Anda di halaman 1dari 23

RARA NABELO

111 17 033
PEMBIMBING
dr. SULDIAH Sp.A

HIPOSPADIA
BAB I

PENDAHULUAN
Hipospadia merupakan kelainan bawaan pada anak
laki-laki, posisi anatomi pembukaan saluran kemih
di bagian ventral atau bagian anterior penis.

Hipospadia adalah anomali kongenital paling


umum pada penis, mempengaruhi 0,4 - 8,2 dari
1.000 bayi laki-laki hidup.
Hipospadia terjadi karena gangguan
perkembangan uretra anterior yang tidak
sempurna yaitu sepanjang batang penis sampai
perineum.
Pasien dengan hipospadia biasanya dirujuk untuk
operasi selama masa bayi atau anak usia dini.
Waktu yang disarankan untuk operasi hipospadia
adalah antara 6 dan 12 bulan.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
Definisi
Hipospadia adalah kelainan kongenital
berupa muara uretra yang terletak
disebelah ventral penis dan sebelah
proksimal ujung penis. Letak meatus
uretra bisa terletak pada glandular hingga
perineal.
Epidemiologi
Prevalensi hipospadia di dunia sangat luas secara
geografis dan bervariasi. Insidensi kelainan ini berkisar 1:250
kelahiran bayi atau 1:300 kelahiran bayi. Peningkatan
insidensi hipospadia masih menuai berbagai kontroversi.
Bergman et al melakukan penelitian epidemiologi mengenai
prevalensi hipospadia dari tahun 2001-2010 menemukan
bahwa insidens hipospadia cukup stabil pada rentang waktu
tersebut. Di Indonesia prevalensi hipospadia belum dketahui
secara pasti. Limatahu et al menemukan 17 kasus di RSUP
Prof. Dr. R. D. Kandau Manado pada periode Januari 2009
Oktober 2010.
Anatomi
Uretra laki-laki terdiri atas pars
prostatika, pars membranasea, dan pars
spongiosa. Uretra diperlengkapi dengan
sfingter uretra interna yang terletak pada
perbatasan buli-buli dan uretra, dan sfingter
uretra eksterna yang terletak pada
perbatasan uretra anterior dan posterior.
Embriologi

Pada permulaan usia gestasi 6 minggu,


terbentuk tonjolan di antara umbilical cord dan
tail yang disebut genital tubercle. Di
bawahnya pada bagian tengah terbentuk
lekukan yang di tepinya ada dua
lipatanmemanjang yang disebut genital fold.
Selama minggu-7, genital tubercle akan
memanjang dan membentuk glan. Bagian ini
adalah bentuk primordial dari penis (laki-laki)
atau klitoris (perempuan).
Bagian anterior dari membrane kloaka,
yaitu sinus urogenitalis, akan rupture dan
membentuk sinus. Sementara itu, sepasang
genital fold akan membentuk sisi-sisi dari sinus
genitalis. Bila genital fold gagal bersatu di atas
sinus urogenitalis, maka akan terbentuk
hipospadia.8
Etiologi

Beberapa penelitian melaporkan hubungan


hipospadia dengan bayi berat lahir rendah
(BBLR),bayi prematur, dan riwayat hipertensi
pada ibu.

Beberapa literature menyebutkan bahwa


terdapat hubungan an tara kejadian hipospadia
dengan paparan lingkungan yang berhubungan
dengan bahan kimiawi, yaitu pestisida, progestin,
dan juga dari pola diet vegetarian yang secara
tidak langsung memengaruhi proses
pembentukan urogenetalia.
• Multifaktorial
• Keturunan
• Beberapa teori meliputi : 1
Kontaminasi lingkungan estrogenik
– Tekanan dari anggota badan janin pada saat
perkembangan penis
– Kurangnya human chorionic gonadotropin
(HCG) dalam plasenta.
– Kelainan dalam metabolisme androgen
sebagai manifestasi local endokrinopati
sistemik.
Klasifikasi

Klasifikasi hipospadia terbagi


berdasarkan lokasinya. Klasifikasi yang paling
sering digunakan adalah klasifikasi Duckett yang
membagi hipospadia menjadi 3 lokasi, yaitu
anterior (Glandular, coronal, dan distal penile),
middle (midshaft dan proximal penile), dan
posterior (Penoscrotal, scrotal, dan perineal).
Lokasi yang paling sering ditemukan adalah di
subcoronal.3
Gejala Klinis

Gejala yang timbul bervariasi sesuai dengan


derajat kelainan. Secara umum jarang ditemukan
adanya gangguan fungsi, namun cenderung berkaitan
dengan masalah kosmetik pada pemeriksaan fisik
ditemukan muara uretra pada bagian ventral penis.
Biasanya kulit luar dibagian ventral lebih tipis atau
bahkan tidak ada, dimana kulit luar di bagian dorsal
menebal bahkan terkadang membentuk seperti
sebuah tudung.
Pemeriksaan Penunjang

Tidak ada pemeriksaan laboratorium yang


disarankan untuk penegakkan pasti diagnosis hipospadia.
USG Ginjal disarankan untuk mengetahui adanya
anomaly lainnya pada saluran kemih pada pasien
hipospadia. Karyotyping disarankan pada pasien dengan
ambigu genitalia ataupun cryptochirdism.
Tatalaksana

Tujuan dari tatalaksana hipospadia adalah:


1) membuat penis tegak lurus kembali sehingga
dapat digunakan untuk berhubungan seksual,
2) reposisi muara urethra ke ujung penis agar
memungkinkan pasien berkemih sambil berdiri,
3) membuat neourethra yang adekuat dan lurus,
4) merekonstruksi penis menjadi terlihat normal,
5) dan menurunkan resiko terjadinya komplikasi
seminimal mungkin.
Komplikasi

Komplikasi paling sering operasi pada hipospadia


adalah fistula uretrokutaneus dengan angka kejadian
yang bervariasi antara 4% sampai 20% dengan
penyebab pasti yang belum di ketahui. Fistula
uretrokutaneus dapat timbul segera atau beberapa
tahun setelah operasi.
BAB III
KESIMPULAN
a) Hipospadia merupakan kelainan bawaan
pada anak laki-laki, posisi anatomi pembukaan
saluran kemih di bagian ventral atau bagian
anterior penis.
b) Penyebab dari hipospadia antara lain:
• Multifaktorial
• Sintesis oral kontrasepsi
• Keturunan
c) Gejala yang timbul bervariasi sesuai dengan derajat
kelainan. Secara umum jarang ditemukan adanya
gangguan fungsi, namun cenderung berkaitan dengan
masalah kosmetik pada pemeriksaan fisik ditemukan
muara uretra pada bagian ventral penis.
d) Penatalaksanaan hipospadia dilakukan dengan
prosedur pembedahan, yaitu kordektomi dan
uretroplasti.