Anda di halaman 1dari 42

ASPEK PSIKOSOSIOSPIRITUAL

DALAM PERAWATAN PALIATIF

Blok Keperawatan Paliatif

1
Masalah apa yang dihadapi?
FISIK

PSIKOLOGIS

SOSIAL

SPIRITUAL
ASPEK PSIKOSOSIOSPIRITUAL
PERAWATAN PALIATIF
Masalah Psikososial
50%: Pasien

30%: Pasangannya

25%: Keluarga lainnya


Masalah Sosial
Kehilangan pekerjaan
Kebutuhan finansial 
Kehilangan kesempatan
mengadakan relationship
Cacat Fisik
Seorang Wanita, 35 tahun , merasa ada benjolan sebesar
biji kelereng di payudara kirinya,
setelah diperiksa ternyata benjolan tersebut adalah
kanker.

Kapan kira-kira kemungkinan wanita


ini mengalami masalah psikososial?
Masalah psikososial muncul pada
saat:

 Melakukan pemeriksaan penunjang


 Mengetahui diagnosis penyakitnya
 Melakukan adjuvan terapi
 Penyakitnya relaps
 Tahap perawatan terminal
Tantangan apa yang kira-kira akan
dihadapi?
TANTANGAN YANG DIHADAPI

 Proses perjalanan penyakit yang kompleks


 Pengobatan yang kompleks
 Masalah keluarga yang kompleks
 Beban bagi caregiver / tenaga kesehatan
Kaitan dengan psikologis
Perlu mempertimbangkan
 Gangguan psikiatrik saat ini
 Gangguan psikiatrik sebelumnya
 Efek penyakit terhadap fungsi otak
 Efek pengobatan
 Efek penuaan
 Faktor yang mentriger distress emosional
Tahapan reaksi psikologis
saat mengetahui diagnosis
(E. Kubler-Ross)

 Denial/Penyangkalan
 Marah
 Menawar
 Depresi
 Menerima
Tahap I
DENIAL (Penyangkalan)
Tahap shock & penyangkalan
Kenapa ?

 tidak semua penderita siap mati ( ± 70 %


ketakutan)
 breaking bad news tidak tepat
 memang masih dalam taraf produktif

Usaha jiwa agar tidak menyakitkan


Bahaya! Makan waktu dan jauh dari fakta
Marah

Kenapa?

Bahaya ?
Tahap marah
 Kenapa marah ?
 kecewa proses kehidupan tidak
berjalan sesuai dengan keinginannya .
 Bahaya !!
 proyeksi emosinya ke orang
lain/dokter
 proyeksi ke diri sendiri (self-
destructive)
Tahap tawar menawar
 Kenapa tawar menawar ?
* ada konflik diri : sadar vs mimpi
* Sebetulnya mulai melihat realita yang ada

 Bahaya !!
* pada kepribadian kurang matang dan kurang
beriman memakan waktu lama
* dimentahkan oleh team medis dengan false hope
Tahap depresi

Kenapa ?
* lost of love object  sadar kondisinya
* antisipasi hal hal negatif
* metastase keotak ?
 Hati hati !! Bila fisik lemah, diam, apatis

 kematian tidak lama lagi


Tahap pasrah
 Pasrah bukan berarti putus asa
 menerima kenyataan & memanfaatkan
sisa hidup
 Banyak yang bisa dilakukan
 menyelesaikan tugas & tanggung
jawab (pesan & wasiat)
 meningkatkan kwalitas beribadah
 Hati hati : kondisi fisik “ membaik”
GANGGUAN PSIKIATRIK
 KONDISI : SCREW DRIVE POSITION

 CEPAT HARUS DITANGANI


 LELAH MENTAL
 BUNUH DIRI
 LAKUKAN KRISIS INTERVENSI
GANGGUAN EMOSI
 PALING SERING :
* MENGANTISIPASI HAL HAL BURUK
nyeri sekarat
sendirian dikubur
anak anak terlantar, pasangan menikah
* MENYESALI MASA LALU
kenapa banyak dosa
PENTING : HERE AND NOW
Gangguan Cemas
 Rasa cemas  normal
berlebihan dan menetap  abnormal
 Gejala-gejala: rasa cemas/khawatir
berlebihan, ketegangan motorik, iritabel,
aktivitas otonomik meningkat, gangguan
tidur
 Keluhan fisik/somatik sering menutupi
kondisi psikologis
Penanganan gangguan Cemas
 Pencegahan: Komunikasi yang baik dan
benar  breaking bad news, edukasi
rencana terapi, mensuport staf paliatif
 mencegah infeksi kecemasan
 Pengobatan : psikoterapi, obat anti
cemas, complementary terapi.
 Tempat yang memberi rasa aman
(Hospice)
Gangguan Kognitif
 Delirium, demensia, gangguan amnestik
organik lainnya
 25 – 85 % pasien kanker mengalami
delirium sebelum meninggal
 Penyebab bisa primer atau sekunder,
pengaruh obat-obatan
Penyebab kebingungan terminal
 Infeksi, sepsis
 Efek samping obat, penyalah
gunaan obat (juga withdrawal)
 Hypoxemia
 Metabolik
 Defisiensi vitamin
 Ggn BAB, retensi urinair
 Gagal ginjal
 Tumor dan akibatnya
 Perubahan lingkungan
EPEC (MODULE 6)
terminal confusion
 kebingungan pada stadium terminal karena perubahan
fungsi kognitif yg akut dan global
 kausa biasanya multifaktorial
 sering merupakan pertanda awal
 tidak ada gejala patognomonik
 ada 2 tipe : hipoaktif & hiperaktif, biasanya fluktuatif
 cari kausa reversibel & atasi secara spesifik
 lain-lain simptomatis
 Tindakan non farmakologis juga penting
Spiritual Intervention
Spiritual ? Values & religiosity

Hope
Reality

Life value : Meaningful Life


Religiosity : Improve
Kebutuhan akhir hayat
 Fisik
 bebas dari
gejala

 Psikologis
 rasa aman
 pengertian/

pemahaman
ttg penyakit
 dihargai

Mempersiapkan Kematian
Kebutuhan akhir hayat 2
 Sosial
 diterima apa adanya
 dilibatkan
 dibebaskan dari tanggung jawab
 Spiritual
 dicintai
 diampuni
 harga diri
 hidup yang berarti
Indikator spiritual need
 Rasa putus asa, tidak berarti
 Rasa menderita yang sangat kuat
 Menjauh dari Tuhan
 Marah Kepada Tuhan
 Rasa bersalah  hukuman
TUJUAN PENDAMPINGAN SPIRITUAL :

 PENDERITA MENINGGAL DALAM IMAN

 KELUARGA MENEGUHKAN PROSES KEIMANAN

 KELUARGA MEMBANTU MENYELESAIKAN


TUGAS DUNIAWI

 KELUARGA TETAP DALAM IMAN DAN TAQWA


SEPENINGGALNYA
TAHAP PELAKSANAAN
 BELIEVE WHAT THE PATIENT SAYS

 AUTONOMY ========== HARGAI HAK PENDERITA

 PIKIRAN JERNIH ======= TEST FUNGSI KOGNITIF

 MULAI DENGAN NILAI-NILAI :


* TURUNKAN CITA-CITA/TARGET YG TIDAK REALISTIS
* TINGKATKAN POTENSI DIRI & KELUARGA

 TINGKATKAN RITUAL & FAHAM KEAGAMAAN


Persiapan
keluarga/caregivers
 Sangat penting!!!
 Bagi penderita
 meninggal dalam iman
membantu menyelesaikan tugas duniawi
 Bagi keluarga
 mengatasi stres dan tetap sejahtera
sepeninggal penderita
Ledakan Emosi
Burn Out
 Karena kelelahan,
perasan tidak ada
harapan
 Hubungan
interpersonal
terganggu
 Kualitas perawatan 
Ledakan Emosi
 Terjadi dengan meningkatnya kelelahan
atau perasan tidak ada harapan
 Pencegahan:
 Edukasi dan training yang adekuat

 Luangkan waktu untuk merefleksikan

arti pekerjaan anda


 Istirahat

 Minta pertolongan

 Curhat
Perawatan Paliatif

Mempersiapkan kematian dalam Iman.


“Lampu dipadamkan seringkali bukan karena
supaya gelap, tetapi karena fajar mulai
menyingsing”

Antisipasi masalah yang bisa timbul ketika proses


berkabung
Terima kasih