Anda di halaman 1dari 29

PENGENALAN EOR

(113161572)
Pertemuan Ke-2
ASPEK-ASPEK TEKNIK
RESERVOIR DALAM EOR

DEDY KRISTANTO, HUNTORO, BONI SWADESI


Noni_utekma@yahoo.com

Jurusan Teknik Perminyakan - UPN[V]Yk 1


Deskripsi
Mengetahui lebih lanjut peranan dari
karakteristik reservoir yaitu karakteristik
batuan dan fluida reservoir, kondisi
reservoir (tekanan dan temperatur) dan
jenis-jenis reservoir yang digunakan untuk
menentukan metoda produksi tahap lanjut
(EOR) sehingga perolehan minyak
meningkat.

Jurusan Teknik Perminyakan - UPN[V]Yk 2


Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
 Memahami aspek-aspek reservoir yang
akan mempengaruhi metoda produksi
tahap lanjut.
 Memahami secara detail peran sifat-sifat
fisik reservoir di dalam metode produksi
tahap lanjut.

Jurusan Teknik Perminyakan - UPN[V]Yk 3


Parameter-Parameter Dalam
Pendesakan

“Seluruh proses EOR akan menyebabkan


terjadinya proses pendesakan dimana satu
fasa (fluida injeksi) akan mendesak fasa
yang lain (minyak) dalam suatu ruang pori
batuan reservoir.”

Jurusan Teknik Perminyakan - UPN[V]Yk 4


A. Wetabilitas Batuan Reservoir

Definisi :
kecenderungan suatu fluida untuk
membasahi atau melekat pada suatu
padatan, dimana ditunjukkan dengan
besarnya sudut kontak yang berharga 0o
sampai 180o.

Jurusan Teknik Perminyakan - UPN[V]Yk 5


Penampakan Skematik dari Wetabilitas

Jurusan Teknik Perminyakan - UPN[V]Yk 6


Sistem Wetabilitas Minyak dalam Air

Jurusan Teknik Perminyakan - UPN[V]Yk 7


Pengaruh wetabilitas:

 Distribusi fluida dalam system pori karena


wetabilitas batuan mengontrol distribusi
fasa fluida secara mikroskopik.
 Pergerakan fluida karena permeabilitas
relative dipengaruhi oleh wetabilitas
batuan.

Jurusan Teknik Perminyakan - UPN[V]Yk 8


Proses Imbibisi dan Drainage
 Proses pendesakan dikatagorikan ke dalam 2 tipe
tergantung pada wetabilitas dari batuan reservoir, juga
berhubungan dengan displacing fluid (fluida pendesak) dan
displaced fluid (fluida yang didesak).

 Jika fluida pendesaknya wetting phasa maka proses


pendesaknya digolongkan pada proses imbibisi, sedangkan
jika fluida pendesaknya non-wetting maka proses
pendesakannya digolongkan proses drainage.

 Contoh dari proses imbibisi adalah injeksi air ke dalam


batuan reservoir yang water-wet. Contoh dari proses
drainage adalah perpindahan minyak ke dalam reservoir
water-saturated dengan wettabilitas water-wet.

Jurusan Teknik Perminyakan - UPN[V]Yk 9


Tipe-tipe Proses Pendesakan

Jurusan Teknik Perminyakan - UPN[V]Yk 10


B. Interfacial Tension
Definisi :
Merupakan gaya persatuan panjang yang
diperlukan untuk membentuk suatu
permukaan baru atau secara matematis
(Persamaan Young-Dupree) :

 OS   WS   OW cos C

Jurusan Teknik Perminyakan - UPN[V]Yk 11


 OS   WS   OW cos C
Dimana :
 OS = interfacial energy antara minyak dan permukaan
padatan, dynes/cm.
 WS = interfacial energy antara air dan permukaan padatan,
dynes/cm.
 OW = interfacial energy antara minyak dan air, dynes/cm.
C = sudut kontak yang dibuat oleh permukaan fluida
dengan permukaan padatan.

Jurusan Teknik Perminyakan - UPN[V]Yk 12


Pengukuran sudut kontak

 wo
 so   sw
cos  
  wo

 so  sw

Oil Water Solid

Jurusan Teknik Perminyakan - UPN[V]Yk 13


Pengaruh IFT:
 IFT mempengaruhi tekanan kapiler
sehingga akan mempengaruhi distribusi
dan aliran fluida.

 IFT adalah indicator miscibility, dimana


jika IFT tinggi maka mengindikasikan
fluida yang tidak tercampur, sedangkan
IFT rendah maka mengindikasikan fluida
tercampur.

Jurusan Teknik Perminyakan - UPN[V]Yk 14


C. Tekanan Kapiler
Definisi :
Perbedaan tekanan yang ada antara
permukaan dua fluida yang tidak
bercampur (cairan-cairan atau cairan-gas)
sebagai akibat terjadinya pertemuan
permukaan memisahkan mereka.

Perbedaan tekanan dua fluida ini adalah perbedaan


tekanan antara fluida non-wetting phasa dengan
fluida wetting phasa.
Jurusan Teknik Perminyakan - UPN[V]Yk 15
Definisi Tekanan Kapiler

Jurusan Teknik Perminyakan - UPN[V]Yk 16


Drainage
 Saat non-wetting phasa mendesak wetting phasa
(seperti perpindahan minyak ke dalam reservoir
bersaturasi air) prosesnya disebut dengan
pendesakan drainage.
 Non-wetting phasa yang masuk ke dalam pori
akan menyebabkan kenaikan tekanan kapiler
yang diasosiasikan dengan ukuran pori.
 Saat proses drainage berlangsung, saturasi
wetting phasa akan turun dan tekanan kapiler
akan naik. Hal ini berlangsung sampai wetting
phasa mencapai harga irreduciblenya (Swc).

Jurusan Teknik Perminyakan - UPN[V]Yk 17


Kurva Drainage Tekanan Kapiler

Jurusan Teknik Perminyakan - UPN[V]Yk 18


Imbibition

 Saat wetting phasa mendesak non-wetting


phasa (seperti injeksi air kedalam
reservoir minyak) prosesnya disebut
dengan pendesakan imbibition.
 Saturasi wetting phasa selama proses
imbibisi berlangsung akan naik dan
tekanan kapiler akan turun. Hal ini akan
berlangsung hingga saturasi non-wetting
phasa mencapai harga residualnya (Snr).
Jurusan Teknik Perminyakan - UPN[V]Yk 19
D. Permeabilitas Relatif
Definisi :
suatu bilangan yang menunjukkan
kemampuan dari suatu batuan untuk
mengalirkan fluida.

Jurusan Teknik Perminyakan - UPN[V]Yk 20


Berdasarkan jumlah fasa yang mengalir dalam batuan
reservoir, permeabilitas dibedakan menjadi tiga, yaitu :

 Permeabilitas absolut, adalah yaitu dimana


fluida yang mengalir melalui media berpori
tersebut hanya satu fasa, misalnya hanya minyak
atau gas saja.
 Permeabilitas efektif, yaitu permeabilitas
batuan dimana fluida yang mengalir lebih dari
satu fasa, misalnya minyak dan air, air dan gas,
gas dan minyak atau ketiga-tiganya.
 Permeabilitas relatif, merupakan perbandingan
antara permeabilitas efektif dengan permeabilitas
absolut.

Jurusan Teknik Perminyakan - UPN[V]Yk 21


Hal penting untuk kurva permeabilitas efektif sistem minyak-
air, yaitu :

 ko akan turun dengan cepat jika Sw bertambah


dari nol, demikian juga kw akan turun dengan
cepat jika Sw berkurang dari satu, sehingga
dapat dikatakan untuk So yang kecil akan
mengurangi laju aliran minyak karena ko-nya
yang kecil, demikian pula untuk air.
 Harga ko dan kw selalu lebih kecil dari harga k,
sehingga diperoleh persamaan :

ko  k w  1

Jurusan Teknik Perminyakan - UPN[V]Yk 22


Kurva krelatif Sistem Air-Minyak

Jurusan Teknik Perminyakan - UPN[V]Yk 23


 Harga kro dan krw berkisar antara 0 sampai 1,
sehingga diperoleh persamaan :

k ro  k rw  1
 Harga Krg dan Krw untuk sistem gas dan air
selalu lebih kecil dari satu atau :

k rg  k rw 1

Jurusan Teknik Perminyakan - UPN[V]Yk 24


E. Perbandingan Mobilitas Fluida
Definisi :
 Mobilitas fluida didefinisikan sebagai
perbandingan antara permeabilitas efektif dan
viskositasnya yang merupakan ukuran
kemampuan fluida untuk mengalir dalam media
berpori.

 Mobilitas relatif adalah perbandingan


permeabilitas relatif dan viskositas.

Jurusan Teknik Perminyakan - UPN[V]Yk 25


ko dan k ro
o  ro 
o o

kw k rw
w  dan rw 
w w

Jurusan Teknik Perminyakan - UPN[V]Yk 26


 Dalam proses pendesakan, perbandingan antara
mobilitas dari fluida pendesak (displacing fluid)
dengan fluida yang didesak (displaced fluid)
dapat dikatakan sebagai mobilitas rasio.
w rw
M  
o ro
 Perbandingan mobilitas adalah merupakan salah
satu dari faktor-faktor yang penting yang akan
mempengaruhi perilaku proses pendesakan.
Secara umum, pendesakan dengan mobilitas
rasio yang rendah hasilnya akan lebih baik.
Jurusan Teknik Perminyakan - UPN[V]Yk 27
Ringkasan Materi
 Karakteristik reservoir baik batuan maupun fluida
reservoir sangat menentukan didalam
keberhasilan metode EOR.
 Karakteristik yang berperan dalam metode EOR
adalah :
- Wetabilitas
- Interfacial tension
- Tekanan kapiler
- Permeabilitas relatif
- Perbandingan mobilitas

Jurusan Teknik Perminyakan - UPN[V]Yk 28


Referensi
 Latil M, Bardon C, Burger J, Soureau P.,“Enhanced Oil
Recovery”, Graham Trotman Ltd, London, 1980.
 Amyx, J.W.Bass, D.M.,Jr., Whitting,R.L, “Petroleum
Reservoir Engineering Physical Properties”, Mc.Graw Hill
Book Co.Inc., New York, 1960.
 Gomma.E.Ezzat.DR., “Key Reservoir Parameter in
Enchanced Oil Recovery Processes”, Simposiun Nasional,
2005.
 Van Poolen,H.K.,and Association Inc,”Fundamentals of
Enhanced Oil Recovery, Pen Well Books Division of
Publishing Company, Tulsa, Oklahoma, 1980.
 “Water Flooding”, SPE Reprint Series, 2003.
 Kristanto Dedy,Dr.Ir.MT., “Diktat Kuliah Pengenalan EOR”,
UPN “Veteran”, Yogyakarta, 2005.
 Septoratno Siregar, Dr.Ir, “Diktat Kuliah Pengenalan
EOR”, ITB, Bandung, 1995.

Jurusan Teknik Perminyakan - UPN[V]Yk 29