Anda di halaman 1dari 23

Nama Kelompok :

Pengemasan Sirup Mart Dea Fernando S

& Mufarida
Nadya Novelin Sinaga
Pelebelan Nada Permana
Pengertian Pengemasan

Pengemasan adalah wadah atau pembungkus yang dapat


membantu mencegah atau mengurangi terjadinya
kerusakan - kerusakan pada bahan yang dikemas /
dibungkusnya. Pengemas diartikan sebagai wadah, tutup
dan selubung sebelah luar, artinya keseluruhan bahan
kemas, dengannya obat ditransportasikan dan/atau
disimpan
Fungsi Kemasan
• Harus dapat mempertahankan produk agar bersih dan memberikan perlindungan terhadap
kotoran dan pencemaran lainnya.
• Harus memberi perlindungan pada bahan pangan terhadap kerusakan fisik, air, oksigen, dan
cahaya matahari.
• Harus berfungsi secara benar, efisien, dan ekonomis dalam proses pengepakan yaitu selama
pemasukan bahan pangan ke dalam kemasan. Hal ini berarti bahan pengemas harus sudah
dirancang untuk siap pakai pada mesin-mesin yang ada atau yang baru akan dibeli atau
disewa untuk keperluan tersebut.
• Harus mempunyai suatu tingkat kemudahan untuk dibentuk menurut rancangan dimana
bukan saja memberi kemudahan pada konsumen misalnya kemudahan membuka atau
menutup kembali wadah tersebut, tetapi juga harus dapat mempermudah pada tahap
selanjutnya selama pengelolaan di gudang dan selama pengangkutan untuk distribusi.
Terutama harus dipertimbangkan dalam ukuran, bentuk, dan berat dari unit pengepakan.
• Harus memberi pengenalan, keterangan, dan daya tarik penjual lain. Unit-unit pengepakan
yang dijual harus dapat menjual apa yang dilindunginya dan melindungi apa yang dijual.
Hal-hal yang harus diperhatikan
dalam proses Pengemasan
• Harus selalu mengikuti dan mematuhi prosedur tertulis yang sudah dibuat.
• Harus selalu mengikuti dan menjalankan in process control.
• Pra penandaan pada bahan pengemas harus selalu dilakukan.
• Sebelum melakukan pengemasan, kesiapan jalur pengemasan harus selalu diperiksa.
• Hanya obat yang berasal dari satu batch saja yang boleh ditempatkan dalam satu palet.
• Produk yang rupa dan bentuknya sama tidak boleh dikemas pada jalur yang berdampingan.
• Pada jalur pengemasan, nama dan nomer batch harus terlihat jelas.
• Produk antara dan produk jadi yang masih dalam proses pengemasan harus selalu diberi label identitas
dan jumlah.
• Produk yang telah diisikan kedalam wadah akhir tapi belum diberi label, harus dipisah dan diberi tanda.
• Peralatan pengemasan tidak boleh bersentuhan langsung dengan produk.
• Bahan untuk pengemasan seperti: pelincir, perekat, tinta, cairan pembersih, ditempatkan dalam wadah
berbeda dari wadah untuk produk
Kaca merupakan penelitian terdekat
untuk bentuk botol yang steril. Hanya
sumber potensial dari pergeresan gas
Gelas Komposisi Sifat-sifat Aplikasi
didalam atau diluar botol kaca melalui
Resistensi terhadap hidrolisis segel antara penutup dan leher botol.
tinggi,eksporasi termal rendah Sediaan parenteral asidik dan netral, bisa Bagian - bagian yang penting dari botol
Tipe 1 Borosilikat
juga untuk sediaan alkali yang sama
kaca adalah tipe botol, bentuk, isi
keseluruhan (juga dikenal dengan
Kaca soda kapur Sediaan parenteral asidik dan netral, bisa
Tipe II Resistensi hidrolitik relatif tinggi kapasitas yang berlebih), pengakhiran
(diperlukan dealkalisasi) juga untuk sediaan alkalin yang sesuai
leher botol, warna dan pergeseran
bentuk. Kaca paling banyak digunakan
Kaca soda kapur (tidak Sama dengan tipe II, tapi dengan Cairan anhidrat dan produk kurang,
Tipe III sebagai bahan kemasan obat, disukai
mengalami perlakuan pelepasan oksida sediaan parenteral jika sesuai
karena transparansinya, ketahanannya
Kaca soda kapur Resistensi hidrolitik sangat Hanya digunakan untuksediaaan non yang sangat baik terhadap cairan dan
Tipe NP
(penggunaan umum) rendah parenteral (oral, tipikal, dsb)
gas yang reaktif.
Sejarah Kemasan Gelas / Kaca

• Mesir (7000 SM) : perhiasan dan


amolet
• Botol-botol kecil untuk wadah
cairan berharga.
• Romawi : kaca jendela
Kemasan kaca / gelas
 Bahan baku : pasir, silika, batu, kapur, soda
abu (Na2CO3) dan remukan kaca (pellet)
 Proses : peleburan ± 1500oC dan pencetakan
 Sifat bahan baku :
 batu kapur : kekuatan
 Al - oksida dan boroksilikat : ketahanan /
kekerasanNa-silikat : kejernihan/kehalusan
 Larutan asam : sifat inert (netral)
Tutup Kemasan Kaca
– Tutup normal : tekanan di luar dan di dalam botol sama, Contoh
: sumbat/tutup berulir
– Tutup vakum
 kondisi dalam botol vakum dan kedap udara
 kondisi dalam botol vakum dan kedap udara, Contoh : lug
cap/ditarik dan omnia
– Tutup tekanan : mempertahankan isi botol yang mengandung
CO2, Contoh : tutup mahkota dan beruli
Macam / Jenis Tutup Kemasan Kaca
Tutup berulir (screw cap)
- untuk botol dan jar berleher ulir, isi bertekanan
- bahan luar logam/plastik, bahan dalam gabus, karet, plastik
Tutup sumbat (press - on / band cap)
Tutup sumbat (press - on / band cap)
-tutup ditekan, bahan gabus/ plastik
Tutup mahkota (crimp-on / crown cap)
-bahan tinplate, perapat plastik, kertas, gabus, karet
Tutup “twist off” dan omnia (roll-on)
- modifikasi dari tutup berulir, tinplate, untuk jar
Tutup Kemasan Kaca

Tutup Kemasan Kaca


A. Tutup ulir (screw cap)
B. Tutup sumbat (band cap)
C. Tutup mahkota (crown cap)
Pengukuran / Pengujian Pengemas
Gelas
 Dimensi kemasan :
 Tinggi, diameter, ketebalan, dinding, finish, volume
 Sifat - Sifat kritis kemasan :
 ketahanan terhadap perubahan suhu (dicelupkan
dalam air panas)
 ketahanan terhadap tekanan (menggunakan air/udara
bertekanan)
Sifat - Sifat Kemasan Kaca
 Tembus Pandang
 Kuat
 Mudah dibentuk
 Tahan Pemanasan
 Pelindung terbaik terhadap kontaminasi dan flavor
 Tidak tembus gas, cairan dan padatan
 Dapat diberi warna
 Dapat dipakai kembali
Metode Pengemasan Botol
• Cold pack method (metode pengemasan dingin)
Bahan dan botol dingin, setelah di sterilisasi tutup
dirapatkan
• Hot pack method (Metode pengemasan panas)
Bahan panas, mempersingkat waktu sterilisasi
• Open kettle method (metode wajan terbuka)
Bahan panas, wadah steril, tutup langsung rapat
Penandaan / Pelebelan
Penandaan untuk sediaan obat ini diatur dengan
Permenkes No.10 tahun 2008. Dalam peraturan
tersebut tertulis bahwa: “Penandaan adalah
keterangan yang lengkap
Mengenai khasiat, keamanan, cara penggunaannya
serta informasi lain yang dianggap perlu yang
dicantumkan pada etiket, brosur dan kemasan primer
dan sekunder yang disertakan pada obat.”
Dari peraturan tersebut tertuanglah bagian - bagian informasi
yang dapat kita temukan pada kemasan obat
– Nama Dagang : nama yang diberikan oleh industri farmasi sebagai salah satu identitas produknya atau
dengan istilah lain merupakan merk dagang produk.
– Nama Generik : nama resmi zat aktif obat yang telah ditetapkan dalam farmakope. Nama generik ini harus
dicantumkan pada kemasan obat sesuai dengan peraturan yaitu Permenkes No. 524 tahun 2005. Nama
generik ini harus tercantum dengan ukuran huruf ≥80% dari nama dagang dan dicantumkan tepat dibawah
nama dagang.
– Bentuk Sediaan : Biasanya informasi tentang bentuk sediaan ini tertulis pada sediaan cair (sirup, suspensi,
atau eliksir) biasanya ditulis di bawah nama dagang (namun tidak semua).
– Tanda khusus untuk obat Tanda khusus ini harus tercantum dan telah diatur sejak lama dengan SK Menkes
No.2380 tahun 1983. Tanda ini berupa lingkaran berwarna sesuai dengan golongan obatnya (lingkaran hijau,
lingkaran biru, lingkaran merah dengan huruf K).
– Indikasi
– Kontraindikasi
– Efek Samping Efek
Dari peraturan tersebut tertuanglah bagian - bagian informasi yang
dapat kita temukan pada kemasan obat
– Interaksi Obat
– Cara Kerja Obat
– Aturan Pakai
– Peringatan Untuk obat - obat
lingkaran biru pada kemasannya juga
harus dilengkapi dengan tanda
peringatan obat, sesuai yang diatur
dalam SK Menkes Nomor 6355 tahun
1969. Ada 6 jenis tanda peringatan
sebagai berikut:
Dari peraturan tersebut tertuanglah bagian - bagian
informasi yang dapat kita temukan pada kemasan obat

– Nomor Batch
– Nomor Registrasi
– Nama dan Alamat Perusahaan Produsen Nama dan Alamat
Industri Farmasi dituliskan sebagai identitas industri yang
memproduksi obat.
– Tanggal Kadaluarsa
Penandaan / Pelebelan
Label produk merupakan salah satu faktor penting yang
dapat menguatkan branding usaha Anda dalam persaingan
bisnis yang semakin ketat. Keberadaannya menjadi
semacam tanda pengenal sekaligus pembeda dari
kompetitor.
Melalui label produk, Anda dapat menyampaikan informasi
mengenai brand, kualitas, legalitas, kode produksi,
petunjuk, dan lain-lain.
7 hal yang diperhatikan
konsumen
Secara umum, ada 7 hal yang diperhatikan konsumen saat membaca lebel
produk :
1. Nama obat
2. Berat bersih
3. Nama dan alamat produsen atau distributor
4. Daftar bahan yang digunakan atau komposisi
5. Nomor pendaftaran pangan
6. Keterangan kadaluarsa
7. Kode Produksi
Selain itu, untuk melengkapi info diatas,
anda juga perlu menambahkan data-data
berikut.

– Keterangan kandungan gizi


– Tulisan Halal
– Keterangan petunjuk penyimpanan
– Peringatan
Tips Membuat design label Produk
– Pemilihan Software Desain yang Tepat

diantaranya adalah Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, Adobe Indesign,


CorelDraw, Microsoft Publisher, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Saran Kami, gunakan software pengolah grafik vector, seperti Adobe


Illustrator untuk meminimalisir pecahnya gambar dan masalah “missing
font” ketika file desain anda harus dibuka komputer lain.
Tips Membuat design label Produk
– Pemilihan Warna
Pemilihan warna menjadi hal yang penting dalam proses pembuatan design
label sebuah produk. Karena, kesalahan pemilihan warna akan membuat
produk Anda “tenggelam” diantaranya banyaknya pesaing. Jika Anda
merasa perlu, lakukan riset terhadap label produk para kompetitor sebelum
Anda menentukan warna untuk label Anda.
– Jenis Huruf
Anda bebas berkreasi dengan menggunakan ribuan jenis huruf, namun
Anda harus tetap mempertimbangkan keterkaitan jenis huruf dengan
bidang usaha yang Anda miliki.
Tips Membuat design label Produk
– Nama Produk/Perusahaan
terpenting yang harus anda tonjolkan dan perlihatkan pada konsumen. Salah satu
tujuan pembuatan label produk adalah memperkenalkan dan memperkuat
branding.
– Informasi Kontak
saat ini, dimana orang-orang semakin banyak yang memanfaatkan media social di
internet, maka sebaiknya informasi kontak yang anda cantumkan pada label
produk juga mencantumkan akun Facebook, Twitter, dan lain-lain.
– Memilih Gambar/Grafis
– Bentuk dan Ukuran label

Anda mungkin juga menyukai