Anda di halaman 1dari 14

Hospitals Survival Under National

Health Insurance
Kelas Kebijakan Kesehatan G205
KARS 2017
Pembimbing: Dr. Ede Surya Darmawan, SKM, MDM
Latar Belakang
Desain Jaminan Kesehatan Nasional
BPJS Badan Hukum Publik,
yang menyelenggarakan
Kesehatan program jaminan
kesehatan

Regulator

Fasilitas
Peserta
Kesehatan
PBI, PPU, PBPU, dan BP FKTP dan FKRTL
Perkembangan Kepesertaan JKN
100000000

80000000 • Jumlah Kepesertaan s/d 1


April 2018 sebesar
60000000 195.170.283 jiwa atau
40000000 setara dengan 75% jumlah
penduduk Indonesia
20000000
• Kepesertaan didominasi
0 oleh peserta Penerima
2014 2015 2016 2017 Feb-18 Bantuan Iuran sebesar
PBI 60%
PPU • Cakupan kepesertaan
PBPU yang tinggi merupakan
potensi besar bagi RS
BP
INTEGRASI JAMKESDA
Sumber: DJSN, 2018
Perkembangan Fasilitas Kesehatan
Rujukan Tingkat Lanjutan dalam JKN
2,500

2,000

Total
1,500 Private
District Gov't
Provincial Gov't
Police
1,000
Military
MoH

500

-
2014 2015 2016 2017 Feb, 2018

Sumber: DJSN, 2018


PEMANFAATAN JKN
2014 2015 2016 2017
(laporan (laporan (laporan (laporan
audited) audited) audited) unaudited)

Pemanfaatan di 66,8 juta 100,6 juta 134,9 juta 146,5 juta


FKTP (Puskesmas,
DPP, Klinik
Pratama, RS D)
Pemanfaatan di 21,3 juta 39,8 juta 50,4 juta 64,43 juta
Poli Rawat Jalan
RS
PEMANFAATAN
Pemanfaatan 4,2 juta
JKN6,3 juta 7,6 juta 8,72 juta
Rawat Inap RS

Total 92,3 juta 146,7 juta 192,9 juta 219,6 juta


Pemanfaatan

Sumber: DJSN, 2018


Rasio Klaim

Sumber: DJSN, 2018

Defisit Dana Jaminan Sosial


Sumber: DJSN, 2018
Pembayaran Klaim
Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang SJSN, pasal 24
ayat (2)
• “BPJS wajib membayar fasilitas kesehatan atas pelayanan
yang diberikan kepada peserta paling lambat 15 (lima
belas) hari sejak permintaan pembayaran diterima.
Perpres Nomor 12 Tahun 2013 Tentang Jaminan Kesehatan,
pasal 38
• “BPJS wajib membayar fasilitas kesehatan atas pelayanan
yang diberikan kepada peserta paling lambat 15 (lima
belas) hari sejak dokumen kalim diterima lengkap.
Kepastian Penjaminan
Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang SJSN, pasal 48
• Pemerintah dapat melakukan tindakan-tindakan khusus
guna menjamin terpeliharanya tingkat kesehatan
keuangan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
PP 87/2013 Pasal 37 ayat (1)
• “Kesehatan keuangan aset Dana Jaminan Sosial Kesehatan
diukur berdasarkan aset bersih Dana Jaminan Sosial
Kesehatan dengan ketentuan paling sedikit harus
mencukupi estimasi pembayaran klaim untuk setengan
bulan ke depan dan paling banyak sebesar pembayaran
klaim untuk enam bulan ke depan.”
Korban Defisit DJS
Ketersediaan obat-obatan terganggu karena
ketidakmampuan RS untuk melakukan pembelian
obat

Gangguan Likuiditas
Keuangan RS

Demoralisasi kinerja dan timbulnya Tidak terjaganya mutu layanan


distrust antara tenaga kesehatan kepada kesehatan akibat perawatan sarpras
manajemen RS yang tidak terjaga
Rekomendasi Kebijakan
1. Kebijakan terkait kepastian waktu verifikasi klaim
Saat ini pembayaran klaim dihitung 15 hari sejak dokumen
klaim diterima lengkap. Namun kendala di lapangan adalah
keterbatasan tenaga verifikator BPJS Kesehatan yang
menyebabkan pemeriksaan berkas klaim RS tertunda.
Diusulkan untuk dibuat kebijakan waktu penyelesaian
verifikasi klaim yang diajukan oleh RS
2. Kebijakan penyediaan dana cadangan bagi RS
Ganguan likuiditas keuangan yang dialami oleh RS memaksa
RS harus melakukan pinjaman dana di bank dengan beban
bunga yang ditanggung sendiri oleh RS. Diperlukan suatu
kebijakan yang dapat memastikan tersedianya cadangan
dana bagi RS sehingga operasional RS tidak terganggu
Rekomendasi Kebijakan
3. Kebijakan mengatasi defisit DJS
Perlu dilakukan berbagai cara untuk mengatasi defisit
DJS, misal dengan menaikan iuran program JKN, iur
biaya untuk beberapa pelayanan, pengendalian fraud,
cukai rokok, dll
4. Melaksanakan ketentuan pasal 48 UU no.40/2004 dan
pasal 37 PP 87/2013
Sesuai dengan Pasal 48 UU no. 40/2013 maka
pemerintah wajib menjamin kesehatan keuangan DJS
melalui pemberian dana talangan
TERIMA KASIH