Anda di halaman 1dari 12

“PENGARUH PAPARAN ROKOK ELEKTRIK TERHADAP

KADAR SGPT DAN SGOT TIKUS (Rattus norvegicus)”

Mira Putri Agustin


4411415004

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
LATAR BELAKANG

• Salah satu konsumen • Rokok elektrik • Hati rentan terhdp


terbesar konsumsi dianggap tidak kerusakan akibat
rokok berbahaya radikal bebas
• Peringkat ke-3 negara • Mengandung senyawa • Timbul stress oksidatif
perokok (WHO, 2013) kimia berbahaya • Sel hepatosit rusak
• Perokok aktif 67% laki- (nikotin,nitrogen • Parameter kerusakan
laki dan 2,7% oksida, tar, dll) hati SGPT dan SGOT
perempuan (GATS,
2011)
Rumusan masalah
• Bagaimana pengaruh paparan rokok elektrik terhadap kadar SGPT dan SGOT?

Tujuan penelitian
• Menganalisis kadar SGPT dan SGOT akibat paparan rokok elektrik

Manfaat penenelitian
• Manfaat Teoritis
Dapat memberikan penjelasan secara ilmiah mengenai hasil kadar SGPT dan
SGOT yang telah dipapar rokok elektrik
• Manfaat Aplikatif
Menjadi dasar pertimbangan bagi masyarakat tentang bahaya merokok khususnya
pengguna rokok terhadap kerusakan sel hati dengan ditandai dengan kenaikan
kadar SGPT dan SGOT.
TINJAUAN PUSTAKA
Rokok
elektrik

Heparr

Kerusakan
hepar

SGPT dan
SGOT
HIPOTESIS
• Paparan rokok elektrik dapat meningkatkan kadar SGPT dan SGOT
METODE PENELITIAN

Lokasi dan Populasi Sampel


Waktu *Tikus (Rattus
Penelitian novergicus) usia *24 ekor tikus
2-3 bulan galur wistar
*Laboratorium diambil secara
Biologi FMIPA *Berat badan acak dan Alat dan
UNNES dan 200-300 gram Bahan
*Dibagi menjadi 4
Laboratorium *Diperoleh dari kelompok
Klinik Cito Laboratorium
Semarang Biologi FMIPA *Tiap kelompok
UNNES terdiri dari 6 tikus.
*14 hari
No Alat dan bahan Fungsi
1 Timbangan analitik Menimbang tikus
2 Kandang tikus lengkap dengan Tempat tinggal tikus
tempat makan dan minum
3 Smoking chamber Tempat pengasapan tikus
4 Papan fiksasi Mengambil darah tikus
5 handscoon Mengambil darah tikus
6 Spuit 3ml Mengambil darah tikus
7 Tabung kecil Wadah darah tikus
8 Spektrofotometer Mengukur kadar darah
9 Vortex Menghomogenkan serum darah
10 Rak Tempat tabung reaksi
11 Kamera Mendokumentasikan kegiatan dan hasil
penelitian
12 Tikus putih galur wistar usia 2-3 Subyek penelitian
bulan,berat badan 200-300 gram
13 Alat nebulizer Alat pengasapan
14 Rokok Elektrik Mengasapi tikus
15 Seperangkat alat bedah dan papan Membedah tikus dan mengambil darah tikus
bedah pada organ jantung
16 Pelet dan air minum Makan dan minum tikus
VARIABEL PENELITIAN

Variabel bebas Variabel terikat Variabel kendali

• Dosis nikotin • Kadar SGPT • Umur tikus, strain,


3mg/BB, 6 mg/BB • Kadar SGOT suhu ruang, pakan
dan 9 mg/BB. tikus, bentuk dan
ukuran kandang.
RANCANGAN
PENELITIAN

*Penelitian
eksperimental,
dengan rancangan
Post Test-Only
Control Group
Design
PROSEDUR PENELITIAN

Pemberian Dosis nikotin


Persiapan tikus Preparasi alat nebulizer
3, 6, dan 9 mg/BB

Paparan asap rokok


Pengambilan darah Kadar SGPT dan SGOT
elektrik 2x dalam sehari
ANALISIS DATA

Uji statistik One Way Annova, Jika data yang diperoleh


berpengaruh signifikan maka dilanjutkan dengan uji
Kruskal-Wallis.
TERIMA KASIH