Anda di halaman 1dari 16

TEORI PEMBENTUKAN HARGA ARBITRASE

DAN MODEL MULTIFAKTOR RISIKO DAN IMBAL HASIL


Anggota :
Eka Wahyu Ningrum (201712116)
I’anatuz Zulfa (201712117)
Finanda Ayu Safitri (201712118)
Siti Hidayatun Ni’mah (201712119)
Barnian Anur Dela (201712132)
Diah Ayu Rachmawati (201712144)
Firda Novi Antika (201712153)
POKOK PEMBAHASAN
MODEL MULTIFAKTOR : SEBUAH TINJAUAN
a) Model Faktor Imbal Hasil Sekuritas
b) Garis Pasar Sekuritas Multifaktor
 TEORI PEMBENTUKAN HARGA ARBITRASE
a) Arbitrase, Risiko arbitrase , dan Keseimbangan
ASET INDIVIDU dan APT
 APT MULTIFAKTOR
 DI MANA KITA MENEMUKAN FAKTOR?
CAPM MULTIFAKTOR
MODEL MULTIFAKTOR : SEBUAH
TINJAUAN
Model faktor merupakan alat yang memungkinkan kita
menjelaskan dan mengukur faktor-faktor yang berbeda yang
dapat memengaruhi tingkat imbal hasil suatu sekuritas selama
satu periode tertentu
Model Faktor Imbal Hasil Sekuritas
1. Model Faktor Tunggal
Ketidakpastian imbal hasil aset mempunyai dua sumber : faktor
umum atau ekonomi makro dan peristiwa spesifik perusahaan
r = E(r ) + β F + e
i i i i
(11.1)
Keterangan :
E(r ) = Imbal hasil yang diharapkan
i

βi = Sensitivitas perusahaan
F = Deviasi faktor umum atau ekonomi makro
e i = Gangguan yang bersifat spesifik perusahaan
2. Model Multifaktor
Model yang memasukkan beberapa faktor.
Representasi risiko sistematis yang lebih banyak,akan
memungkinkan setiap saham yang berbeda menunjukkan
sensitivitas yang berbeda terhadap berbagai
komponen,sehingga akan berguna untuk mendefinisikan
kembali model faktor tunggal.
a) Model dua faktor
Misalnya,dua sumber risiko ekonomi makro yang penting adalah
ketidakpastian yang melingkupi kondisi siklus bisnis akibat
pertumbuhan GDP yang tidak diantisipasi sebelumnya dan
perubahan tingkat bunga
r = E(r ) + β GDP + β IR + e
i i iGDP iIR i
(11.2)
Keterangan :
E(r ) = Imbal hasil yang diharapkan
i

βi = Sensitivitas perusahaan
IR = Penurunan tingkat bunga yang tidak diharapkan
e i = Gangguan yang bersifat spesifik perusahaan
Contoh 11.2
Penilaian Risiko dengan Menggunakan Model Multifaktor
Misalkan kita mengestimasi model dua faktor dalam
persamaan 11.2 untuk Garuda Airlines dan mendapatkan
hasil berikut :

r = 0,10 + 1.8(GDP) + 0,7(IR) + e

Berdasarkan informasi diatas,imbal hasil yang diharapkan


dari saham Garuda adalah 10% tetapi untuk setiap
kenaikan satu poin persentase GDP di atas ekspetasi saat
ini,maka saham Garuda akan meningkat sebesar
1,8%,sedangkan untuk setiap penurunan satu poin persen
tingkat bunga yang tidak diprediksi sebelumnya ,maka
saham Garuda akan meningkat rata-rata sebesar 0,7%
Garis Pasar Sekuritas Multifaktor
Garis Pasar Sekuritas CAPM. CAPM (Capital Asset Pricing Model,atau Model
Penetapan Harga Aset Modal) mengaskan bahwa sekuritas akan diberi harga untuk
memberi investor imbal hasil yang diharapkan yang terdiri atas dua komponen yaitu
suku bunga bebas risiko dan premi risiko.
E(r) = rf + β [E(rM) – rf] (11.3)
RPM = E(rM) – rf , maka
E(r) = rf + βRPM (11.4)
E(r) = rf + βGDPRPGDP + βIRIRIR (11.5)
Keterangan :
rf = Suku bunga bebas risiko
E(rM) = Perkalian premi risiko tolok ukur ( seperti premi risiko portofolio pasar)
dengan ukuran relatif resiko
RPM = Premi risiko
βGDP = Sensitivitas terhadap risiko GDP
RPGDP = Premi resiko atas risiko GDP
βIR = Sensitivitas terhadap risiko tingkat bunga
RPIR = Premi resiko untuk risiko tingkat bunga
Contoh 11.3
Garis Pasar Sekuritas (SML) Multifaktor
Garuda mempunyai GDP sebesar 1,8 dan beta tingkat
bunga sebesar 0,7.Misalkan premi risiko untuk satu unit
eksposur GDP adalah 6%,sedangkan premi risiko untuk
satu unit eksposur tingkat bunga adalah 3%. Jika suku
bunga bebas risiko adalah 4%,maka total imbal hasil
portofolio adalah

E(r) = 4% + 1,8 x 6% + 0,7 x 3% = 16,9%


TEORI PEMBENTUKAN HARGA
ARBITRASE
Arbitrase , Risiko Arbitrase , dan Keseimbangan
Sebuah peluang arbitrase terjadi jika seorang investor dapat memperoleh laba yang tudak
berisiko tanpa melakukan investasi.
Sifat penting dari portofolio arbitrase bebas risiko adalah bahwa setiap investor,tanpa
memerhatikan sikapnya terhadap risiko atau kekayaan yang dimiliki akan mengambil posisi
yang tidak terbatas terhadap peluang ini.Karena posisi besar seperti itu dengan cepat akan
memaksa harga naik turun sampai tidak terdapat lagi peluang arbitrase.”Para pelaku
arbitrase”biasanya mengacu pada profesional yang mencari setiap celah kesalahan harga
sekuritas diarea tertentu seperti saham sasaran merger,bukan seseorang yang mencari peluang
arbitrase ketat(bebas risiko).Aktivitas seperti ini sering kali disebut arbitrase risiko(risk
arbitrage)
Terdapat perbedaan penting antara arbitrase dan dominasi risiko-imbal hasil dalam mendukung
hubungan keseimbangan harga.Argumentasi yang dominan menyebutkan bahwa jika ketika
hubungan keseimbangan harga terganggu,banyak investor yang akan mengubah
portofolionya,tergantung pada siap penghindaran risiko.Agregasi dari perubahan portofolio ini
akan mendorong tindakan jual dan beli yang pada akhirnya akan mengembalikan harga pada
posisi keseimbangan .Sebaliknya ,jika muncul peluang arbitrase setiap investor ingin
mengambil posisi sebesar mungkin ; sehingga tidak dibutuhkan banyak investor untuk
mengembalikan harga ke posisinya semula.Karena itu,implikasi harga yang diturunkan dari
argumentasi tanpa peluang arbitrase adalah lebih kuat dibandingkan implikasi dari argumentasi
yang didominasi oleh argumentasi risiko-imbal hasil
Portofolio Terdiversifikasi dengan baik

Beta dan imbal hasil yang diharapkan
Jika anda menjual short saham B senilai $1juta dan
membeli saham A senilai $1juta, sebuah strategi investasi
bersih nol, maka keuntungan tanpa risiko yang akan anda
dapatkan adalah $20.000, yaitu :
(0,10+1,0xF)x$1juta dari posisi beli di A
-(0,08+1,0xF)x$1juta dari posisi jual di B
(0,02x$1juta=$20.000 hasil bersih
Keuntungan anda bebas risiko karena risiko faktor
dihilangkan melalui posisi beli dan jual. Selain itu, strategi
ini tidak membutuhkan investasi. Anda akan melakukan hal
itu dalam skala tak terbatas sampai perbedaan imbal hasil
antara kedua portofolio hilang.
Arbitrase dan garis pasar sekuritas
Kita telah menggunakan kondisi tanpa peluang
arbitrase untuk mendapatkan hubungan antara imbal hasil
dengan beta yang indentik dengan CAPM. Sebagaimana
telah disebutkan, deviasi ini tergantung pada tiga asumsi :
model faktor yang menjelaskan imbal hasil sekuritas,
jumlah sekuritas yang cukup untuk membentuk portofolio
yang terdiversifikasi dengan baik, serta tidak terdapatnya
peluang arbitrase. Pembatasan terakhir ini memunculkan
nama atas pendekatan ini: teori pembentukan harga
arbitrase (APT).
Selanjutnya, APT memberikan pembenaran lebih
lanjut untuk menggunakan model indeks sebagai
implementasi praktis dari hubungan SML.
Aset Individu dan APT
Anggaplah bahwa hubungan antara imbal hasil yang
diharapkan dan beta pada seluruh aset tunggal terganggu.
Sekarang, buatlah satu pasangan portofolio yang
terdeversifikasi dengan baik, meskipun faktanya bahwa
untuk setiap pasangan aset hubungan tidak berlaku.
Ingat kembali bahwa untuk dapat diseut sebagai
potofolio yang terdiversifikasi dengan baik, sebuah
portofolio harus mempunyai posisi yang sangat kecil
dibandingkan seluruh sekuritas.
Dapat disimpulkan bahwa mengasumsikan kondisi
tanpa arbitrase pada pasar sekuritas faktor tunggal berarti
hubungan antara imbal hasil yang diharapkan dengan beta
akan terjaga untuk seluruh portofolio yang terdiversifikasi
dengan baik dan untuk sejumlah uang kecil sekuritas
individu.
APT dan CAPM
APT adalah model yang sangat menarik. Ini
tergantung pada asumsi bahwa keseimbangan rasional
dipasar modal akan menghilangkan peluang arbitrase.
Sebaliknya, CAPM diturunkan dari asumsi bahwa ada
potofolio “pasar” yang tidak dapat diamati. Argumemtasi
CAPM berlandaskan pada efisiensi rata rata varians, yaitu
jika ada sekuritas yang melanggar hubungan antara imbal
hasil yang diharapkan dengan beta, maka banyak investor
(masing masing relatif kecil) akan mengubah potofolionya
sehingga akan menciptakan tekanan menyeluruh terhadap
harga sampai membentuk keseimbangan yang
mengembalikan hubungan antara imbal hasil yang
diharapkan dengan beta.
Faktor yang akan mempengaruhi risiko saham
dan imbal hasil
1. Penyimpangan pertumbuhan GDP dari yang diharapkan
2. Penurunan tingkat bunga yang tidak diantisipasi
Sebelum CAPM mengusulkan bahwa hanya satu
sumber risiko yang relevan yang timbul dari variasi
imbal hasil saham, dan karena itu portofolio yang
mewakilii (pasar) dapat menjelaskan seluruh risiko ini.
Akibatnya, resiko saham individu dapat didefinisikan
sebagai kontribusi terhadap risiko portofolio secara
menyeluruh , sehingga premi risiko atas aset individu
semata –mata ditentukan oleh betanya terhdap
portofolio pasar.

Misal :Terdapat seorang investor muda yang kekayaannya


dimasa mendatang terutama ditentukan oleh upah tenga
kerja. Jumlah upah yang akan diterima di masa mendatang
juga beresiko dan terkait sangat erat pada keberuntungan
perusahaan di mana investor tersebut berkerja
TERIMA KASIH 