Anda di halaman 1dari 19

Dosen Pengampu : Dr. Nurhamidah, M.

Si

Kelompok :
Amiliah (A1F014002)
Masra Higa Sucika (A1F014023)
Weny Shintia (A1f014035)
Elinge Haster (A1F014038)
PENDAHULUAN
Latar Belakang
a) Makanan yang tidak habis dikonsumsi jika dibiarkan, teksturnya akan
berubah dan dapat bersifat racun karena pekerjaan mikroba-mikroba
yang ada dalam bahan makanan
b) Untuk mencegah perkembangan mikroba-mikroba zat dalam bahan
pangan, perlu ditambahkan bahan-bahan tertentu lain sebagai bahan
pengawet ke dalam bahan pangan tersebut
c) Bahan tambahan pangan yang sengaja ditambahkan ke dalam pangan
untuk tujuan teknologis pada pembuatan, pengolahan, perlakuan,
pengepakan, pengemasan, penyimpanan dan/atau pengangkutan
pangan untuk menghasilkan atau diharapkan menghasilkan suatu
komponen atau mempengaruhi sifat pangan tersebut, baik secara
langsung atau tidak langsung.
d) Salah satu bahan tambahan pangan yang sering digunakan adalah
pengawet
e) pasaran dan digunakan untuk mengawetkan berbagai bahan pangan
adalah benzoat, yang umumnya terdapat dalam bentuk natrium
benzoat atau kalium benzoat yang bersifat lebih mudah larut.
f) Benzoat sering digunakan untuk mengawetkan berbagai pangan dan
minuman, seperti sari buah, minuman ringan, saus tomat, saus
sambal, selai, jeli, manisan, kecap dan lain-lain
g) Saus sambal adalah saus yang diperoleh dari bahan utama cabai
digunakan sebagai penyedap makanan
h) Tingkat keawetan saus sambal sangat ditentukan oleh proses
pengolahan yang diterapkan dan jumlah bahan pengawet yang
digunakan.
i) Bahan pengawet yang sering digunakan dalam saus sambal adalah
benzoat, dengan jumlah maksimum benzoat yang boleh digunakan
adalah 1g/kg bahan sesuai dengan Peraturan Kepala Badan Pengawas
Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2013
j) Pembatasan penggunaan benzoat bertujuan agar tidak terjadi
keracunan.
k) Konsumsi benzoat di atas batas maksimum dapat menyebabkan kejang-
kejang, hiperaktif, serta penurunan berat badan yang pada akhirnya
dapat menyebabkan kematian
l) Saus sambal yang ada di rumah makan ayam goreng cepat saji di
Manado tidak mencantumkan komposisi bahan, terutama kadar
pengawet benzoat yang digunakan

m) Saus sambal tersebut dimasukkan ke dalam wadah dan konsumen


mengambil sendiri saus sambal tersebut. Hal tersebut
menyebabkan kadar senyawa benzoat tidak diketahui jika telah
melebihi ambang batas yang ditentukan oleh Peraturan Kepala
Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia Nomor 36
Tahun 2013.
RUMUSAN MASALAH DAN TUJUAN

Tujuan:
a. Mengetahui saus sambal dirumah makan ayam goreng
cepat saji di Manado yang mengandung senyawa benzoat
b. Mengetahui kadar benzoat pada saus sambal di rumah
makan ayam goreng cepat saji di Manado
METODOLOGI PENELITIAN
Alat
spektrofotometer UV-Vis, timbangan analitik, corong pisah, labu
takar, erlenmeyer dan alat-alat gelas.
Bahan
saus sambal, natrium benzoat, kloroform, natrium hidroksida, besi
(III) klorida, asam klorida, natrium klorida, ammonium hidroksida,
natrium sulfat, akuades, kertas lakmus dan kertas saring.
Prosedur Penelitian
 Preparasi Sampel
saus sambal diambil dari 4 rumah makan ayam goreng cepat saji di Manado yaitu
rumah makan A, B, C dan D Selanjutnya sampel dianalisis di laboratorium.
 Perlakuan Sampel
Analisis Kualitatif
Metode analisis kualitatif menurut AOAC (1990) yang dimodifikasi oleh
Rorong (1996).
Sampel
1. Dimasukkan 20 g sampel dalam gelas kimia
2. Ditambahkan larutan NaCl jenuh
3. Ditambahkan NaOH 10% sampai larutan bersifat alkalis,
4. Distirer selama 5 menit dan dibiarkan samalaman
5. Disaring dan diperoleh filtrat
6. Ditambahkan 2 ml larutan HCl pekat pada filtrat hingga bersifat asam
7. Diekstraksi sebanyak 3 kali dengan kloroform masing-masing 10 ml
8. Ekstrak kloroform dipanaskan
9. Residu yang diperoleh dilarutkan dalam aquades dan dipanaskan selama 10 menit
10. Didinginkan , ditambahkan beberapa tetes larutan FeCl 3 %
11. Diamati endapan yang terbentuk

Endapan berwarna salmon atau cincin merah kecoklatan


Kurva Standar dan Larutan Standar
Pembuatan larutan induk

Natrium benzoat

Dilarutkan 25 mg kedalam kloroform


pada labu takar 250 ml)

Larutan induk
Pembuatan larutan standar

Larutan induk

1. Diambil 1; 2; 3; 4; 5 ml larutan induk natrium


benzoat 100 mg/L ke dalam labu takar 10mL
2. Diencerkan masing-masing diencerkan dengan
kloroform sampai tanda batas
3. Diperoleh konsentrasi larutan standar

10;20;30;40 dan 50 mg/L

Kurva standar A VS C
Validasi Metode Analisis Kualitatif

a.) Penentuan Presisi


Digunakan pada konsentrasi 40mg/L larutan standar natrium
benzoat pada pengukuran absorbansi
Pada panjang gelombang 274nm (dilakukan sebanyak 5kali
pengulangan)
b.) Penentuan akurasi
Digunakan larutan natrium benzoat yang telah diketahui
konsentrasinya dan ditambahkan larutan standar natrium
benzoat 5 mg/L. Kemudian larutan tersebut dibaca
absorbansinya menggunakan Spektrofotometer UV-Vis
dengan 5 kali pengulangan.
c.) Penentuan Batas Deteksi (LOD) dan Batas Kuantitasi (LOQ)
Metode analisis kuantitatif menurut AOAC (1990) yang
dimodifikasi oleh Rorong (1996).
HASIL DAN PEMBAHASAN

Analisis Kuantitatif
Kurva standar
Validasi Uji Presisi
Validasi Uji Akurasi
Konsentrasi (X) senyawa benzoat dalam sampel diperoleh dengan
cara mensubsitusikan nilai absorbansi larutan sampel terhadap (y)
pada persamaan y = 0,0095x – 0,0398.
Kadar benzoat pada saus sambal di rumah
makan ayam goreng cepat saji di Manado
adalah A : 0,411 g/kg ; B : 0,454 g/kg ; C :
0,336 g/kg ; D : 0,344 g/kg.
Saus sambal di rumah
Kadar tersebut tidak melebihi ambang
makan ayam goreng cepat
batas penggunaan senyawa benzoat yang
saji di Manado
telah ditentukan dalam Peraturan Kepala
mengandung senyawa Badan Pengawas Obat Dan Makanan
benzoat. Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2013

KESIMPULAN