Anda di halaman 1dari 25

Alfandi-14515005

Gabriela Mega R-14515016


Ahmad Subagjadiputra-14515026
Indah Christina C-14515032
Sejarah
PT. PETRO OXO NUSANTARA mendapatkan izin untuk beroperasi
pada tahun 1995 dengan izin operasi No. 387 / I / PMA /1995 ,
kemudian proses pembangunan pabrik ini di mulai pada bulan Mei
tahun 1996. Pabrik ini selesai di bangun dan siap beroperasi pada
bulan januari tahun 1998. Initial performance test dilakukan pada
bulan juli 1998. pabrik ini secara resmi beroperasi pada bulan
September . Pada bulan Mei tahun 2000, pabrik mendapatkan
sertifikat ISO 9002 dari Lloyd Register Quality Assurance atau ISO
tentang manajemen mutu. Kemudian pada bulan Agustus 2000
pabrik diresmikan oleh Presiden Indonesia.
Bahan Baku
• Propilene : 110.000 Metric Tons / day
• Natural Gas : 80.000.000.000 nm³ / day
• Karbondioksida : 16.000 ton / day

Propylene Import Origin

Indonesia
Malaysia
Thailand
India
Saudi Arabia
Propylene

• Propylene merupakan hydrokarbon ikatan rangkap, pada suhu kamar


mempunyai warna tetapi tidak berbau.
• Propylene merupakan bahan baku untuk produksi polypropylene (polimer)
untuk berbagai produk kemasan.
• Propylene yang dibutuhkan untuk oxo reaksi pada PT. PON diperoleh impor
dari luar negri.

Rumus Kimia C3H6


Nama lain Propene
Fase/ warna gas berwarna
Berat molekul 42,08 g / mol
Titik didih -47,6 °C
Titik leleh -185,2 °C
Densitas 0.61 g/cm³ ( 25 ℃)
Sifat kimia Mudah terbakar,
menyebabkan sesak nafas.
Natural Gas

• Komponen utama gas alam adalah metane, yang merupakan molekul


hidrokarbon terpendek dan juga mengandung molekul-molekul hidrokarbon
yang lebih berat seperti etana ( C2H6), propana ( C3H8 ), dan butana (C4H10),
selain itu juga gas-gas yang mengandung sulfur.

• Natural gas didapatkan dari Perusahaan Gas Negara, disimpan dalam 2


tangki bertekanan dengan volume @300m³, dalam fasa cair.
Bahan Pembantu
Karbondioksida

Karbondioksida (CO2) adalah senyawa kimia yang terdiri dari dua atom
oksigen yang terikat secara kovalen dengan sebuah atom karbon.
Karbondioksida berbentuk gas pada keadaan temperatur dan tekanan standar
dan hadir di atmosfer bumi

Steam

Steam adalah gas yang terjadi dari proses penguapan air (H2O). Uap air
digunakan untuk menggerakkan turbin listrik, kereta uap atau mesin uap.
Proses Reaksi

Pre- Steam OXO Aldol


Kondensasi
Hidrogenasi
Reforming Reforming Reaksi
Block Flow Diagram
Pre - Reforming

Pre reforming adalah tahapan reaksi untuk mengubah gas alam


yang berantai panjang ,yang diubah sehingga menghasilkan
karbondioksida dan hidrogen.
Steam - Reforming

Steam reforming adalah sebuah metode untuk memproduksi hidrogen dan


karbon monoksida dari hidrokarbon.
OXO Reaksi
OXO Reaksi adalah proses produksi alkohol oleh reaksi dari olefin dengan
masing-masing satu molekul CO dan H2 dan kemudian di hidrogenasi dari
hasil aldehid. Katalisator yang digunakan secara komersial adalah kobalt (Co)
dan rhodium (Rh).
Aldol kondensasi
Aldol kondensasi merupakan reaksi organik dimana sebuah ion bereaksi
dengan karbonil membentuk beta-hydroksi aldehid atau beta-hidroksi keton
diikuti oleh dehidrasi. Untuk menunjukkan ada reaksi aldol itu sendiri terjadi
menggunakan katalis aldolases dan katalis basa seperti NaOH.
Hidrogenasi

Hidrogenasi adalah reaksi kimia yang dihasilkan dalam penambahan hydrogen


(H2) dan menambah pasangan atom hydrogen ke molekul. Dua etil heksenal
dihidrogenasi menjadi 2-etil heksanol dengan katalis Raney Nickel.
Produk
• 2-Ethyl Hexanol (2EH)
Disimpan dalam 2 tangki dengan volume @ 14.000 m³.

• Iso-Butanol (IBA)
Disimpan dalam 2 tangki dengan volume @ 2.300 m³.

• N-Butanol (NBA)
Disimpan dalam 2 tangki dengan volume @ 1.500 m³.
2-Ethyl Hexanol (2EH)
2-Ethyl Hexanol (2EH) merupakan senyawa organik yang digunakan dalam
manufaktur berbagai produk kimia. Larut dalam senyawa organik.
Kebanyakan dikonversi menjadi ester untuk digunakan dalam pembuatan
berbagai produk

Rumus Kimia C8H18O


Nama lain Isooctanol
Fase/ warna gas berwarna
Berat molekul 130.23 g / mol
Titik didih 183-185 °C
Titik leleh -76 °C
Densitas 0.83 g/cm³ ( 25 ℃)
Sifat kimia Mudah terbakar.
Iso-Butanol (IBA)

Iso-Butanol berguna dalam sintesa organik sebagai bahan kimia


intermediet dan sebagai larutan dalam lapisan aplikasi seperti pelarut
cat.

Rumus Kimia C4H10O


Nama lain 2-metilpropil alkohol
Fase/ warna gas berwarna
Berat molekul 74.12 g / mol
Titik didih 107 °C
Titik leleh -108 °C
Densitas 0.802 g/cm³ ( 25 ℃)
Sifat kimia Mudah terbakar.
N-Butanol (NBA)

N-Butanol merupakan zat yang memiliki sifat reaktif dan digunakan


sebagai senyawa kosmetik dan pelarut.

Rumus Kimia C4H10O


Nama lain Butil alkohol
Fase/ warna bening
Berat molekul 74,12 g / mol
Titik didih 117,3 °C
Titik leleh -89,5 °C
Densitas 0.8098 g/cm³ ( 25 ℃)
Sifat kimia Mudah terbakar, mudah menguap
PT Petro Oxo Nusantara termasuk perusahaan yang ramah terhadap
lingkungan karena tidak menghasilkan limbah yang berbahaya. Sesuai
degan peraturan pemerintah dan UU–Lingkungan hidup yaitu:
1. Undang-undang No.23 Tahun 1997 : Pengelolaan Lingkungan
Hidup
2. Peraturan No.18 Tahun 1999 : Pengelolaan Limbah
Bahan Berbahaya & Beracun (B3)
3. Kepmen LH No.86 Tahun 2002 : Pedoman Pelaksanaan UKL &
UPL dan lainnya
Pengolahan limbah di pabrik
ini terbagi menjadi tiga bagian
yaitu :

1. Inceneration unit
2. Active sludge unit
3. Netralization unit

Pengolahan Limbah
Inceneration unit yaitu limbah NaOH yang dihasilkan dibakar bersama natural
gas di steam reforming.Dalam Unit ini pengurangan kadar BOD dan COD.
Dalam unit ini kondisi harus:

-pH = 14
-COD = 130.000 - 180.000 ppm
-NaOH = 4 - 6 %
Active sludge unit.
Dalam unit ini termasuk treatment biologi sehingga ada zat tertentu semacam
bakteri untuk mengurai limbah tersebut. Dalam unit ini kondisi harus :

-pH = 5 - 6
-COD = below 1000 ppm
-Temp. = 35 °C
-HC = below 10 ppm
Netralization unit.
Dalam unit ini terbagi dalam 4 proses pengolah yaitu:

-Unit aktif limbah.


- Incinerator
-Pendingin blow down.
-Demineralsasi air/penghilangan air dan regerasi sampah
Hasil pengolahan limbah tersebut:
1. Produk samping dari proses
- Bahan bakar untuk boiler
- N-butanol Recovery
- Produk pelarut
2. Dari proses aldol kondensasi dimasukan lagi kedalam reaktor.
3. Dari membrane H2 yang dihasilkan dimasukan lagi untuk proses
berikutnya.
4. Katalis logam (Ni, Zn, Rh dan sebagainya.) di recovery kembali