Anda di halaman 1dari 8

Presentasi Bahasa Indonesia

(halaman 42 nomor 1-4)

Oleh Stevany Valensia Ester Dien


Apakah yang disampaikan pada bagian
pernyataan pendapat?

Pada bagian pernyataan pendapat, penulis menyampaikan bahwa karya sastra


yang kaitannya dengan dunia imajinasi, lahir oleh dorongan manusia untuk
mengungkapkan masalah manusia, dan siapapun berhak mengekspresikan
imajinasinya dengan bebas melalui karya yang diciptakannya. Namun, sering
karya sastra tidak mampu dinikmati oleh setiap orang karena keterbatasan.
Salah satunya, karena kurangnya wahana pemublikasian karya tersebut.
Apa pula informasi yang ada pada
bagian argumentasi?

 - Sebuah karya sastra apabila tidak dipublikasikan, akan menguap begitu saja tanpa
makna. Untuk memublikasikan sebuah karya sastra itulah diperlukan wahana. Selama ini
wahana yang tersedia adalah media cetak, baik itu buku, koran, majalah, serta tabloid.
 - Untuk memunculkan kreativitas dibutuhkan proses, yakni proses kreatif. Dengan
berputus asa, berarti penulis pemula itu telah menghambat proses kreatif yang ada
dalam dirinya.
 - Cybersastra, sebagai sebuah wahana, muncul menjawab kegelisahan para penulis
atau sastrawan pemula. Cybersastra ini dapat menyalurkan segala bentuk insprirasi bagi
penulis pemula yang menjadi tonggak baru kehadiran dunia sastra yang bersifat bebas,
tidak mengenal ruang, waktu, bahasa, dan mendobrak sekat sekat negara.
Apa pula informasi yang ada pada
bagian argumentasi?

 - Kehadiran cybersastra membawa suatu inovasi baru dalam menduniakan karya


sastra, dan cybersastra telah menjadi wahana dan wacana yang penting karena
fleksibelitas dan kemampuannya untuk menjadi sebuah barometer baru bagi
kemajuan sastra Indonesia di masa depan.
 - Facebook, sebuah situs web jejaring sosial, kerap dijadikan media
pengekspresian imajinasi bagi banyak orang, dan telah mampu mendapat tempat
bagi pelaku sastra.
 - Media ini memiliki peranan penting dalam menghidupkan karya sastra. Bagi para
penulis pemula, media ini bisa dijadikan sebagai sebuah bentuk pencarian jati diri
di tengah masyarakat dalam memasarkan karya-karyanya.
Bagaimana dengan bagian pernyataan
ulang pendapat, apakah kalian dapat
menemukannya?

 Ya, saya dapat menemukannya. Pada bagian pernyataan ulang pendapat,


penulis menyatakan karena tidak adanya batasan kreativitas pada Facebook ini,
menyebabkan penulis kadang menciptakan hal-hal baru yang bersifat sesuka
hati. Sehingga, karya-karya sastra yang lahir pun semakin liar dan kadang tak
terkendali. Oleh sebab itu, kualitas sastra facebook layak pula ditinjau lebih jauh.
Jangan sampai kehadiran Facebook mementahkan kreativitas, dan menjadikan
titik degradasi sastra secara besar-besaran.
Pendapat penulis
 Sebuah karya sastra, apabila tidak dipublikasikan, maka akan menguap begitu saja tanpa makna.
 Bagi penulis pemula, apabila karyanya tidak spektakuler, atau belum memenuhi kriteria yang
telah ditetapkan redaktur, harus mencoba dan mencoba lagi.
 Hal inilah yang kadang membuat banyak penulis pemula putus asa dan bahkan memutuskan
untuk tidak akan mencoba menulis lagi, dan mencamkan dalam dirinya bahwa ternyata ia tidak
berbakat.
 Dengan berputus asa seperti itu, berarti penulis pemula itu telah pula menghambat proses kreatif
yang ada dalam dirinya.
 Oleh sebab itu, kualitas sastra Facebook layak pula ditinjau lebih jauh. Meskipun persoalan mutu
bersifat relatif, tetapi hendaknya karya-karya yang lahir melalui media ini tetap berbasis teori sastra
secara lazim.
Fakta

 Untuk memublikasikan sebuah karya sastra itulah diperlukan wahana. Selama ini,
wahana yang tersedia adalah media cetak, baik itu buku, koran, majalah, serta
tabloid.
 Menciptakan suasana yang dapat mengalirkan gagasan dengan bebas merupakan
salah satu unsur proses kreatif itu sendiri.
 Kegiatan-kegiatan sastra dalam beberapa tahun terakhir marak berkembang melalui
internet, termasuk karya-karya sastra di situs-situs jejaring sosial, seperti Facebook,
Twitter dan sebagainya.
 Kehadiran Cybersastra membawa suatu inovasi baru dalam menduniakan karya
sastra.
Fakta

 Theora Aghata dalam esainya “Sastra Cyber: Beberapa Catatan”, terangkum dalam Sastra
Pembebasan Antologi Puisi-Cerpen-Esai (2004), mengungkapkan bahwa keberadaan
Cybersastra telah menjadi wahana dan wacana sangat penting, justru karena fleksibilitas
dan kemampuannya untuk menjadi sebuah barometer baru bagi kemajuan sastra kita
(Indonesia) di masa depan.
 Facebook sebuah situs web jejaring sosial populer yang diluncurkan pada 4 Februari 2004
ini, kerap dijadikan media pengekspresian imajinasi bagi banyak orang.
 Melalui jejaring sosial yang didirikan oleh Mark Zuckerberg, seorang mahasiswa Harvard
kelahiran 14 Mei 1984 ini, siapa saja memiliki keleluasaan mengembangkan ide-ide dan
gagasan secara bebas.