Anda di halaman 1dari 6

Pengaturan hukum transplantasi organ ada

dalam UU No. 21 tahun 1992 tentang


kesehatan yang memang melegalkan
praktek transplantasi organ tubuh, namun UU
itu membatasi tindakan transplantasi organ
tubuh dilakukan hanya untuk tujuan
kemanusiaan, dan dengan tegas melarang
untuk melakukannya dengan tujuan
komersial.
Sebelum transplantasi organ dilakukan, perlu
dipertimbangkan beberapa aspek seperti
aspek etik, hukum dan agama
Dalam kasus tersebut, aspek humaniora
terdapat pada kutipan skenario
 “pada saat konsultasi dengan dokter untuk
langkah medis selanjutnya, dokter
memahami sulitnya mencari donor dan
juga mengetahui cara keluarga
mendapatkan calon donor tersebut”.
 “Namun bila dibatalkan, pasien akan
semakin parah kondisinya dan pihak
keluarga terutama suami akan sangat
kecewa, karena upayanya selama ini sia-
sia”.
 Sesuai skenario, tindakan dokter sudah
tepat yaitu menyarankan pasien
melakukan transplantasi, mengingat
kondisi pasien yang makin memburuk
jika transplantasi tidak cepat dilakukan.
 Seorang dokter wajib menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,
dalam hal ini dengan melakukan tindakan transplantasi maka dokter
tersebut kemungkinan besar mampu menyelamatkan nyawa
pasiennya.

 ‫ن‬ َْ َ ‫ضْ فَ َكأَنَّ َما قَت‬


َْ َّ‫ل الْن‬
ْ ‫اس َج ِميعًا َو َم‬ ِ ‫سادْ فِي اْلَر‬ َ َ‫سا ِبغَْي ِْر نَفسْ أَوْ ف‬ َْ َ ‫ل أَنَّهْ َمنْ قَت‬
ً ‫ل نَف‬ َْ ‫ى بَنِي ِإس َرائِي‬َْٰ َ‫ك َكتَبنَا َعل‬ َْ ‫ل َٰ َذ ِل‬
ِْ ‫ِمنْ أَج‬
َْ‫ض لَمس ِرفون‬ ْ ِ ‫ك فِي اْلَر‬ َْ ‫يرا ِمنهمْ بَع َْد َٰ َذ ِل‬ ِْ ‫اس َج ِميعًا ْۚ َولَقَدْ َجا َءتهمْ رسلنَا ِبالبَِْينَا‬
َّْ ‫ِ ث َّْم ِإ‬
ً ِ‫ن َكث‬ َْ َّ‫أَحيَاهَا فَ َكأَنَّ َما أَحيَا الن‬

 “ oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa:
Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang
itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan
dimuka bumi, Maka seakan-akan Dia telah membunuh manusia
seluruhnya. dan Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang
manusia, Maka seolah-olah Dia telah memelihara kehidupan manusia
semuanya. dan Sesungguhnya telah datang kepada mereka Rasul-
rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas,
kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh
melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bum”. (Al Maidah,
5: 32)
 Islam senantiasa mengajarkan kita untuk
berempati, baik kepada sesama manusia,
dan kepada sesama makhluk ciptaan-Nya
“barang siapa yang mencukupi kebutuhan
saudaranya, niscaya Allah akan memenuhi
kebutuhannya, dan barang siapa yang
melepaskan satu kesusahan yang dialami
oleh seorang muslim, maka Allah akan
menghindarkannya dari satu kesusahan di
hari kiamat (H.R Muslim)”