Anda di halaman 1dari 2

Tahap Perencanaan di Permukaan

Persiapan Air
Karakteristik berbagai jenis air :
• Karakteristik Air Perolehan (Produced Water)
• Biasanya mengandung H2S dan atau CO2 yang terlarut, korosivitasnya bervariasi
• Kadang-kadang mengandung padatan tersuspensi
• Kandungan minyak dalam air merupakan problem utama
• Sering dijumpai Sulfate Reducing Bacteria
• Kadang-kadang dapat membentuk scale
• Karakteristik Air Tawar (Subsurface Source Water)
• Ada yang bersifat korosif, tergantung komposisinya
• Kadang-kadang dapat membentuk scale
• Bila betul-betul tawar dapat menimbulkan clay swelling
• Kadang-kadang mengandung padatan tersuspensi
• Harus diperhatikan kompatibilitasnya dengan air formasi
• Kadang-kadang dijumpai Sulfate Reducing Bacteria
• Karakteristik Air Permukaan (Kolam, Sungai, Danau)
• Banyak mengandung oksigen
• Korosivitasnya bervariasi, tergantung komposisinya
• Mengandung padatan tersuspensi yang normal
• Sering dijumpai bakteri aerobik
• Jarang membentuk scale, tapi bisa menyumbat jika mengandung padatan yang tersuspensi cukup tinggi
• Dapat menyebabkan clay swelling
• Karakteristik Air Laut
• Jenuh dengan oksigen, sangat korosif.
• Mengandung padatan tersuspensi dan organisme laut.
• Mengandung bakteria aerobik, kadang-kadang mengandung bakteria anaerobik.
• Perlu treatment yang intensif untuk padatan tersuspensi.
• Banyak mengandung ion-ion sulfat.
Tahap Perencanaan di Permukaan / Persiapan air

 Pengkondisian Air
Sebelum air diinjeksikan, terlebih dahulu air dikondisikan sehingga
problem scalling dan corosi dapat dicegah. Pada tahap ini
diperlukan feedwater treatment, sebagai alat pengkondisian air.

AMERICAN PETROLEUM INSTITUTE (API-RP, 1983)

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BATASAN

Butiran-butiran keras < 1 ppm

Konsentrasi besi < 0,1 ppm

Oksigen < 0,01 ppm tapi lebih baik 0,0 ppm

Kandungan minyak < 1 ppm

Kandungan padatan < 5 ppm tapi lebih baik dibawah 1 ppm

Alkalinitas < 2000 ppm

Silika Alkalinitas dipertahankan paling tidak 3 kali dari kandungan silika

pH 7 – 12
Sumber : Aurel Carcoana, “Applied Enhanced Oil Recovery”, 1992