Anda di halaman 1dari 18

EMISI EFEK

OLEH :

JAINUL RAHMAT ARIPIN 17201290471


Haidar Humam 17201290456
Lana Adi Tania 17201290463
EMISI EFEK

Emisi efek atau sering disebut penawaran


umum (go public) merupakan suatu proses
yang melibatkan lembaga penunjang pasar
modal dalam rangka penjualan efek seperti
saham dan obligasi suatu perusahaan kepada
masyarakat umum atau publik.
Tujuan Emisi Efek

•Memperbaiki Struktur Modal


•Meningkatkan Kapasitas Produksi
•Memperluas Pemasaran
•Memperluas Hubungan Bisnis
•Meningkatkan Kualitas Manajemen
Tahap Go Publik

Suatu perusahaan yang pertama


kalinya akan menjual saham atau
obligasi kepada masyarakat umum
atau disebut initial public offering
(IPO),
Lembaga Profesional Penunjang Pasar
Modal
Notaris
AKUNTAN PUBLIK
Konsultan Hukum
Perusahaan Penilai (appraisal company)
Profesi lain yang ditetapkan oleh Peraturan
Pemerintah
Lembaga Penunjang Pasar Modal

 Kustodian, merupakan pihak yang memberikan jasa penitipan efek dan


harta lainnya yang berkaitan dengan efek serta jasa lain

 Biro Administrasi Efek (BAE), merupakan perusahaan yang


menyelenggarakan adminitrasi kepemilikan efek

 Wali Amanat, merupakan pihak yang mewakili kepentingan


pemegang efek yang bersifat utang
Emisi vs Divestasi

Saham yang ditawarkan kepada masyarakat luas dapat berasal dari (1) penerbitan
saham baru atau disebut emisi, dan (2) saham milik pendiri atau pemegang saham
lama yang disebut divestasi. Dana yang diperoleh dari emisi itu akan menjadi milik
perusahaan, sedangkan dana yang diperoleh dari divestasi akan menjadi hak
pemegang saham lama (pendiri).

Emisi baru seringkali dilaksanakan dalam waktu yang bersamaan dengan divestasi.
Akan tetapi, seringkali terjadi divestasi dilaksanakan setelah perusahaan tersebut
berstatus go public.
Corporate Action

•Right issue.
•Obligasi konvertibel (convertiblebonds).
•Waran.
•Saham bonus.
•Dividen saham.
•Pemecahan Saham (split).
•Emisi efek tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
(HMETD).
•Mengundang rapat umum pemegang saham (RUPS).
INDEKS HARGA SAHAM

Indeks saham adalah harga saham yang


dinyatakan dalam angka indeks. Indeks
saham digunakan untuk tujuan analisis
dan menghindari dampak negatif dari
penggunaan harga saham dalam rupiah
Jenis Indeks dapat dikelompokkan
menjadi tiga

•Indeks harga saham individu.


•Indeks harga saham parsial.
•Indeks harga saham gabungan.
Perhitungan indeks harga saham individu
dilakukan dengan rumus:

IHSI =

Atau

IHSI =
Rumus yang digunakan untuk menghitung
indeks harga saham parsial adalah:

Indeks saham 100 =

Dimana:
Indeks 100 = jumlah kapitalisasi pasar dari 100 emiten dibagi dengan jumlah
nilai dasar dari 100 emiten, kemudian dikalikan dengan 100 sebagai angka
dasar.
Kapitalisasi pasar = saham beredar x harga pasar per unit saham.
Total nilai dasar = jumlah saham beredar x nilai dasar per unit.
Indeks 100 berarti indeks dari 100 jenis saham.
Indeks Harga Saham Gabungan

Indeks harga saham gabungan (composite


stocking price index = CSPI) merupakan indeks
gabungan dari seluruh jenis saham yang tercatat
di bursa efek. Indeks harga saham gabungan
(IHSG) diterbitkan oleh bursa efek.
Perhitungan lndeks Harga Saham
Gabungan
Pada dasarnya perhitungan IHSG tidak berbeda dengan
perhitungan indeks harga saham individu. Namun dalam
perhitungan IHSG Anda harus menjumlahkan seluruh harga
saham yang ada (listing).
Rumus:

IHSG = (Ht / H0) X 100%


Ht : Total harga semua saham pada waktu yang berlaku
H0 : Total harga semua saham pada waktu dasar
Panggilan Rapat Umum Pemegang
Sahan (RUPS).

RUPS yang diselenggarakan rutin setiap tahun tutup


buku disebut RUPS tahunan, yang mengagendakan:
(a) pertanggungjawaban direksi dan komisaris,
(b) (penetapan bonus bagi direksi dan karyawan, serta
(c) rencana investasi baru atau lainnya (jika ada)
Pengeluaran saham baru melalui right issue.
Setelah perusahaan berhasil menambah modal melalui penawaran umum
kepada masyarakat tetapi masih juga kekurangan modal, maka
perusahaan dapat mencari tambahan modal melalui emisi berikutnya,
yaitu right issue.
Pengeluaran saham baru melalui warrant.
Waran (warrant) sangat mirip dengan right issue, yaitu pemegang saham
lama berhak untuk membeli saham baru pada harga tertentu dan pada
waktu tertentu.
Pengeluaran saham baru melalui convertible bonds.
Seperti halnya right issue dan waran, convertible bonds juga dapat
mengubah jumlah modal disetor, agio saham ekuitas, dan jumlah saham