersebut: “Seperangkat aturan dan peraturan yang mengatur
hubungan manusia dengan manusia lainnya dan mengatur
manusia dengan lingkunngannya”.
• Tujuan tertinggi, menurut Paul Tillich, memiliki dua aspek:
aspek makna (meaning) dan aspek kekuatan (power).
Agama mempunyai makna dalam arti makna tertinggi yang
terdapat dalam tata nilai masyarakat dan memiliki kekuatan
dalam aarti kekuatan suci kekuasaaan supra natural yang
ada dibalik tata nilai tersebut
KEBUDAYAAN

• kebudayaan kini telah semakin luas karena semakin


luasnya perhatian sejarawan, sosiolog dan kritisi sastra.
Perhatian banyak dicurahkan kepada kebudayaan popular
yakni sikap-sikap dan nilai-nilai masyarakat awam serta
pengungkapannya kedalam kesenian rakyat, lagu daerah,
cerita rakyat, festival rakyat dan sebagainya
Hubungan Agama dan Kebudayaan
• Diterimanya agama dengan demikian, kebudayaan satu masyarakat
aakan sangat dipengaruhi oleh agama yang mereka peluk. Ketika
agama telah diterima dalam masyarakat, maka dengan sendirinya
agama tersebut akan mengubah struktur kebudayaan masyarakat
tersebut. Perubahan tersebut bisa bersifat mendasar (asimilasi) dan
juga bisa hany mengubah unsur-unsur saja (akulturasi). Atau pada
awalnya bersifat akulturassi dan semakin lama menjadi asimilasi.
Akulturasi
• Dalam konsep akulturasi, Islam diposisikan sebagai “Kebudayaan
Asing” dan masyarakat sebagai lokal yang menjadi penerima
kebudayaan asing tersebut. Misalnya, masyarakat Jawa yang memiliki
tradisi “Slametan” yang cukup kut, ketika Islam datang maka tradisi
tersebut masih tetap jalan dengan mengambil unsur Islam terutama
dalam doa-doa yang dibaca.
Asimilasi

• Asimilasi merupakan perpaduan dari dua


kebudyaan atau lebih, kemudian menjadi satu
kebudayaan baru tanpa adanya unsur-unsur paksaan.
Asimilasi adalah proses sosial yang timbul bila ada
kelompok-kelompok masyarakat yang berlatar
kebudayaan yang berbeda.
Masuknya Islam ke Nusantara
• Islamisasi merupakan suatu proses yang sangat penting
dalam sejarah di Indonesia dan juga hal yang paling tidak
jelas. Ketidakjelasan ini antara lain terletak pada pertanyaan
kapan Islam datang, dari mana Islam berasal, siapa yang
menyebarkan islam di Indonesia pertama kali.
Terbentuknya Tradisi non Islam di Tubuh Masyarakat
Muslim
• Pulau Jawa misalkan, yaitu merupakan suatu wilyah yang saat ini
masih banyak yang bersifat ritualis yang kerap dilakukan oleh
masyarakat muslim pribumi pulau Jawa dan salah satu yang masih
nyata ada yaitu ritual sesajen. Dalam catatan sejarah bahwa islam
merupakan agama yang baru berkembang melalui aksi damai dalam
menyebarkan konsep agamanya. Pada awalnya, Jawa sendiri sudah
dimasuki kebudayaan agama Hindu yang sudah lebih dulu
berkembang serta membentuk berbagai macam tradisi dalam tatanan
hidup masyarakat Jawa pada kala itu.
Bentuk Budaya Lokal ke-Daerahan yang Bersifat ke-
Islaman
• Di Sumatera Selatan yang terdiri dari 25 kabupaten mempunyai
suatu ritual khusus yang biasa disebut Yasinan, yaitu ritual Niga
Hari (tiga hari), Nujuh Hari (tujuh hari), Ngempat Puluh Hari
(empat puluh hari), Nyeratus Hari (seratus hari) sampai Nyeribu
Hari (seribu hari). Ritual ini sering kali dilakukan oleh masyarakat
setempat untuk memperingati hari kematian dari sanak kerabat.

Sikap dalam menghadapi keberagaman budaya

Adapun sikap yang dilakukan di tengah keberagaman adalah


sebagai berikut:
Perilaku toleran dalam kehidupan beragama
Perilaku Toleran terhadap Keberagaman Suku dan Ras di
Indonesia
Perilaku Toleran terhadap Keberagaman Sosial Budaya
WASSALAM