Anda di halaman 1dari 19

HIPERTENSI ON HEMODIALISA

Kelompok 4

 Ns. Anitha, MKep


 Triono., Amd, Kep
 Neneng Haeriyah, AMK
 Mei Saputra., Amd, Kep
 Dwi Novrita Maulidia, Amd, Kep
 Ely Eviawati, Amd, Kep
 Kiki Sandra Novita Sari, S.Kep,. Ns
 Lutfi Isnaini Chasanah, S.Kep., Ns
 Redemtus Rudiyanus Bonny, S.Kep., Ns
Latar Belakang
Hipertensi merupakan masalah global
Penyakit yang menduduki peringkat pertama

Dunia : 26,4% menderita HT dengan perbandingan 26,6% pria dan 26,1%


wanita. Angka ini kemungkinan akan meningkat menjadi 29,2% di
tahun 2025

HT dapat menyebabkan komplikasi yang mematikan jika tidak di tangani

HT berperan mempercepat terjadinya jika tidak ditatalaksana secara benar


kerusakan glomerular pada gagal ginjal akan menyebabkan kerusakan ginjal

Dikenal beberapa jenis terapi pengganti ginjal yaitu: transplantasi ginjal,


peritoneal dilaisis dan hemodialisis yang merupakan terapi pengganti ginjal yang
paling banyak digunakan
Tujuan
• Mendapatkan gambaran dan pengalaman
langsung tentang bagaimana menerapkan
Asuhan Keperawatan pada klien Ny. Y dengan
Umum diagnosa Gagal ginjal kronik dengan
Hipertensi di ruang Hemodialisa RSUPN Cipto
Mangunkusumo Jakarta.

• Mampu melakukan pengkajian, menganalisa,


menentukan diagnosa keperawatan, membuat
intervensi keperawatan, mampu melakukan
perawatan dan mengevaluasi tindakan
Khusus keperawatan yang sudah diberikan
• Mampu memberikan tindakan keperawatan yang
diharapkan dapat mengatasi masalah
keperawatan pada kasus tersebut
Defenisi
Tekanan Darah
Tekanan yang digunakan untuk mengedarkan darah dalam pembuluh
darah dalam tubuh

Hipertensi
Peningkatan tekanan darah arteri sistemik akibat tekanan yang diberikan pada
dinding pembuluh darah . Tekanan darah sistolik > 130 mmHg atau tekanan
darah diastolic > 80 mmHg (AHA, 2017).

Gagal ginjal Kronik


Merupakan kerusakan ginjal secara anatomi dan penurunan filtrasi
glomerulus selama 3 bulan atau lebih. Dan jika tidak ditatalaksana secara
benar akan menyebabkan kerusakan ginjal secara permanen dimana fungsi
ginjal tidak dapat kembali normal ( irreversible) dan akan jatuh pada gagal
ginjal stadium akhir (gagal ginjal terminal) dengan LFG < 15ml/menit., yang
akan membutuhkan therapi pengganti ginjal (Brenda.G.Bare, 2010)
Hemodialisa

Suatu proses yang digunakan pada pasien dalam


keadaan sakit akut dan memerlukan terapi dialisis
jangka panjang atau pasien dalam penyakit ginjal
stadium terminal (End State Renal Disease) ,
tujuan hemodialisis adalah untuk mengeluarkan
zat-zat nitrogen yang toksik dari dalam darah
dan mengeluarkan air yang berlebihan
(Suharyanto & Majid,2009).
Klasifikasi Hipertensi

Hipertensi Sistolik

Hipertensi Diastolik

Hipertensi Campuran
Klasifikasi tekanan darah menurut JNC VII
Sumber : (Kasper, et al, 2012)

Klasifikasi Tekanan Tekanan Darah Tekanan Darah


Darah Sistolik (mmHg) Diastolik (mmHg)

Normal <120 <80

Pre Hipetensi 120-139 80-89

Hipertensi 140-159 90-99


derajat I

Hipertensi >/ 160 >/ 100


derajat II
Berdasarkan Etiologi

Hipertensi Primer/ Esensial

Hipertensi Sekunder
Pathway Hipertensi

 Pathway Hipertensi.doc
Manifestasi Klinik
Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati,
bisa timbul gejala berikut:
Sakit kepala
Kelelahan
Mual
Muntah
Sesak nafas
Gelisah
Pandangan menjadi kabur yang terjadi karena adanya
kerusakan pada otak, mata, jantung dan ginjal.
Penurunan kesadaran dan bahkan koma karena terjadi
pembengkakan otak. Keadaan ini disebut ensefalopati
hipertensif, yang memerlukan penanganan segera. (Price,
2006)
Dampak Hipertensi

•Jantung
•Otak
•Ginjal
•Mata
Pemeriksaan Diagnostik

Menurut Kowalak (2011) pemeriksaan yang dapat


dilakukan pada klien dengan Hipertensi adalah
 Urinalisis
 Pemeriksaan Laboratorium
 Hitung darah lengkap
 Urografi ekskretorik
 Elektrokardiografi
 Foto rontgen thoraks
 Ekokardiografi
Penatalaksanaan
Menurut Kowalak (2011) National Institutes of Health
merekomendasikan pendekatan bertahap dalam penatalaksanaan
hipertensi

1. Hipertensi Primer (Tahap I,2, 3, dan 4)


2. Hipertensi Sekunder
Penanganan hipertensi sekunder berfokus
pada koreksi penyebab yang mendasari dan
pengendalian efek hipertensi.
Tinjauan kasus

 BAB III.doc
Pembahasan dan
kesimpulan
A.Pengkajian
Pada sebagian besar penderita hipertensi tidak
menimbulkan gejala; meskipun secara tidak sengaja
beberapa gejala terjadi bersamaan dan dipercaya
berhubungan dengan tekanan darah tingg Gejala
yang dimaksud adalah sakit kepala, perdarahan dari
hidung, pusing, wajah kemerahan dan kelelahan
Tetapi pada pengkajian pada pasien Ny. Y penulis
tidak menemukan tanda dan gejala seperti diatas
tetapi tanda yang muncul adalah tampak Pasien
mengatakan pusing, tengkuk terasa berat dan nyeri
skala 6
Pembahasan dan
kesimpulan
B. Diagnosa Keperawatan

Diagnosa keperawatan di tegakkan berdasarkan analisa


data yang didapat
1. Perfusi jaringan serebral tidak efektif berhubungan
dengan peningkatan tekanan intracranial
2. Nyeri akut berhubungan dengan agen injuri biologi
(kenaikan tekanan pada pembuluh darah cerebral)
3. Penurunan curah jantung berhubungan dengan: beban
jantung yang meningkat, ketidak seimbangan volume
sirkulasi , elektrolit, kerja miokardial dan tahanan
vaskular sistemik
Pembahasan dan kesimpulan

B. Perencanaan
Dalam membuat perencanaan penulis membuat prioritas masalah
sesuai dengan kebutuhan Maslow yaitu mengutamakan kebutuhan
dasar biologis kemudian menyusul kebutuhan yang lain

c. Implementasi
Ada beberapa tindakan yang tidak dapat dilaksanakan
semuanya terhadap pasien karena keterbatasan waktu
yang penulis miliki.

D. Evaluasi
Evaluasi merupakan alat untuk mengetahui tingkat
keberhasilan asuhan keperawatan dan di dokumentasikan
secara tertulis di dalam catatan keperawatan.
Daftar Pustaka
 AHA, 2007, AHA Releases Guidelines for Hypertension Management in Adults With or At Risk of CAD, Am Fam Physician, 270 – 276
 Anggara, FHD., dan Prayitno, N. 2013. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tekanan Darah Di Puskesmas
Telaga Murni, Cikarang Barat Tahun 2012 . Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat STIKes MH. Thamrin.
Jakarta. Jurnal Ilmiah Kesehatan. 5(1):20-25.
 Anggraini, AD., Waren, S., Situmorang, E., Asputra, H., dan Siahaan, SS. 2009. Faktor--Faktor Yang Berhubungan
Dengan Kejadian Hipertensi Pada Pasien Yang Berobat Di Poliklinik Dewasa Puskesmas Bangkinang Periode Januari
Sampai Juni 2008.Fakultas Kesehatan. Universitas Riau. Files of DrsMed-FK UNRI : 1-41
 Aram V. Chobanian, M.D. 2014. The Seventh Report of the Joint National Committee on Prevention, Detection,
Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure. U . S . Department Of Health And Human Services, NIH
Publication No. 04-5230, Augustus 2014. Diunduh dari
http://hyper.ahajournals.org/content/hypertensionaha/42/6/1206.full.pdf1445
 Dalimartha, S. 2008. Care Your self Hipertension. Penebar Plus : Jakarta.
 Gardner, F., 2007, Smart Treatment for High Blood Pressure (Panduan Sehat Mengatasi Tekanan Darah Tinggi),
Penerbit Prestasi Pustaka, Jakarta.
 Lumoindong, A., Umboh, A., Masloman, N. 2013. Hubungan Obesitas dengan Profil Tekanan darah pada Anak Usia
10-12 tahun di Kota Manado. Jurnal e-Biomedik (eBM). 1(1 ): 147-153
 M. Hariwijaya dan Sutanto. 2007. Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Kronis. EDSA Mahkota. Jakarta.
 Madjid dan Suharyanto. 2009. Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Gangguan Sistem Perkemihan/Toto
Suharyanto, Abdul Madjid; Copy Editor: Agung Wijaya, A.md-Jakarta : TIM
 Palmer & Williams, 2007. Introduce to Food service. Ed ke-11. New Jersey: Prentice Hall.
 Price,Sylvia . 2006. Patofisiologi Konsep Poses-proses Penyakit. Jakara:EGC
 Rahajeng, E., Tuminah, S. 2009. Prevalensi Hipertensi dan Determinannya di Indonesia. Majalah Kedokteran
Indonesia. 59(12):580- 587
 Singalingging, G. 2011. Karakteristik Penderita Hipertensi Di Rumah Sakit Umum Herna Medan 2011. Medan : 1-
6.
 Yogiantoro, M., 2009. Hipertensi Esensial. In: Sudoyo, A.W., et al eds. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam 5th ed. Jilid
II. Jakarta: Interna Publishing, 1079-85