Anda di halaman 1dari 27

ASSALAMUALAIKUM.WR.

WB

Oleh : Dedes Sahpitra


NIM: PO.71.20.2.14.042
ASKEP PADA PASIEN GANGGUAN SISTEM
PERNAFASAN SEHUBUNGAN DENGAN ACUTE
LUNG OEDEMA(ALO)
DEFINISI

• Acute Lung Oedema (Alo) Adalah Akumulasi


Cairan Di Paru Yang Terjadi Secara Mendadak.
(Aru W Sudoyo, Buku Ajar Ilmu Penyaki Dalam,
2006).
• Acute Lung Oedema (Alo) Adalah Terjadinya
Penumpukan Cairan Secara Masif Di Rongga
Alveoli Yang Menyebabkan Pasien Berada Dalam
Kedaruratan Respirasi Dan Ancaman Gagal Napas.
• Acute Lung Oedema (Alo) Adalah Terkumpulnya
Cairan Ekstravaskuler Yang Patologis Di Dalam
Paru. (Soeparman;767).
Normal Acute Lung Oedema
ETIOLOGI
Penyebab terjadinya alo dibagi menjadi 2, yaitu:
• 1. Edema paru kardiogenik
• Yaitu edema paru yang bukan disebabkan
karena gangguan pada jantung atau sistem
kardiovaskuler
a. Penyakit pada arteri koronaria
b. Kardiomiopati
c. Gangguan katup jantung
d. Hipertensi
2. Edema paru non kardiogenik

• Yaitu edema paru yang bukan disebabkan karena


keainan pada jantung tetapi paru itu sendiri. Pada non-
kardiogenik, alo dapat disebabkan oleh beberapa hal,
antara lain:
1. Infeksi pada paru
2. Lung injury, seperti emboli paru, smoke inhalation dan
infark paru.
3. Paparan toxic
4. Reaksi alergi
5. Acute respiratory distress syndrome (ards)
6. Neurogenik
C. PATOFISIOLOGI

• Alo kardiogenik dicetuskan oleh peningkatan tekanan


atau volume yang mendadak tinggi di atrium kiri, vena
pulmonalis dan diteruskan (peningkatan tekanannya)
ke kapiler dengan tekanan melebihi 25 mmhg.
Mekanisme fisiologis tersebut gagal mempertahankan
keseimbangan sehingga cairan akan membanjiri alveoli
dan terjadi oedema paru. Jumlah cairan yang
menumpuk di alveoli ini sebanding dengan beratnya
oedema paru. Penyakit jantung yang potensial
mengalami alo adalah semua keadaan yang
menyebabkan peningkatan tekanan atrium kiri >25
mmhg.
• Sedangkan alo non-kardiogenik timbul
terutama disebabkan oleh kerusakan dinding
kapiler paru yang dapat mengganggu
permeabilitas endotel kapiler paru sehingga
menyebabkan masuknya cairan dan protein ke
alveoli. Proses tersebut akan mengakibatkan
terjadinya pengeluaran sekret encer berbuih
dan berwarnapink froty. Adanya sekret ini
akan mengakibatkan gangguan pada alveolus
dalam menjalankan fungsinya.
D. Tanda dan gejala
• Alo dapat dibagi menurut stadiumnya (3 stadium) :
a. Stadium 1
pada stadium ini biasanya hanya berupa sesak napas
saat melakukan aktivitas.
b. Stadium 2
sesak napas ataupun napas menjadi berat dan
tersengal.
c. Stadium 3
Penderita tampak mengalami sesak napas yang berat
disertai batuk berbuih kemerahan (pink froty). Kapasitas
vital dan volume paru yang lain turun dengan nyata.
E. Penatalaksanaan pengobatan
• PEMERIKSAAN FISIK
• Sistem kardiovaskuler
Prosedur :
• Tahap prainteraksi
* Melakukan verifikasi data sebelumnya bila ada
* Menempatkan alat di dekat pasien dengan benar

• Tahap orientasi
* Memberikan salam sebagai pendekatan terapeutik
* Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada
keluarga/pasien
*Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan
Tahap kerja :
Pengkajian
Keluhan utama
Riwayat penyakit sekarang
Riwayat penyakit terdahulu
Riwayat penyakit keluarga
Riwayat pekerjaan
Riwayat alergi
Nama
Usia
Jenis kelamin
Tempat tinggal
Suku
Agama
Cek ttv :
- Td
- Nadi
- Rr
- Suhu
Pemeriksaan fisik jantung
a. Inspeksi
b. Palpasi
c. Perkusi
d. Auskultasi
Tahap terminasi

• Melakukan evaluasi tindakan


• Melakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya
• Berpamitan dengan klien
• Membereskan alat-alat
• Mencuci tangan
• Mencatat kegiatan dalam lembar catatan
perawatan
Asuhan keperawatan ALO

Kasus :
pasien tn.jr, 67 tahun, masuk ke rumah sakit
dengan keluhan sesak nafas makin berat 2 hari
smrs. Cepat lelah, perut terasa begah, pada
pengkajian lebih lanjut, doe (+), pnd (+),
orthopnea (+), odema di kaki (+2), td: 130/90
mmhg, nadi 86 x/mnt, rr 24x/menit, spo2: 94%.
Pada pengkajian riwayat pasien pernah di rawat
dengan nstemi dan chf 1 tahun yang lalu. Hasil
pemeriksaan thorax foto menunjukkan gambaran
odema paru.
Pengkajian:
1. Keluhan utama: sesak nafas semakin berat 2 hari smrs
2. Riwayat penyakit sekarang: cepat lelah, perut terasa
begah
3. Riwayat penyakit terdahulu: nstemi dan chf
4. Nama: tn.jr
5. Usia: 67tahun
6. Jenis kelamin: pria
7. Cek ttv: - TD: 130/90 mmhg
- Nadi: 86 x/mnt
- Rr: 24 x/mnt
Data fokus

Data subjektif Data objektif


- pasien mengeluh sesak nafas - doe (+)
- Data fokus
pasien mengatakan cepat - pnd (+)
lelah - orthopnea(+)
- pasien mengatakan bahwa - odema di kaki (+2)
perutmya terasa begah - td : 130/90
- n : 86x/mnt
- rr : 24x/mnt
-spo2 : 94%
Analisa data
No Data fokus Problem Etiologi
1. Ds :-pasien mengeluh sesak Gangguan Gangguandifusi
nafas dan cepat lelah pertukaran gas oksigen
Do : - doe (+)
- pnd (+)
- orthopnea(+)
- rr : 24x/mnt
2. Ds : Kelebihan Adanya
-pasien mengatakan volume cairan di
perutnya terasa begah cairan dalam
Do : alveolus
- odema di kaki (+2)
Intake : 2800
Output : 2500
3. Ds : Intoleransi Kurangnya
- pasien mengeluh aktivitas suplai
cepat lelah oksigen (o2)
Do :
- doe (+)
- pnd (+)
- orthopnea (+)
Tanggal Tanggal
No Diagnosa keperawatan
ditemukan teratasi

1. Gangguan pertukaran gas b.d 19 / 9/ 2012 20 / 9 / 2012


2. gangguan difusi oksigen 19 / 9/ 2012 21 / 9/ 2012
3. Kelebihan volume 20 / 9/ 2012 22 / 9 / 2012
cairan b.d adanya cairan di dalam
alveolus
Intoleransi aktivitas
b.d berkurangnya suplai oksigen
(o2)
Intervensi
No Tanggal Tujuan dan kriteria hasil
keperawatan
1. 19 / 9 / Setelah dilakukan tindakan - berikan posisi semi
2012 keperawatan selama 2x24 jam fowler/fowler
masalah gangguan pertukaran - berikan lingkungan
gas sudah teratasi dengan yang nyaman
criteria hasil : - kaji keluhan sesak
1.sesak nafas berkurang - kaji ttv
2.rr: 12-24x/mnt - pantau hasil agd
- kolaborasi dalam
pemberian oksigen
- monitor intake dan
output cairan
2. 19 / 9 / 2012 Setelah dilakukan tindakan -monitor
keperawatan selama 2x24 jam pengeluaran urin,
masalah gangguan keseimbangan catat jumlah,
cairan sudah teratasi dengan konsentrasi, dan
criteria hasil : warna
- tidak terjadi odema kaki - kolaborasi dalam
- turgor kulit bagus pemberian terapi
seperti diuretik,
ntg, dll
-anjurkan untuk
total bed rest
-pantau skala
kekuatan otot
3. 19 / 9 / Setelah dilakukan tindakan -berikan
2012 keperawatan selama 2x24 jam lingkungan
masalah intoleransi aktivitas yang nyaman
sudah teratasi dengan criteria -kolaborasi
hasil : dalam
- pasien tidak lemas lagi memberikan
- mampu melakukan aktivitas oksigen
tanpa gangguan
N Tanggal Diagnosa Implementasi keperawatan
o
1. 19 / 9 / 2012 Gangguan -memberikan posisi semi fowler/fowler
. pertukaran gas b.d - memberikan lingkungan yang nyaman
gangguan difusi - mengkaji keluhan sesak
oksigen - mengkaji ttv
- memantau hasil agd
- kolaborasi dalam pemberian oksigen
- memonitor intake dan output cairan
-memonitor pengeluaran urin, catat jumlah,
konsentrasi, dan warna
- kolaborasi dalam pemberian terapi seperti
diuretik, ntg, dll
-menganjurkan untuk total bed rest
-memantau skala kekuatan otot
-memberikan lingkungan yang nyaman
-kolaborasi dalam memberikan oksigen
2. 19 / 9 / 2012 Kelebihan volume - memonitor intake dan output
cairan
cairan b.d adanya
cairan di dalam -memonitor pengeluaran urin, catat
jumlah, konsentrasi, dan warna
alveolus - kolaborasi dalam pemberian
terapi seperti diuretik, ntg, dll
3.
20/9/2012
Intoleransi aktivitas -menganjurkan untuk total bed rest
b.d berkurangnya -memantau skala kekuatan otot
suplai oksigen (o2) -memberikan lingkungan yang
nyaman
-kolaborasi dalam memberikan
oksigen
Evaluasi
Paraf dan
No Tanggal S.O.A.P
nama jelas

1. 20 / 9 / 2012 S: pasien sudah tidak mengeluh sesak nafas


2. 21 / 9/ 2012 O: rr : 12-24x/mnt
3. 22 / 9 / 2012 A: tujuan tercapai masalah gangguan pertukaran gas teratasi
P: intervensi dihentikan
S : pasien sudah tidak merasa begah
O: tidak terjadi odema
A:masalah gangguan keseimbangan cairan sudah teratasi
P:intervensi dihentikan
S: klien sudah sehat
O: spo2 normal : 90-100%
A: masalah sudah teratasi kurangnya supali oksigen
P: intervensi dihentikan
WASSALAMUALAIKUM